20 research outputs found

    TINGKAT PENGETAHUAN LANSIA TENTANG MENOPAUSE DI DESA PANTAN LUES KECAMATAN GAJAH PUTIH KABUPATEN BENER MERIAH TAHUN 2017

    Get PDF
    Lanjut usia merupakan istilah tahap akhir dari proses menua. setiap orang yang berhubungan dengan lanjut usia adalah orang yang tidak mempunyai penghasilan dan tidak berdaya mencari nafkah untuk keperluan pokok bagi kehidupannya sehari-hari. Menopause adalah berhentinya secara fisiologis siklus menstruasi yang berkaitan dengan tingkat lanjut usia perempuan. Seorang wanita yang mengalami menopause alamiah sama sekali tidak dapat mengetahui apakah saat menstruasi tertentu benar-benar merupakan menstruasinya yang terakhir sampai satu tahun berlalu. Menopause kadang-kadang disebut sebagai perubahan kehidupan. Penelitian ini bersifat deskriptif yang menggambarkan pengetahuan lansia terhadap menopaue di desa Pantan Lues Kec. Gajah Putih Kab. Bener Meriah Tahun 2017. Tekhnik pengambilan sampel dalam penelitian ini berdasdarkan total sampling dengan jumlah 49 responden. Hasil penelitian Pengetahuan lansia terhadap menopause mayoritas lansia berpengetahuan cukup yaitu sebanyak 43 responden (88%), dan minoritas berpengetahuan kurang yaitu sebanyak 2 responden (4%) di Desa   Pantan Lues Kec. Gajah Putih Kab. Bener Meriah Tahun 2017. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui seberapa besar pengetahuan lansia tentang menopause di desa desa Pantan Lues Kec. Gajah Putih Kab. Bener Meriah Tahun 2017. Disarankan kepada institusi pendidikan untuk lebih meningkatkan pembelajaran  tentang  materi  menopause  dapat  ditingkatkan  agar dapat menerapkan di masyarakat nantinya dan diharapkan kepada peneliti selanjutnya penelitian  ini dapat menjadi informasi yang berguna untuk peneliti selanjutnya  sehingga  dapat  mengembangkan  penelitian  tentang  Pengetahuan Lansia Terhadap Menopause

    HUBUNGAN PENDIDIKAN DAN MOTIVASI PERAWAT DALAM PENERAPAN PATIENT SAFETY DI RUANG KAMAR OPERASI RSUD SIMEULUE

    Get PDF
    Keselamatan pasien menjadi salah satu isu utama dalam pemberian pelayanan kesehatan di rumah sakit. Isu ini berkembang karena masih banyaknya kejadian tidak diharapkan dan kejadian nyaris cedera yang sering terjadi dalam pelayanan kesehatan di Rumah sakit. Motivasi berpengaruh terhadap dorongan individu untuk menerapkan patient safety yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pendidikan dan motivasi perawat dalam penerapan patient safety di Ruang Kamar Operasi Rumah Sakit Umum Daerah Simeulue. Sampel dalam penelitian adalah perawat kamar operasi sebanyak 31 orang, dengan tehnik pengambilan sampel Total Sampling. Hasil penelitian didapatkan mayoritas responden berpendidikan  S1 sebanyak 13 orang (41,9%), dan mayoritas memiliki motivasi tinggi sebanyak 25 orang (80,6%). Hubungan pendidikan dengan penerapan patient safety berdasarkan hasil uji statistik Chi Square didapatkan pvalue = 0,001 bahwa ada hubungan yang bermakna antara pendidikan dengan penerapan patient safety di ruang kamar operasi RSUD Simeulue. Hubungan motivasi dengan penerapan patient safety hasil uji statistik Chi Square didapatkan pvalue = 0,000 bahwa ada hubungan yang bermakna antara motivasi dengan penerapan patient safety di ruang kamar operasi. Diharapkan Patient safety harus lebih di perkenalkan lagi kepada seluruh pihak yang berada atau bekerja di rumah sakit kepada staf atau perawat baru juga harus diperkenalkan kepada dokter dan perawat yang magang baik di ruang kamar operasi maupun di ruangan lain

    Sosialisasi Hubungan Tingkat Kemandirian Anak Dengan Personal Hygiene Pada Anak Usia Sekolah Di SDN 060971 Kemenangan Tani

