5 research outputs found

    PERKEMBANGAN INTELEKTUAL, KREATIVITAS DAN BAKAT ANAK SD TERHADAP FAKTOR LINGKUNGAN

    Get PDF
    The purpose of this study is to examine the intellectual growth, artistic ability, and talent of primary school-aged children. A thorough assessment of the literature served as the methodology. The sample included 24 significant research on the intellectual growth, inventiveness, and aptitude of elementary school-aged children, which were selected among all pertinent studies. The research findings came from indexed articles that were published between 2003 and 2021. How to explain the intellectual growth, creative ability, and aptitude of primary school-aged children is a key research subject. Through the systematic literature review method, it was found that the influence of the learning process in improving the intellectual abilities and talents of primary school-age children, while the creativity of primary school-age children can be developed through extracurricular activities at school. develop through extracurricular activities at school

    PERKEMBANGAN INTELEKTUAL, KREATIVITAS DAN BAKAT ANAK SD TERHADAP FAKTOR LINGKUNGAN

    Get PDF
    The purpose of this study is to examine the intellectual growth, artistic ability, and talent of primary school-aged children. A thorough assessment of the literature served as the methodology. The sample included 24 significant research on the intellectual growth, inventiveness, and aptitude of elementary school-aged children, which were selected among all pertinent studies. The research findings came from indexed articles that were published between 2003 and 2021. How to explain the intellectual growth, creative ability, and aptitude of primary school-aged children is a key research subject. Through the systematic literature review method, it was found that the influence of the learning process in improving the intellectual abilities and talents of primary school-age children, while the creativity of primary school-age children can be developed through extracurricular activities at school. develop through extracurricular activities at school

    Pegaruh Model Cooperative Learning Tipe Talking Stick Terhadap Hasil Belajar PKN peserta Didik di Kelas V

    Get PDF
    Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pengaruh model  Cooperative Learning tipe Talking Stick terhadap hasil belajar peserta didik di kelas V SDN 06 Piai Tangah. Kontribusi dalam penelitian sebagai bukti ketepatan dalam memilih model pembelajaran di sekolah. Metode yang digunakan adalah desain kuantitatif dengan Posttest-Only Control Design, pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah Non Probability Sampling yaitu pengambilan sampel jenuh. Partisipan sebanyak 27 siswa untuk eksperimen kelas V A dan 27 siswa untuk kontrol dari kelas V B. Teknik pengumpulan data pada uji validitas menggunakan korelasi biserial point dari 40 soal pilihan ganda dengan empat pilihan jawaban dan tes hasil belajar yang berjumlah 25 soal. Data post test diuji normalitas dengan menggunakan uji Liliefors, hasil kedua kelas tersebut adalah kelas eksperimen dengan nilai Lo 0,100 <Lhitung 0,168 dan kelas kontrol dengan nilai Lo 0,180 <Lhitung 0,168, kemudian distribusinya diharapkan, dan uji homogenitas dengan uji Fisher menghasilkan Fhitung 1,07. dan Ftabel 1.98, artinya kedua kelas tersebut memiliki varian atau homogen. Berdasarkan uji hipotesis digunakan analisis uji t, diperoleh thitung = 3,774 dan ttabel = 2,052 dengan (dk) = 52 dan ? = 0,05, maka H0 ditolak, dan H1 diterima. Hasil penelitian membuktikan ada pengaruh signifikan terhadap hasil belajar PKNpeserta didik model pembelajaran Cooperative Learning tipe Talking Stick , sehingga membantu peserta didik dalam menerima pelajaran dengan lebih baik

    Peningkatan Proses Pembelajaran IPS Menggunakan Metode Simulation terhadap Pemahaman Konsep Ekonomi Sekolah Dasar

    No full text
    This study aims to find out whether the simulation approach in teaching social studies in grade V at an elementary school can improve social studies learning. Classroom action research (PTK), which combines qualitative and quantitative methods, was the type of research used.  In total, there were 22 students in class V. Cycle I experienced an increase in lesson plan observation results of 81.91%, and cycle II experienced an increase of 97.22%. The observation results of teacher characteristics in cycle I amounted to 82.81%, and increased to 93.75% in cycle II. The results of observations of student characteristics in cycles I and II were 82.81% and 93.75%, respectively. This shows that the social studies learning process in class V SDN 32 Andalas has improved by using the simulation method

    Upaya Peningkatan Pengetahuan dan Kreatifitas Siswa Sekolah Dasar dalam Menyusun Pola Lantai pada Pembelajaran Seni Tari

    No full text
    Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya pengetahuan dan kreatifitas siswa sekolah dasar dalam menyusun pola lantai dalam seni tari. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengetahuan dan kreatifitas siswa di sekolah dasar dalam menyusun pola lantai dalam seni tari dan memberikan solusi untuk meningkatkan pengetahuan dan kreatifitas siswa dalam menyusun pola lantai. Penelitian dilakukan di SD, dengan subyek penelitian siswa kelas V yang berjumlah 18 orang. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif, yaitu penelitian yang bersifat deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, dokumentasi, wawancara, dan angket. Hasil penelitian ini menunjukan pengetahuan dan kreatifitas siswa dalam menyusun pola lantai umumnya masih rendah. Untuk meningkatkan pengetahuan dan kreatifitas siswa dalam menyusun pola lantai diperlukan sistem pembelajaran yang melibatkan siswa untuk aktif bergerak, mencoba, dan melakukan eksplorasi. Peneliti memberika formula kreatif untuk meingkatkan pengetahuan dan kreatifitas siswa dalam menyusun pola lantai, yaitu strategi MPPM, yaitu pembelajaran yang diawali denngan kegiatan membaca dan mengamati, pengarahan terbimbing, proyek dan mengevaluasi. Dalam tahap pengarahan terbimbing siswa diberikan panduan bagaimana cara menyusun pola lantai dalam tarian dan rambu apa saja yang harus diperhatikan dalam menyusun pola lantai, seperti kesesuaian dengan tema tari, kostum yang dipakai, gerakan tari, dan pesan tari yang disampaikan kepada penonton
    corecore