20 research outputs found

    Pertumbuhan Eksplan Anggrek Dendrobium pada Beberapa Modifikasi Media Subkultur dengan IAA dan BAP

    Get PDF
    Pengembangan anggrek di Indonesia terkendala oleh ketersediaan bibit berkualitas dalam jumlah banyak dan waktu singkat. Permasalahan ini dapat diatasi dengan upaya perbanyakan tanaman melalui teknik kultur in vitro. dalam rangka menghasilkan plantlet dalam waktu singkat, media kultur in vitro perlu dimodifikasi dengan penambahan zat pengatur tumbuh (ZPT), seperti IAA dan BAP. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon pertumbuhan eksplan anggrek dendrobium pada beberapa konsentrasi IAA dan BAP dalam perbanyakan kultur in vitro. Penelitian dilaksanakan pada bulan Oktober hingga November 2023 di Laboratorium Kultur Jaringan Politeknik Negeri Jember. Rancangan percobaan yang digunakan pada penelitian adalah Rancangan Acak Lengkap. Perlakuan percobaan adalah konsentrasi IAA dan BAP yang ditambahkan pada media MS yang terdiri atas empat taraf, yaitu IAA 0 ppm + BAP 0 ppm (kontrol), IAA 0 ppm + BAP 0.25 ppm, IAA 0 ppm + BAP 0.25 ppm dan IAA 0.25 ppm + BAP 0.25 ppm. Peubah pengamatan meliputi tinggi tanaman, waktu muncul tunas dan jumlah tunas. Data dianalisis menggunakan ANOVA dan DMRT. Penambahan IAA 0.25 ppm + BAP 0.25 ppm merupakan perlakuan modifikasi media MS terbaik pada subkultur anggrek dendrobium yang ditunjukkan dengan pertumbuhan tanaman yang secara nyata lebih tinggi dibandingkan dengan media MS tanpa penambahan ZPT

    Humic Acid and Biofertilizer Applications Enhanced Pod and Cocoa Bean Production during the Dry Season at Kaliwining Plantation, Jember, East Java, Indonesia

    Get PDF
    Cocoa (Theobroma cacao L.) is an important crop in Indonesia, but many farmers still face problem in improving bean production. This research aimed to evaluate the effect of humic acid and biofertilizer applications on pod growth and yield of cocoa. The research was conducted at Kaliwining Plantation managed by Indonesian Coffee and Cocoa Research Institute at Jember District, East Java, Indonesia from June 2017 to February 2018. The experiment used mature tree of Sulawesi from one clone. Treatment used were humic acid at level of 0, 1000, 2000, 3000 and 4000 ppm in combination with biofertilizer at level of 0, 500, 1000, 1500 and 2000 ppm that were applied through soil and foliar respectively. Results of this experiment showed that there was an interaction between humic acid and biofertilizer on beans number per plant and photosynthesis rate. Plants treated with 1000 ppm humic acid produced the highest number of small cherelle. Biofertilizer applied at 1500 ppm increased cherelle number, healthy cherelle, number of young pods, number of harvested pods, bean weight per plant and bean yield. The combination of 1000 ppm humic acid and 1500 ppm biofertilizer increased bean production by 39.7%. The high bean production was in line with the high photosynthetic rate. Thus, humic acid and biofertilizer applications could be a way to increase cocoa bean production in this area

    Pengaruh IAA dan BAP pada Pertumbuhan Eskplan Pisang Cavendish (Musa acuminata L.) melalui Kultur In Vitro

    Get PDF
    Pisang Cavendish (Musa acuminata L.) memiliki nilai ekonomi yang tinggi dan memiliki peluang pasar yang bagus sehingga produksinya perlu ditingkatkan. Kendala yang dapat ditemukan dalam budidaya pisang adalah ketersediaan bibit yang terbatas. Salah satu alternatif untuk mengatasi kendala tersebut adalah dengan perbanyakan kultur jaringan pada media yang telah dimodifikasi dengan IAA dan BAP pada konsentrasi yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi IAA dan BAP terhadap pertumbuhan eksplan pisang pada perbanyakan secara kultur in vitro. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Kultur Jaringan Politeknik Negeri Jember, pada bulan Juli hingga November 2022. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial. Faktor pertama adalah konsentrasi IAA yang terdiri atas 2 taraf, yaitu 4 dan 5 ppm yang diperoleh dengan melarutkan IAA sebanyak 4 dan 5 mg dalam aquadest hingga 1 l. Faktor kedua adalah konsentrasi BAP yang terdiri atas 2 taraf, yaitu 8 dan 10 ppm yang yang diperoleh dengan melarutkan BAP sebanyak 8 dan 10 mg dalam aquadest hingga 1 l. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Penambahan IAA dan BAP pada media MS bermanfaat untuk meningkatkan tinggi dan jumlah tunas eksplan pisang cavendish. Penambahan 5 ppm IAA secara nyata meningkatkan tinggi tanaman pada 3 – 7 MST dan jumlah ekslan pada 7 – 12 MST dibandingkan penambahan 4 ppm IAA. Eksplan pisang cavendish yang diinokulasi pada media MS yang ditambahkan 5 ppm IAA + 8 ppm BAP menghasilkan tunas terbanyak pada 12 MST

