35 research outputs found

    The Effect of Soil Tillage System and Weeding TIME on the Growth of Weed and Yield of Soybean (Glycine Max (L.) Merril)

    Full text link
    The growth and yield of soybeans can decrease due to competition from weeds. Various efforts have been made to control the growth of weeds such as land preparation and weeding periods. An experiment to study the effect of soil tillage systems and weeding time on the growth of weeds and soybean crop yield (Glycine max (L.) Merril) has been done in Wringinsongo Village, Tumpang Sub-District, Malang Regency from February to May 2017. The split-plot design with three replicates was used with the soil tillage system as the main plot consisting of three levels, T0: no tillage, T1: minimum tillage, and T2: conventional tillage, and weeding time as the sub plot consisting of 4 levels, P0: no weeding, P1: weeding 1 time, P2: weeding two times and P3: weeding three times. The results showed that the dominant weed species before treatment were Amaranthus spinosus (Spiny amaranth), Cynodon dactylon (Bermuda grass), Cyperus rotundus (Purple nutsedge), Ageratum conyzoides (Billygoat weed), and Portulaca oleracea (Common purslane). After treatment, the dominant weed species were Cyperus rotundus (Purple nutsedge), Amaranthus spinosus (Spiny amaranth), Ageratum conyzoides (Billygoat weed), Physalis Peruviana (Cape gooseberry), and Eclipta alba (False daisy). There was no significant difference of the dry weight of weeds in conventional tillage followed by weeding 3 times at 15, 30 and 45 days after planting, and minimum tillage and no tillage. For the yield of soybeans, conventional tillage followed by weeding 3 times at 15, 30 and 45 days after planting were not significant with that of minimum tillage. The yield of soybeans was lower than that of with no tillage and no weeding

    Pengaruh Pengendalian Gulma Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Kedelai (Glycine Max L.) Pada Sistem Olah Tanah

    Get PDF
    Suatu USAha yang dapat dilakukan untuk meningkatkan hasil tanaman kedelai ialah dengan kombinasi pengendalian gulma dan sistem olah tanah. Tujuan penelitian ialah untuk mempelajari pengaruh pengendalian gulma terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai (Glycine max L.) dengan pengolahan tanah yang berbeda. Penelitian menggunakan rancangan faktor-ial dengan 2 faktor dan 3 ulangan. Faktor pertama yaitu sistem olah tanah terdiri dari: T0 = tanpa olah tanah, T1 = olah tanah minimum, dan faktor kedua yaitu pe-ngendalian gulma terdiri dari: P0 = tanpa disiang, P1 = disiang 21 hst, P2 = disiang 21 hst dan 42 hst, P3 = aplikasi herbisida 42 hst, P4 = disiang 21 hst + aplikasi herbisida 42 hst. Hasil penelitian menunjukkan pada pengamatan pertumbuhan tanaman kedelai, perlakuan terbaik pada olah tanah dengan disiang 21 hst dan aplikasi herbisida 42 hst. Pada hasil panen tanaman kedelai, perlakuan olah tanah dengan penyiangan gulma 21 hst dan aplikasi herbisida 42 hst (P4T1) memberikan hasil panen tidak berbeda nyata dengan sistem olah tanah dengan disiang 21 dan 42 hst (P2T1)

    Pengaruh Waktu Penyiangan Gulma Pada Sistem Tanam Tumpangsari Kacang Tanah (Arachis Hypogaea L.) Dengan Ubi Kayu (Manihot Esculenta Crantz.)

    Get PDF
    Suatu penelitian telah dilakukan untuk mengetahui pengaruh waktu penyiangan gulma pada tumpangsari antara kacang tanah dan ubi kayu. Penelitian ini dilaksanakan di Kebun Percobaan Jatikerto FP-UB di Desa Jatikerto, Kec. Kromengan Kabupaten Malang pada bulan April 2013 sampai dengan Juli 2013. Percobaan ini disusun menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) sederhana dengan 9 perlakuan dan 3 ulangan, yaitu (G1) : tidak disiang, (G2) : penyiangan umur 2 mst, (G3) : penyiangan umur 4 mst, (G4) : penyiangan umur 6 mst, (G5) : penyiangan umur 2 mst dan 4 mst, (G6) : penyiangan umur 2 mst dan 6 mst, (G7) : penyiangan umur 4 mst dan 6 mst, (G8) : penyiangan umur 2 mst, 4 mst dan 6 mst dan (G9) : bebas gulma sampai panen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gulma yang dominan adalah gulma dari golongan berdaun lebar seperti Heliotropium indicum L., Cleome rotidospermae, Hedyotis corymbosa L. Lamk., Phyllanthus niruri serta Eclipta prostrata dan gulma dari golongan teki yaitu Cyperus rotundus. Penyiangan gulma yang dilakukan umur 2 mst dan 4 mst berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, bobot kering, jumlah polong dan jumlah biji kacang tanah (Arachis hypogaea L.) pada sistem tumpangsari dengan ubi kayu (Manihot esculenta Crantz.) apabila dibandingkan dengan tanpa penyiangan

    Pengaruh Lama Penggunaan Mulsa Dan Pupuk Kandang Pada Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Jagung (Zea Mays L.) Varietas Potre Koneng

    Get PDF
    Jagung varietas Potre Koneng memilki potensi hasil yang lebih tinggi dibandingkan varietas lokal lainnya. Keadaan iklim madura yang kering dan tingkat evarporasi yang tinggi maka di perlukan mulsa dan pupuk organik (kandang) agar tanah dapat menjaga kelembaban tanah. Penelitian bertujuan untuk mempelajari pengaruh lama peng-gunaan mulsa plastik hitam perak dan pupuk kandang dengan beberapa taraf dosis terhadap hasil tanaman jagung. Penelitian dilaksanakan pada bulan Sep-tember sampai bulan Desember 2012 di Desa Ngijo, Kecamatan Karangploso, Kota Malang. Penelitian menggunakan Ranca-ngan Petak Terbagi (RPT) yang terdiri dari 2 perlakuan yaitu penggunaan mulsa (M) dan dosis pupuk kandang (P) yang diulang 3 kali. Pada penggunaan mulsa, tanpa mulsa (M0), penggunaan mulsa sampai 21 hst (M1), dan penggunaan mulsa sampai 35 hst (M2). Pada dosis pupuk kandang, tanpa pupuk kandang (P0), dosis 2,5 ton ha-1 (P1), dosis 5 ton ha-1 (P2), dan dosis 7,5 ton ha-1 (P3). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan mulsa sampai 35 hst meng-hasilkan hasil yang lebih tinggi diban-dingkan dengan perlakuan tanpa mulsa pada pengamatan tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, bobot kering total tana-man, indeks luas daun dan panjang tongkol, tetapi tidak berpengaruh terhadap hasil jagung. Perlakuan pupuk kandang dengan dosis 7,5 ton ha-1 menghasilkan hasil yang lebih tinggi dibandingkan dengan perlakuan tanpa pu-puk kandang pada pengamatan tinggi tanaman, bobot kering total tanaman dan panjang tongkol, tetapi tidak berpe-ngaruh terhadap hasil jagung
    corecore