2 research outputs found
Pelatihan Pembuatan Eco-Enzyme di Kelurahan Pinang Ranti Untuk Memanfaatkan Sampah Kulit Jeruk
Jumlah penduduk Indonesia yang besar dengan tingkat pertumbuhan yang tinggi mengakibatkan bertambahnya jumlah sampah. DKI Jakarta sebagai ibukota dengan jumlah penduduk terbanyak di Indonesia memiliki jumlah sampah sebanyak 3,1 juta ton per tahun 2023 dengan komposisi sampah didominasi oleh sampah organik. Jakarta Timur menjadi kota yang terbanyak menyumbang sampah di DKI Jakarta yakni sebanyak 844.252 ton per tahun 2023. Hal ini tentunya menjadi Pekerjaan Rumah (PR) untuk semua pihak dari skala pusat sampai skala rumah tangga. Salah satu upaya untuk mengurangi volume sampah yaitu dengan mengelolannya menjadi produk baru seperti eco-enzyme. Strategi pemberdayaan masyarakat dalam bentuk pelatihan menjadi salah satu aksi edukasi masyarakat dalam pengelolaan sampah menjadi salah satu cara untuk memecahkan permasalahan sampah organik. Pelatihan ini dilaksanakan pada bulan Mei 2023 di RPTRA Kelurahan Pinang Ranti Kecamatan Makasar Kota Jakarta Timur Provinsi DKI Jakarta. Hasil pengabdian menunjukkan pelatihan pembuatan eco-enzyme di kelurahan pinang ranti dalam upaya pemanfaatan sampah organik dapur skala rumah tangga ini berjalan lancar dengan menghasilkan produk eco-enzyme kulit jeruk, masyarakat sangat antusias di setiap rangkaian kegiatan dan setelahnya peserta menjadi termotivasi untuk dapat mengolah sampah organik. Harapannya kegiatan ini dapat dilaksanakan secara berlanjut dan konsisten oleh pihak terkait khususnya pemerintah baik pusat sampai tingkat RW
Kajian Manfaat Langsung Pengembangan Kawasan Pertanian Menjadi Destinasi Wisata Sawah Lope
Abstract. Sawah Lope is a popular tourist destination in Kuningan Regency. The development of agricultural areas into tourism destinations has a significant in economic. With the development of tourism, Sawah Lope’s area has a tendency to reduce the area of agricultural land. That’s makes agricultural yields or farmers' incomes decrease. The purpose of this study was to identify the direct benefit value of developing agricultural areas into tourist destination’s Sawah Lope in Cikaso Village. The study method is a descriptive-quantitative method. The value of direct benefits from Sawah Lope is seen from agricultural products with a production approach, tourist destinations with a travel cost approach and willingness to pay and restaurant income in 1 year. The results showed that the direct benefit value of Sawah Lope was Rp. 2.61 T/year; agricultural products of 2.01 T/year;tourist destinations of 542.3 M/year and restaurant income of 58.2 M/year. The direct benefit value of Sawah Lope before its development was Rp. 2.1 T/year, a lost value of 166.75 M/year. This shows that tourism activities provide added value so the development of agricultural areas into tourist destinations can be continued with monitor so sustainable tourism development is created.

Abstrak. Sawah Lope merupakan destinasi wisata yang sedang populer di Kabupaten Kuningan. Pengembangan kawasan pertanian menjadi destinasi wisata berperan signifikan terhadap ekonomi sekitar. Dengan berkembangnya wisata, kawasan Sawah Lope memiliki kecenderungan terjadinya pengurangan luas lahan pertanian. Pengurangan luas lahan pertanian membuat hasil pertanian atau pendapatan petani semakin berkurang. Tujuan dari penelitian ini adalah teridentifikasi nilai manfaat langsung pengembangan kawasan pertanian menjadi destinasi wisata Sawah Lope di Desa Cikaso. Metode penelitian dalam penelitian ini adalah metode deskriptif-kuantitatif. Nilai manfaat langsung dari Sawah Lope dilihat dari hasil pertanian dengan pendekatan hasil produksi, destinasi wisata dengan pendekatan biaya perjalanan dan kesediaan untuk membayar serta pendapatan restoran dengan perhitungan penghasilan dalam 1 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai manfaat langsung Sawah Lope setelah adanya pengembangan sebesar Rp 2,61 T/tahun,- yang terdiri dari hasil pertanian sebesar 2,01 T/tahun, destinasi wisata sebesar 542,3 juta/tahun dan pendapatan restoran sebesar 58,2 juta/tahun. Nilai manfaat langsung Sawah Lope sebelum adanya pengembangan sebesar Rp 2,1 T/tahun, atau nilai yang hilang sebesar 166,75 juta/tahun. Hal ini menunjukkan kegiatan wisata memberikan nilai tambah untuk kawasan Sawah Lope itu sendiri sehingga pengembangan kawasan pertanian menjadi destinasi wisata dapat dilanjutkan dengan dilakukan pengawasan sehingga tetap tercipta pengembangan kawasan wisata yang berkelanjutan.</jats:p