    Sekolah Lapang Pengendalian Hama Terpadu (SL-PHT) Bawang Merah di Desa Sumber Kedawung Kecamatan Leces Kabupaten Probolinggo

    Get PDF
    Desa Sumber Kedawung, Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo merupakan desa yang sebagian besar dikelola untuk budidaya bawang merah. Terdapat permasalahan hama penyakit yang dihadapi. Petani banyak menggunakan pestisida kimia untuk menangani masalah tersebut. Berdasarkan survey, petani dapat menggunakan lebih dari 19 pestisida sintetik dan dilakukan secara terjadwal. Hal tersebut akan membuat agroekosistem menjadi tidak sehat dan memberikan dampak negatif yang berkepanjangan. Kegiatan Sekolah Lapang-Pengendalian Hama Terpadu (SL-PHT) bawang merah diberikan sebagai solusi  penggunaan pestisida kimia yang berlebihan di desa tersebut. Sekolah lapang dilaksanakan pada semester gasal tahun 2023, terdiri sosialisasi, diseminasi teknologi, monitoring dan evaluasi. Tingkat keberhasilan SL-PH bawang merah ini adalah meningkatnya pemahaman petani terhadap konsep PHT sebesar 89.47%. Kegiatan ini diharapkan dapat mendukung langkah pengembangan sentra agribisnis bawang merah yang sehat dan berkelanjutan di Desa Sumber Kedawung, Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo.Desa Sumber Kedawung, Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo merupakan desa yang sebagian besar dikelola untuk budidaya bawang merah. Terdapat permasalahan hama penyakit yang dihadapi. Petani banyak menggunakan pestisida kimia untuk menangani masalah tersebut. Berdasarkan survey, petani dapat menggunakan lebih dari 19 pestisida sintetik dan dilakukan secara terjadwal. Hal tersebut akan membuat agroekosistem menjadi tidak sehat dan memberikan dampak negatif yang berkepanjangan. Kegiatan Sekolah Lapang-Pengendalian Hama Terpadu (SL-PHT) bawang merah diberikan sebagai solusi  penggunaan pestisida kimia yang berlebihan di desa tersebut. Sekolah lapang dilaksanakan pada semester gasal tahun 2023, terdiri sosialisasi, diseminasi teknologi, monitoring dan evaluasi. Tingkat keberhasilan SL-PH bawang merah ini adalah meningkatnya pemahaman petani terhadap konsep PHT sebesar 89,47%. Kegiatan ini diharapkan dapat mendukung langkah pengembangan sentra agribisnis bawang merah yang sehat dan berkelanjutan di Desa Sumber Kedawung, Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo

    Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pelatihan Budidaya Microgreen di Desa Kesilir, Kecamatan Wuluhan, Kabupaten Jember

    Get PDF
    Kesilir Village is one of the villages in Wuluhan District, Jember, East Java with the majority of the population's main livelihood being farmers. One of the youth organizations active in the village is IPNU-IPPNU Kesilir. Most of the organizations that consist of Muslim youths are aged 15-21 years. Based on the problems obtained in the results of the preliminary survey, it was found that there were problems with the youth of the community, including the community's desire to optimize the use of abundant resources in the form of the agricultural sector in Kesilir Village and the solution that we offer to the youth of the Kesilir Village community is in the form of making microgreens As a first step for learning the modern agricultural sector, socialization about microgreens for IPNU-IPPNU Kesilir. The method used is Participatory Rural Appraisal (PRA) which is an approach method in the process of empowerment and increasing community participation that emphasizes the involvement of IPNU-IPPNU Kesilir in all activities carried out. The techniques used in Participatory Rural Appraisal (PRA) include the socialization stage, skills training stage and mentoring stage. This activity resulted in socialization of training on making microgreens, and making direct products consisting of microgreens of water spinach and mustard pakcoy. IPPNU-IPPNU youths were provided with a simulation of microgreens cultivation which is easy to do and has high economic value. From this community service, it is hoped that the IPPNU-IPPNU Kesilir will be the pioneers of microgreen cultivation in Kesilir Village, Wuluhan District, Jember. In addition, this activity can be a promising business opportunity because it has a high profit which is expected to be carried out by young people in Kesilir Village, Wuluhan District, Jember

    Water footprint of melon production under different nutrient and plant growth regulator management

