46 research outputs found

    Diagnosa Kerusakan Roda Gigi Dengan Sinyal Getaran

    Get PDF
    Artikel ini membahas deteksi dan diagnosa kerusakan roda gigi dengan menggunakan sinyal getaran. Deteksi dan diagnosa kerusakan roda gigi dilakukan dengan memakai metode pendekatan waktu-frekuensi (time- frequency) dan analisis transformasi wavelet kontinyu (continuous wavelet transform) kemudian hasilnya dibandingkan dengan penggunaan metode analisis cepstrum. Studi eksperimen dilakukan dengan pengujian roda gigi pada kondisi normal, aus dan patah satu gigi. Sinyal getaran diakuisisi dari test-rig menggunakan tiga buah akselerometer, sedangkan data putaran poros diambil dengan sensor tachometer optik. Hasil eksperimen menunjukkan bahwa analisis sinyal domain frekuensi dengan fast-fourier transfiorm (FFT) kurang sensitif terhadap kondisi roda gigi aus maupun patah. Namun demikian, metode short-time fourier transform (STFT) dapat memonitor adanya kerusakan pada roda gigi. Metode transformasi wavelet terbukti cukup baik untuk mendeteksi adanya cacat atau kerusakan pada roda gigi. Pada penelitian ini, metode wavelet dilakukan pada sinyal getaran roda gigi yang sebelumnya sudah dilakukan proses time synchronous averaging (TSA)

    Diagnosis dan Prognosis Mesin Berbasis Regim Sinyal Getaran

    Get PDF
    Implementasi pemantauan kondisi mesin pada industri-industri kritis merupakan hal yang tidak dapat ditawar lagi karena manfaat yang dapat diambil mulai dari aspek keselamatan sampai dengan keuntungan bisnis. Konsekuensi adanya kerugian perusahaan akibat downtime yang tidak direncanakan telah memaksa para insinyur bidang perawatan untuk untuk mengubah strategi perawatan mesin yang semula konvensional menjadi berbasis kondisi dan cerdas. Sistem perawatan cerdas menjanjikan tambahan maanfaat bagi industri untuk bisa mengoptimasi rentang usia operasi peralatan serta estimasi sisa umur. Penggunaan sistem pemantauan mesin yang ada biasanya memakai satu regim sinyal untuk mengeksekusi tindakan diagnosis dan prognosis. Pada penelitian ini, penggunaan multi-regim dari sinyal getaran dipakai sebagai basis tindakan diagnosis dan prognosis. Teknik ini diajukan untuk mengakomodasi sinyal tunak dan transien sebagai sumber- sumber fitur (ciri) yang relevan terhadap kondisi mesin. Teknik ini juga meliputi seleksi regim sinyal, ekstraksi fitur, rekonstruksi sinyal, penentuan indeks kesehatan mesin, status mesin, diagnosis dan prognosis

    Optimasi Daya Pemanen Energi Berbasis Galloping Transversal Menggunakan Algoritma Genetika

    Get PDF
    Penelitian mengenai pemanen energi (energy harvesting) berbasis aeroelastik, termasuk pemanen energi berbasis galloping, akhir-akhir ini menunjukkan peningkatan yang pesat. Galloping adalah salah satu fenomena ketidakstabilan aeroelastik klasik yang dapat dicirikan sebagai frekuensi osilasi rendah dan amplitudo besar. Karena amplitudo osilasi yang besar, galloping dapat menjadi skenario yang dapat diterima untuk menggerakkan pemanen energi berbasis piezoelektrik. Untuk kasus pemanenan energi dari getaran galloping, sebuah bodi aerodinamis diletakkan pada ujung bebas batang kantilever dan osilasi terjadi di bidang normal terhadap arah aliran angin. Daya listrik kemudian dapat diekstraksi dari lembaran piezoelektrik yang ditempelkan pada struktur kantilever akibat adanya regangan dinamis. Dalam penelitian ini, sebuah model teoritis dikembangkan untuk memprediksi karakteristik dinamika sistem pemanen energi dengan bodi aerodinamis berpenampang segitiga. Prosedur FEM digunakan untuk menentukan frekuensi natural dan bentuk modus struktur. Selain itu, gaya galloping yang diinduksi dimodelkan dengan menggunakan aproksimasi kuasi-stedi. Untuk tujuan ini, koefisien-koefisien gaya angkat dan gaya hambat bodi aerodinamis untuk bilangan Reynolds tertentu dan berbagai sudut serang ditentukan menggunakan prosedur dinamik fluida komputasional (CFD). Respon dinamis dari pemanen kemudian dapat diperoleh secara langsung dengan memecahkan persamaan diferensial yang mewakili gerakan transversal pemanen energi. Prosedur optimasi numerik berdasarkan Algoritma Genetika kemudian dterapkan untuk mendapatkan voltase keluaran dari pemanen energi yang maksimum dimana ukuran piezolektrik dan tahanan beban sebagai variabel optimasi. Hasil menunjukkan bahwa optimasi dengan GA nenberikan hasil yang lebih baik dibanding dengan optimasi menggunakan gradient-based method

