99 research outputs found

    Pengaruh Firm Size, Leverage, dan Profitability terhadap Manajemen Pajak dengan Indikator Tarif Pajak Efektif (Studi pada Perusahaan Sektor Kesehatan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2017-2020)

    Get PDF
    Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis pengaruh firm size, leverage, dan profitability terhadap manajemen pajak dengan indikator tarif pajak efektif padaperusahaan sektor kesehatan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2017- 2020. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif. Teknikpengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling dan diperoleh 11 dari 21 perusahaan dengan periode empat tahun, dan didapat 44 unit sampelpenelitian. Teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis regresi linier berganda dengan menggunakan software SPSS versi 26. Hasil penelitian membuktikan firm size, leverage dan profitability secara simultan berpengaruh terhadap manajemen pajak dengan indikator tarif pajak efektif. Secara parsial firm size tidak berpengaruh terhadap manajemen pajak dengan indikator tarif pajak efektif. Sedangkan leverage dan profitability berpengaruh negatif dan signifikan terhadap manajemen pajak dengan indikator tarif pajak efektif

    PENDIDIKAN KARAKTER ANAK MELALUI SIMULASI PENDIDIKAN EDUKASI PADA SISWA SDN SEGARJAYA

    Get PDF
    The importance of character education to be applied from an early age needs to be taught since entering school. The implementation method used in this program is education, namely providing knowledge and understanding to students and training, namely role play activities carried out from educational materials based on Pancasila, culture, and religion so that students can imitate and apply them in everyday life. Based on the results of community service activities that have been carried out, it can be seen that the 5th grade students of SDN Segarjaya are able to carry out character education activities well through Pancasila such as not cheating in class and helping friends who need help. Students are also able to apply culture-based character education well, this can be seen from students who say excuse me to the bathroom to the teacher who is teaching during class hours. However, students still have difficulty in carrying out religion-based character education because of the lack of knowledge and understanding of Arabic vocabulary that students have about Arabic sentences

    PERLINDUNGAN HUKUM ATAS HAK JAMINAN KESEHATAN TERHADAP ANAK TERLANTAR DI KABUPATEN BREBES

    Get PDF
    Anak memiliki peran strategis dalam menjamin kelangsungan eksistensi bangsa dan negara di masa depan, tidak terkecuali anak terlantar. Sebagai Negara hukum sekaligus Negara kesejahteraan, maka Indonesia mengatur tentang perlindungan anak di dalam peraturan perundang-undangan. Terkhusus di Kabupaten Brebes, terdapat Peraturan Daerah Perda Kabupaten Brebes No 6 tahun 2011 tentang Perlindungan anak terlantar. Menarik bagi peneliti untuk meneliti bagaimana pemenuhan hak jaminan kesehatan anak terlantar di Kabupaten Brebes serta faktor apa saja yang mendukung dan menghambatnya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif, dengan pendekatan yuridis-sosiologis, serta didukung oleh data empiris. Untuk mencapai hasil penelitian Hasilnya, Perda tersebut sangat membantu anak terlantar agar tidak lagi hidup di jalanan, dan keberhasilan Perda tersebut sudah dapat dirasakan bagi warga Kabupaten Brebes. Selain itu juga didukung oleh program kesejahteraan sosial anak, kerjasama dengan orang tua, masyarakat, pemerintah, serta berbagai lembaga kesejahteraan sosial anak lainnya seperti rumah singgah dan yayasan panti asuhan. Namun masih ditemukan beberapa kendala seperti belum adanya standar pelayanan sosial di Kabupaten Brebes, penyaluran bantuan terhadap hak jaminan kesehatan anak terlantar yang belum merata, masih kurangnya jumlah pekerja sosial, sehingga hak jaminan kesehatan bagi anak terlantar masih sulit terpenuhi dengan baik. Dengan demikian, disatu sisi kebijakan Pemerintah daerah Kabupaten Brebes dalam hal pemenuhan hak jaminan kesehatan bagi anak terlantar sudah cukup baik. Namun disisi lain, masih terdapat beberapa kendala yang harus diperbaiki sehingga pemenuhan hak jaminan kesehatan bagi anak terlantar bisa berjalan dengan lebih baik lagi. Berdasarkan hasil penelitian ini diharapkan agar menjadi bahan informasi dan masukan bagi mahasiswa akademisi praktisi dan semua pihak yang membutuhkan di lingkungan Fakultas Hukum Universitas Pancasakti Tegal Kata kunci : perlindungan,jaminan,anak terlanta

