2,107 research outputs found

    ANALYSIS OF SOCIAL MARKETING FOR ANTI-CORRUPTION CAMPAIGN: CASE STUDY OF FILM “KITA VERSUS KORUPSI”

    Get PDF
    The paper aims to explain the application of commercial marketing theory in a social marketing campaign. This study derives from secondary sources have been conducted, including previous researches and published articles. The writer finds yhat the theory of marketing mix has been used to study the film proposition. Furthermore, another “P”, namely Partnership, and segmentation has also been added to the campaign. The marketer has applied the commercial marketing approach in the film, as one of the campaigns for anticorruption in Indonesia, to ensure that the campaign will be effectively delivered for the target audience. This finding can serve as a guideline for best practices in social marketing campaign for other sector or mission. In addition, the paper doesn’t aim to evaluate the effectiveness of the film as a social marketing campaign. It just wants to analyze the application of commercial sector marketing that applied in the film

    IMPROVING THE QUALITY OF ORGANIZATIONAL PERFORMANCE MANAGEMENT BY REPOSITION OF HUMAN RESOURCES ROLE FOR COMPETITIVE ADVANTAGE

    Get PDF
    The success of the organization is supported by performance management. Human Resources employees are the main asset for the success of the achievement of the organization's mission and vision. Effective performance management provides the basis for communicating the mission, values and goals of the organization to the employees. Management process can ensure that all Human Resources can understand the applied rules and maximize its contribution to the development of organizational performance. Along with the development of technology and information, and the higher competitive level for the achievement of organizational goals, both public and non-public, the performance management that orients to the success of goal, administration and development of strategy is required. The success of the preparation of the organization policies is also supported by the management of Human Resources. The achievement of a competitive advantage in performance management needs to be built so that the Human Resources is able to make changes by repositioning the role of Human Resources. The following strategic roles of human resources: connecting role, enabling role, monitoring role, innovating role, and adapting role, are need to be implemented and continued into organizational culture. Building up the culture requires changing management, which is a part of performance management. Key Word: Human Resources, Quality of organizatio

    PEMBINAAN KARAKTER KEWARGANEGARAAN MELALUI PEMBELAJARAN BERBASIS KEUNGGULAN LOKAL : Studi Kasus di SMA Negeri 1 Pangandaran

    Get PDF
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keresahan mengenai penurunan moral dikalangan remaja yang sebagian besar merupakan pelajar. Selain itu, masih banyaknya pembelajaran yang cenderung lebih menekankan pada perkembangan aspek knowledge, padahal seharusnya ada keseimbangan antara aspek knowledge, skill dan attitude. Melalui pembelajaran berbasis keunggulan lokal ini, sekolah berusaha untuk membangun pengetahuan peserta didik, membina karakter kewarganegaraan peserta didik, melatih skill peserta didik, serta menerapkan konsep pembelajaran bermakna melalui pemanfaatan keunggulan lokal yang ada di sekitar lingkungan sekolah. Permasalahan khusus dalam penelitian ini berkaitan dengan persepsi warga sekolah mengenai PBKL, nilai-nilai yang mendukung dalam dalam pembinaan karakter kewarganegaraan, implementasi pembinaan karakter kewarganegaraan melalui PBKL, faktor-faktor yang menghambat dan mendukung terlaksananya PBKL dan peran PBKL untuk membina karakter kewarganegaraan peserta didik. Penelitian ini dilaksanakan di SMA N 1 Pangandaran, serta melibatkan berbagai pihak yang terdiri dari guru, kepala sekolah, wakil kepala sekolah, peserta didik, dan dinas pendidikan pemuda dan olahraga (DISDIKPORA) Kabupaten Pangandaran. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui mengenai persepsi warga sekolah terhadap PBKL, nilai-nilai yang cocok diintegrasikan dalam PBKL, implementasi PBKL, faktor-faktor yang menghambat dan mendukung terlaksananya PBKL, serta peran PBKL dalam membina karakter kewarganegraaan peserta didik. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan metode penelitian studi kasus eksploratori dan teknik pengumpulan datanya adalah dengan cara wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Penelitian ini menghasilkan temuan yang menunjukkan bahwa implementasi PBKL di SMAN 1 Pangandaran memiliki berbagai faktor penghambat dan pendukung, mengintegrasikan nilai-nilai lokalnya, dan memiliki beberapa peranan diantaranya adalah sebagai sarana pembelajaran kontekstual, pendayagunaan dan pelestarian keunggulan lokal dan membina karakter kewarganegaraan peserta didik. Berdasarkan simpulan tersebut, maka diperlukan kerjasama antara pemerintah daerah, sekolah dan masyarakat untuk meminimalisir faktor penghambat serta meningkatkan kualitas pembelajaran berbasis keunggulan lokal. Selain itu juga, diperlukan adanya “komunitas” untuk membina para lulusan yang memerlukan bantuan dalam mengimplementasikan skill yang mereka dapatkan. The background of this research is fidgetiness of moral deterioration of teenagers most of whom are students. Besides, there is quite a number of learning which tends to emphasize only on knowledge aspect development, whereas there supposed to be a balance between knowledge, skill, and attitude aspect in learning. Through this local excellence based learning, the school tries to develop students’ knowledge, builds their characteristic, trains their skill, and also implement meaningful learning concept through utilization of the local excellence around the school. Specific problem in this research is related to school residents’ perception about local excellence based learning (PBKL), supporting values in civic disposition building through PBKL, the factors that obstruct and support the implementation local excellence based learning (PBKL), and the role of PBKL to build students civic disposition. This research is conducted in SMAN 1 Pangandaran by involving some parties consist of teacher, principle, vice principle, students, and also department of education, youth, and sport (DISDIKPORA) of Kabupaten Pangandaran. The goals of this research are to find out the school residents’ perception towards PBKL, the appropriate values to be integrated in PBKL, the implementation of PBKL, moreover the role of PBKL in building students civic disposition. Research approach used in this research is qualitative, by using exploratory case study method and data collecting technique used are interview, observation, and documentation study. The research shows that the implementation of PKBL in SMAN 1 Pangandaran has some obstructing and supporting factors in integrating the local values, and it has some roles such as medium of contextual learning, the utilization and preservation of local excellence and building students’ disposition. Based on that conclusion, there supposed to be a corporation between local government, school, and society to minimize obstructing factors and also to improve the quality of local excellence based learning. Furthermore, it is important to have a community to help the graduates who needs help in implementing their skill