    Get PDF
    Personal hygiene (Kebersihan diri) adalah upaya seseorang dalam memelihara kebersihan dirinya untuk memperoleh kesejahteraan fisik dan psikologis.  Perawatan diri yang secara positif mempengaruhi kesehatan manusia yang dilakukan sebagai aktivitas kehidupan sehari-hari. Lazimnya kebersihan diri pada anak fase usia sekolah 6-12 tahun meliputi kebersihan gigi dan mulut, kebersihan tangan, kebersihan kuku, kebersihan rambut, kebersihan kulit dan kebersihan telinga. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Hubungan tingkat kemandirian anak dengan personal hygiene. Penelitian ini dilakukan di SDN 060971 Kemenangan Tani Medan 2017.Sampel yang digunakan adalah total populasi yang berjumlah 50 responden. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan peneliti dari 50 responden  menunjukkan bahwa  dari 33 responden (67,3%) dengan tingkat kemandirian anak tergolong mandiri total dalam personal hygiene nya bersih sebanyak 32 orang (65,3%) dan tergolong kotor sebanyak 1 orang (2,0%). Dari 16 responden (30,6%)  tingkat kemandirian anak tergolong dibantu dalam personal hygiene nya bersih sebanyak 14 orang  (28,6%) dan yang tingkat personal  hygiene tergolong kotor sebanyak 2 orang (6,7%). Dari 1 responden (2,0%) dengan tingkat kemandirian anak mahir dalam personal hygiene nya sebanyak 1 orang (2,0%

    KOMUNIKASI, INFORMASI DAN EDUKASI (KIE) HIV/AIDS PADA REMAJA DALAM UPAYA PROMOTIF DAN PREVENTIF DI DESA PALUH SIBAJI

    Get PDF
    In Indonesia, HIV sufferers in 2019 reached 50,282 cases and for AIDS there were 7,036 cases, meaning that the number of HIV and AIDS cases has increased over the last eleven years. While data on HIV sufferers in West Nusa Tenggara Province in 2019 reached 258 cases and in 2020 there were 125 new cases of HIV sufferers where the age group with the most HIV cases was in the 25-49 year age group and by sex. . The sex of the majority of HIV sufferers was male as many as 81 people (64.8%). The purpose of this community service activity by providing KIE about HIV to adolescents is to provide knowledge to adolescents as a preventive and promotive effort against HIV and to minimize HIV transmission that occurs. This activity was carried out on December 18 2022 in Paluh Sibaji village involving 71 participants and the method used was lectures and discussions with the delivery of material in the form of PowerPoint and videos. The result of this activity was an increase in participants' knowledge and behavior towards HIV/AIDS which was obtained from the results of the participants' pre-test and post-test

    Tingkat Pengetahuan Wanita Pra Lansia Tentang Menopause Di Desa Pantan Lues Kecamatan Gajah Putih Kabupaten Bener Meriah Tahun 2017

    Get PDF
    Menopause is a natural physical transition for every woman as she gets older and is often interpreted as the last menstrual stop in a woman's life, which is a slow process and occurs gradually. Women begin to experience menopausal symptoms in their 40s, the peak occurs at the age of 50 when during menopause women no longer experience menstruation. This study aims to identify the level of knowledge of women when facing menopause. Menopause is the physiological cessation of the menstrual cycle which is related to the elderly level of women. A woman experiencing natural menopause has absolutely no way of knowing whether a particular menstrual period is really her last until a year has passed. Menopause is sometimes referred to as the change of life. This research is descriptive in nature which describes the knowledge of pre-elderly women on menopause in the village of Pantan Lues Kec. White Elephant Kab. Bener Meriah 2017. The sampling technique in this study was based on total sampling with a total of 49 respondents. The results of the study. Knowledge of pre-elderly women about menopause, the majority of elderly people have sufficient knowledge, namely 44 respondents (89%), and a minority with less knowledge, namely as many as 3 respondents (4%) in Pantan Lues Village, Kec. White Elephant Kab. Bener Meriah Year 2017. It is suggested to educational institutions to further improve learning about menopause material so that it can be applied in society later and it is hoped that future researchers can become useful information for future researchers so that they can develop research on knowledge of pre-elderly women on menopause

