2,484 research outputs found

    Upaya meningkatkan prestasi belajar siswa melalui metode index card match pada mata pelajaran SKI materi pokok sejarah kelahiran Nabi Muhammad SAW kelas 3 di MI Miftahus Sibyan Tugurejo Tugu Semarang tahun pelajaran 2010/2011.

    Get PDF
    Skripsi ini di latarbelakangi oleh mata pelajaran SKI masih merupakan suatu yang dianggap sulit dan membosankan oleh siswa MI Miftahus Sibyan Tugurejo Tugu Semarang dari segi cara guru mengajar dengan ceramah. Hai ini terbukti dari rata-rata nilai SKI pada ulangan harian masih di bawa KKM yaitu 70. Studi ini dimaksudkan untuk menjawab permasalahan: 1) Apakah penerapan metode Index Card Match dapat meningkatkan motivasi belajar siswa pada mata pelajaran SKI kelas 3 di MI Miftahus Sibyan Tugurejo Tugu Semarang ? 2) Apakah penerapan metode Index Card Match dapat meningkatkan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran SKI kelas 3 di MI Miftahus Sibyan Tugurejo Tugu Semarang?. Permasalahan tersebut di bahas melalui penelitian tindakan kelas yang dilakukan melalui 2 siklus dengan setiap siklus tahapannya adalah perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Data penelitian diperoleh melalui observasi dikelas dan dokumentasi hasil tindakan yang dilakukan maupun data tentang gambaran, dengan penelitian tindakan ini akan diketahui peningkatan atau penurunan setelah tindakan kelas dilakukan persiklus. Kajian ini menunjukkan bahwa : 1) Penerapan metode Index Card Match sudah dapat meningkatkan motivasi belajar siswa pada mata pelajaran SKI materi pokok sejarah kelahiran Nabi Muhammad SAW kelas 3 di MI Miftahus Sibyan Tugurejo Tugu Semarang hal ini dapat di lihat dari peningkatan motivasi belajar per siklus dimana pada aspek motivasi siswa mendengarkan penjelasan guru ada 6 siswa atau 19% pada pra siklus naik menjadi 9 siswa atau 28,1% pada siklus I dan di siklus II sudah mencapai 15 siswa atau 46,9%. Pada aspek motivasi siswa dalam memilih kartu ada 9 siswa atau 28% pada pra siklus, naik menjadi 11 siswa atau 34,4% pada siklus I dan di siklus II sudah mencapai 12 siswa atau 37,5%, pada aspek motivasi siswa dalam mencari pasangan ada 12 siswa atau 38% menurun pada siklus I menjadi 9 siswa atau 28,1%, menurun lagi pada siklus II yaitu 5 siswa atau 15,6%, pada aspek motivasi siswa mengomentari hasil pasangan siswa lain pada pra siklus ada 5 siswa atau 16%, pada siklus I ada 3 siswa atau 9,4%, dan di siklus II sudah tidak ada. 2) Penerapan metode Index Card Match dapat meningkatkan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran SKI materi pokok sejarah kelahiran Nabi Muhammad SAW kelas 3 di MI Miftahus Sibyan Tugurejo Tugu Semarang hal ini dapat di lihat dari peningkatan hasil belajar per siklus dimana pada pra siklus tingkat ketuntasannya ada 13 siswa atau 41% naik pada siklus I menjadi 21 siswa atau 65%, dan pada siklus II sudah mencapai 28 siswa atau 87%

    KETERKAITAN PEMANFAATAN INTERNET SEBAGAI SUMBER BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA DALAM STANDAR KOMPETENSI INSTALASI SISTEM OPERASI DASAR DAN HAMBATANNYA PADA JURUSAN TEKNIK KOMPUTER DAN JARINGAN DI SMK MUHAMMADIYAH 3 YOGYAKARTA

