189 research outputs found
Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Two Stay Two Stray Pada Mata Pelajaran IPS Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas IV a Sdn Simomulyo 8 Surabaya
Latar belakang penelitian ini berdasarkan pengamatan yang dilakukan peneliti di kelas IV A SDN Simomulyo 8 Surabaya, yakni kurangnya aktivitas siswa dalam pembelajaran dan kurangnya wawasan guru tentang cara memilih dan menerapkan model dalam suatu pembelajaran. Hal tersebut menjadikan proses pembelajaran kurang optimal serta belum tercapainya hasil belajar siswa yang sesuai dengan Kriteria Ketuntasan Minimal. Berdasarkan permasalahan di atas, maka perlu dilakukan upaya untuk memecahkannya. Alternatif pemecahan masalah tersebut yaitu menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe two stay two stray. Pemilihan model ini sebagai alternatif dalam pembelajaran IPS dirasa tepat karena model ini memiliki keunggulan antara lain mengembangkan sikap dalam diri siswa, bertambahnya kekompakkan dan rasa percaya diri, meningkatkan kemampuan berbicara dan mengemukakan pendapat, serta proses pembelajaran menjadi lebih bermakna sehingga hasil belajar dapat meningkat. Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas. Subjek penelitian ini adalah siswa dan guru kelas IV A SDN Simomulyo 8 Surabaya sebanyak 24 siswa. Instrumen penelitian yang digunakan adalah lembar observasi, lembar non tes dan lembar angket. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis kualitatif dan kuantitatif. Peningkatan aktivitas guru, aktivitas siswa, hasil belajar siswa dan respon siswa terhadap proses pembelajaran merupakan hasil yang didapat dari proses pembelajaran ini. Peningkatan tersebut terjadi secara bertahap mulai dari siklus I sampai dengan siklus III dengan kriteria yang sangat baik. Walaupun ditemui beberapa kendala dalam proses pembelajaran namun dengan cermat peneliti mampu memilih upaya untuk perbaikan pada siklus berikutnya. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan menerapkan model kooperatif tipe two stay two stray dapat meningkatkan aktivitas guru dan siswa, hasil belajar dan respon siswa kelas IV A SDN Simomulyo 8 Surabaya
Pirolisis Campuran Sampah Plastik Polistirena Dengan Sampah Plastik Berlapisan Aluminium Foil (Multilayer)
Sampah plastik yang dulunya merupakan masalah lingkungan, saat ini dapat diubah menjadi bahan bakar alternatif dengan menggunakan proses daur ulang yang memanfaatkan energi panas yaitu pirolisis. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis terhadap minyak (liquid) yang dihasilkan dari pirolisis sampah plastik Polistitren (PS), plastik berlapisan aluminium foil (kemasan/ multilayer) (AL) dan campuran plastik tersebut. Penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan kuantitas produk dan senyawa kimia yang dihasilkan dari pirolisis sampah plastic PS, kemasan dan campuran keduanya. Penelitian dilakukan dengan menempatkan 50 gram PS (PS), 50 gram plastik berlapisan aluminium foil (AL) (multi layer),dan PS dengan campuran 10%, 20%, 30%, 40% AL didalam reaktor pirolisis yang terbuat dari stainless steel berbentuk silinder dengan volume 0,96 m3 dengan temperatur akhir 450oC. hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin banyak penambahan Plastik berlapisan aluminium foil maka semakin cepat naiknya temperatur mencapai titik optimum yang ditetapkan (450oC). Sedangkan senyawa kimia yang dihasilkan pada pirolisis yang mengandung PS sebagian besar berupa senyawa aromatic, sedangkan pada pirolisis AL sebagian besar berupa senyawa olefin
Penerapan Model Pembelajaran Group Investigation Pada Hasil Belajar Mata Pelajaran IPA Siswa Kelas VII SMP Negeri 10 Kota Tangerang Selatan Tahun Pelajaran 2020/2021