    Get PDF
    Applying environmentally friendly technology in melon cultivation aims to create sustainable agriculture. Nutrient and plant growth regulators management are simple to apply and have a relatively rapid effect on melon fruit production. Water footprint assessment in melon cultivation is crucial for ensuring sustainable agricultural practices and efficient water use. This study aimed to evaluate the electroconductivity of nutrient solutions and GA3 concentration in increasing fruit production and water footprint efficiency. This research was conducted from June to September 2022 at Tefa SGH Polije. This research used a completely randomized design with treatments that consisted of nine combinations of nutrient solution electrical conductivities (2.8, 3.2, and 3.6 mS cm-1) and GA3 concentrations (0, 60, and 120 mg L-1). Observation variables were fruit diameter, edible part thickness, fruit sweetness level, fruit weight, and water footprint. Data were analyzed using ANOVA and DMRT. Applying 2.8 mS cm-1 nutrient solution (NS) + 60 mg L-1 GA3 was the best treatment according to fruit diameter, edible part thickness, and fruit sweetness level. Although statistically, it had no significant effect, 2.8 mS cm-1 NS + 60 mg L-1 GA3 increased fruit weight by 18.75% and water footprint efficiency by 15.48% compared to control. Keywords: blue water footprint; evapotranspiration; gibberellins; nutrient solutio

    Pelatihan Pemanfaatan Yellow Trap Sebagai Perangkap Serangga Ngengat di Lahan Bawang Merah Dusun Tegalrejo, Desa Sabrang, Kecamatan Ambulu, Kabupaten Jember

    Get PDF
    Tegalrejo Hamlet is in Sabrang Village, one of the villages in Ambulu District, Jember Regency, East Java, where the majority of the population work as farmers. There are farmer groups that help farmers in the process of cultivating shallot fields. Currently, the existing farmer groups are still active, aged 45-65 years. There are many problems experienced in shallot fields, namely attacks by onion caterpillar pests which are caused by moth larvae. The solution given is the use of yellow traps. Yellow trap control is an alternative control solution that is environmentally friendly and increases efficiency in processing and production results from farmers. The method used is counseling and demonstration. This extension will be carried out in May 2024. The results of this activity show that farmers are open and accept the solutions we provide well and apply the solutions we provide to their respective shallot fields. From this outreach activity, it is hoped that farmers and Tegalrejo Village farmer groups will become pioneers in using yellow traps in shallot fields to suppress moth attacks

    Pemanfaatan Plant Growth Promoting Rhizobacteria Guna Mendukung Pertanian di Kecamatan Jelbuk, Kabupaten Jember

    Get PDF
    Jelbuk District, Jember Regency is an area with natural resource potential in the form of superior agricultural commodities which include food crops, horticulture and plantations such as rice, corn, cayenne pepper, bananas, coconut and tobacco. This potential makes Jelbuk District one of the areas that makes an important contribution in producing agricultural products in Jember Regency. However, the sustainability of the potential of natural resources and the contribution of agriculture in Jelbuk District has faced the problem of local farmers who were still dependent on chemical fertilizers and pesticides which besides being expensive can also be detrimental to the environment. In order to solve these problems, it was necessary to carry out socialization and counseling activities related to the utilization of plant growth promoting rhizobacteria (PGPR) which have been widely studied to increase plant growth and production as well as the efficiency of the use of chemical inputs. Community service activities were conducted in August 2022 in Sucopangepok Village, Jelbuk District, Jember Regency through three stages, namely situation analysis and preparation, socialization and counseling and assistance. Socialization and counseling is carried out with material assistance using the panel method. The results of community service show that science and technology transfers related to the use of PGPR in plant cultivation can be accepted by partners as shown by the high enthusiasm of partners through active discussions on programs that have been socialized

    Pengembangan UKM Jamur Sehat COF di Jember melalui Produksi Bibit F1 dan Penerapan SOP Budidaya Jamur serta Teknologi Smart Kumbung

    Get PDF
    Jamur merupakan salah satu sayuran yang sangat diminati pasar karena mengandung gizi yang tinggi terutama protein, ramah lingkungan, mudah dibudidayakan dengan waktu panen yang cepat dan bernilai ekonomi yang tinggi. UKM Jamur Sehat COF merupakan salah satu pelaku agribisnis jamur di Kecamatan Patrang, Kabupaten Jember yang perlu dikembangkan dalam menghadapi beberapa permasalahan pada aspek produksi, pengolahan dan pemasaran. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengembangkan UKM Jamur Sehat COF melalui program-program yang difokuskan pada produksi bibit jamur berkualitas tinggi, penerapan budidaya jamur sesuai SOP yang didukung Teknologi Smart Kumbung dan perbaikan sistem pemasaran yang berkelanjutan. Hasil dari kegiatan pengabdian ini menunjukkan bahwa UKM Jamur Sehat COF, telah mampu melakukan budidaya jamur sesuai SOP, memproduksi bibit jamur berkualitas melalui kultur in vitro, menerapkan Smart Kumbung berbasiskan IOT, meningkatkan kualitas dan diversifikasi produk olahan serta pemasaran jamur berbasiskan e-commerce
    corecore