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi objektif mengenai ada tidaknya keterkaitan pemanfaatan internet sebagai sumber belajar terhadap hasil belajar siswa dalam instalasi sistem operasi dasar dan untuk mengetahui hambatan yang dihadapi siswa dan guru dalam memanfaatan internet pada SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta khususnya di jurusan Teknik Komputer dan Jaringan. Proses belajar mengajar, sarana dan prasarana merupakan salah satu penunjang suatu proses belajar mengajar. Seorang siswa dan guru dalam melakukan aktivitas belajar mengajar memerlukan adanya dorongan berupa motivasi agar kegiatan belajarnya dapat menghasilkan hasil belajar yang sesuai dengan tujuan yang diharapkan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan deskriptif analisis. Variabel-variabel yang diteliti adalah Pertama, Pemanfaatan internet kedua, hasil belajar dan ketiga, hambatan yang dihadapi siswa dan guru dalam memanfaatkan internet. Subjek penelitian adalah siswa-siswa dan guru jurusan Teknik Komputer dan Jaringan SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta, dengan teknik pengambilan melihat tabel Nomogram Herry King. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan cara (1) Angket, (2) Observasi. Data hasil penelitian dianalisis secara deskriptif dan untuk mengetahui keterkaitan pemanfaatan internet sebagai sumber belajar terhadap hasil belajar, data dianalisis dengan menggunakan koefisien korelasi Product Moment. Hal ini untuk mengetahui tingkat korelasi kedua variabel tersebut. Dari hasil perhitungan dengan korelasi Product Moment diproleh angka korelasi sebesar 0,423, dengan df sebesar 55 diperoleh r tabel pada taraf 5% signifikan sebesar 0,266; sedangkan pada taraf 1% diperoleh r tabel sebesar 0,345. Melihat dari hasil perhitungan diatas maka rxy atau ro (0,423) adalah lebih besar daripada r tabel (yang besarnya 0,266 dan 0,345). Karena rxy atau ro lebih besar dari r tabel, maka hipotesa alternatif (Ha) diterima dan hipotesa nihil (Ho) ditolak. Berarti terdapat keterkaitan positif antara variabel X dan variabel Y, hal ini menunjukkan bahwa terdapat keterkaitan yang sedang atau cukup antara antara variabel pemanfaatan internet sebagai sumber belajar dengan variabel hasil belajar siswa jurusan Teknik Komputer dan Jaringan SMK Muhammadiya 3 Yogyakarta. Kata kunci: hasil belajar, internet, diskripti

    Upaya meningkatkan hasil pembelajaran ilmu pengetahuan sosial dengan menggunakan media gambar pada materi peninggalan sejarah yang bercorak Hindu Budha pada kelas V MI Rohmatal Lil Alamin Karangtengah Demak tahun 2014/2015

    Get PDF
    Latar belakang penelitian ini disebabkan karena pasifnya siswa Kelas V MI Rohmatal Lil Alamin Karangtengah Demak ketika berlangsungnya pembelajaran di kelas. Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui apakah Penggunaan Metode Demonstrasi dengan menggunakan media gambar dapat meningkatkan keaktifan Belajar siswa Kelas V pada materi peninggalan sejarah yang bercorak Hindu Budha MI Rohmatal Lil Alamin Karangtengah Demak dan untuk mengetahui keaktifan belajar siswa Kelas V Tahun 2014 setelah diterapkan Metode Demonstrasi, Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) melalui 2 siklus. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dokumentasi observasi dan tes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan pembelajaran dengan menggunaan Metode Demonstrasi secara umum berlangsung kondusif, siswa menunjukkan respon positif, serta terdapat peningkatan hasil belajar siswa yang dibuktikan dengan peningkatan hasil belajar siswa tiap siklus. Dengan hasil belajar sebagai berikut : a) Hasil belajar peserta didik pada pra siklus diperoleh rata-rata 62,91 b) Hasil belajar peserta didik pada siklus I diperoleh rata-rata 70,41 c) Hasil belajar peserta didik pada siklus II diperoleh rata-rata 78,75 Berdasarkan hal tersebut, diharapkan guru dapat menerapkan Metode Demonstrasi dengan menggunakan media gambar perencanaan dan pelaksanaan yang baik agar hasil belajar siswa dapat meningkat. Kata Kunci: Dengan media Gambar, Hasil Belajar Siswa, Materi Peninggalan Sejarah yang bercorak Hindu Budh

