20 research outputs found
PENGELOLAAN PENDAPATAN ASLI DESA OLEH PEMERINTAH DESA DALAM MEINGKATKAN PEMBANGUNAN DESA DI KABUPATEN CIAMIS
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pemerintah desa belum mampu secara optimal menyerap pendapatan asli desa dari pengelolaan kekayaan desa yang ada, belum adanya regulasi tentang penertiban aset desa, terutama dalah hal sewa aset desa, serta kurangnya antusiasme warga desa dalam mengembangkan potensi, setelah mendapatkan pembinaan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif analisis dengan pendekatan kualitatif. Lamanya penelitian yang penulis lakukan kurang lebih 9 bulan. Sumber data dalam penelitian ini adalah informan sebanyak 11 orang. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah studi pustaka (literature study) dan studi lapangan (observasi dan wawancara). Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu studi kepustakaan, studi lapangan (observasi, dan wawancara). Teknik analisis data dalam penelitian ini yaitu model interaktif, yang terdiri dari tahap pengumpulan data, tahap reduksi data, display data, verivikasi dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan bahwa pelaksanaan pengelolaan pendapatan asli desa oleh pemeritah desa dalam meningkatkan pembangunan desa di Desa Karangpawitan Kecamatan Kawali Kabupaten Ciamis secara umum telah dilaksanakan degan baik, namun belum optimal. Hambatan-hambatan yang dihadapi adalah keterbatasan SDM yang kompeten, penerimaan uang sewa, belum adaya regulasi penertiban aset desa, kurangnya antusias masyarakat, dan masih lemahnya pertangungjawaban rencana kerja desa. Upaya-upaya yang dilakukan adalah melakukan pembinaan SDM, merubah pola fikir masyarakat, adanya regulasi penertiban aset desa, pelatihan berkaitan dengan proses pertangungjawaban
PENGEMBANGAN SENTRA AGRIBISNIS BAWANG PUTIH DI KECAMATAN SUKAPURA KABUPATEN PROBOLINGGO
Kabupaten Probolinggo termasuk daerah yang memiliki potensi yang luas untuk ditanami bawang putih dilihat dari peta eksisting dan potensi pengembangan bawang putih nasional. Salah satu kecamatan yang prospek besar untuk dijadikan sebagai sentra agribisnis baru bawang putih adalah kecamatan Sukapura Kabupaten Probolinggo. Salah satu Gapoktan yang telah membudidayakan bawang putih adalah Gapoktan Agro Horti Mandiri yang berasal dari Desa Wonokerta di lereng Gunung Bromo dengan ketinggian tempat ± 1.350 m dpl dengan jumlah anggota 71 Orang petani. Penerapan sistem sentra agribisnis yang telah berjalan pada kawasan ini tetapi masih belum optimal berdasarkan survey pendahuluan yang telah dilaksanakan oleh tim pengusul antara lain yaitu rendahnya pengetahuan para petani terkait dengan bibit yang berkualitas dan proses pembenihan bawang putih yang didukung oleh tidak adanya penangkar benih dalam jumlah memadai sehingga kebutuhan benih masih bergantung dari pasokan dari luar dengan kualitas yang rendah, belum diterapkannya sistem GAP yang terlihat dari rendahnya kualitas dan kuantitas hasil, rendahnya pengetahuan petani terkait dengan sistem pemasaran pemasaran hasil yang didukung oleh lemahnya sistem kelembagan pertanian. Berkaitan dengan berbagai permasalahan tersebut, Tim pelaksanaan program pengabdian PKM akan memberikan penyuluhan, pelatihan dan pendampingan terkait dengan perbenihan bawang putih, penerapan sistem GAP  pada budidaya tanaman bawang putih dan memberikan pelatihan manajemen pemasaran dan keuangan berbasis on line system.Hasil yang telah dicapai selama kegiatan pengabdian antara lain yaitu tim telah melakukan kegiatan pengabdian mulai dari kegiatan penyuluhan dan pendampingan mengenai program perbenihan dan pembentukan demplot pertanaman bawang putih berdasarkan pada SOP bawang putih yang telah dibuat terlebih dahulu oleh TIM dengan inovasi penerapan teknologi vernalisasi. Selain itu, Tim pengabdian juga telah membuat Wab Gapoktan dengan tujuan agar informasi menganai Gapoktan dapat lebih luas tersebar serta sekaligus dapat membantu dalam proses pemasaran secara online agar terjadi peningkatan kinerja kelompok guna meningkatkan posisi tawar petani dalam mendukung sistem agribisnis pertanian. Pengabdian PKM telah mampu meningkatkan pengetahuan petani dalam penerapan budidaya sesuai GAP dan pemasaran produk yang berkelanjutan dengan kualitas yang lebih baik. Keywords : Bawang putih, berkelanjutan, vernalisasi, website