ABSTRACTThe purpose of this paper is to find out the improvement of learning outcomes in science subjects for 7th grade students of SMP Negeri 10 Tangerang Selatan City through the application of the Group Investigation learning model. This research method is classroom action research. The subjects were 7th grade students of SMP Negeri 10 Tangerang Selatan City in science subjects. The number of students was 40, consisting of 18 male students and 22 female students. Data collection techniques are carried out through action planning activities, implementing actions, observing actions, and reflecting. The results of the study increased from 29.29% to 58.97%, 73.12% and to 85.07% at the second meeting of cycle II. Thus, it can be concluded that the application of the Group Investigation learning model can improve learning outcomes of science subjects for 7th grade students of SMP Negeri 10 Tangerang Selatan City.Keywords: learning outcomes; Group Investigation learning model; science subjects ABSTRAKTujuan dalam penulisan ini untuk mengetahui peningkatan hasil belajar mata pelajaran IPA siswa kelas 7.8 SMP Negeri 10 Kota Tangerang Selatan melalui penerapan model pembelajaran Group Investigation. Metode penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Subyeknya siswa kelas 7.8 SMP Negeri 10 Kota Tangerang Selatan pada mata pelajaran IPA. Jumlah siswa sebanyak 40, terdiri dari 18 siswa laki-laki dan 22 siswa perempuan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui kegiatan perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, pengamatan tindakan, dan refleksi. Hasil penelitian meningkat dari 29,29 % menjadi 58,97 %, 73,12 % dan menjadi 85,07 % pada pertemuan 2 siklus II. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Group Investigation dapat meningkatkan hasil belajar mata pelajaran IPA siswa kelas 7.8 SMPNegeri 10 Kota Tangerang Selatan.Kata kunci: Hasil belajar; model pembelajaran Group Investigation; mata pelajaran IPA
Studi Biodegradasi Poli Hidroksi Butirat Dalam Media Cair (Biodegradation of Poly Hydroxy Butyrate in Liquid Medium)
Poly hidroxy butyrate (PHB) is a member of bioplastic group. This type of plastic is expected to be alternative plastic which is environmently friendly to replace synthetic plastic that is known to be very difficult to degrade. This research aims to test the biodegradability of commercial PHB in liquid mediums used activated sludge from waste water treatment plant in plastic synthetic factory. Identification of biodegradation process was done by monitoring the changes of PHB characteristics including visual change, surface morphology change, reduction of weight, reduction of crystallinity, and reduction of molecular weight during 15 weeks incubation. The result shows that the damage of PHB sample during biodegradation could be seen visually and liquid medium show the existence of change which can be seen visually and the surface morphology of PHB changed significantly. Weight reduction, crystallinity reduction, and molecular weight reduction revealed of 22.91%, 57.44%, and 29.52% respectively
KUALITAS INSTRUMEN PENILAIAN LITERASI SAINS SISWA KELAS VII PADA MATERI INTERAKSI ANTAR MAKHLUK HIDUP
Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan instrumen penilaian literasi sains materi Interaksi Antar Makhluk Hidup kelas VII yang layak secara teoritis dan empiris. Kelayakan instrumen penilaian meliputi validitas logis pada aspek bahasa, materi, dan konstruksi, serta kelayakan empiris yang diukur dari validitas empiris, reliabilitas, tingkat kesukaran, daya pembeda, dan indeks distraktor. Pengembangan instrumen penilaian mengacu pada model pengembangan Fenrich yang meliputi tahap analisis, perencanaan, perancangan, pengembangan, implementasi, serta tahap evaluasi dan revisi. Instrumen diujicobakan pada sejumlah 38 siswa kelas VII-B di SMP Negeri 51 Surabaya. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa instrumen penilaian literasi sains dinyatakan layak secara teoritis (dengan persentase validitas logis sebesar 96%) dan empiris dengan rincian validitas empiris sebesar 20% soal dalam kategori sangat tinggi, 45% soal memiliki validitas tinggi, 15% soal cukup, dan 20% soal lainnya rendah; reliabilitas instrumen penilaian sebesar 0,85 yang termasuk sangat baik; tingkat kesukaran butir soal 5% soal dikategorikan sukar, 30% sedang, dan 65% mudah; daya pembeda butir soal sebanyak 40% sangat baik, 10% baik, 35% cukup, dan 15% kurang baik; serta indeks distraktor sebesar 77% opsi jawaban berfungsi dengan baik.
