10 research outputs found
Review Proses Penyangraian Kopi dan Terbentuknya Akrilamida yang Berhubungan dengan Kesehatan
Makalah ini berisi tinjauan komprehensif terhadap literatur tentang proses penyangraian kopi dan pembentukan akrilamida sebagai hasil sampingan proses pengolahan biji kopi diterbitkan antara tahun 2008 hingga 2018. bagian besar penelitian bersifat empiris dan sebagian besar studi berfokus pada proses pengolahan kopi dan efek akrilamida pada kesehatan tubuh. Temuan penting lainnya, sebagian kajian menganggap bahwa kopi mampu meningkatkan kesehatan tubuh. Ulasan ini menyajikan pemahaman yang lebih baik tentang manfaat dan bahaya kopi serta pengaruh penyangraian terhadap mutu kopi yang dihasilkan. Tinjauan ini juga menyoroti tentang alat sangrai kopi yang relatif kurang dieksplorasi. Akademisi, peneliti dan kelompok tani dapat menggunakan hasil kajian ini sebagai pedoman dalam menyangrai kopi. Penyangraian dengan waktu dan suhu yang efektif dapat mengurangi pembentukan akrilamida pada kopi, namun perlu kajian literatur terbaru yang berkaitan dengan proses pengolahan kopi terutama pada proses penyangraian
Pelatihan Penanganan dan Pengolahan Susu Kambing di Nagari Bukit Batabuh Kabupaten Agam
Permasalahan utama yang dihadapi kelompok saat ini adalah terbatasnya pengetahuan, teknologi dan peralatan produksi untuk mengolah susu kambing. Susu yang dihasilkan hanya diolah menjadi susu pasteurisasi di dalam kemasan kantong plastik. Dalam hal penanganan susu segar, penerapan kebersihan, praktik higiene, dan sanitasi juga masih belum baik. Dengan demikian, susu segar dan susu pasteurisasi yang mereka produksi dan pasarkan belum dapat dijamin keamanannya untuk dikonsumsi. Di samping keterbatasan penguasaan teknologi juga belum optimalnya kelembagaan kelompok yang baru berjalan sebatas bekerja sama dalam hal teknis berternak, namun belum berkembang dalam hal pengadaan bersama dan pemasaran produk secara bersama. Dengan demikian tingkat efisiensi dalam hal biaya produksi dan biaya pemasaran belum bisa diperoleh oleh kelompok. Masalah sebagaimana yang dijelaskan di atas, ditawarkan untuk diselesaikan dengan alternatif sebagai berikut :a) Memberikan pelatihan teknik kebersihan, sanitasi dan higienis pemerahan dan penanganan susu segar dan susu pasteurisasi, serta teknik pengemasan; b) Memberikan pelatihan teknik pengolahan susu menjadi berbagai produk olahan susu c) Memberikan Peningkatan wawasan dan pengetahuan kelompok mengenai pemasaran produk olahan susu kambing d) Memberikan pelatihan penguatan kelembagaan kelompok peternak kambing untuk menuju kelompok tani yang profesional
The Effect of Addition Moringa Leaves (Moringa oleifera) on the Nutritional Content and Sensory Characteristic of Crackers
The leaves of M oleifera contain high protein and crude fiber. Thus the addition of M oleifera leaves is expected to increase protein levels and crude fiber levels of crackers produced. This study aimed to determine the effect of the addition moringa leaves on the characteristics of crackers and the addition of the moringa leaves to product crackers on characteristics acceptable to panelists based on sensory analysis. This study used a Completely Randomized Design with 5 treatments, that was the addition of leaves A (4%), B (6%), C (8%), D (10%), E (12%), and 3 replications. The data were analyzed using ANOVA and continued with Duncan's New Multiple Range Test (DNMRT) at a significant level of 5%. The results show that the addition of moringa leaves a significant effect on moisture content, protein content, fat content, ash content, carbohydrates, crude fiber, but does not significantly affect on color, aroma, taste, and texture of the crackers. Based on nutritional content and sensory test, the crackers of treatment E (the addition of moringa leaves 12%) with the characteristics moisture content of 4.67%; protein content of 14.18%; fat content of 22.52%; ash content of 1.67%; carbohydrates of 56.96%; crude fiber of 15.50%; calories of 456.42 kcal/100g; the color of 3.43 (neutral); aroma of 3.83 (likes); a taste of 3.17 (neutral); and texture of 3.30 (neutral).</jats:p
Evaluation of the Value of the Defective and Taste of Arabica Coffee (Coffea Arabica L) West Sumatera
Abstract
