312 research outputs found

    Perubahan Fungsi dan Makna Ritual Tolak Bala Didesa Bagan Serdang Kecamatan Pantai Labu Kabupaten Deli Serdang

    Full text link
    Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, dengan pendekatan kajian budaya yang bersifat kritis, interdisipliner, multidimensional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Perubahan fungsi dan makna ritual tolak bala ini bukan hanya menjadikan ritual ini yang sebelumnya bukan barang komoditi menjadi barang komoditi tetapi Perubahan fungsi dan makna ritual tolak bala berkaitan pula dengan proses produksi, distribusi dan konsumsi. Faktor penyebab Perubahan fungsi dan makna ritual tolak bala pada etnik Melayu Pantai Labu di di Desa Bagan Kecamatan Pantai Labu Kabupaten Deli Serdang Provinsi Sumatera Utara yaitu sifat masyarakat yang terbuka, dan kreativitas masyarakat, media massa, dan ekonomi. Dampak dan makna Perubahan ritual tolak bala yaitu berdampak terhadap kehidupan sosial budaya masyarakat yang cenderung merugikan ritual tolak bala yang dikomersialisasikan dan kaburnya identitas budaya. Disamping itu strategi pewarisan ritual ritual tolak bala pada etnik Melayu Pantai Labu ini dilakukan dalam tiga bentuk yaitu (1) pemberdayaan (2) dokumentasi dan (3) pengembangan

    Analisis Perubahan Kinerja dan Struktur Ekonomi Kabupaten Sidoarjo Sebelum dan Saat Terjadinya Semburan Lumpur Lapindo

    Full text link
    The aims of their study are identify patterns of growth and structural change in the economicsector and to analyze the performance of economic sectors and social-economic impact of the“Lumpur Lapindo” on the area in Sidoarjo.Analyze to identify patterns of growth and contribution to economic sectors and the performanceof economic sectors, thus are: Location Qoution, Ratio Analysis of Growth Models, and AnalysisOverley.Based on the results anlyze economic structure shows that from 2003 until 2007 the role ofprimary sector average of 5.57%, the secondary sector (53.72%), tertiary sector (40.71%). Affectedareas of greatest economic impact is affected districts since the beginning of “Lumpur Lapindo”which Porong district, Tanggulangin, and Jabon. Based on the results of base analysis, the potentialand performance the economic sector before and during the “Lumpur Lapindo” occurred, indicatingthat the amount of the basic sector and the potential sectors in the District of Porong, Tanggulangin,and Jabon decreased in the event of “Lumpur Lapindo”.Based on the results of analysis of social-economic losses from the Lapindo mudflow, thefollowing results are obtained. Lapindo mudflow incident has caused damage to property in theareaaround the blast center. Damaged assets consist of: 1) Land and buildings housing residents; 2)productive plants such as rice, sugarcane, and pulses; 3) Buildings and equipment; 4) infrastructuresuch as toll roads, electricity networks, irrigation networks, water network, telecommunicationsnetworks, gas pipelines, with total losses estimated at Rp 33.27 trillio

    Pengaruh Ketebalan terhadap Daya Serap Energi Impak pada Rompi Anti Peluru yang Terbuat dari Komposit Hgm-epoxy dan Serat Karbon

    Full text link
    Bulletproof vests are outer clothing commonly used to protect military personnel from projectile attacks and explosion material distributions. In this study the bulletproof vests were made of composite particles composed of an epoxy matrix with a Hollow Glass Microsphere (HGM) amplifier and carbon fiber. The study was conducted by doing simulation analysis using Finite Element Method in accordance with NIJ (National Institute of Justice) of American Standard 0101.06 for class IIIA weapons category. The thickness of bulletproof vest was varied from 1 to 20 mm in order to obtain the optimal thickness. After obtaining optimal thickness of the bulletproof vest, then verification with experimental will be done to validate the simulation result. The results showed that the increase in the thickness has increase the toughness and rigidity of a bulletproof vest. A bulletproof vest with a thickness of 20 mm able to absorb bullet energy of 348.27 Joule and kinetic energy which passed the body of 138, 77 Joule with a penetration depth of 5.54 mm. Thus, it has met the NIJ Standard 0101.06 standard of U.S. The energy passed to the body is smaller than 170 Joule

    Pemodelan Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Produksi dan Mutu Tembakau Temanggung dengan Kombinasi antara Generalized Least Square dan Regresi Ridge

    Full text link
    Tembakau Temanggung terkenal sebagai pemberi rasa dan aroma yang khas pada rokok kretek dan mempunyai kadar nikotin tertinggi. Telah banyak penelitian membahas mengenai produksi dan mutu tembakau Temanggung. Salah satunya adalah pemodelan produksi dan mutu tembakau Temanggung dengan metode OLS, dimana menunjukkan terjadi pelanggaran asumsi adanya multikolinearitas dan autokorelasi. Penelitian ini membahas pengombinasian antara Generalized Least Square dan regresi ridge untuk mengatasi adanya autokorelasi sekaligus multikolinearitas pada pemodelan produksi dan mutu tembakau. Pendugaan nilai koefisien autokorelasi terlebih dahulu dilakukan dengan menggunakan pendekatan Durbin Watson, AR(1) residual, serta Cochrane-Orcutt iterative procedure, kemudian dilakukan kombinasi dengan regresi ridge. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengombinasian antara Durbin Watson dan regresi ridge dapat mengatasi autokorelasi dan multikolinearitas pada pemodelan produksi. Namun pada pemodelan mutu, hanya mampu mengatasi multikolinearitas, sedangkan autokorelasi masih belum teratasi. Variabel yang berpengaruh terhadap produksi adalah persentase karbon organik, kalium, dan bobot isi tanah. Sementara variabel yang berpengaruh terhadap mutu adalah persentase kerikil, pasir, dan kandungan kalium

    Pengenalan Jenis Golongan Darah Menggunakan Jaringan Syaraf Tiruan Perceptron

    Full text link
    Darah merupakan salah satu bagian penting dalam tubuh. Darah dibedakan menjadi beberapa golongan yaitu A, B, O, dan AB. Secara konvensional, mendeteksi golongan darah dengan cara meneteskan serum anti-A dan serum anti-B ke darah yang akan dikenali kemudian melakukan pengamatan langsung terhadap reaksi tetesan serum tersebut. Hal ini yang menyebabkan terjadi kesalahan identifikasi mulai dari kurang teliti dan terburu-buru dalam mengamati. Mendeteksi golongan darah dapat dilakukan secara komputasi menggunakan pengenalan pola. Jaringan syaraf tiruan (JST) merupakan salah satu metode klasifikasi yang digunakan dalam pengenalan pola. beberapa metode JST yang digunakan dalam pengenalan pola diantaranya Hebb, LVQ, backpropagation dan perceptron. Penelitian ini membuat aplikasi pengenalan jenis golongan darah melalui citra menggunakan metode jaringan syaraf tiruan perceptron. Fitur yang dimiliki sistem ini antara lain menyimpan data latih, melakukan pelatihan data dan melakukan pengenalan jenis golongan darah. Output dari sistem ini adalah informasi berupa jenis golongan darah. Sistem ini dikembangkan dengan metode waterfall yang diimplementasikan menggunakan bahasa pemrograman MATLAB dan database Microsoft Access
    corecore