231 research outputs found

    Menggali Makna Upacara Maulid Nabi di Padang Pariaman Sumatera Barat

    Full text link
    Perayaan Maulid Nabi, yang dikenal dengan “Dikie Maulid”, adalah sebuah tradisi masyarakat Padang Pariaman untuk merayakan kelahiran nabi Muhammad (SAW). Perayaan ini merupakan kegiatan rutin yang dipercaya memiliki nilai-nilai etis dan estetis, sehingga menjadi sebuah ritual keagamaan masyarakat tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif untuk mengungkap makna dari perilaku masyarakat dalam berbagai situasi sosial. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa perayaan Dikie Maulid merupakan sebuah ekspresi agama Islam dengan berbagai aktifitas, seperti: malamang, mahanta kue, and bajamba, serta menjadi identitas budaya lokal masyarakat Padang Pariaman. Terdapat berbagai bentuk dan unsur seni dalam upacara Maulid Nabi ini, di antaranya: sastra, musik, tari, dan seni rupa. Upacara ini berkaitan dengan berbagai peristiwa yang dipandang penting bagi komunitasnya

    Using Peer Coorective Feedback to Improve Students\u27 Writing in Recount Text

    Full text link
    The aims of this study are to investigate how the peer corrective feedback (PCF) can improve the students\u27 writing recount text and what is the interaction mainly exists in PCF. This study is a classroom action Research with three cycles. The data were collected through observation during the treatment. The writing test conducted at the end of each cycle; the questionnaire had been distributed to the 29 students. A group interview was conducted to get deep verbal responses. The result found that the students\u27 interaction and attitudes were positive at the end of treatment. The students were more enjoyable when sharing the ideas with their peers. It wa because they used the same language and an informal situation without being afraid of making mistakes when discussing. The writing test showed the improvement at the end of every cycle. The interview data analysis indicated that the students were confident to write English and share their ideas with their peers. Related to the peer\u27s correction, the result was unclear and doubtful, therefore they preferred the teacher to give final correction

    Deskripsi Pemakaian Bahasa dalam Koran Buton Pos Edisi Selasa, 20 Mei 2016

    Full text link
    Description Language Usage in Buton Post newspaper edition Tuesday, May 20, 2016. The expected goal with this study was to determine the description of language use in the postal Buton newspaper. The method used to pengunpulan data in this research is descriptive qualitative method because the purpose of this study was to decrypt the use of the language contained in Buton post. The data were analyzed using qualitative approach for the presentation of data in a sentence or words in the form of a narrative or descriptive. The research results indicate that the use of the language contained in the paper Buton Post edition Tuesday May 20, 2016 contains elements of grammar that is writing the correct word, contains elements of grammatical, which uses basic words and affixes like the words contained in the newspaper Buton Post Edition Tuesday , May 20, 2016

    Kualitas Perairan Sungai Seketak Semarang Berdasarkan Komposisi Dan Kelimpahan Fitoplankton