ENDOGENOUS HORMONES AT THE BEGINNING OF LEAF GROWTH AFTER VERNALIZATION OF GARLIC BULB (ALLIUM SATIVUM L.) IN INDONESIAN LOCAL VARIETIES
Flowering of garlic in tropical regions such as Indonesia has never been found, so that generational multiplication cannot be done yet. Induction of garlic flowering can be done by vernalizing the seed tubers to trigger flowering. This study aims to determine the hormone status of IAA, GA 3 , at the time of initial growth of leaf tissue, after going through vernalization. Bulbs of Indonesian local varieties of Lumbu Kuning and Tawangmanu varieties were vernalized for 4 weeks, 8 weeks, and without vernalization treatment as a control. The contents of IAA and GA hormones in the leaf tissue of garlic plants aged 2 weeks were analyzed using method high performance liquid chromatography (HPLC). The results showed that the Lumbu Hijau variety with 4 weeks vernalization contained IAA of 1615,595 ng / g; GA 3 is 7.297 ng / g. At 8 weeks vernalization the IAA content is 2169,475 ng / g; GA 3 of 9,757 ng / g; In the Tawangmanu variety with 4 weeks vernalization containing IAA of 1459,168 ng / g; GA 3 is 6.617 µg / g. Whereas for 8 weeks vernalization of IAA content of 2007,195 ng / g; GA 3 is 8.315 ng / g
Sosialisasi Pembuatan Pupuk Trichokompos Dengan Memanfaatkan Limbah Pertanian di Desa Sidodadi, Kecamatan Tempurejo, Kabupaten Jember
Sidodadi village, Tempurejo sub-district is one of the villages in the southern part of Jember Regency. The majority of the population works in the agricultural sector. The village is known as an agriculture-based village in Jember Regency. The “Ngudi Rejeki” Farmer's Group in Sidodadi Village, Tempurejo District, Jember is constrained by the problem of increasing non-subsidized fertilizer prices which makes it an obstacle in increasing agricultural yields. On the other hand, the regulation of subsidized fertilizers is quite limited among farmers so that it is suspected that it will increase production costs. The results of direct discussions with partners revealed an interesting fact that the average use of chemical fertilizers is very high even though currently the use of organic fertilizers can reduce production costs with the basic ingredients for making fertilizers derived from agricultural production residues. This area has a lot of waste rice straw and cow dung that has not been utilized. Some of the solutions offered to deal with partner problems include socializing the use of organic fertilizers, one of which is trichocompost fertilizer as a substitute for the use of chemical fertilizers, demonstrations on how to make trichocompost fertilizer with cow dung as raw material with the biodecomposer Trichoderma sp. This extension activity is carried out with a participatory approach, which means that farmers as extension participants are actively involved in the activity. The method used in the implementation of community service is socialization, discussion, and demonstration of making trichocompost fertilizer. The results of the socialization of trichocompost organic fertilizer obtained as many as 77% of farmers interested in using trichocompost fertilizer as soil improvement fertilizer
Respons Pertumbuhan dan Hasil Produksi Pegagan pada Pemberian Pupuk Organik Cair dan Pupuk Kandang Sapi
