3 research outputs found

    Periodisasi hadis menurut Muhammad ‘Ajaj Al-Khatib: telaah atas kitab al-Sunnah qabl al-tadwin

    Get PDF
    Penelitian ini dilatarbelakangi dengan adanya perbedaan pandangan antara Muhammad ‘Ajaj Al-Khatib dengan sebagian ulama lain mengenai periodisasi pra kodifikasi hadis. Salah satu contohnya adalah ualama lain berpendapat bahwa pada masa Nabi banyak larangan dalam menulis hadis dengan berbagai argumentasi, tetapi menurut Muhammad ‘Ajaj Al-Khatib pendapat seperti itu kurang benar, justru pada masa Nabi kegiatan tulis menulis semakin meluas. Dengan demikian penulis dirasa perlu meneliti sejauh mana pemikiran atau pandangan Muhammad ‘Ajaj Al-Khatib terhadap sejarah periodisasi hadis.Penelitian ini dapat dikategorikan sebagai penelitian kualitatif karena prosedur penelitian dihasilkan dari data deskriptif baik tertulis atau lisan dari suatu objek yang diamati dan diteliti. Sementara dalam rangka mengumpulkan data dalam penelitian, penulis menggunakan penelitian kepustakaan (library reasearc) khususnya terhadap naskah-naskah yang ditulis Muhammad ‘Ajaj al-Khaṭīb dalam kitab al-Sunnah qabl al-Tadwīn.Rumusan masalah pada penelitian ini adalah Bagaimana klasifikasi periodisasi hadis yang dikemukan oleh Muhammad ‘Ajaj al-Khaṭīb dalam kitab al-Sunnah qabl al-Tadwīn? Bagaimana karakteristik sejarah perkembangan hadis pra kodifikasi menurut Muhammad ‘Ajaj al-Khaṭīb dalam kitab al-Sunnah qabl al-Tadwīn? Kesimpulan dari penelitian ini akan disesuaikan dengan rumusan masalah yaitu: Muhammad ‘Ajāj al-Khaṭīb membagi klasifikasi sejarah perkembangan penulisan hadis pada tiga fase yaitu pada masa Nabi Saw., masa sahabat, dan masa tābi’īn. “Muhammad ‘Ajāj al-Khaṭīb berkesimpulan gerakan penulisan hadis sudah terjadi saat Nabi hidup bahkan sebelum Islam muncul. Tradisi tulis menulis sudah mulai berkembang di Arab walau intensitasnya sedikit.Pandangan Muhammad ‘Ajāj al-Khaṭīb terhadap sejarah perkembangan hadis sebelum dikodifikasikan dipaparkan secara jelas dalam karyanya yaitu kitab al-Sunnah Qabla al-Tadwīn. Metode yang digunakan Muhammad Ajāj al-Khaṭīb dalam menyoroti sejarah periodisasi hadis adalah mengumpulkan sumber rujukan dari berbagai sumber-sumber primer baik berupa manuskrip ataupun yang sudah diterbitkan

    Hadis Nisf Sha'ban menurut Majelis Tafsir Al-Qur'an (MTA) dan Ulama(Kajian Kualitas Hadis Ibn Majah No. 1388)

    Get PDF
    Muhamad Ali Rozikin, 2018. Hadis Nisf Sha’ban Menurut Majlis Tafsir Alquran dan Ulama “Kajian Kualitas Hadis Ibn Majah no. 1388” Skripsi Jurusan Ilmu Hadis Fakultas Ushuluddin dan Filsafat Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya. Masalah yang diteliti dalam karya ini berawal dari munculnya organisasi yang memiliki ideologi kembali kepada Alquran dan Sunah yaitu Majlis Tafsir Alquran (MTA) di setiap materi kajiannya selalu merujuk pada Alquran dan Hadis, materi ini dicetak di lembara-lembaran kertas yang disebut dengan brosur. Dari sinilah kemudian tertarik untuk mengkaji isi brosur pada materi Amalan nisf sha’ban Ibn Majah no. 1388 yang di anggap da’if oleh (MTA). Adapun masalah yang ada dalam penelitian ini yang pertama adalah: Bagaimana kehujjahan hadis Ibn Majah no. 1388? Kedua, Bagaimana kehujjahan hadis Ibn Majah no. 1388 menurut Majlis Tafsir Alquran (MTA)? Dan ketiga, Bagaimana pendapat mayoritas ulama tentang hadis sunan Ibn Majah no. 1388? Hasil dari peneliti juga menemukan kesimpulan bahwa hadis Ibn Majah no. 1388 ini berstatus da’if karena Ibn Abi Sabrah yang banyak dinilai negatif oleh kritikus hadis. Namun status da’if yang disebutkan tidaklah membuat hadis ini ditolak, karena banyak hadis penguat yang menjelaskan tentang keutamaan nisf sha’ban seperti hadis riwayat al-Bukhari no. 1969, Muslim no. 1156, Abu Daud no. 2434, An-Nasa’i 151, dan Al-Tirmidzi no. 735. Sehingga hadis Ibn Majah no. 1388 yang setatusnya da’if namun matan hadis ini banyak yang sejalan dengan hadis lainya yang sahih. Pandangan ulama mengenai hadis Ibn Majah no. 1388 tentang keutamaan nisf Sha’ban Umar ibn ‘Abd al-Aziz pernah mengirim surat kepada pegawainya supaya menghidupkan malam nisf Sha’ban dengan banyak beribadah, Al-Allamah Syihabudin Ahmad mengatakan, untuk memperbanyak ibadah pada malam nisf Sha’ban baik dengan shalat, berdzikir atau bershalawat kepada Nabi Saw. Ibn Taimiyah mengatakan ada banyak sekali hadis Nabi tentang keutamaan nisf sha’ban dan merupakan suatu amaliyah yang biasa dilakukan ulama terdahulu. Pandangan para ulama tersebut mengenai keutamaan menghidupkan malam nisf sha’ban, menandakan bahwa di dalam bulan Sha’ban terdapat rahmat dan pengampunan Allah Swt. Key word: Hadis, Nisf Sha’ban, Majlis Tafsir Al-Qur’an (MTA