    Hubungan antara Lokasi Penusukan Kateter Intravena dengan Kejadian Plebitis Mekanik di Ruang Rawat Inap Cendana RS. USU Medan

    Get PDF
    Terapi Intravena digunakan untuk memperbaiki kondisi pasien dalam mempertahanan cairan tubuh. Salah satu komplikasi terapi intravena adalah plebitis. Plebitis mekanik sering dihubungkan dengan pemasangan atau penempatan kateter intravena. Penempatan kateter pada area fleksi lebih sering menimbulkan kejadian plebitis, oleh karena pada saat ekstremitas digerakkan kateter yang terpasang ikut bergerak dan menyebabkan trauma pada dinding vena sehingga menyebabkan plebitis mekanik. Metode yang digunakan adalah korelasi. Penelitian ini menggunakan total sampling dengan sampel 61 responden. Alat analisis yang digunakan dengan analisis Chi-Square (X2) dari sistem analisa komputerisasi SPSS 22.00. Data penelitian menunjukkan : Karakteristik responden berjenis kelamin laki-laki (50,8 %) dan sebahagian besar berpendidikan SMA (41 %). Lokasi penusukan kateter intravena terbanyak yaitu vena metakarpal (63,9 %) dan kejadian plebitis sebanyak (11,5 %). Hasil uji statistik menunjukkan ada hubungan antara lokasi penusukan kateter intravena dengan kejadian plebitis mekanik terlihat dari p value = 0,035). Kesimpulan dari penelitian ini, ada hubungan antara lokasi penusukan kateter intravena dengan kejadian plebitis mekanik. Saran bagi perawat untuk meningkatkan kompetensi dalam melakukan tehnik insersi dan pemilihan lokasi pemasangan kateter intravena untuk mengurangi terjadinya plebitis. Bagi rumah sakit perlu diadakan penyegaran lanjutan tentang prosedur tindakan termasuk pemasangan kateter intravena untuk mencegah terjadinya komplikasi tindakan yang mungkin terjadi. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut tentang pencegahan plebiti

    Perilaku Remaja Putri Tentang Dismenore Di SMP Negeri 3 Singkohor Kecamatan Singkohor Aceh Singkil

    Get PDF
    Perilaku remaja putri mengenai  dismenorea  yang kurang baik pada saat menstruasi  akan menimbulkan  sikap kecemasan  akan datangnya  haid sehingga menimbulkan  rasa  nyeri  yang dapat  mengganggu  aktivitas  belajar mengajar  di sekolah.   Tujuan penelitian adalah untuk mengidentifikasi  perilaku remaja putri tentang  dismenore  di  SMP  Negeri  3  Singkohor  Kecamatan  Singkohor  Aceh Singkil Tahun 2015. Jenis  penelitian  adalah  deskriptif.  Populasi  adalah  seluruh  remaja  putri yang sudah mengalami haid sebanyak 68   orang dan seluruh populasi dijadikan sampel penelitian (total populasi). Data dikumpulkan melalui kuesioner sebanyak 40   pertanyaan.   Analisis   data   menggunakan   tabel   distribusi   frekuensi   dan presentase. Hasil penelitian  menunjukkan  bahwa pengetahuan  remaja puteri tentang dismenore  tergolong baik 43 orang (63,2%) karena memperoleh  informasi  dari teman  dan  media  massa.  Sikap  remaja  putri  dalam  menghadapi   dismenore tergolong  positif  yaitu 42 orang (61,8%) dengan minat minat yang kuat untuk mencari  informasi  kesehatan  dari  media  massa  dan  teman  sebaya  disebabkan faktor rasa sakit saat haid. Remaja putri dalam menanganai dismenore dikatakan kurang  yaitu 37 orang (54,4%),  dimana  dismenore  yang terjadi  saat ini masih dalam tahap nyeri ringan yang tidak mengganggu proses belajar mengajar. Diharapkan guru-guru dalam memberikan pelajaran tentang kesehatan dapat menambah materi tentang kesehatan reproduksi khususnya dismenore dan remaja putri  dapat  meningkatkan     pengetahuan  tentang  dismenore  melalui  mencari informasi    baik   dari   media   massa,   serta   petugas   kesehatan   yang   lebih mengerti  tentang penanganan dismenore