    KRITIK CERPEN ‚ÄúLUKA PUN MENGANGA‚ÄĚ KARYA ISBEDY STIAWAN: PENDEKATAN PSIKOLOGI

    Get PDF
    Penelitian ini berjudul Kritik dalam Cerpen ‚ÄúLuka Pun Menganga‚ÄĚ Karya Isbedy Stiawan (Pendekatan Psikologi Sastra). Cerpen ini menceritakan tentang sepasang suami dan istri yang mendapatkan cobaan hidup secara bertubi-tubi dari mulai menjelang hingga sesudah menjalani pernikahan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengungkapkan permasalahan dan kritik psikologi yang terkandung dalam cerpen tersebut melalui pendekatan psikologi sastra dengan bertumpu pada karya sastra cerpen. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif di mana penelitiannya menggunakan teknik simak dan catat guna mengkaji isi dari cerpen tersebut kemudian dianalisis dari segi permasalahan dan kritik sastra. Berdasarkan hasil penelitian, dapat diperoleh kesimpulan bahwa ditemukan berbagai permasalahan psikologi yang dialami oleh para tokoh dalam cerpen tersebut diantaranya yaitu (1) tak mendapat restu untuk menikah, (2) harus melakukan kawin lari lalu hidup merantau jauh dari sanak saudara, (3) mendapat perlakuan buruk dan tidak adil dari sang ibu, (4) serta sempat kehilangan kepercayaan dari sang anak

