466 research outputs found

    PENGARUH DISIPLIN DAN KESELAMATAN KERJA TERHADAP PRODUKTIVITAS KARYAWAN DENGANI MOTIVASI SEBAGAI VARIABEL INTERVENING PADA PT PLN ULP PANDAAN

    Get PDF
    This study aims to determine the partial effects of work discipline, Occupational Safety), and work motivation on employee productivity, to understand the partial effects of work discipline, Occupational Safety on work motivation, and to ascertain whether work motivation mediates the partial effects of work discipline, Occupational Safety on employee performance. This research was conducted on employees of PT. PLN ULP Pandaan with a total of 62 respondents using the total sampling method. Data collection was carried out through interviews and questionnaires. The data analysis technique used path analysis with the Smart PLS (Partial Least Square) program. The results of the study indicate that work discipline has a positive and significant effect on employee productivity, work discipline has a positive and significant effect on work motivation, OHS has a positive and significant effect on employee productivity, OHS has a positive and significant effect on work motivation, work motivation has a positive and significant effect on employee productivity, work discipline has a positive and significant effect on employee productivity through work motivation, and OHS has a positive and significant effect on employee productivity through work motivation

    PENGARUH KOMPENSASI DAN ETIKA KERJA ISLAMI TERHADAP LOYALITAS KERJA (Survey pada Karyawan Toserba Fajar Jalaksana-Kabupaten Kuningan)

    Get PDF
    Bambang Setiawan (59320209) : Pengaruh Kompensasi dan Etika Kerja Islami terhadap Loyalitas Kerja (Survey pada Karyawan Toserba Fajar Jalaksana – Kabupaten Kuningan) Mewujudkan loyalitas kerja karyawan dalam suatu perusahaan adalah suatu tugas manager yang tidak mudah dilakukan. Ada beberapa hal yang dapat mempengaruhi loyalitas karyawan dalam bekerja, diantaranya adalah kompensasi dan etika kerja dalam lingkungan perusahaan (contoh : etika kerja islami). Oleh karena itu, dalam penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kompensasi dan etika kerja islami terhadap loyalitas kerja dengan survey pada karyawan Toserba Fajar Jalaksana-Kabupaten Kuningan. Di mana Toserba Fajar ini merupakan sebuah pasar swalayan modern yang menerapkan prinsip dan nilai-nilai islam dalam kegiatan perusahaannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian survey. Sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah 52 responden. Data primer yang dikaji dengan menggunakan hipotesis dengan tahap uji validitas, uji reliabilitas, uji normalitas, uji multikolinearitas, uji heterodiksitas, uji autokoleritas, uji regresi, dan teknik analisis yang digunakan adalah analisis regresi berganda. Berdasarkan hasil analisis dapat diketahui bahwa kompensasi dan etika kerja islami secara simultan berpengaruh terhadap loyalitas kerja dengan Fhitung (31,810) > Ftabel (3,187) dengan tingkat signifikansi di bawah 0,05. Selain itu, kompensasi dan etika kerja islami secara parsial berpengaruh terhadap loyalitas kerja, di mana kompensasi didapat thitung (2,134) > ttabel (1,677) dan untuk etika kerja islami diperoleh thitung (6,561) > ttabel (1,677). Variabel bebas yang berpengaruh dominan terhadap loyalitas kerja adalah etika kerja islami dengan nilai koefisien regresi lebih besar dibandingkan dengan kompensasi, yaitu etika kerja islami 0,547 lebih besar dibandingkan dengan kompensasi yang sebesar 0,116. Kata Kunci : Kompensasi, Etika Kerja Islami, Loyalitas Kerj

    PENGARUH KOMPENSASI DAN ETIKA KERJA ISLAMI TERHADAP LOYALITAS KERJA (Survey pada Karyawan Toserba Fajar Jalaksana-Kabupaten Kuningan)

    Get PDF
    Bambang Setiawan (59320209) : Pengaruh Kompensasi dan Etika Kerja Islami terhadap Loyalitas Kerja (Survey pada Karyawan Toserba Fajar Jalaksana – Kabupaten Kuningan) Mewujudkan loyalitas kerja karyawan dalam suatu perusahaan adalah suatu tugas manager yang tidak mudah dilakukan. Ada beberapa hal yang dapat mempengaruhi loyalitas karyawan dalam bekerja, diantaranya adalah kompensasi dan etika kerja dalam lingkungan perusahaan (contoh : etika kerja islami). Oleh karena itu, dalam penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kompensasi dan etika kerja islami terhadap loyalitas kerja dengan survey pada karyawan Toserba Fajar Jalaksana-Kabupaten Kuningan. Di mana Toserba Fajar ini merupakan sebuah pasar swalayan modern yang menerapkan prinsip dan nilai-nilai islam dalam kegiatan perusahaannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian survey. Sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah 52 responden. Data primer yang dikaji dengan menggunakan hipotesis dengan tahap uji validitas, uji reliabilitas, uji normalitas, uji multikolinearitas, uji heterodiksitas, uji autokoleritas, uji regresi, dan teknik analisis yang digunakan adalah analisis regresi berganda. Berdasarkan hasil analisis dapat diketahui bahwa kompensasi dan etika kerja islami secara simultan berpengaruh terhadap loyalitas kerja dengan Fhitung (31,810) > Ftabel (3,187) dengan tingkat signifikansi di bawah 0,05. Selain itu, kompensasi dan etika kerja islami secara parsial berpengaruh terhadap loyalitas kerja, di mana kompensasi didapat thitung (2,134) > ttabel (1,677) dan untuk etika kerja islami diperoleh thitung (6,561) > ttabel (1,677). Variabel bebas yang berpengaruh dominan terhadap loyalitas kerja adalah etika kerja islami dengan nilai koefisien regresi lebih besar dibandingkan dengan kompensasi, yaitu etika kerja islami 0,547 lebih besar dibandingkan dengan kompensasi yang sebesar 0,116. Kata Kunci : Kompensasi, Etika Kerja Islami, Loyalitas Kerj