    Hadis Nisf Sha'ban menurut Majelis Tafsir Al-Qur'an (MTA) dan Ulama(Kajian Kualitas Hadis Ibn Majah No. 1388)

    Get PDF
    Muhamad Ali Rozikin, 2018. Hadis Nisf Sha’ban Menurut Majlis Tafsir Alquran dan Ulama “Kajian Kualitas Hadis Ibn Majah no. 1388” Skripsi Jurusan Ilmu Hadis Fakultas Ushuluddin dan Filsafat Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya. Masalah yang diteliti dalam karya ini berawal dari munculnya organisasi yang memiliki ideologi kembali kepada Alquran dan Sunah yaitu Majlis Tafsir Alquran (MTA) di setiap materi kajiannya selalu merujuk pada Alquran dan Hadis, materi ini dicetak di lembara-lembaran kertas yang disebut dengan brosur. Dari sinilah kemudian tertarik untuk mengkaji isi brosur pada materi Amalan nisf sha’ban Ibn Majah no. 1388 yang di anggap da’if oleh (MTA). Adapun masalah yang ada dalam penelitian ini yang pertama adalah: Bagaimana kehujjahan hadis Ibn Majah no. 1388? Kedua, Bagaimana kehujjahan hadis Ibn Majah no. 1388 menurut Majlis Tafsir Alquran (MTA)? Dan ketiga, Bagaimana pendapat mayoritas ulama tentang hadis sunan Ibn Majah no. 1388? Hasil dari peneliti juga menemukan kesimpulan bahwa hadis Ibn Majah no. 1388 ini berstatus da’if karena Ibn Abi Sabrah yang banyak dinilai negatif oleh kritikus hadis. Namun status da’if yang disebutkan tidaklah membuat hadis ini ditolak, karena banyak hadis penguat yang menjelaskan tentang keutamaan nisf sha’ban seperti hadis riwayat al-Bukhari no. 1969, Muslim no. 1156, Abu Daud no. 2434, An-Nasa’i 151, dan Al-Tirmidzi no. 735. Sehingga hadis Ibn Majah no. 1388 yang setatusnya da’if namun matan hadis ini banyak yang sejalan dengan hadis lainya yang sahih. Pandangan ulama mengenai hadis Ibn Majah no. 1388 tentang keutamaan nisf Sha’ban Umar ibn ‘Abd al-Aziz pernah mengirim surat kepada pegawainya supaya menghidupkan malam nisf Sha’ban dengan banyak beribadah, Al-Allamah Syihabudin Ahmad mengatakan, untuk memperbanyak ibadah pada malam nisf Sha’ban baik dengan shalat, berdzikir atau bershalawat kepada Nabi Saw. Ibn Taimiyah mengatakan ada banyak sekali hadis Nabi tentang keutamaan nisf sha’ban dan merupakan suatu amaliyah yang biasa dilakukan ulama terdahulu. Pandangan para ulama tersebut mengenai keutamaan menghidupkan malam nisf sha’ban, menandakan bahwa di dalam bulan Sha’ban terdapat rahmat dan pengampunan Allah Swt. Key word: Hadis, Nisf Sha’ban, Majlis Tafsir Al-Qur’an (MTA
    corecore