Kata Kunci: instrumen penilaian, literasi sains, kelayakan teoritis, kelayakan empiris
Pengaruh Aerasi Terhadap Pretreatment Eceng Gondok Oleh Phanerochaete Chrysosporium
Eceng gondok (Eichornia Crassipe) memiliki potensi dapat dikonversi menjadi bioetanol. Pretreatment biologi dengan Phanerochaete Chrysosporium memerlukan waktu lama karena kurangnya pasokan oksigen untuk pertumbuhan P.Chrysosporium. Upaya untuk memenuhi kebutuhan oksigen dapat dibantu dengan aerasi. Variasi kecepatan aerasi yang digunakan 0 L/m2.men sampai 30,10 L/m2.men. Sampel diambil setiap 4 hari selama 24 hari. Kecepatan aerasi 2,15 L/m2.men sampai dengan hari ke 24 menghasilkan degradasi lignin sebesar 0,3076 gram. Sedangkan kecepatan aerasi 15,05 L/m2.men; 17,20 L/m2.men; dan 30,10 L/m2.men menunjukkan degradasi lignin yang lebih tinggi yaitu 0,3374 gram; 0,4151 gram; dan 0,3944 gram. Aerasi 2,15 L/m2.men merupakan kecepatan optimum. Hal tersebut dapat dilihat dari hasil lignin yang paling rendah
Kinerja Enzim Ganda Pada Pretreatment Mikroalga Untuk Produksi Bioetanol
The use of biomass of microalgae as a feedstock to produce bioethanol is very promising, it is caused by a large amount of carbohydrates contained in microalgae physiology cell. The main obstacle of enzymatic hydrolysis in order to produce bioethanol is the bound starch granules in a rigid cell wall. Therefore, pre-treatment steps needed to remove and convert complex carbohydrates into simple sugars before the fermentation process. Tetraselmis Chuii microalgae species are green microalgae (Chlorophyta) in which the cell wall containing cellulose and hemicellulose as the main constituent, therefore, this study observe the effect of the use of cellulase enzymes and xylanase as a strategy to open up the cell walls of microalgae. Another investigated parameter is the enzyme concentration, temperature, pH, and methods of use of enzymes. The results showed that the highest yield of glucose obtained was 31.912% (w / w) and is achieved under the conditions of a temperature of 45oC, pH of 4.5, the amount of biomass of microalgae as 5 g/L, the concentration of cellulase enzymes and xilanase 30% (w / w) at 40 minute at mechanism using cellulase and xylanase enzymes simultaneously
Pengaruh Ukuran Dan Fraksi Organik Terhadap Kuantitas Dan Kualitas Timbulan Lindi
Timbunan sampah pada landfill (TPA) akan mengalami degradasi dan akan menghasilkan cairan (lindi) baik kuantitas maupun kualitasnya. Kuantitas dan kualitas timbulan lindi dari sampah perkotaan akan dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti: komposisi dan karakteristik sampah, kadar air, umur sampah dan kondisi cuaca (iklim). Pada kegiatan studi ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh komposisi sampah (jumlah fraksi organik) dan karakteristik sampah (ukuran butiran) terhadap karakteristik timbulan lindi.Dalam rangka untuk mendapatkan tujuan studi, maka metode yang diterapkan adalah melakukan percobaan laboratorium menggunakan reaktor biodegradasi volume 1500 mL. Dalam percobaan ini digunakan dua kelompok reaktor yaitu; kelompok pertama, digunakan untuk pengujian pengaruh persentase fraksi organik, sedangkan kelompok kedua