Tanaman pegagan merupakan tanaman yang memiliki banyak manfaat untuk kesehatan sebagai tanaman obat, sehingga diperlukan upaya untuk meningkatkan produktivitas tanaman. Salah satu upaya yang dilakukan antara lain perbaikan teknik budidaya melalui penambahan pupuk organik. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui pengaruh tunggal dan interaksi pemberian konsentrasi pupuk organik cair bonggol pisang dan dosis pupuk kandang sapi. Penelitian dilakukan di Screen house Laboratorium Tanaman, Politeknik Negeri Jember (89 mdpl). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial. Faktor pertama adalah konsentrasi pupuk organik cair 0, 50, dan 100 ml/l dan faktor kedua yaitu dosis pupuk kandang 0, 200, dan 400 g/polybag. Variabel pengamatan pada penelitian ini antara lain jumlah daun, jumlah stolon, jumlah anakan, panjang stolon terpanjang, panjang tangkai terpanjang, berat basah tanaman, berat kering tanaman, berat akar tanaman, kandungan klorofil tanaman, dan kandungan flavonoid tanaman pegagan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor tunggal pemberian POC belum berpengaruh secara nyata pada seluruh variabel pengamatan sedangkan pemberian pupuk kandang sapi mampu meningkatkan secara nyata panjang tangkai tanaman pegagan dengan dosis terbaik pada perlakuan 200 dan 400 g/polybag. Interaksi pemberian konsentrasi POC dan pupuk kandang berpengaruh nyata pada variabel jumlah daun 2 dan 4 MST, panjang stolon, dan berat akar tanaman. Pemberian terbaik didapatkan pada perlakuan pemberian POC 100 ml/l dan dosis pupuk kandang sapi 200 g/polybag
Antifungal Activity of Secondary Metabolites From Trichoderma sp. Against Fusarium Oxysporum f.sp. Cubense
Fusarium oxysporum f.sp. cubense (Foc) is an important pathogenic fungus that causes Panama disease in banana. One approach to overcome this problem is to utilize secondary metabolites from Trichoderma sp. This research was conducted to determine the effect of administering secondary metabolites from Trichoderma sp. against pathogen Foc. These metabolites were applied at concentrations of 10%, 20%, and 30%, 40% alongside a fungicide active ingredient of phosphoric acid 400 SL. This study used a Completely Randomized Design with 6 treatments 4 repetition. The parameters observed included colony diameter and percentage of inhibitory. The extraction of secondary metabolite isolation could be obtained as much as 500 ml with reddish brown, thick and odorless characteristics. Secondary metabolites showed a significant effect in inhibiting the growth of the pathogen Foc. The results showed the 10% concentration proved to be the most effective to inhibit pathogen Foc, resulting in the smallest colony diameter of 0.58 cm and an in vitro inhibition rate of 90.73%
Pemanfaatan Plant Growth Promoting Rhizobacteria Guna Mendukung Pertanian di Kecamatan Jelbuk, Kabupaten Jember
Jelbuk District, Jember Regency is an area with natural resource potential in the form of superior agricultural commodities which include food crops, horticulture and plantations such as rice, corn, cayenne pepper, bananas, coconut and tobacco. This potential makes Jelbuk District one of the areas that makes an important contribution in producing agricultural products in Jember Regency. However, the sustainability of the potential of natural resources and the contribution of agriculture in Jelbuk District has faced the problem of local farmers who were still dependent on chemical fertilizers and pesticides which besides being expensive can also be detrimental to the environment. In order to solve these problems, it was necessary to carry out socialization and counseling activities related to the utilization of plant growth promoting rhizobacteria (PGPR) which have been widely studied to increase plant growth and production as well as the efficiency of the use of chemical inputs. Community service activities were conducted in August 2022 in Sucopangepok Village, Jelbuk District, Jember Regency through three stages, namely situation analysis and preparation, socialization and counseling and assistance. Socialization and counseling is carried out with material assistance using the panel method. The results of community service show that science and technology transfers related to the use of PGPR in plant cultivation can be accepted by partners as shown by the high enthusiasm of partners through active discussions on programs that have been socialized
