63 research outputs found

    Memori dan Ruang Publik pada Pusat Perbelanjaan Mal Bale Kota

    Get PDF
    Mal Bale Kota, sebuah pusat perbelanjaan di Kota Tangerang, Banten, yang menawarkan berbagai kebutuhan gaya hidup, memiliki situasi yang cukup memprihatinkan. Kendati terletak di pusat Kota Tangerang yang ramai, suasana Mal Bale Kota justru sepi. Tidak banyak pengunjung yang berlalu-lalang dan banyak retail yang gulung tikar. Perancangan ini bertujuan untuk melakukan redesain terhadap Mal Bale Kota, melalui pendekatan kontekstual, dengan mempertimbangkan dan menganalisis aspek-aspek keadaan, sosial serta budaya, dan kebutuhan dari situasi eksisting Mal Bale Kota. Hasil objek rancangan merupakan redesain Mal Bale Kota dengan menggunakan konsep pusat perbelanjaann pada masa awal pusat perbelanjaan itu didefinisikan, yaitu sebuah area pergerakan linier pada suatu area pusat bisnis kota, yang lebih diorientasikan bagi pejalan kaki, dengan konsep berupa jalur pejalan kaki dengan kombinasi plaza dan ruang-ruang interaksional. Selain itu, objek rancangan juga menegaskan nilai memorable pada Mal Bale Kota

    Redesain Pelabuhan Balohan sebagai Landmark Baru Kota Wisata Pulau Weh

    Full text link
    Indonesia sebagai salah satu negara kepulauan terbesar di dunia memiliki potensi dan kekayaan alam yang luarbiasa, tersebar diseluruh pulau besar dan kecil. Salah satunya adalah potensi di sektor pariwisata kekayaan alam tropis dan kekayaan bahari. Melirik salah satu pulau yang berada di ujung paling barat Indonesia yaitu pulau Sabang atau juga dikenal dengan sebutan Pulau Weh laksana mutiara hitam yang belum banyak di ketahui oleh orang banyak, letaknya yang sangat strategis di ambang pintu masuk jalur pelayaran internasional selat malaka dan potensi wisata alam hujan tropis dan keindahan bawah laut melengkapi keeksotikan yang sudah ada. Faktanya pelabuhan Balohan yang merupakan pintu masuk kawasan pulau Sabang masih sangat jauh dibawah standar yang diharapkan. Sehingga upaya untuk meredesain pelabuhan Balohan Sabang dirasa sangat diperlukan dengan suatu konsep rancangan yang berkelanjutan dengan mempertimbangkan semua aspek dan potensi yang ada. Dalam hal ini pelabuhan Balohan dirancang kembali dengan; memenuhi standar suatu pelabuhan wisata yang baik, menwujudkan tampilan bangunan yang menarik, berindentitas dan gampang diingat/dikenali, menambah fasilitas komersial yang sekaligus sebagai sarana rekreasi baru bagi masyarakat sabang dan para penggunan pelabuhan secara umum

    Seeing the Unseeable: Kamuflase Ruang Terbuka Publik pada Pemakaman Vertikal Bawah Tanah

    Get PDF
    Urbanisasi penduduk menuju perkotaan menyebabkan kepadatan penduduk terus meningkat. Kontribusi positif ruang terbuka hijau (RTH) publik menjadi komponen terpenting penentu kualitas hidup warga kota, kian sulit ditemui di kota – kota besar Indonesia. Kenaikan angka penduduk di kota juga diiringi dengan meningkatnya angka kematian sehingga diperlukan perencanaan penyediaan RTH publik, terutama penyediaan area pemakaman. Akan tetapi sistem pemakaman konvensional yang masih diterapkan di Indonesia mengokupansi banyak lahan dan menyebabkan pemakaman gagal dalam memproduksi fungsi sekundernya pemakaman berupa ruang sosial untuk rekreasi, refleksi, dan pertemuan budaya disamping fungsi utamanya berupa penyediaan tempat persemayaman jenazah. Hal ini diperburuk dengan peningkatan angka kematian akibat pandemi Covid-19 di Indonesia meningkat tajam mencapai 30.770 jiwa per tanggal 3 Februari 2021 (PPBK DPR RI, 2021). Selain itu, prosesi pemakaman saat ini juga terhambat dengan diterapkannya protokol kesehatan dimana pihak keluarga dan kerabat dilarang untuk menghadiri prosesi pemakaman korban. Padahal WHO merekomendasikan ruang terbuka sebagai tempat aktivitas utama masyarakat demi menghindari penularan virus. Lalu apa yang arsitektur mampu tawarkan? Gagasan arsitektural futuristik konstruktif pemberi nilai tambah terkait pemakaman dan RTH publik menjadi solusi

    The role of infill building in the sustainable conservation Casestudy : Surabaya downtown

    Get PDF
    Most of the building in the conservation area in Surabaya are facing such dillematic situation. One side the heritage buildings should keep the architectural, historical, aesthetical as well as social values but in the other side they must be developed based on the real market demand. Infill building should be the solution in making respectful contemporary contribution to the conservation area. The result of this paper is to formulate a framework requirements of the development and suggest the role in form of model of infill building based on the sustainable conservation approach, so the development is not only solving the physical problems but also non-physical

    From Thousand Canals to Roads: The Transformation of Transportation Mode in Pontianak