The purpose of this research is to get information on the value of defectives, water content, taste, and the overall acceptance of Arabica coffee derived from 20 coffee producers in West Sumatera. Taste testing involves trained q grader. The Data of research results analyzed descriptively. The results showed that the quality defectives of coffee is at a quality level from 3 to 5 and 70% quality of coffee in accordance with SNI (Indonesian National Standards) 01-2907-2008. The type of defective in coffee beans is the rupture seeds, brown seeds, black seeds then followed by perforated seeds. Taste of coffee Brew are Excellent Aroma and complex coffee flavor, good acidity and thickness of seeds. Vanilla flavor and taste of fruits and spices. The color of the Arabica coffee powder varies from brown, black and color like cinnamon, As well as overall acceptance kinda like. This indicates the need to implement standard operational procedures to improve the quality of coffee in West Sumatera Framework</jats:p
Production Process and Quality Testing of Arabica Ground Coffee (Coffee Arabica L) Solok Regency, West Sumatera
One of the types of coffee cultivated in Solok Regency is Arabica Coffee (Coffea Arabica L). The quality of the coffee produced can be influenced by the proper harvesting and post-harvest process so as to produce ground coffee with good quality. This research is done by the method of observation, descriptive, and hedonic test. Ground coffee produced in Solok Regency has a semi-mechanical harvesting process while the post-harvest process begins with the release of the skin and meat of the fruit, subsequent drying, and release of the skin of horns, sorting and grading, roasted, milling and packaging. This research aims to study the processing and quality of Arabica Ground Coffee in Solok Regency
The Effect of Temperature and Roasting Duration on Physical Characteristics and Sensory Quality of Singgalang Arabica Coffee (Coffea Arabica) Agam Regency
The purpose of this study were to determine the effect of temperature and roasting duration on physical characteristics and quality of arabica coffee sensory,: find out the best temperature and roasting duration treatmen to physical characteristics and quality of arabica coffee sensory. This study used a factorial complete randomized design with two factors (200°C, 220°C and 240°C) and duration of roasting (12, 15, and 18 minutes). The variables observed in this study were rendemen (sucrose content of sugar cane crop or sample), water content, color value, acidity and sensory test of arabica coffee. The results showed that temperature and duration of roasting had effect on rendemen, water content, color value, acidity, flavor, taste and color of arabica coffee. The temperature of 220 ° C with 12 minutes of roasting is produceed the best physical characteristics and sensory quality of Singgalang arabica coffee, with 88.1% of rendemen, 1.23% of water content (bb), different color L (Lightness) 6,07, acidity 5.81, scent score 3.5), taste score value of 3.2, color score 3.6
Introduksi Alat Pengering dan Produk Olahan Jagung di Nagari Simpang, Kec. Simpang Alahan Mati, Kab. Pasaman
Kecamatan Simpang Alahan Mati merupakan salah datu dari 12 Kecamatan yang ada di Kab. Pasaman, Provinsi Sumatera Barat. Usaha pertanian yang ada di Kecamatan Simpang Alahan Mati adalah pertanian jagung. Kabupaten Pasaman ditetapkan sebagai sentra tanaman jagung, produktifitas tanaman jagung setiap tahunnya semakin meningkat. Hasil panen jagung kebanyakan dijual oleh petani dalam kondisi basah tanpa melalui proses pengeringan meskipun harga jagung kering jauh lebih mahal dari pada jagung basah. Hal ini karena pengeringan jagung dilakukan hanya mengandalkan sinar matahari secara langsung sehingga akan menjadi kendala apabila musim hujan. Oleh karena itu introduksi atau pengenalan penggunaan mesin pengering melalui penyuluhan sangat diperlukan oleh petani. Jagung merupakan salah satu komoditas pertanian yang bersifat perishable atau mudah rusak baik karena kerusakan fisik maupun kontaminasi jamur. Selama ini, petani jagung belum mengolah jagung sebagai aneka produk olahan yang memberikan nilai tambah secara ekonomis. Pemanfaatan jagung diharapkan meningkat tidak hanya dijual sebagai bahan baku saja, tetapi dapat diolah menjadi berbagai produk pangan yang bernilai ekonomi seperti aneka camilan seperti tortila chips. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat ini yaitu penyuluhan tentang introduksi alat pengering dan pengolahan produk olahan jagung serta praktek pembuatan olahan jagung yaitu tortilla chips. Kegiatan ini diharapkan mampu memberdayakan masyarakat melalui peningkatan pengetahuan pasca panen dan kemampuan dalam pengolahan aneka produk jagung. Kegiatan ini diharapkan berkokontribusi dalam peningkatan pendapatan bagi keluarga dapat melalui unit-unit usaha rumah tangga yang mampu memproduksi produk olahan jagung untuk meningkatkan ekonomi petani jagung.
Kata kunci: Jagung kering, Metode pengeringan, Pascapanen, Produk olahan
 