    Peranan Guru pada Proses Menumbuhkan Kemampuan Sosial Anak dalam Kelompok Bermain/ Play Group Insan Kamil Karanganyar (Studi tentang Eksistensi Guru dan Metode Pengajaran yang Diterapkan dalam Membantu Proses Sosialisasi Anak) Tahun Pelajaran 2010/2011

    Get PDF
    Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan eksistensi guru dalam membantu mengembangkan kemampuan sosialisasi anak dan mendeskripsikan metode pengajaran yang diterapkan oleh guru dalam membantu proses sosialisasi anak di kelompok bermain/ play group Insan Kamil Karanganyar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang dilaksanakan di Play Group Insan Kamil. Sumber informan pada penelitian ini adalah Kepala Sekolah, Guru/Pendidik, dan orang tua anak. Metode pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan adalah analisis data induktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui eksistensi guru dalam membantu kemampuan sosialiasasi anak di kelompok bermain/ Play Group Insan Kamil Karanganyar dapat membantu siswa dalam bersosialisasi, dapat berbaur dengan teman, guru maupun masyarakat di lingkungannya. Guru memberikan perannya sebagai pengajar yaitu dengan mengedepankan unsur pendidikan dan pendekatan guna mengajarkan hal-hal baru kepada anak. Hal yang dilakukan oleh Guru adalah dengan memberikan contoh kepada anak mengenai bersosialisasi yang baik di kelas maupun di luar kelas. Metode pengajaran yang diterapkan oleh guru dalam membantu proses sosialisasi anak di kelompok bermain/ Play Group Insan Kamil Karanganyar adalah metode BCCT atau pendekatan “Sentra dan Saat Lingkaran”. Pada metode BCCT lebih berpusat pada anak, sehingga anak lebih bebas dalam berekspresi namun masih berada di bawah bimbingan guru

    Pendekatan Pragmatik dalam Pengajaran Apresiasi Cerpen Jawa

    Full text link
    PEmgajaran cerpen Jawa dewasa ini masih bersifatteoretis. Pengajaran semacam ini diduga kurang mengakrab,kan siswa terhadap karya sastra. Bahkan suatu saat siswaakan terbebani· ole~ hapalan yang bersifat informatif. Makapengajaran cerpen Jawa yang masih bersifat :teoretis perlupembenahan, yakni ke arab' pengajaran yang bersifat apresiatif.Pengajaran yang bersifat apresiatif juga pedu diarahkanagar siswa menyerap fungsi cerpen. Oleh karena itu,. pengajaran yang bersifat apresiatif perlu menerapkan.pendekatan pragmatik.Pendekatan pragmatik dalam pengajaran cerpen Jawaadalah sajia'rt yang meriekankan fungsi cerpen bagi anak didik.Di antara lungsi cerpen tersebut adalah memberikan ajaran, .kenikmatan, kesenangan, hiburan, 'dan manfaat dalamkehidupannya. lfungsi tersebut dapat diltetahui melalui kesan,tanggapan, dan penerimaan anak ,didik terhadap pesan karyaitli. Dengan demikian, melalui pendekatan pragmatik. anak ;.:didik dapat memperoleh manfaat cerpen sebagai konsumsibatin, renungan jiwa, dan cermin dalam kehidupannya.Pendekatan pragmaUk dalam pengajaran cerpen' Jawadcipat berhasil jika tujuan.metode, pemilihan. bahan, penyajian,dan evaluasi terarah pada sajian yang bersilat apresiatifpragmatis.Tujuan diarahkan pada apresiasi dan fungsi cerpen..Metode hendaknya bervariasi dan mengaktifkan siswa.Pemiliban bahan cerpen hendaknya memperhatikan karyay~mg berni1ai sastra. Peny~ji'an harus mengikuti tahap-tahaptertentu. Demikian juga 'evaluasi harus selalu memperhatikan:aspek fungsi cerpen.

