168 research outputs found

    Analisis Persedian Bahan Baku Aspal Curah Di Asphalt Mixing Plant (AMP) Dengan Menggunakan Metode Economic Order Quantity Di PT.Wirataco Mitra Mulia

    Get PDF
    PT.Wirataco Mitra Mulia Merupakan Perusahaan yang bergerak di bidang penimbunan dan pengaspalan jalan batas pidie ‚Äď Meulaboh. PT.Wirataco Mitra Mulia memiliki bagian produksi yang terdiri dari beberapa stasuin kerja antara lain persiapan bahan baku, filter coalbin, proses pengeringan agregat, penimbunan dan Asphalt Mixing Plant (AMP). Untuk Ashphalt mixing plant (AMP) Perusahaan wirataco sering mengalami permasalahaan pada porses order dimana terdapat kekurangan maupun kelebihan pada bahan baku asphalt, Salah satu cara untuk melakukan perencanaan dan penyediaan bahan baku dengan baik adalah dengan menggunakan sistem Economic Order Quantity (EOQ), SIstem EOQ merupakan suatu sistem perencaan dan penjadwalan kebutuhan produk untuk penyediaan baran, dengan menggunakan metode EOQ perusahaan dapat menimalisasi biaya biaya seperti biaya pemesanan dan biaya penyimpanan. Berdasarkan dari hasil penelitian menggunakan Metode EOQ Dengan Nilai EOQ berjumlah 1.912 Ton sebaliknya berlandaskan metode EOQ, industri wajib mengadakan Safety Stock buat memperlancar proses penciptaan sebesar 443.292 Ton/Tahun dan Untuk mengantisipasi terjadinya keterlambatan bahan baku dan berdasarkan metode EOQ PT. Wirataco Mitra Mulia dilakukan titik pesanan kembali (Reorder Point) 1.539 Ton

    Perbandingan beberapa Teknik Budidaya terhadap Pertumbuhan dan Produksi Padi (Oryza sativa L.) dan Sifat Kimia Tanah

    Get PDF
    Budidaya padi secara konvensional yang telah dilakukan dalam jangka waktu yang lama (lebih dari 40 tahun) dengan menggunakan pupuk kimia telah menyebabkan menurunnya kualitas tanah dimana respon terhadap pemupukan menurun yang ditunjukkan dengan sulitnya produksi meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan beberapa teknik budidaya terhadap pertumbuhan, produksi padi dan sifat tanah di lapangan. Tiga perlakuan diaplikasikan yaitu : 1. Teknik budidaya SRI dengan 5 10 3 kg Ha-1 kompos jerami padi (SOM), 2. Teknik budidaya SRI dengan 2,5 10 3 kg Ha-1 kompos jerami padi + (312,5 kg urea + 187,5 kg SP 36 +125 kg Phonska) Ha-1 (SOK) dan, 3. Teknik budidaya konvensional + (312,5 kg urea + 187,5 kg SP 36 +125 kg Phonska) Ha-1 (KKM). Hasil perbandingan menunjukkan jumlah anakan produktif pada perlakuan SOM lebih tinggi dari pada perlakuan KKM. Tinggi tanaman pada perlakuan SOK lebih tinggi dari perlakuan SOM. Perlakuan SOM memiliki C organik, N dan K yang lebih tinggi daripada perlakuan SOK dan KKM

    PERBANDINGAN EFISIENSI BANK UMUM SYARIAH (BUS) DENGAN BANK UMUM KONVENSIONAL (BUK) DI INDONESIA DENGAN STOCHASTIC FRONTIER APPROACH (SFA) (PERIODE 2006-2009)