    EVALUASI IMPLEMENTASI PROGRAM PELATIHAN PENYULUH PERTANIAN DI BALAI BESAR PELATIHAN PERTANIAN (BBPP) LEMBANG

    Get PDF
    Evaluasi program dan berkelanjutan perlu dijalankan mengacu pada standar perbandingan yang telah ditetapkan untuk mencapai perbaikan yang diperlukan. Penelitian ini berfokus pada evaluasi menyeluruh program pelatihan dari perencanaan hingga hasil akhir, menerapkan model evaluasi yang dikembangkan oleh Daniel L. Stufflebeam. Model ini memiliki empat dimensi utama: context, input, process, product. Dimensi context membantu merencanakan keputusan program, mengevaluasi tujuan yang ingin dicapai, dan mengidentifikasi tujuan yang relevan. Dimensi input dilakukan untuk mengidentifikasi alokasi sumber daya yang dibutuhkan dan dukungan dari pihak eksternal. Dimensi process mendukung implementasi keputusan, pemantauan, pengendalian, dan perbaikan prosedur pelaksanaan. Sementara dimensi product dirancang mengukur dan menginterpretasikan pencapaian tujuan akhir program. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan studi dokumen. Data dianalisis mengikuti model analisis Miles dan Huberman, termasuk tahapan pengumpulan data, reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil evaluasi pada dimensi context melibatkan analisis hukum, kebutuhan, tujuan, dan relevansi kurikulum. Evaluasi dimensi input mencakup aspek penyelenggara, peserta, instruktur, materi, metode, media, infrastruktur, dan pendanaan. Dimensi process dievaluasi melalui jadwal, kinerja penyelenggara dan instruktur, partisipasi peserta, serta mekanisme evaluasi yang diterapkan. Pada dimensi product, indikator mencakup penguasaan materi dan tingkat kelulusan peserta sebagai ukuran keberhasilan mencapai tujuan program. Evaluasi ini menjadi dasar untuk meningkatkan kualitas program pelatihan, terutama dalam konteks pertanian. Rekomendasi termasuk pembaruan materi pelatihan dan peningkatan pemanfaatan sumber daya lahan, diharapkan dapat menghasilkan perbaikan signifikan dalam kualitas program dan kompetensi peserta. Evaluasi ini memegang peran penting dalam pengembangan berkelanjutan dan peningkatan efektivitas program pelatihan. Program and ongoing evaluations need to be carried out against established standards of comparison in order to achieve the necessary improvements. This research focuses on a comprehensive evaluation of the training program from planning to final outcomes, applying the evaluation model developed by Daniel L. Stufflebeam. This model has four main dimensions: context, input, process, product. The context dimension helps to plan program decisions, evaluate the goals to be achieved, and identify relevant objectives. The input dimension is used to identify the required resource allocation and external support. The process dimension supports decision implementation, monitoring, control, and improvement of implementation procedures. While the product dimension is designed to measure and interpret the achievement of the program's final objectives. This research used a qualitative approach with data collection techniques through observation, interviews, and document studies. Data were analyzed following the Miles and Huberman analysis model, including the stages of data collection, reduction, presentation, and conclusion drawing. The evaluation results on the context dimension involved analyzing the law, needs, objectives, and relevance of the curriculum. The input dimension evaluation included aspects of organizers, participants, instructors, materials, methods, media, infrastructure, and funding. The process dimension is evaluated through the schedule, performance of organizers and instructors, participant participation, and the evaluation mechanism applied. In the product dimension, indicators include mastery of the material and the graduation rate of participants as a measure of success in achieving program objectives. This evaluation provides a basis for improving the quality of training programs, especially in the context of agriculture. Recommendations, including updates to training materials and improved utilization of land resources, are expected to result in significant improvements in program quality and participant competencies. This evaluation plays an important role in the continuous development and improvement of training program effectiveness

    PERANCANGAN MEDIA INFORMASI PROSES PEMBUATAN LIPA SABBE SECARA TRADISIONAL

    Get PDF
    ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk melestarikan sebuah budaya lokal di daerah Sengkang Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan. Proses menenun secara tradisional mulai punah di kalangan remaja, hal ini disebabkan dari berbagai faktor mulai dari berkembangnya teknologi yang menggantikan alat-alat tenun tradisional, kurangnya literasi dan media informasi yang sesuai dengan perkembangan teknologi, remaja lokal yang mulai tidak mengetahui proses pembuatannya, hingga tidak adanya perhatian dari pihak-pihak terkait dalam bahan baku pembuatan lipa sabbe secara tradisional. Kemudian dalam mengolah data dan informasi di lapangan yang telah ditemukan maka penulis pun menggunakan tehnik analisa yaitu. Objek materi komunikasi dengan analisa naratif. Target audience dengan berdasarkan demografis, geografis, psikografis, maupun perilaku utama. Analisa kompetitor dan kebutuhan media dengan metode SWOT (Strength, Weakness, Opportunity, Treath). Selain itu penelitian ini akan di batasi hanya pada proses pembuatan lipa Sabbe secara tradisional saja. Kemudian hasil dari analisa data akan diolah sehingga menjadi sebuah perancangan media informasi berbasis digital, yaitu motion grhapic sebagai media utama, di sertai dengan media pendukung berupa e-book dan juga media promosi yang akan menunjang keberhasilan dari media dalam menyampaikan informasi kepada para remaja mengenai proses pembuatan lipa Sabbe secara tradisional dan dapat menjadi solusi dalam melestarikan budaya lokal yang sudah ada sejak zaman dahalu karena budaya menenun ini merupakan kebanggan bagi wanita bugis. Kata kunci : Lipa sabbe, bugis, tradisional, informas
    • ‚Ķ
    corecore