5 research outputs found
HUBUNGAN PERILAKU CARING PERAWAT DENGAN TINGKAT KEPUASAN PASIEN DI BANGSAL RAWAT INAP WARDAH RS PKU MUHAMMADIYAH GAMPING
Latar Belakang: Kepuasan yang diterima pasien dalam pelayanan akan sangatberharga, apabila pasien merasa puas mereka akan terus memakai terhadap jasapilihannya, selalu menggunakan, kurang sensitif terhadap harga dan memberi
komentar yang baik tentang pelayanan yang diberikan. Salah satu faktor yangmempengaruhi kepuasan pasien adalah perilaku caring perawat.
Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan perilaku caringperawat dengan tingkat kepuasan pasien di Bangsal rawat inap Wardah RS PKUMuhammadiyah Gamping.
Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif
korelasional dengan pendekatan waktu cross sectional. Pengumpulan data
menggunakan kuesioner. Responden dalam penelitian ini didapatkan berjumlah 57orang dengan menggunakan teknik quota sampling. Analisis data menggunakankendall tau.
Hasil: Hasil menunjukkan bahwa di Bangsal rawat inap Wardah RS PKUMuhammadiyah Gamping, mayoritas perilaku caring perawat dalam klasifikasi
tinggi yaitu sebanyak 44 orang (77,2%) dan mayoritas tingkat kepuasan pasien dalamklasifikasi tinggi yaitu sebanyak 50 orang (87,7%). Hasil analisis kendall taudiperoleh nilai signifikan sebesar 0,022 (p<0,05).
Simpulan: Ada hubungan perilaku caring perawat dengan tingkat kepuasan pasiendi Bangsal rawat inap Wardah RS PKU Muhammadiyah Gamping.
Saran: Diharapkan untuk RS PKU Muhammadiyah Gamping agar dapat dijadikansebagai masukan dalam hal untuk mempertahankan perilaku caring perawat yang
memperhatikan pasien secara humanistik agar meningkatkan hubungan perawatklien
menjadi
harmonis
sehingga
dapat
memberikan
kepuasan
terhadap
pasien
HUBUNGAN DUKUNGAN TEMAN SEBAYA DENGAN PENCAPAIAN TUGAS PERKEMBANGAN REMAJA PADA SISWA KELAS VIII DI SMP NEGERI 2 SENTOLO KULON PROGO YOGYAKARTA
Latar Belakang : Tugas perkembangan remaja yaitu tugas yang harus di penuhi dalam
setiap remaja yang dipengaruhi oleh sosial yang diharapkan masyarakat dan teman sebaya.
Dampak dari tugas perkembangan jika tidak tercapai yaitu akan mempengaruhi sikap dan
perilaku pada remaja itu sendiri sehingga dapat menimbulkan dampak yang negatif.
Dukungan teman sebaya yaitu bentuk perhatian, kenyamanan atau bantuan yang diperoleh
dari teman sebaya sehingga memberikan dampak positif bagi tugas perkembangan remaja.
Tujuan : Mengetahui hubungan dukungan teman sebaya dengan pencapaian tugas
perkembangan remaja pada siswa kelas VIII di SMP Negeri 2 Sentolo Kulon Progo.
Metode Penelitian : Penelitian ini menggunakan metode Deskriptif korelatif dengan
pendekatan cross sectional. Subjek penelitian adalah remaja yang berusia 13-14 tahun di
SMP Negeri 2 Sentolo Kulon Progo Yogyakarta dengan sampel 87 responden. Analisa
data menggunakan korelasi Kendall Tau.
Hasil Penelitian : Dukungan teman sebaya tinggi sebanyak 67 responden (77,0%)
sedangkan pencapaian tugas perkembangan remaja baik sebanyak 77 responden (88,5%).
Hasil analisis Kendall Tau didapatkan nilai value 0,000 dengan koefisien korelasi sebesar
0,538 menunjukan keeratan hubungan sedang.
Simpulan dan Saran : Terdapat hubungan dukungan teman sebaya dengan pencapaian
tugas perkembangan remaja pada siswa kelas VIII di SMP Negeri 2 Sentolo Kulon Progo
Yogyakarta. Remaja diharapkan lebih selektif dalam pergaulan untuk meningkatkan
pencapaian tugas perkembangan dengan baik
LITERATURE REVIEW HUBUNGAN KEPATUHAN MINUM OBAT DENGAN KUALITAS HIDUP PADA PASIEN SKIZOFRENIA
Latar Belakang: Skizofrenia merupakan gangguan psikotik yang memiliki ciri-ciri seperti kekacauan dalam berfikir, emosi, persepsi, dan perilaku. Episode akut dari skizofrenia ditandai dengan munculnya waham, halusunasi, pikiran yang tidak logis, pembicaraan yang tidak koheren, dan perilaku yang aneh. Populasi pasien skizofrenia di Indonesia pada tahun 2018 didapatkan data sebanyak 84,9% pasien pengidap skizofrenia. Hal tersebut terjadi karena beberapa faktor yang paling mendasar adalah kepatuhan pasien dalan menjalani terapi pengobatan. Kepatuhan minum obat merupakan penentu penting bagi kualitas hidup pasien skizofrenia.