    Get PDF
    Periode 2006-2009, efficiency rate of Islamic Commercial Bank (BUS) in Indonesia less than efficiency rate of Conventional Commercial Bank. It can be looked at BOPO score of BUS in 4 periode, it was higher than BOPO score of BUK, it was 81,7% and 76,6%.This research ave purpose getting reasons can influence the efficiency, and comparing the efficiency of BUS with efficiency of BUK. Banking efficiency in this research was analyzed with Stochastic Frontier Approach (SFA) and production efficiency. Choosing input-output variable use intermediary approach, it is most relevant with financial intermediation function of bank. Input variable was choosen is fix asset, deposit, and other operational expense. Output variable is loan of BUK and finance of BUS. Sample in this research is 13 commercial banks. Three from BUS and 10 from BUK. The analysis using SFA showing that during 2006-2009 the efficiency of BUS and BUK always increase with the average efficiency 0.9467 for BUS and 0.9516 for BUK. This is showing that BUS in Indonesia better than BUK in efficiency, with the BUK more optimum in total financing during 2006-2009. The average of BUS efficiency and BUK position in 0,9 of efficiency range level show that BUS and BUK in Indonesia has reach the efficiency level even not until the full of efficiency or 1. Based on the panel to know the impact of input variables to output variable loan or financing that deposit expenses has significant impact to loan or financing with t-test score 8,976 > 1,645. While fix asset and other operational expenses has not significant to loan or financing with t-test score 0,378 < 1,645 and 0,012 < 1,645 . Finding of independent sample t-test analysis showing that there is no difference in efficiency level between BUS and BUK with sig score 0,888 > őĪ 0.05 and 2 tailed score 0.423

    Teknologi pembuatan Kompos bagi Petani Desa Tualang Perbaungan untuk perbaikan kualitas tanah dalam budidaya padi

    Get PDF
    Pemerintah telah memperkenalkan berbagai teknologi budidaya padi untuk menjamin ketersediaan pangan. Sejak tahun 1970 petani desa Tualang sudah terbiasa menggunakan varietas unggul, pestisida kimia dan pupuk kimia yang didukung irigasi. Paket teknologi budidaya konvensional ini, khususnya penggunaan pupuk kimia ternyata telah menyebabkan menurunnya kualitas tanah dimana respons terhadap pemupukan menurun yang ditunjukkan dengan sulitnya produksi padi meningkat walaupun dosis pupuk sudah ditambahkan. Hal ini menunjukkan kelelahan tanah yang dicirikan utamanya oleh kandungan bahan organik tanah yang sangat rendah. Salah satu upaya perbaikan kualitas tanah ini dapat dilakukan dengan memberikan bahan organik, khususnya dalam bentuk pupuk organik. Sumber utama bahan baku pupuk organik yang tersedia adalah jerami padi. Untuk memfaatkan jerami padi menjadi pupuk organik dapat digunakan teknologi kompos. Pengenalan teknologi pembuatan kompos kepada petani dan pemanfaatannya dalam budidaya padi telah membantu petani untuk memperbaiki kualitas tanah untuk menjamin keberlanjutan produksi

    KOMPLEKSITAS MASALAH PEKERJA ANAK DI INDONESIA

    Get PDF
    Children workers are complex problems. On one side, they must work because of poverty, and on another side, they mostly do not get government's protection. Case of Jermal children workers along east sea shore of North Sumatra shows that they are susceptible to exploitation. Some risks they have to face are: high risk of weather and wave of the sea, cruel treatment, forced labour, unguaranteed job s avety and threat of death. The writer of this matter indicates that at least there are three kinds of violations, namely 1) that of human rights,2) that of labour law and 3) that of creation of broken society against social system