    Desain Dan Analisis Tegangan Sistem Perpipaan Main Steam (Low Pressure) Pada Combined Cycle Power Plant

    Full text link
    Dalam industri Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) sangat diperlukan sistem perpipaan untuk menyalurkan fluida dari peralatan satu ke peralatan lainnya. Untuk perancangan power plant mengacu pada code ASME B31.1 power piping. Desain dari sistem main steam (low pressure) berfungsi menyalurkan uap dari Heat Recovery Steam Generator (HRSG) menuju turbin uap dan bypass ke kondensor. Uap ini mempunyai tekanan operasi sebesar 600 KPa, temperatur 220oC, dan laju aliran massa 49.000 kg/jam. Sistem perpipaan ini didesain pada tekanan 900 KPa dan temperatur 330oC. Untuk desain dari jalur sistem perpipaan main steam (low pressure) menggunakan sofware PDMS. Dari PDMS dihasilkan gambar isometri dengan spesifikasi komponen sistem perpipaan. Selanjutnya desain sistem perpipaan dilakukan analisis menggunakan software CAESAR II. Didapatkan hasil untuk pembebanan sustain tegangan maksimumnya 48.575 KPa dengan tegangan izin 117.900 KPa. Untuk pembebanan expansion tegangan maksimumnya 82.805 KPa dengan tegangan izin 273.015 KPa. Untuk pembebanan occasional tegangan maksimumnya 53.932 KPa dengan tegangan izin 135.585 KPa. Dari hasil analisis tegangan didapat komponen perpipaan yang mengalami tegangan maksimum yaitu pada percabangan pipa (tee). Komponen tee dengan tegangan kritis pada pembebanan sustain dan occasional selanjutnya dianalisis menggunakan software ANSYS. Didapat tegangan intensity maksimum pada pembebanan sustain sebesar 167.000 KPa dan pada pembebanan occasional sebesar 175.990 KPa. Untuk analisis getaran diperoleh rasio frekuensi dari 5 modus terendah nilainya lebih besar dari , maka getaran dapat teredam dan modus getar masih aman. Dari analisis tegangan expansion dapat memprediksi siklus kegagalan fatigue akibat naik turunnya temperatur. Dari nilai tegangan maksimum expansion dapat mencapai 671.176 siklus sebelum akhirnya lelah

    Desain Dan Analisis Tegangan Pada Sistem Offshore Pipeline Akibat Pengaruh Beban Arus Dan Gelombang Laut Di PT. Pertamina (Persero) Unit Pengolahan VI Balongan Menggunakan Metode Elemen Hingga

    Full text link
    Perancangan sistem perpipaan bawah laut ini mengacu pada code ASME B31.4 Chapter IX. Sistem perpipaan ini dibagi menjadi 3 jalur, yaitu jalur pipa SPM (Single Point Mooring) ke tangki ballast water, jalur pipa tangki black oil menuju SPM, dan jalur pipa SPM menuju tangki flushing oil. Jalur pipa tangki ballast water menuju SPM memiliki tekanan operasi 980.665 KPa, temperatur 40oC, dan laju aliran 500 m3/hr. Jalur pipa tangki black oil menuju SPM memiliki tekanan operasi 196.133 KPa, temperatur 80oC, dan laju aliran 1000 m3/hr. Jalur pipa SPM menuju tangki flushing oil memiliki tekanan operasi 196.133 KPa, temperatur 60oC, dan laju aliran 500 m3/hr. Ketiga jalur perpipaan tersebut dimodelkan dengan gambar isometri menggunakan software PDMS dan dianalisa tegangannya menggunakan software Caesar II. Hasil analisa tegangan pada Caesar II didapatkan nilai tegangan tertinggi terdapat pada jalur black oil dengan besar 338995.2 KPa dan intensitas tegangan tertingginya 326198.5 KPa dengan tegangan ijinnya 358527.4 KPa. Ini terjadi pada pembebanan operation akibat berat, tekanan, temperatur pipa dan gelombang dan aru
    corecore