    Total Quality Manajement dalam Penjaminan Mutu Pendidikan dan Upaya Peningkatannya

    Full text link
    Persoalan kualitas merupakan bagian penting dalam bidang pengembangan sebuah institusi pendidikan. Pendidikan mempunyai peran dalam membagun modal sosial, yang membentuk tatanan dan ketertiban umum sehingga lingkungan kondusif untuk melakukan pembangunan. Sistem pendidikan diarahkan untuk mewujudkan RISE (Relevance, Academic Atmosphere, Institutional Management, Suistability, and Efficiency).Kebijakan Pemerintah memberikan ruang pada lembaga pendidikan untuk selalu mengembangkan kualitas serta melakukan pelayanan prima kepada stakeholer-nya. Untuk itu TQM perlu diwujudkan dalam manajemen pendidikan.Salah satu penentu keberhasilan dalam implementasi TQM adalah factor kepemimpinan.Sistem Penjaminan Mutu perlu dibangun. Bebrapa poin penting dalam menjalankan penjaminan mutu perlu memperhatikan: Quality First, Stakeholder,The Next Process in Our Stakeholder, Speak with Data,Upstream Management

    Dimensi Budaya dalam Peningkatan Sumber Daya Manusia melalui Implementasi Total Quality

    Full text link
    Human resource is key factor of organization development for public and business organization. Organization development orientation does not concern directly with human being. However, it's implication is refer to human resource. Therefore, its existence is needed to be given a serious attention. One of methods is Total Quality approach. This paper discusses some problems of developing a good quality of working culture

    KINERJA GURU DALAM PEMBALAJARAN KELAS XII PROGRAM STUDI KEAHLIAN ADMINISTRASI DI SMK MUHAMMADIYAH 1 PRAMBANAN KLATEN

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja guru dalam pembelajaran kelas XII Program Studi Keahlian Administrasi di SMK Muhammadiyah 1 Prambanan Klaten. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif menggunakan pendekatan kuantitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas XII Program Studi Keahlian Administrasi yang berjumlah 44, wakil kepala kurikulum dan guru Program Studi Keahlian Administrasi SMK Muhammadiyah 1 Prambanan Klaten. Metode pengumpulan data menggunakan angket, wawancara dan dokumentasi. Uji validitas instrumen untuk menguji validitas isi angket dalam penelitian ini menggunakan pendapat dari ahli (expert judgement). Teknik analisis data terdiri dari tahap editing, tabulating, analiting dan interpretasi, serta concluding. Hasil penelitian dikategorisasikan berupa kategori sangat baik, baik, cukup baik, tidak baik, dan sangat tidak baik yang menunjukkan bahwa: 1) kinerja guru dalam perencanaan pembelajaran dianalisis dari RPP dan hasil wawancara yang telah dilakukan, menunjukkan hasil yang kurang baik. 2) Kinerja guru dalam pelaksanaan pembelajaran masuk dalam kategori cukup baik dengan skor 50,0% (22 responden). Kinerja guru dalam pelaksanaan pembelajaran dapat dilihat dari aspek pengelolaan kelas masuk dalam kategori cukup baik dengan skor 38,6% (17 responden), aspek penggunaan metode pembelajaran masuk dalam kategori tidak tepat dengan skor 31,8% (14 responden), dan aspek penggunaan media dan sumber belajar masuk dalam kategori tidak baik dengan skor 47,7% (21 responden). 3) Kinerja guru dalam evaluasi pembelajaran masuk dalam kategori cukup baik dengan skor 45,5% (20 responden). Evaluasi pembelajaran terdiri dari aspek evaluasi proses belajar masuk dalam kategori cukup baik dengan skor 47,7% (21 responden) dan aspek evaluasi hasil belajar masuk dalam kategori cukup baik dengan skor 45,5% (20 responden)