    Full text link
    Sungai Seketak terletak di kelurahan Tembalang, kecamatan Tembalang, kota Semarang. Semakin bertambahnya jumlah penduduk dan berdirinya pusat-pusat pendidikan di daerah Tembalang serta rencana pembangunan waduk pendidikan Diponegoro yang memanfaatkan aliran Sungai Seketak tentunya memberikan dampak bagi organisme yang hidup di perairan tersebut. Salah satunya adalah fitoplankton yang merupakan produsen utama. Masukan bahan organik maupun anorganik dari kegiatan manusia ke dalam badan air menyebabkan Perubahan terhadap kualitas air dan keberadaan fitoplankton.Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni – Juli 2012 di Sungai Seketak, Tembalang Semarang. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah sampel air yang diambil dari Sungai Seketak. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei dengan metode pengambilan sampel adalah purposive sampling method. Frekuensi sampling dilakukan setiap 2 minggu sekali. Lokasi sampling terdiri dari 3 stasiun yaitu stasiun 1 merupakan inlet dari perencanaan waduk pendidikan Diponegoro. Lokasi ini berdekatan dengan jembatan dan gerbang pintu masuk UNDIP dan merupakan kawasan padat penduduk dimana di lokasi ini banyak ditemukan limbah rumah tangga dari warga sekitar yang dibuang langsung ke badan sungai. Stasiun 2 merupakan bagian tengah dari perencanaan waduk pendidikan Diponegoro berdekatan dengan Rusunawa UNDIP. Stasiun 3 merupakan stasiun yang sudah jauh dari kawasan padat penduduk yang merupakan outlet dari perencanaan waduk pendidikan Diponegoro.Hasil penelitian didapatkan 11 genera fitoplankton yaitu Oscillatoria sp., Anabaena sp., Nitzschia sp., Asterionella sp., Scenedesmus sp., Pediastrum sp., Volvox sp., Mougeotia sp., Closterium sp., Navicula sp., dan Dictyocha sp. Kelimpahan fitoplankton tertinggi yaitu pada stasiun 2 sebesar 7.451 Ind/L yang didominasi oleh Mougeotia sp. Indeks keanekaragaman pada tiap stasiun menunjukkan nilai 1,49 pada stasiun 1, 1,29 pada stasiun 2 dan 1,12 pada stasiun 3 dimana nilai dari ketiga stasiun menunjukkan kisaran 1 – 3 yang berarti perairan termasuk dalam kategori tercemar sedang. Indeks keseragaman mendekati 1 yang artinya jumlah setiap spesies sama atau setidaknya hampir sama

    Pengaruh Penggunaan Alat Tangkap Ikan Hias Ramah Lingkungan terhadap Tingkat Kerusakan Terumbu Karang di Gosong Karang Lebar Kepulauan Seribu

    Full text link
    Terumbu karang merupakan ekosistem pesisir yang memiliki produktivitas tinggi. Banyak ancaman yang mempengaruhi kehidupan karang, salah satunya adalah aktivitas penangkapan ikan hias laut. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dan observasi, yaitu dengan membandingkan data tutupan karang di area tangkap ikan hias perairan Gosong Karang Lebar Kepulauan Seribu yang telah diambil pada tahun 2003, 2005, 2007, 2009 dan 2011 oleh Yayasan Terumbu Karang Indonesia. Perbandingan data tutupan karang tersebut nantinya digunakan untuk mengetahui perbedaan tingkat kerusakan terumbu karang sebelum diterapkannya alat tangkap ikan hias ramah lingkungan yaitu sebelum tahun 2006 dan setelah diterapkan alat tangkap ikan hias ramah lingkungan yaitu tahun 2006 sampai sekarang. Dari hasil analisis statistik independent sample t-test didapatkan nilai Probabilitas/ Sig. (2-tailed) sebesar 0,458. Hal ini berarti probabilitasnya di bawah taraf signifikansi 0,46. Maka H0 ditolak atau dapat dinyatakan bahwa persentase tutupan karang sebelum dan setelah adanya penerapan alat tangkap ikan hias ramah lingkungan berbeda. Hasil statistik deskriptif menunjukkan adanya peningkatan rata-rata persentase tutupan karang setelah adanya penerapan alat tangkap ikan hias ramah lingkungan adalah sebesar 34.2075%. Nilai ini lebih tinggi dibandingkan persentase tutupan karang sebelum adanya penggunaan alat tangkap ikan hias ramah lingkungan yaitu sebesar 27.7100%

    Kesesuaian Ekosistem Terumbu Karang Untuk Kegiatan Wisata Bahari Kategori Selam Di Pulau Kayu Angin Genteng, Kepulauan Seribu