    PERBANDINGAN PERSONAL SOSIAL RESPONSIBILITY SISWA BERDASARKAN KEGIATAN EKSTRAKURIKULER

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan Personal Sosial Responsibility Siswa antara siswa yang mengikuti ekstrakurikuler olahraga, ekstrakurikuler non olahraga dan siswa yang tidak mengikuti ekstrakurikuler. Penyimpangan pelajar baik tingkat sekolah maupun mahasiswa masih mewarnai dunia pendidikan Ind onesia (Widiyatmoko, 2016,hlm.18). Menurut Ardiantofani (dalam Widiyatmoko, 2016,hlm.18-19) data dari media-media terkemuka menyebutkan bahwa pemerkosaan, tawuran, pergaulan bebas dan narkoba adalah pelanggaran yang paling banyak dilakukan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan Kausal Komperatif yang disebut juga penelitian ex post facto dimana peneliti tidak mengendalikan variable bebas secara langsung karena eksistensi dari varibel tersebut telah terjadi. Adapun populasi dalam penelitian ini adalah Siswa Kelas Sebelas SMA Bina Muda. Teknik Sampling yang digunakan dalam penelitian ini mengunakan teknik sampling probabilitas atau Random sampling. Rumus slovin digunakan untuk menentukan jumlah sampel yang akan diteliti. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan kuisioner dengan mengunakan enam Skala Likert. Penelitian ini mengunakan teknik analisis statistikaANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan Personal Sosial Responsibility siswa berdasarkan kegiatan ekstrakurikuler antara siswa yang mengikuti ekstrakurikuler olahraga, non olahraga dan Siswa yang tidak mengikuti ekstrakurikuler. Akan tetapi nilai rata rata siswa yang mengikuti kegiatan ekstrakuriuler lebih tinggi dibandingkan siswa yang tidak mengkuti kegiatan ekstrakurikuler. Kata Kunci : Personal Sosial Responsibility, ekstrakurikuler, Penyimpangan Pelajar ABSTRACT COMPARISON OF STUDENTS 'RESPONSIBILITY SOCIAL PERSONALS BASED ON EXTRACURRICULAR ACTIVITIES Ahmad Sofian Advisor 1 : Dr. Nur Indri Rahayu, M.Ed Advisor 2 : Drs. H. Sumardianto, M.Pd This study aims to compare the Personal Social Responsibility of Students between students who take sports extracurricular activities, non-sports extracurricular activities and students who do not take extracurricular activities. Student deviations at both the school and student levels still color the world of Indonesian education (Widiyatmoko, 2016,hlm.18). According to Ardiantofani (in Widiyatmoko, 2016, pp. 18-19) data from leading media states that rape, brawls, free association and drugs are the most common violations. The method used in this study uses Causal Comperative which is also called ex post facto research where researchers do not control the independent variables directly because the existence of these variables has occurred. The population in this study were Eleven Class Students at BinaMuda High School. The sampling technique used in this study uses the technique of probability sampling or random sampling. The Slovin formula is used to determine the number of samples to be examined. The instrument used in this study used a questionnaire using six Likert Scale. This study uses ANOVA statistical analysis techniques. The results showed that there was no difference in the Personal Social Responsibility of students based on extracurricular activities between students who took extracurricular sports, non-sports and students who did not take extracurricular activities. However, the average value of students participating in extracurricular activities is higher than students who do not follow extracurricular activities. Keywords: Personal Social Responsibility, Extracurricular, Student Deviation

    Pemanfaatan Limbah Solid Pabrik Kelapa Sawit Dan Konsentrasi Pupuk NPK (16-16-16) Untuk Meningkatkan Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) Di Prenursery

    Get PDF
    Pertumbuhan bibit kelapa sawit dapat ditingkatkan dengan memanfaatkan limbah solid pabrik kelapa sawit   sebagai sumber hara dan pembenah tanah media tanam dipadukan dengan pembrian pupuk NPK yang mampu menyediakan hara secara cepat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemanfaatan limbah solid pabrik kelapa sawit dan konsentrasi pupuk NPK 16-16-16 serta interaksinya terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.) di pre nurseri.  Penelitian  dilaksanakan di Gedung Johor, Medan pada bulan Februari sampai April 2021. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial dengan 2 faktor yang diteliti dan 3 ulangan dimana faktor pertama adalah limbah solid (S) yang terdiri dari 3 taraf yaitu  S0 = tanpa perlakuan (kontrol), S1 = 300 g solid kg-1  tanah, S2 = 450 g solid kg-1  tanah. Faktor kedua adalah konsentrasi pupuk NPK 16-16-16 (N) terdiri dari 3 taraf yaitu N0 = tanpa perlakuan (kontrol), N1 = 0,2 g/100 ml air, N2 = 0,3 g/100 ml air. Parameter yang diamati adalah tinggi tanaman (cm), jumlah daun (helai), luas daun (cm2) diameter batang (mm) bobot basah tajuk (g), bobot kering tajuk (g), bobot basah akar (g) dan bobot kering akar (g). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian limbah solid berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, diameter batang, berat basah dan kering tajuk, dan berat basah dan kering akar. Pemberian konsentrasi pupuk NPK 16-16-16  berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, luas daun, diameter batang, berat basah tajuk, berat kering tajuk. Sedangkan interaksi pemberian limbah solid dan konsentrasi pupuk NPK 16-16-16 berpengaruh nyata pada tinggi tanaman dan berat kering taju