    EFEKTIVITAS BIMBINGAN KELOMPOK DENGAN TEKNIK SELF-INSTRUCTION UNTUK MENINGKATKAN SELF-REGULATION SISWA : (Penelitian Eksperimen Kuasi pada Siswa Kelas X SMK Negeri 1 Talaga)

    Get PDF
    ABSTRAK Bambang Setiawan, 1402099 (2017). Bimbingan Kelompok dengan Teknik Self-Instruction untuk Meningkatkan Self-Regulation Siswa (Penelitian Eksperimen Kuasi pada Siswa Kelas X SMK Negeri 1 Talaga) Dilatarbelakangi oleh pentingnya self-regulation, maka penelitian ini dilakukan untuk menguji efektivitas bimbingan kelompok dengan teknik self-instruction untuk meningkatkan self-regulation siswa. Self-regulation diibaratkan sebagai kartu as dari kepribadian individu, yang diasumsikan dapat memperkuat diri individu dan meningkatkan kemampuan dalam menghadapi tuntutan kehidupan serta sebagai pembimbing perilaku individu. Selain itu, rendahnya self-regulation akan menyebabkan cakupan permasalahan yang luas, khususnya pada siswa yang akan mengganggu terhadap pencapaian prestasi akademik siswa. Pada penelitian ini digunakan pendekatan kuantitatif, dengan desain penelitian eksperimen kuasi. Adapun metode penelitian yang digunakan adalah Nonequivalent Pretest-Posttest Control Group Design. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling, dengan jumlah sampel penelitian 69 orang siswa, yang terbagi ke dalam kelas eksperimen sejumlah 39 orang, dan kelas kontrol sejumlah 30 orang. Hasil penelitian menunjukan bahwa secara umum profil self-regulation siswa berada pada kategori sedang, dan secara empiris pemberian layanan bimbingan kelompok dengan teknik self-instruction terbukti efektif untuk meningkatkan self-regulation siswa. Kata Kunci : Self-Regulation, Bimbingan Kelompok dengan Teknik Self-Instruction. ABSTRACT Bambang Setiawan, 1402099 (2017). Group Guidance with Self-Instruction Technique to Enhance Students’ Self-Regulation (A Quasi-Experimental Research to X Grade Students at SMK Negeri 1 Talaga) Triggered by the importance of self-regulation, then this research was conducted in order to test the effectiveness of group guidance with self-instruction technique in order to enhance self-regulation of the students. Self-regulation is considered as the As card of human personality as it is assumed to be able to strenghten and increase the ability of a person to face the demand of live as well as act as a guide of behaviours of the person himself. In addition, lack of self-regulation will also cause wide range of problems specifically for the students as it may affect the academic achivement of the students themselves. Quantitative approach with quasy-experimental design was used in this research. Meanwhile, the research method used was Nonequivalent Pretest-Posttest Control Group Design. The selection of the sample of the study was by using the purposive sampling technique, the total samples taken were 69 students, 39 students were placed in experimental group and other 30 students were in control group. The study found that in general the profile of the students’ self-regulation was on the moderate category, and empirically the group guidance with self-instruction technique was proven to be able to enhance students’ self-regulation. Key Words : Self-Regulation, Group Guidance with Self-Instruction Technique

    SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN UNTUK MENENTUKAN MAHASISWA BERPRESTASI DENGAN METODE AHP (Analytical Hierarchy Process)