    Full text link
    Ekosistem terumbu karang memiliki hubungan sangat erat dengan kegiatan wisata bahari. Pulau Kayu Angin Genteng merupakan salah satu dari gugusan pulau-pulau kecil di kepulauan seribu, berada di wilayah zona inti kepulauan Seribu dengan kondisi ekosistem terumbu karang yang sangat baik. Penelitian yang dilaksanakan pada bulan Juni – November 2014 ini bertujuan untuk mengetahui potensi ekosistem terumbu karang serta kesesuaiannya terhadap kegiatan wisata bahari di perairan pulau Kayu Angin Genteng. Pengamatan penutupan terumbu karang dan habitat dasar menggunakan metode visual transek kuadrat, jenis dan kelimpahan ikan karang menggunakan metode sensus visual dengan menggunakan peralatan selam SCUBA. Data hasil pengamatan di lapangan dianalisis dengan matriks kesesuaian wisata bahari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tutupan karang hidup yang terdapat di perairan pulau Kayu angin Genteng berada di kisaran 87,11% - 91,99% dengan kategori sangat baik, yang terdiri atas 10 marga (Genus) karang yakni Acropora, Montipora, Anacropora, Coeloseris, Heliopora, Herpolitha Astreopora, Oxypora, Porites, dan Pachiseris. Hasil pengamatan kelimpahan ikan karang secara menyeluruh diperoleh 22 jenis spesies ikan karang dengan spesies yang paling dominan ditemukan adalah Acanthurus-triostegus. Indeks Kesesuaian Wisata Bahari di Pulau Kayu Angin Genteng diperoleh bahwa zona barat merupakan wilayah yang paling sesuai dengan nilai indeks kesesuaian 88,89 % dengan kategori sangat sesuai, sementara zona yang memiliki indeks kesesuaian terendah dengan 75,92% adalah zona utara dengan kategori sesuai untuk wisata kategori selam. Coral reef ecosystem has a very close relationship with the marine tourism activities. Kayu Angin Genteng island is one of a cluster of small islands in Seribu islands, located in the core zone of the Seribu Islands region with the condition for coral reef ecosystems are very good. The Research was conducted in June - November 2014 aims to determine the potential of coral reef ecosystems as well as the suitability of the marine tourism activities in the waters of the Kayu Angin Genteng island. Observations closure coral reefs and habitats basis using quadratic visual transect, the type and abundance of reef fish using visual census using SCUBA diving equipment. Data from field observations were analyzed by matrix suitability marine tourism. The results showed that there is a live coral cover in the waters of the Kayu Angin Genteng island is in the range of 87.11% - 91.99% with a very well category, which consists of 10 genera (Genus) the coral Acropora, Montipora, Anacropora, Coeloseris, Heliopora, Herpolitha Astreopora, Oxypora, Porites, and Pachiseris. The observation of the overall abundance of reef fish obtained 22 species of reef fish with the most dominant species found are Acanthurus-triostegus. Suitability Index Marine Tourism of Kayu Angin Genteng island obtained that western zone is an area that best suits the suitability index value 88.89% with a very appropriate category, while the zones which have the lowest suitability index with 75.92% is the northern zone which still has a category corresponding for diving activity

    Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Stad untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPA Siswa Kelas V Sdn 009 Teluk Nilap Kecamatan Kubu Kabupaten Rokan Hilir

    Full text link
    This study was conductedbecause of the low IPA students' learningoutcomes, with an average value of 62.9 class. While the value of minimumcompleteness criteria (KKM) IPA 65. This research is a classroom actionresearch (CAR). Conducted aiming to improve science learning outcomes fifthgrade students of SDN 009 Gulf Nilap Kubu district of Rokan Hilir. Formulationof the problem: Is Application Type STAD Cooperative Learning Model canimprove science learning outcomes fifth grade students of SDN 009 Gulf NilapKubu district of Rokan Hilir. The student learning outcomes of prior actions by anaverage of 62.9. Student learning outcomes improved after action by an averageof 70%, while in the second cycle increased by an average of 83%. So improvingstudent learning outcomes of basic score kesiklus an increase of 7.1% from thebase score kesiklus while two increased to 20.1%. While the activities of studentsin the first cycle with an average of 66.66% in the second cycle on average by81.24%. While the activity of the teacher on the first cycle with an average of72.91% in the second cycle reaches 85.41%. These results prove that theimplementation of STAD cooperative learning model to improve learningoutcomes IPA 009 fifth grade students of SDN Gulf Nilap Kubu district RokanHilir
    corecore