    KAJIAN PEMANFAATAN LAHAN REKLAMASI PASCA TAMBANG SEBAGAI LAHAN PERTANIAN

    Get PDF
    Lahan pasca tambang pada umumnya merupakan lahan yang telah mengalami kerusakan akibat kegiatan penambangan.  Kerusakan yang terjadi pada lahan pasca tambang antara lain terjadinya perubahan sifat fisik, kimia maupun biologi tanah yang mengakibatkan turunnya produktifitas lahan, terjadinya perubahan perubahan bentang alam lahan,  kedalaman efektif tanah menjadi dangkal, dan terbentuknya lapisan lapisan tanah yang baru yang berisi pasir, kerikil, sisa-sisa tailing yang nantinya akan terbentik lapisan cadas.  Salah satu cara untuk memperbaiki kerusakan lahan pasca tambang yaitu dengan mereklamasi dan mengalihfungsikan lahan pasca tambang menjadi lahan pertanian. Tujuan kajian ini untuk mengkaji berbagai lahan reklamasi pasca tambang yang dapat dialihfungsi menjadi lahan pertanian berdasarkan analisa tingkat kesuburan tanah. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif analisis dan analisa komparatif yaitu dengan cara mengumpulkan, memilah dan membandingkan data yang didapat dari beberapa jurnal maupun buku (studi literatur). Hasil kajian menunjukkan bahwa beberapa lahan pasca tambang dapat diubah menjadi lahan pertanian, hal ini tergantung dari lokasi, kekhasan sifat dan karakteristik lahan pasca tambang, seperti lahan reklamasi pasca tambang batubara dengan tingkat kesuburan tanah yang cukup baik.Post-mining land is generally land that has been damaged by mining activities. Damage that occurs in post-mining land includes changes in the physical, chemical and biological properties of the soil which result in a decrease in land productivity, changes in land landscape changes, the effective depth of the soil becomes shallow, and the formation of new layers of soil containing sand, gravel, remnants of tailings which will later form rock layers. One way to repair damaged post-mining land is by reclamation and conversion of post-mining land into agricultural land. The purpose of this study is to examine various post-mining reclamation lands that can be converted into agricultural land based on an analysis of soil fertility levels. The research method used is qualitative analysis and comparative analysis, namely by collecting, sorting and comparing data obtained from several journals and books (literature study). The results of the study show that some post-mining land can be converted into agricultural land, this depends on the location, the specific nature and characteristics of post-mining land, such as post-coal mining reclamation land with a fairly good level of soil fertility

    Tinjauan Hukum Administrasi Negara Tentang Pengawasan dalam Meningkatkan Disiplin Pegawai di Pemerintah Kabupaten Deli Serdang

    Get PDF
    Pengawasan dapt didefenisikan sebagai proses untuk menjamin bahwa tujuan-tujuan organisasi dan manajemen tercapai. lni berkenann dengan cara-cara membuat kegiatan sesuai yang direncanakan. Pengertian ini menunjukkan adanya hubungan erat antara perencanaan dan pengawasa
    • ‚Ķ
    corecore