    Get PDF
    Tugas akhir ini akan membahas tentang proses menentukan mahasiswa berprestasi dengan menggunakan metode AHP ( Analitycal Hierarchy Process ). Karena banyaknya mahasiswa dalam perguruan tinggi akan membuat kesulitan dalam penyeleksiannya apalagi masih dilakukan penghitungan secara manual. Proses penentuan mahasiswa berprestasi tingkat perguruan tinggi merupakan proses pengumpulan informasi mengenai mahasiswa berprestasi di perguruan tinggi terutama dalam jurusan untuk menentukan siapa yang pantas dikatakan mahasiswa berprestasi. Pada penelitian ini telah dibuat sebuah Sistem Pendukung Keputusan untuk Menentukan Mahasiswa Berprestasi yang bertujuan untuk membantu perguruan tinggi mengambil keputusan yang tepat dengan menggunakan metode AHP (Analytical Hierarchy Process). Oleh karena itu dengan adanya Sistem Pendukung Keputusan ini perguruan tinggi tidak akan kesulitan dalam menyeleksi mahasiswa-mahasiswa yang tepat dikatakan mahasiswa yang berprestasi

    REHABILITATION OF DRUG USERS IN DIGNITY’S JUSTICE PERSPECTIVE

    Get PDF
    Drugs is a dangerous threat for all people, in addition to the transnational, an increase in drug-related crime is fairly significant. Rehabilitation is one of the efforts to combat drugrelated crimes. However, research shows drug rehabilitation policies for drug users normatively still centrally to law enforcement. In practice, law enforcement still do not understand the philosophy of rehabilitation and prone to the Corruption, Collusion and Nepotism. As a way out, dignified Justice concept is offered to drug users for at humanity. Referring to one of the values of Pancasila, namely, democracy permusywaratan practiced in customary justice. Policy toward drug rehabilitation should involve drug users to help determine period in the future

    Upaya Peningkatan Hasil Belajar Fisika Melalui Pemanfaatan Media Diagram Alir Kalor Bagi Siswa Kelas Sepuluh Satu SMA 4 Kota Tegal

    Full text link
    Penelitian melalui Penelitian Tindakan Kelas inimempunyai tujuan meningkatkan hasil belajar Fisika di SMANegeri 4 Tegal pada umumnya dan meningkatkan hasil belajarFisika perhitunhan asa Black kelas sepuluh satu padakhususnya.Penelitian ini dilaksanakan pada semester dua yaitu bulanJanuari sampai Juni 2011 (enam bulan) di lokasi SMA N 4Tegal, dimana peneliti bertugas mengajar. Adapun yangmenjadi subjek penelitian ini adalah siswa kelas X(sepuluh)SMA N 4 Tegal.Dari hasil pengamatan diperoleh hasil penelitian, antaralain adanya peningkatan tindakan dari pembelajaran tanpamenggunakan alat peraga, menggunakan alat peraga dalamkelompok besar, meningkat lagi menggunakan alat peraga Ndalam kelompok kecil. Peningkatan hasil belajar dari nilai ratarataawal31,76 meningkat menjadi 54,24 dan meningkat lagimenjadi 65,90. Dalam proses pembelajaran terlihat adanyapeningkatan dari situasi awal siswa tidak aktif, meningkatmenjadi pembelajaran siswa aktif. Hal ini dikarenakan adanyaalat peraga yang digunakan dalam proses pembelajaran, yangmembantu siswa memahami konsep yang diajarkan, yaitudengan menggunakan diagram alir kalor.?Ă©?

    Site Specific Ground Response Analysis for Quantifying Site Amplification at a Regolith Site

    Full text link
    A numerical model has demonstrated that it can simulate reasonably well earthquake motions at the ground level during a seismic event. The most widely used model is an equivalent linear approach. The equivalent linear model was used to compute the free-field response of Adelaide regolith during the 1997 Burra earthquake. The aim of this study is to quantify the amplification at the investigated site. The model computed the ground response of horizontally layered soil deposits subjected to transient and vertically propagating shear waves through a one-dimensional-soil column. Each soil layer was assumed to be homogeneous, visco-elastic, and infinite in the horizontal extent. The results of this study were compared to other studies and forward computation of the geotechnical dynamic parameters of the investigated site. The amplification triggered by the 1997 Burra seismic event was deduced. This study reveals the amplification factor up to 3.6 at the studied site

    Probabilistic Seismic Hazard Analysis Incorporating Monte Carlo Method in the Case of Adelaide Region

    Full text link
    DOI: 10.17014/ijog.4.2.81-96A topic of seismic hazard analysis (SHA) is briefly elaborated. A probabilistic seismic hazard analysis (PSHA) is commonly used to assess the ground motion level expected with different likelihood at a rock site during a future seismic event. The Incorporating Monte Carlo method into PSHA in an intraplate region (i.e. Adelaide region) is an interesting topic to explore. The result of the analysis using this method is able to characterize the likelihood of seismicity in a targeted region. Furthermore, the results clearly display the seismic ground motions in term of peak ground acceleration and peak ground velocity in Adelaide region. The de-aggregation of the analysis suggests two expected severe events for the Adelaide City. The first expected event is an earthquake M5.2 from a distance of 15 km and 25 km from the city. The second expected one corresponds to an earthquake M6.6 occurring 85 km away from the Adelaide City. However, the results of this analysis must be treated carefully due to dubious seismic data catalogue for a relatively large seismic event in Adelaide region
    • …
    corecore