    Get PDF
    Pontianak City was established in 1771 on the the Kapuas River and Landak River riverbanks, the latter being the longest river in Indonesia. The city was once known as the City of a Thousand Canals. However, in its development, people shifted to land transportation modes, leaving the canals in an extinction process. This study aimed to uncover the factors and impacts of the inland water transportation network fading from the Pontianak urban structure. The research used a sequential explanatory design, combining qualitative methods in the form of literature review and quantitative methods using space syntax analysis. By comparing the spatial configuration of the canals and roads in a diachronic approach, the study found proof of the importance of the canals’ existence in the Pontianak urban structure. Water transportation can be the answer to fixing environmental issues, flood hazards, and traffic congestion. Revitalizing the canals can help bring a healthy water environment because the people will change their perception of the canals from sewage routes to transportation routes. Revitalizing the canals can also bring back waterside activity, generate a sense of belonging, and bring back part of the former identity of Pontianak City

    Identifying the Influential Factors in the Change of Residential to Commercial Areas: a Case Study in Rungkut Madya, Surabaya

    Get PDF
    The development of road transport that increased on Jalan Rungkut madya in a few years has made A positive impact on an area in terms of the economy. However, the negative impact of that development is to make the changing function of land use to be a commercial area that disrupt the function. The changes in the area function unconsciously impact the changes in the city's design elements on which influences the quality of a design of the city. To find out what factors that affect the change of a function area is indispensable in becoming a reference in designing a good commercial area. The paradigm in this study uses the post-positivist paradigm, where this paradigm is a qualitative method that uses a scientific approach, the strategy used is combined strategy between quantitative and case studies. The primary Data used in this study came from observations and questionnaires. The results in this study included identifying influential factors in the change of residential functions into commercial areas

    Canon, sebuah Teori Musik sebagai Tema Objek Rancang Sekolah Tinggi Seni Pertunjukan

    Full text link
    Me”musik”kan arsitektur, menjadi pemikiran pertama kali sebelum memulai perancangan. Mengutip perkataan Goethe, filosofi terkenal yang berbicara tentang arsitektur sebagai musik yang dibekukan. Sama halnya dengan musik, arsitektur juga dapat memiliki irama. Karena itu, dipilihlah Canon sebagai tema Sekolah Tinggi Seni pertunjukan. Mengingat Canon dalam musik ternyata dapat menciptakan melodi yang atraktif, sehingga sesuai sebagai tema sekolah yang bertajuk pertunjukan. Perancangan ini memakai teori Tangible Metaphore. Proses yang dibutuhkan adalah bagaimana menuangkan karakter dari Canon, agar dapat terlihat pada rancangan nantinya, melalui proses transformasi. Adapun karakter Canon adalah pengulangan melodi; terdapat melodi Leader dan Follower dengan durasi tertentu dan imitasi oleh melodi Follower berupa ritme/ interval yang sama atau transformasi dari ritme/ intervalnya. Sehingga kesan akhir yang didapatkan adalah tercipta melodi yang saling bersahutan membentuk keharmonisan. Berdasarkan karakter tersebut, akhirnya dihasilkan desain rancangan yang meliputi siteplan dengan sistem sirkulasi outer ring road dengan pola pengulangan garis, massa bangunan dengan pola layering dan pengulangan pola bentuk, dan interior dengan pola Canonicnya

    Sensory Design: Hypersensitive and Hyposensitive Autism Rehabilitation Center In Malang

    Get PDF
    This research is about how to design a rehabilitation center for autism with sensory design approach where there are two different characters are hypersensitive and hiposensitif. These two characters need a building that can accommodate both the different characters. Research on these two characters is required to determine the behavioral, psychological, and sensory therapy process them to be well received. Then, the elements of the building is obtained based on the criteria of psychological and sensory autistic children that emphasize the children's activity during therapy

    ASPEK FASAD BANGUNAN CAGAR BUDAYA YANG MEMPENGARUHI MINAT MASYARAKAT

    Get PDF
    Abstract: The facade of teh building can affect the public interest in activities around the building. A good building facade can influence people to dare to pass or even stop around the building. Tunjungan as a cultural heritage area, has experienced a phase of lost space which caused a decrease in the intensity of activities on Jalan Tunjungan due to the nonactive frontage. It the importance to understand the facade of the building that is of interest to the community so that the cultural heritage area can develop properly. This study aims to determine the aspects of the facade of cultural heritage buildings that affect the attractiveness and interest of the community in the Tunjungan area. This research uses qualitative phenomenological methods through interview tactics, distributing questionnaires to participants, and observation at the site. This study shows that the aspects that influence people's interest in activities on Jalan Tunjungan are building openings, building shapes, building decorations, building colors and building materials. Facades that attract public interest must maintain uniqueness, aesthetics and classic style to be a community attraction.Abstrak: Bentuk fasad bangunan dapat mempengaruhi ketertarikan masyarakat untuk beraktivitas di sekitar bangunan. Fasad bangunan yang baik dapat mempengaruhi masyarakat untuk berani melintas atau bahkan berhenti di lingkungan sekitar bangunan. Tunjungan sebagai kawasan cagar budaya pernah mengalami fase kawasan lost space yang menyebabkan turunnya intensitas kegiatan di Jalan Tunjungan akibat adanya fasad bangunan yang tidak aktif. Pentingnya pemahaman mengenai fasad bangunan yang diminati oleh masyarakat agar kawasan cagar budaya dapat berkembang dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aspek fasad bangunan cagar budaya yang mempengaruhi daya tarik serta minat masyarakat di Kawasan Tunjungan. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif fenomenologi melalui taktik wawancara dan penyebaran kuesioner terhadap partisipan serta pengamatan langsung pada lokasi penelitian. Penelitian ini menunjukkan bahwa aspek yang mempengaruhi minat masyarakat untuk beraktivitas di Jalan Tunjungan adalah bukaan bangunan, bentuk bangunan, dekorasi bangunan, warna bangunan dan material bangunan. Fasad yang menarik minat masyarakat harus mempertahankan keunikan, estetika dan gaya klasik sehingga dapat menjadi daya tarik bagi masyarakat. Selain itu penjagaan warna dan material bangunan asli juga menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat
    corecore