6 research outputs found

    Optimalisasi Perancangan Video Pembelajaran Bahasa Inggris Berbasis Web

    Get PDF
    The purpose of the study generally is to facilitate high school students preparation for National Test and State/private Entrance Test and specifically the purposes are 1)to increase the activity of English learning videos through website, 2) to increase the learning activity through internet. The stages of this research consists of 5 stages such as; a) capturing English learning videos, b) creating website, c) uploading the videos to the website, d) launching the website to the third year of Bontang State Vocational School 3, and e) evaluating the website content. The results show that video learning designs is the most chosen feature(89%) than other features on the website. Furthermore, the questionaires reaveal that 100% give positive responses to the website given

    Pengaruh Kadar Karbon pada Proses Gasifikasi

    Get PDF
    Investigasi proses gasifikasi dilakukan dengan pemodelan termodinamik. Kuantifikasi unjuk kerja proses gasifikasi dinyatakan dengan kadar H2 dan kadar CO dalam gas produser, temperatur dan efisiensi termal. Investigasi pengaruh kadar karbon terhadap unjuk kerja proses gasifikasi dilakukan dengan simulasi menggunakan batubara: lignit, bituminus dan antrasit. Ketiga jenis batubara diharapkan mewakili tingkatan kadar karbon. Kajian termodinamika digunakan sebagai piranti prediksi kinerja gasifikasi dan dapat melihat efek berbagai faktor secara cepat. Penyimpangan kinerja gasifier aktual terhadap hasil prediksi termodinamika sering ditemui dan biasanya dianggap sebagai akibat faktor-faktor teknis yang berhubungan dengan laju proses, misalnya pengontakan partikel dengan medium gasifikasi. Pada makalah ini, kajian termodinamika disempurnakan dengan melibatkan pemodelan dekomposisi batubara yang sangat tergantung pada jenis batubara dalam hal ini mewakili kadar karbon. Harapannya, pengabungan model dekomposisi batubara yang diusulkan dalam penelitian ini dan model kesetimbangan reaksi konvensional menghasilkan kajian termodinamika yang lebih rasional. Hasil dari kajian termodinamika digunakan sebagai piranti prediksi kinerja gasifikasi dengan mempertimbangkan kadar karbon batubara. Fraksi mol gas hidrogen maksimum yang dihasilkan lignit lebih tinggi daripada antrasit dan bituminus, berturut-turut 0,43 dan 0,25. Fraksi mol maksimum gas hidrogen dari lignit berada pada laju udara/batubara sekitar 1,2 kg/kg sedangkan antrasit dan bituminus berada pada sekitar 3 kg/kg. Temperatur proses gasifikasi, seperti diduga sangat dipengaruhi oleh jenis batubara. Sesuai dengan kadar H2, temperatur gasifikasi sebaiknya dijaga sekitar 1000 oC (Ru = 2,4 dan 4 berturut-turut untuk batubara lignit, antrasit dan bituminus). Keuntungan pada temperatur sekitar 1000 oC, tar secara praktis sudah terdekomposisi lebih lanjut, sehingga gas produser hanya sedikit mengandung tar

    Thermodynamic study on vapour-liquid equilibrium of toluene and several types of oil as absorbent

    Full text link
    Thermodynamic study on vapour-liquid equilibrium of toluene and several types of oil as absorbent Gas cleaning system is one of important step in the utilization of biomass via gasification process. The producer gas obtained from the gasification process must be very clean before it is used in an internal combustion engine. In order to gaseous fuel get cleaned with a tar content below 100 mg/Nm3, a gas cleaning system using scrubbing oil is being developed and taking the advantage of a lower vapour pressure of oil than scrubbing water. Study on vapour-liquid equilibrium is being conducted to understand the phenomena taking place in the absorption of tar with oil. In our present study, the producer gas containing tar is represented using air containing toluene. This producer gas model with a toluene or benzene concentration then bubbled with a rate of 27.6 mL/min into a bath of oil at a various temperature. The progress of absorption of tar model in oil measured gas chromatography until saturated condition. Considering that the concentration of toluene in the gas stream is very low, the toluene and oil vapour-liquid equilibrium follows the Henry’s law. Prediction of Henry’s constants is also carried out using UNIFAC-FV model which is known to be suitable for hydrocarbon gases and high-boiling point hydrocarbon solvent. Keywords: tar, oil, Henry’s constant AbstrakSistem pembersihan gas merupakan salah satu langkah penting dalam pemanfaatan biomassa melalui proses gasifikasi. Gas produser yang dihasilkan dari proses gasifikasi harus sangat bersih sebelum digunakan dalam mesin pembakaran internal. Untuk mendapatkan bahan bakar gas yang bersih dengan kandungan tar di bawah 100 mg/Nm3. Sebuah sistem pembersihan gas dengan menggunakan minyak sebagai media penyerap dikembangkan dengan mengambil keuntungan dari tekanan uap minyak lebih rendah air penyerap. Studi kesetimbangan uap-cair yang dilakukan untuk memahami fenomena yang terjadi dalam penyerapan tar dengan minyak. Dalam kami studi ini, gas produser yang mengandung direpresentasikan dengan udara yang mengandung toluena. Model gas produser ini dibuat dengan menggelembungkan konsentrasi benzena atau toluena dengan laju 27,6 mL/menit ke dalam bak minyak pada berbagai suhu. Kemajuan penyerapan model tar dalam minyak diukur dengan cromathograpy gas sampai dengan kondisi jenuh. Mengingat konsentrasi toluena dalam aliran gas sangat rendah, maka kesetimbangan uap-cair toluena dan minyak mengikuti hukum Henry. Konstanta Henry juga dapat diprediksi dengan menggunakan model UNIFAC-FV yang cocok untuk gas hidrokarbon dan pelarut hidrokarbon dengan titik didih tinggi. Kata kunci: tar, minyak, konstanta Henry</jats:p

    Sosialisasi Pembuatan Mikroorganisme Lokal (MOL) dari Sampah Rumah Tangga pada Pekon Way Kerkai

    Full text link
    Pekon/Desa Way Kerkai, Kecamatan Lemong, Kabupaten Pesisir Barat, Lampung yang memiliki potensi komoditi kopi dan cabai. Adanya lahan pertanian yang cukup luas tetapi limbah pertanian yang dibuang begitu saja tanpa dimanfaatkan secara maksimal, dapat mencemari lingkungan dan mempengaruhi hasil pertanian di Pekon Way Kerkai. Demikian halnya dengan pengelolaan sampah organik rumah tangga masyarakat yang dibuang begitu saja tanpa ada proses lebih lanjut dan berpotensi mencemari lingkungan. Tujuan Kegiatan KKN PPM ini adalah memberikan pengetahuan kepada masyarakat dan petani tentang bagaimana cara mengelola limbah dan sampah organik menjadi pupuk cair atau Mikroorganisme Lokal (MOL). Metode yang diterapkan dalam kegiatan ini yaitu penyuluhan dan pelatihan pembuatan MOL. Hasil dari kegiatan ini yaitu masyarakat dan petani memahami tentang proses pembuatan dan manfaat pupuk organik cair berbahan MOL untuk tanaman. Pemahaman petani meningkat dari rata-rata 30% sebelum pelatihan dan mencapai 90% setelah pelatihan ini berdasarkan kuisioner yang dibagikan sebelum dan sesudah pelatihan. Selain itu pelatihan ini dapat menjadi usaha atau bisnis serta sebagai bentuk memanfaatkan limbah yang tidak termanfaatkan dengan baik
    corecore