    ANALISIS BEBAN KERJA DAN BURNOUT PADA PERAWAT DI RUMAH SAKIT ISLAM JEMURSARI SURABAYA

    Get PDF
    Perawat dengan beban kerja yang terlalu berat atau kemampuan fisik yang terlalu lemah mengakibatkan perawat menderita gangguan/kelelahan kerja serta mengakibatkan efektifitas pekerjaan menurun sehingga mempengaruhi kualitas pelayanan keperawatan yang diberikan kepada pasien. Tujuan penelitian untuk mengetahui analisis beban kerja dan burnout pada perawat di RS Islam Jemursari Surabaya. Desain penelitian analitik diskriptif dengan populasi 143 perawat rawat inap dan sampel 53 responden meggunakan tehnik Purposive Sampling. Pengambilan data dengan kuesioner. Data dianalisis secara deskriptif dan disajikan dalam bentuk tabel dan narasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 53 responden sebagian besar (67,9%) mengalami beban kerja berat dan sebagian besar (50,9%) responden tidak mengalami burnout. Simpulan penelitian adalah beban kerja tidak mempengaruhi burnout. Penting untuk mengurangi kelelahan akibat kerja, perlu dilakukan refresh psikologis dengan cara melakukan penyegaran berkala, rotasi perawat, wisata alam, olahraga teratur dan lain-lain

    Pemberdayaan Perempuan melalui Wirausaha Pembuatan Makanan Kecil Berbasis Pisang di Kelurahan Tlogosari Wetan Kecamatan Pedurungan Kodya Semarang

    Full text link
    Kelurahan Tlogosari Wetan, Kecamatan Pedurungan kodya Semarang adalah suatu wilayah potensial penghasil pisang karena karena keadaan alam tanaman pisang tumbuh subur di wilayah tersebut Pada umumnya penduduk setelah panen pisang dijual segar begitu saja di pasar – pasar setelah melalui pemeraman.Akan tetapi tidak semua pisang hasil panen tidak selamanya bisa diperam sehingga pisang tersebut masih mentah. Demikian pula pisang yang sudah masak dari pemeraman tidak semuanya laku terjual pada saat itu juga, karena sifat yang mudah busuk akan mempengaruhi kualitas pisang dan sekaligus mempengaruhi nilai jualnya. Sampai saat ini umumnya pemanfaatan pisang hanya dikonsumsi dalam bentuk segar ataupun direbus hal ini dikarenakan kurangnya pengetahuan dan ketrampilan tentang pengolahan makanan kecil berbahan dasar pisang. Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, bahan pangan pasca panen yang melimpah seperti pisang dapat diolah menjadi variasi makanan yang menarik maupun menjadi produk setengah jadi yaitu tepung, sehingga dapat meningkatkan nilai jualnya dan memberikan nilai tambah dari komoditas pisang, dengan meningkatnya kreativitas makanan berbahan dasar pisang diharapkan dapat membuka peluang USAha baru, terutama masyarakat khususnya kaum perempuan di Keluraahan Tlogosari Wetan, Kecamatan Pedurungan, Kodya Semarang, untuk mengatasi masalah tersebut maka perlu memberdayakan perempuan melalui wirausaha pembuatan makakanan kecil berbasis pisang. Adapun tujuan yang ingin dicapai dari kegiatan pengabdian pada masyarakat ini adalah:1. Meningkatkan pengetahuan peserta dalam pembuatan makanan kecil berbasis pisang.2. Memberikan ketrampilan cara pembuatan makanan kecil berbasis pisang.3. Memberikan pengetahuan dan ketrampilan cara menghitung biaya produksi dan harga jualnya untuk dipasarkan. Hasil yang dicapai dalam kegiatan pelatihan ini dapat berjalan dengan baik dan sesuaidengan rencana, berdasarkan evaluasi kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang berupa pelatihan Pemberdayaan Perempuan Melalui Wirausaha Pembuatan Makanan Kecil Berbasis Pisang di Kelurahan Tlogosari Wetan Kecamatan Pedurungan Kodya Semarang melalui metode ceramah, tanya jawab, demonstrasi oleh tim pengabdian, maka para peserta dapat memahami materi pelatihan. Sehingga melalui metode latihan/praktek ibu –ibu membuat makanan kecil, adapun hasinyal 100 % dikatakan berhasil,hendaknya pelatihan tersebut dapatlah sebagai dasar pengetahuan dan keterampilan, yang selanjutnya dapat ditekuni dan dikembangkan menjadi salah satu alternatif untuk membuka USAha dengan berwirausaha
    corecore