Tujuan: Mengetahui hubungan kepatuhan minum obat dengan kualitas hidup pada pasien skizofrenia.
Metode: Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Literature Review. Pencarian dilakukan melalui Google Scholar, Portal Garuda dan NCBI.
Hasil: Berdasarkan hasil review yang peneliti lakukan didapatkan hasil terdapat hubungan yang signifikan antara kepatuhan minum obat dengan kualitas hidup pada pasien skizofrenia.
Simpulan dan Saran: Berdasarkan artikel yang direview didapatkan kesimpulan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kepatuhan minum obat dengan kualitas hidup pada pasien skizofrenia. Pasien diharapkan mampu meningkatkan kepatuhan pengobatan, baik kepatuhan pasien dalam pengobatan check up jika terdapat pasien rawat jalan dan kepatuhan dalam minum obat yang sudah diresepkan oleh dokter
HUBUNGAN POLA ASUH ORANG TUA DENGAN PERILAKU MEROKOK SISWA DI SMP NEGERI 16 YOGYAKARTA
Latar Belakang : Masa remaja merupakan masa transisi seseorang dari anak-anak
menjadi dewasa. Remaja mulai menunjukan jati dirinya dengan menunjukan perilaku
yang bermacam-macam, salah satunya adalah perilaku merokok. Pengasuhan orang
tua berusaha untuk mempertahankan kehidupan fisik anak dan mendorong
peningkatan perilaku sesuai dengan nilai agama dan budaya yang diyakini.
Tujuan : Mengetahui hubungan pola asuh orang tua dengan perilaku merokok pada
siswa SMP Negeri 16 Yogyakarta.
Metode : Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif non eksperimental, dengan
pendekatan cross sectional. Subyek penelitian ini sebanyak 45 responden dengan
teknik stratified random sampling. Metode pengumpulan data menggunakan
kuesioner atau angket. Analisa data menggunakan koefisien kontingensi dengan α =
0,05.
Hasil : Siswa dengan pola asuh demokratis sebagian besar memiliki perilaku
merokok sebanyak 14 siswa (31,1%)dengan p value 0,025 (p value < 0,05) . Artinya
terdapat hubungan yang signifikan antara pola asuh orang tua dengan perilaku
merokok remaja di SMP Negeri 16 Yogyakarta dengan hasil p value 0,025.
Kesimpulan : Ada hubungan yang signifikan antara pola asuh orang tua dengan
perilaku merokok siswa di SMP Negeri 16 Yogyakarta.
Saran : . Khususnya bagi orang tua yang memiliki anak remaja diharapkan selalu
memberikan pendidikan yang baik serta selalu memperhatikan anaknya supaya tidak
terjerumus ke dalam perilaku menyimpang khususnya perilaku merokok
PENGARUH PENYULUHAN KESEHATAN TENTANG HIV-AIDS MENGGUNAKAN MEDIA VIDEO TERHADAP PENGETAHUAN REMAJA SISWA DAN SISWI KELAS X IPS DI SMA MUHAMMADIYAH 3 KOTA YOGYAKARTA
Latar Belakang: Peningkatan pengetahuan berperan penting dalam menekan angka
kasus infeksi HIV-AIDS. Pengetahuan dapat meningkatkan kesadaran remaja untuk
mengubah perilaku dan mengambil keputusan tepat dalam menjaga keseh
atan
reproduksi remaja. Media pembelajaran yang menarik dapat memotivasi dan
meningkatkan penyerapan informasi.
Tujuan: Mengetahui pengaruh penyuluhan kesehatan tentang HIV-AIDS
menggunakan media video terhadap pengetahuan remaja siswa dan siswi kelas X IPS
di SMA Muhammadiyah 3 Kota Yogyakarta
Metode:Menggunakan pre experimental, dengan one-group pretest-posttest.
Sampel
sebanyak 81 responden dengan teknik simple random sampling.
Instrumen
menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Matched Pairs
Test.
Hasil: Pengetahuan responden sebelum dilakukan penyuluhan sebagian besar dalam
kategori cukup sebesar 46 orang (56,8%) setelah dilakukan penyuluhan seluruh
responden dalam kategori baik. Hasil analisis statistik Wilcoxon Matched Pairs Test
sebesar sign = 0,000<0,05. 32
Simpulan: Ada pengaruh penyuluhan kesehatan tentang HIV-AIDS menggunakan
media video terhadap pengetahuan remaja siswa kelas X IPS di SMA
Muhammadiyah 3 Kota Yogyakarta.
Saran: Remaja siswa dan siswi kelas X meningkatkan pengetahuan terkait HIV-
AIDS sebagai pertimbangan dalam mengambil keputusan berperilaku resiko HIV-
AIDS
