2 research outputs found

    Analisis pola penamaan masakan tradisional mentawai dan sumbangannya terhadap nilai kebinekaan global

    No full text
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya nama-nama masakan di Kabupaten Kepulauan Mentawai, dari keempat pulau, yaitu Pulau Siberut, Pulau Sipora, Pulau Pagai Utara, dan Pulau Pagai Selatan yang lebih banyak diambil dari Pulau Siberut dan Pulau Sipora. Nama-nama masakan dan kosakata serta bahasa yang digunakan lebih khas menggunakan bahasa Mentawai sampai sekarang dan layak untuk diteliti. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui bahasa yang digunakan pada penamaan masakan tradisional Mentawai, (2) mengetahui bentuk penamaan masakan tradisional Mentawai, (3) mengetahui pola penamaan masakan tradisional Mentawai, (4) mengetahui makna masakan tradisional Mentawai, dan (5) mengetahui penamaan masakan tradisional Mentawai yang memberi sumbangan terhadap nilai kebinekaan global. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan teknik dokumentasi dan wawancara untuk memperoleh data dan informasi terkait rumusan masalah, 94 data penelitian dan sumber data diambil dari menu makanan yang ada di Kabupaten Kepulauan Mentawai, seperti di Pulau Siberut, dan Pulau Sipora. Penelitian ini menganalisis 94 data berupa nama masakan di Kabupaten Kepulauan Mentawai. Dari analisis diperoleh hasil sebagai berikut: (1) bahasa pada penamaan masakan terdapat 2 bahasa yaitu (a) sebagian besar menggunakan bahasa Mentawai, dan (b) pengaruh bahasa Melayu, (2) bentuk penamaan masakan terdapat 94 kosakata dengan 89 frasa, contoh anggau siboikboik ‘kepiting direbus’, esi sigulei ‘siput digulai’ gettek siliklik ‘talas di bakar dalam bambu’, gobik sipukaju sigoreng ‘singkong digoreng’ dan 5 kata, contoh jurut, kolak, silamang, subbet, dan toek (3) pola penamaan terdiri atas (a) jumlah kata, data, dan suku kata, yaitu 2 kata = 64 data terdiri atas 5 suku kata contohnya esi sigule ‘siput digulai’, iba sigoreng ‘ikan digoreng’, 6 suku kata contohnya lubluhed siobbuk ‘kerang laut dibakar di dalam bambu’, dan 7 suku kata contohnya simarouk situmis ‘ikan kecil ditumis’, simarouk siobbuk ‘ikan kecil di dibakar di dalam bambu’, 3 kata = 18 data terdiri atas 7 suku kata contohnya iba lotlot siobbuk ‘lumut laut dibakar di dalam bambu’, iba sainak silakra ‘daging babi diasap/disalai’, 8 suku kata contohnya iba sibutek siobbuk ‘ikan yang hampir busuk dan masih layak dikonsumsi dibakar di dalam bambu’, dan 9 suku kata contohnya iba simamekmek sigulei ‘ikan pari digulai’, 1 kata = 6 data terdiri atas 2 suku kata contohnya subbet, jurut, toek dan 3 suku kata contohnya silamang, dan 4 kata = 6 data terdiri atas 9 suku kata contohnya iba toglo-toglo siobbuk ‘ikan kecil-kecil di bakau dibakar di dalam bambu’, 10 suku kata contohnya iba silugaikoat sigulei ‘penyu digulai’, dan 11 suku kata contohnya roro gobik sipukaju sigulei ‘pucuk daun singkong digulai’. (b) kelas kata, terdiri atas 89 nomina dan verba yang melekat pada nomina, contoh anggau siboikboik ‘kepiting direbus’, esi sigulei ‘siput digulai’, gettek siliklik silagui ‘talas dibakar di dalam bambu’, gobik sipukaju sigoreng ‘singkong digoreng’, iba sainak sirendang ‘daging babi direndang’, magok sipurut ‘pisang di dalam daun dibakar’ dan sagu sikarak ‘sagu dibakar di dalam periuk’. Verba yang digunakan dalam penamaan ada dua yang terdiri atas (a) verba asli Mentawai ada 6 yaitu siboikboik ‘direbus’, silakra ‘disalai’, sirarak ‘dibakar’, silagui ‘dibakar (bahan dalam bambu)’, sisulu ‘dijemur’, dan sioloi ‘direndam air panas’, dan (b) verba pengaruh bahasa Melayu ada 4, yaitu sigoreng ‘digoreng’, situmis ‘ditumis’, sirendang ‘direndang’, dan sigulai ‘digulai’, (4) makna masakan dikelompokkan menjadi tiga yang terdiri atas (a) makanan pokok, contoh sagu kapurut ‘sagu di dalam daun sagu’ maknanya tepung sagu dibungkus daun sagu muda dan dibakar, sagu siobbuk ‘sagu di dalam bambu’ maknanya ‘tepung sagu dimasukkan ke dalam bambu, dan dibakar’, subbet, maknanya subbet ‘makanan talas, ketela pohon (singkong), pisang, dikukus, ditumbuk, dibentuk bulat, dan dibaluri kelapa’, (b) lauk pauk contoh anggau siboikboik ‘kepiting direbus’ dibumbui bawang merah, bawang putih, garam, penyedap rasa, bicli siboikboik, maknanya siput bakau kecil direbus, dan (c) sayur contoh roro gettek siboikboik ‘pucuk daun talas’ maknanya pucuk daun talas direbus, tambahkan garam dan penyedap rasa, roro gobik sipukaju sigulei ‘pucuk daun singkong’ maknanya pucuk daun singkong ditumbuk halus dan digulai dan (5) sumbangannya memberikan nilai-nilai kebinekaan global dalam kehidupan salah satu alasan adanya penamaan. Makanan khas Mentawai dan cara memasak yang khas termasuk kearifan lokal memperkaya kebinekaan. Pengaruh bahasa Melayu terdapat 4 verba, dan ternyata ditemukan kreativitas yang ditunjukkan dalam mengolah makanan yang bermula direbus dikreatifkan menjadi digulai, ditumis, digoreng, atau direndang
    corecore