7 research outputs found

    Inequality of Public Transportation Policy in the Disruptive Era Between Online and Conventional Transportation

    Get PDF
    Indonesia is one of the countries with a large market for online transportation. This paper describes a meta-analysis on policy inequality regarding public transportation. Meta-analysis and Computer Assisted Qualitative Data Software (CAQDAS) were utilized to evaluate the inequality of public transportation policy for conventional transportation. Scopus search engine was also used to identify broad literature on a particular policy regulation in Indonesia between 2010 and 2021. Then, this study employed online news related to the conflict between conventional and online transportation. The result disclosed a policy inequality between online and conventional transportation based on the social movement on online media. Thus, the government has to implement a strict policy applicable to transportation. The words ‚Äúprotest‚ÄĚ, ‚Äúregulation,‚ÄĚ and ‚Äúpolice‚ÄĚ were also seen clearly on the issue. In addition, the protesters, comprised of drivers from Uber, Grabcar, and Go-Car, said that Transportation Ministry Regulation No 32/2016 would disadvantage them because it is too difficult to comply with the requirements. Hence, the government can decide on self-regulation to design a policy for online transportation. In this case, state law is still necessary when monopolistic attempts are made, unfair competition exists, public safety as consumers is maintained, and taxes are collected

    A Method of Product Stock Sharing Within SMEs Community Applied in E-commerce Platform

    Get PDF
    The main problem of community empowerment in Small and Medium Enterprenership is the lack of an entrepreneurial ecosystem that helps SMEs adopt technology from larger businesses (R&D transfer), further there is high level enough of opportunity to do business in Indonesia, however the business sustainability is still low. Meanwhile, forming a business community will be one of the best alternatives to support in maintain business sustainability, where this can be achieved by collaboration in order to involve similar business units into a productive SMEs community. Developing SMEs community product share is an innovative method in this study so that product stock could remain available and it is mean business can continously productive. Developing business community of SMEs give an essential advantages to the target customers, where they are may face more stock of similar product from various store in one etalase. An e-commerce platform may facilitates this SMEs community for product share method. In this study has explore xpooz.id as a case which product share method are implemented and tested. Observational analysis, and questionnaire are conducted to have public and SMEs respond on the importance of product stock availability. The result of 98.4% participants has showing their positive responses on the case, 85.3% has shows how impact of the product stock availability, which is mean that the e-commerce platform have to give seriously consideration on community based product share stock as an important method

    Evaluasi Model CIPP Program Generasi Berencana Di Dki Jakarta

    No full text
    Tulisan ini bertujuan untuk mengevaluasi program Generasi Berencana (GenRe Ceria), khususnya pada akses kesehatan reproduksi, yang dilaksanakan oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Provinsi DKI Jakarta yang menyasar pada anak perempuan sebagai subjek kebijakan dengan menggunakan CIPP Evaluation Model. Data BKKBN menyebut 57.688.472 jiwa yang berada dalam rentang usia remaja, artinya satu dari setiap 4 orang penduduk Indonesia adalah remaja. Jumlah yang sangat besar tersebut adalah potensi yang memerlukan pengelolaan yang terencana, sistematis dan terstruktur agar dapat bermanfaat bagi modal pembangunan bangsa ke depan. Genre Ceria dimulai pada 2015 dan berakhir pada 2020, dengan pendekatan kepada remaja melalui wadah pengembangan Pusat Informasi dan Konseling Remaja/Mahasiswa (PIK R/M) di sekolah. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif, dengan wawancara delapan belas informan dan observasi di di enam sekolah di DKI Jakarta Barat yang menjadi ujung tombak dalam upaya memberikan akses layanan dan informasi kesehatan reproduksi bagi remaja perempuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program Genre Ceria yang digagas oleh BKKBN DKI Jakarta berjalan optimal meski cenderung terfokus pada remaja yang masih bersekolah, mengabaikan remaja yang putus sekolah dan ketidakmampuan memahami situasi kultural masyarakat.Tulisan ini berfokus pada evaluasi program Generasi Berencana (GenRe Ceria), khususnya pada akses kesehatan reproduksi, yang dilaksanakan oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Provinsi DKI Jakarta yang menyasar pada anak perempuan sebagai subjek kebijakan. Data BKKBN menyebut 57.688.472 jiwa yang berada dalam rentang usia remaja, artinya satu dari setiap 4 orang penduduk Indonesia adalah remaja. Jumlah yang sangat besar tersebut adalah potensi yang memerlukan pengelolaan yang terencana, sistematis dan terstruktur agar dapat bermanfaat bagi modal pembangunan bangsa ke depan. Genre Ceria dimulai pada 2015 dan berakhir pada 2020, dengan pendekatan kepada remaja melalui wadah pengembangan Pusat Informasi dan Konseling Remaja/Mahasiswa (PIK R/M) di sekolah. Tulisan ini bertujuan untuk mengevaluasi program Generasi Berencana di DKI Jakarta dengan menggunakan CIPP Evaluation Model pada PIK R/M di enam sekolah di DKI Jakarta Barat yang menjadi ujung tombak dalam upaya memberikan akses layanan dan informasi kesehatan reproduksi bagi remaja perempuan. Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif, tulisan ini berargumen bahwa program Genre Ceria yang digagas oleh BKKBN DKI Jakarta berjalan optimal meski cenderung terfokus pada remaja yang masih bersekolah, mengabaikan remaja yang putus sekolah, dan ketidakmampuan memahami situasi kultural masyarakat
    corecore