dimaksudkan untuk pengujian pengaruh ukuran butiran sampah terhadap karakteristik lindi.Sebagai parameter kualitas lindi ditentukan TSS, BOD, dan COD, sedangkan parameter kuantitas lindi adalah volume cairan yang keluar dari reaktor. Berdasarkan hasil percobaan diketahui bahwa jumlah (persentase) fraksi organik dan ukuran butiran sampah dapat berpengaruh terhadap karakteristik timbulan lindi. Secara keseluruhan konsentrasi TSS, BOD, dan COD semakin besar sejalan dengan bertambahnya persentase fraksi organik. Hal yang sama terjadi untuk ukuran butiran samaph semakin kecil, maka TSS, BOD, dan COD semakin besar. Adapun volume timbulan lind
Pengaruh Umpan Tambahan pada Akumulasi Polihidroksibutirat (PHB) oleh Bacillus Cereus IFO 13690 Menggunakan Substrat Tapioka
Bacillus cereus IFO 13690 adalah bakteri Gram positif penghasil polihidroksibutirat(PHB) yang bersifat amilolitik sehingga dapat dikulturkan dalam substrat pati. Penelitian ini dimaksudkan untuk melaporkan kemampuan B. cereus IFO 13690 dalam mengakumulasi PHB pada proses batch dan pengaruh penambahan pati serta amonium terhadap produktivitas sel dan PHB pada proses fed batch. Percobaan proses batch dilaksanakan pada konsentrasi pati awal 18 g/l, pH medium 5,6 dan suhu medium 30 oC. Percobaan proses fedbatch dilaksanakan seperti pada proses batch opti mum kemudian ditambahkan medium umpan pada saat pertumbuhan eksponensial, yaitu 2,1 l/jam pada saat pertum buhan eksponensial berlangsung pada jam ke77,65 dan 1,86 l/jam pada saat pertumbuhan eksponensial berlangsung pada jam ke1010,8. Komposisi umpan terdiri dari pati 70 g/l dan amonium sulfat 20 g/l. Hasil percobaan proses batch menunjukkan bahwa akumulasi PHB paling tinggi dicapai pada percobaan dengan konsentrasi amonium awal 1,20 g/l dan konsentrasi oksigen terlarut 5 % jenuh. Akumulasi PHB tertinggi mencapai 0,13 g/l dalam waktu fermentasi 29 jam. Produksi tersebut setara dengan produktivitas 0,005 g/l.jam dan kadar PHB dalam sel sebesar 2,42 %. Produktivi tas sel dan PHB pada proses fedbatch bisa menjadi 2 kali lebih besar dibandingkan dengan proses batch, yaitu 0,39 g/l. jam dan 0,01 g/l.jam. Kadar PHB dalam sel pada proses fedbatch sedikit lebih tinggi dibandingkan pada proses batch, yaitu 2,50 %
Plants in A Square: Explore Plants Description with QR Code Feature
The Indonesia especially South Sulawesi contained the diversity of plant species. The number of species that exist it is necessary to identify each type. To facilitate the identification process, conducted the studyof exploration of plant's description by QR Code feature. QR Code or quick response code, which is a type of two-dimensional bar code contains information that facilitates generating and reading (encoding and decoding) of information on a smartphone. The purpose of this studyto facilitate describing of the plant with the QR Code features. This studylocated in Tope Jawa Coast, Takalar, South Sulawesi, with a descriptive study using survey and identification methods. The results of the study revealed 25 species of plants that have been identified and loaded into a QR Code that can be scanned by smartphone.Key words: Exploration, descriptions of plants, QR Cod
- …