    PELATIHAN PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN INFEKSI DASAR DI RSUD KOTA MEDAN

    Get PDF
    Healthcare Associated Infections (HAIs) are infections that occur in healthcare settings. HAIs or infections occur between 48 hours to 72 hours after hospital admission or after hospital discharge within 30 days. The incidence of infections continues to increase between 4.8%-21%. The increasing incidence of infection indicates a decrease in the quality of hospital services. The chain of infection transmission can occur through infectious agents, reservoirs, ports of exit, transmission, ports of entry, and the host. The purpose of training is to increase the knowledge of healthcare workers, develop skills, and attitudes so that work can be completed properly, quickly, accurately, and rationally, create a willingness to cooperate with other employees and leaders. The targets of basic infection prevention and control training activities in hospitals are environmental health workers, nurses, pharmacists, analysts, radiologists, and funeral directors. The total participants were 55 people, the activity was held November 25-26, 2022, in meeting room two. The results of the pretest and posttest were the lowest score for the pretest 40 and the highest score of of 95, with an average score of 68. The results of the posttest were the lowest score 60 and the highest score 100 with an average score of 91. The results of the activity show that the participants' understanding has increased where the results of the pretest and posttest have increased, so that through training participants can do their job well and can work together with IPCN and leaders

    MELAKUKAN PEMBERDAYAAN PADA REMAJA DALAM UPAYA PROMOTIF DAN PREVENTIF HIV/AIDS DI DESA PALUH SIBAJI

    Get PDF
    Lack of appropriate and relevant information about HIV/AIDS, and supported by the inquisitive attitude that teenagers have causing them to enter into a population behaving at high risk. In addition, the problem of HIV / AIDS in Adolescents not only have a bad impact physically, but can also affect mental health, emotions, economic circumstances, and long-term social well-being long. This does not only affect the youth themselves, but also to families, communities and nations. Cases of HIV transmission among adolescents of course also can not be separated from the lack of knowledge of adolescents about the disease HIV/AIDS. Teenagers do not understand how important it is to maintain health reproduction and prevention of free sex. Increasing knowledge of teenagers This can be done by involving friends of his age. One effective method to increase knowledge among adolescents is peer education. Peers education can increase learning independence, formulate goals, plan strategy, identify learning resources, utilize media, take the subject thoughts, express opinions, conclude learning outcomes, convey ideas and measure learning success. Peer education/peer group learning learning made in one study group so that students will continue to be motivated to interact from start to finish. Community service activities This is done with the aim of optimizing the knowledge of young students regarding prevention of HIV-AIDS through peer education methods, so students or youth be able to apply HIV-AIDS prevention in accordance with existing knowledge they already got. Stages of activities in the implementation of community service this is a site survey, setting targets and outreach, preparation of materials and activity needs, and the implementation of activities consisting of pre-test implementation, delivery of material and implementation of the post test. In general the implementation of activities This community service can run well and in accordance with the targets. The expected output in this community service can be achieved by: indicators of increased level of knowledge            of         adolescentsa   bouthow          to         prevent                        HIV-AIDS. &nbsp

    Relationship between Compliance in Implementing Patient Admission SOPs and Nurse Performance in Inpatient Rooms

    Get PDF
    Implementing nursing care SOP in the inpatient room is essential in achieving a superior and quality hospital. The service's success can be the basis for developing a health strategy depending on the participation of nurses to increase compliance because, until now, nursing care has been provided in the presence of nurses, especially in patient management (patient admission SOP). This study aimed to determine the relationship between nurse compliance in implementing patient admission SOPs and nurse performance in the inpatient room of RSU DR. GL Tanjung Morawa Medan. This research method uses descriptive correlation and a cross-sectional design—data collection through questionnaires. The population is 30 people. The sampling technique is Total Sampling. The data analysis used is Univariate and Bivariate, obtained in the frequency distribution table, and Bivariate analysis using the Chi-Square test. The results showed that most nurses complied with implementing SOPs as much as 66.7%, and the majority of nurse performance was classified as 50%. The chi-square test results showed a p-value of 0.02; there was a significant relationship between nurse compliance in implementing patient admission SOPs and nurse performance in the inpatient room of DR. GL Tobing Tanjung Morawa Hospital
    corecore