    Prospect Of Zeolite Application In Agriculture

    Full text link
    Although zeolites have been known since the 50's the application of zeolites in Indonesia started in the 80's after promotion by the Mineral Technology Research Centre. Before that period, zeolites were only used as construction materials for wall decoration. Zeolites became popular after publication of zeolite research into many aspects of possible applications. Applications of zeolites are based on their characteristics. Initially natural zeolites were used as fillers in the paper industry, ion exchangers in water treatment, separation of nitrogen and oxygen, sorbents in drying, and construction materials. At the same time, applications of zeolites were developed as feed additives for animals and for water treatment in shrimp ponds. In some countries, zeolites have been used as industrial materials, improvement of agricultural production, and environmental protection. In agriculture, applications of zeolites can be used directly to soils as materials for growth media, mixed with manures during decomposition process, and for mixing with urea as slow release agent. The number of zeolite factories in Indonesia is still low and they produce zeolites in powder and grain forms. In recent years, some zeolite factories have been built to produce zeolites for material of industry, agriculture and environmental protection. The most important effort for zeolite factories is how to produce high quality of zeolite. The prospect of zeolite applications in agriculture is very good as (1) soil amelioration for low cation exchange capacity of soils, (2) material for mixing with fertilizer, (3) material as growth media for horticulture and seedling plantation plants, (4) material for improvement of compost quality, (5) material for water treatment of fish ponds, (6) food additives for animals

    Makna Simbolik Mitos Dewi Sri dalam Masyarakat Jawa Kajian Model Linguistik Levi-strauss

    Full text link
    Myth of Dewi Sri in tha Javanese community there are any version believed as fertile idol. For understanding symbolic meaning of myth varian, need of objetive analysis. Than this research try application of linguistic Levi-Strauss model as new strategy for interpretation of myth. Basic assumption from linguistic Levi-Strauss model than myth almost showen varian of surface structure, but it as reflection of man deep structure. The research goal for focused symbolic behind myth of Dewi Sri by point of view of linguistic Levi-Strauss model. Text analyzed two myth Dewi Sri the title of Asal Mula Padi from Banyumas and Sri Sadana from Yogyakarta. Take of two text because near geografis. Take of data mean heuristic reading to two version myth. The data is ceritheme-ceritheme (anthropology diction) and word, frasa, sentence (linguistic). Data analysis by theory of linguistic Levi-Strauss model. The results of research myth Dewi Sri content of varian story is look at by episode and ceritheme. Episode and ceritheme consist of three: (1) gift from God of salvation, (2) incarnation, (3) down of salvation. From episodes can make in the linguistic Levi-Strauss, examples binary oposition, given to message (active), receive of message (passive). Relations between sender and receiver is vertically (structural) it is three structure. From three structure can created three culiner. From three culiner, than Bathara Guru as sender of message. Two myth is not influenced. If any homology or varian, that is same description of Javanese mind

    Efektivitas Media Pembelajaran Bagi Pendidik PAUD yang Ramah Lingkungan

    Get PDF
    Produktifitas dan kreatifitas pendidik yang optimal akan sangat berpengaruh besar terhadap perkembangan anak didik khususnya dalam penyampaian dan penyajian materi pembelajaran dalam proses belajar mengajar dengan menggunakan alat peraga. Alat peraga dari sisi pembuatan terbagi menjadi dua yakni yang berasal dari pabrik dan lingkungan sekitar. Sedangkan ditinjau dari segi kemanfaatan ternyata alat peraga lingkungan dapat diperoleh dengan cepat dan mudah serta murah, selain daripada itu alat peraga dalam proses belajar mengajar anak didik bertujuan akan cepat merespon dan memperrmudah pemahamannya yang berasal dari lingkungan sekitar
    corecore