80 research outputs found
CULTURAL CONTENTS OF A JUNIOR HIGH SCHOOL ENGLISH TEXTBOOK
Budaya selalu hadir dalam pengajaran dan pembelajaran bahasa Inggris. Budaya juga hadir dalam buku teks yang dikembangkan untuk memfasilitasi pengajaran dan pembelajaran bahasa Inggris. Beberapa penelitian telah mencoba untuk menyelidiki konten budaya yang tercakup dalam buku teks bahasa Inggris. Namun, ada kekurangan studi seperti itu dalam konteks Indonesia yang mengeksplorasi tidak hanya jenis konten budaya yang dicakup buku teks tetapi juga budaya yang diwakili oleh konten tersebut. Selain itu, studi tentang konten budaya dalam buku teks jarang menyertakan pendapat penulis. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konten budaya dalam sebuah buku teks bahasa Inggris. Penelitian ini menggunakan desain penelitian studi kasus kualitatif. Buku teks untuk siswa kelas 9 di Indonesia dipilih sebagai sumber data dalam penelitian ini. Selain itu, penulis buku teks yang juga seorang guru bahasa Inggris diwawancarai. Untuk mengetahui jenis konten budaya yang terkandung dalam buku teks, kerangka kerja analisis konten budaya dari Moran (2001) dan Cortazzi dan Jin (1999) digunakan. Temuan mengungkapkan bahwa buku teks mengandung semua jenis konten budaya termasuk products, practices, perspectives, communities dan persons. Jumlahnya didominasi oleh cultural products yang terdiri dari benda-benda konkret seperti makanan, pakaian dan tempat-tempat yang dapat ditemukan dalam budaya siswa sendiri, sedangkan jenis konten budaya yang paling sedikit disajikan adalah cultural communities. Konten budaya tersebut disajikan dalam dialog, gambar, tugas, dan bacaan bacaan.
Culture is always present in English language teaching and learning. It also exists in the textbooks developed to facilitate English teaching and learning. Several studies have tried to investigate cultural contents covered in English textbooks. However, there is a lack of such studies in Indonesian context that explore not only the types of cultural contents the textbook covers but also the cultures that those contents represent. Moreover, studies on cultural contents in textbooks rarely include the author’s opinion. Therefore, the present study aims to analyze cultural contents in a textbook. This study employed a qualitative case study research design. A textbook for 9th grade students in Indonesia was chosen as the data source in this study. In addition, the author of the textbook who is also an English teacher was interviewed. To find out the kinds of cultural contents contained in the textbook, a cultural content analysis framework from Moran (2001) and cultural category from Cortazzi and Jin (1999) were used. The findings revealed that the textbook contains all types of cultural contents including products, practices, perspectives, communities and persons. The number is dominated by cultural products consisting of concrete objects such as food, clothes and places that can be found in the students’ own culture, while the least presented type of cultural contents is the community of culture. Those cultural contents are presented in dialogues, pictures, tasks and reading passages
Implementasi Profil Pelajar Pancasila Dalam Pembelajaran Pendidikan Pancasila Di Sma N 9 Semarang
Profil pelajar Pancasila mempunyai tujuan yaitu memperkenalkan karakter bangsa dan kemampuan global perlu dimiliki pelajar Pancasila, sejalan sesuai nilai nilai luhur Pancasila, serta mempunyai makna mencetak penerus hebat dimana mampu mengikuti perkembangan zaman. Penelitian ini mendapatkan bahwa penerapan profil pelajar Pancasila belum ideal atau belum maksimal karena adanya berbagai hambatan seperti minimnya minat siswa terhadap mata pelajaran dan siswa masih pasif dalam belajar. Implementasi Profil Pelajar Pancasila seharusnya bisa menjadi pedoman dalam menciptakan karakter siswa Indonesia pada masa yang akan datang. Karena merupakan suatu dasar dalam Profil Pelajar Pancasila yang wajib menjadi pelekat atau pada setiap peserta didik. Figur itu akan selalu ada pada tingkah laku maupun sikap peserta didik pada waktu sehari hari. Begitu pula, pada pendidikan akan berakhir pada satu tujuan yang terdapat pada program-program dan kegiatan pembelajaran disetiap sekolah Profil Pelajar Pancasila membentuk pelajar Indonesia menjadi pembelajar sepanjang masa yang mempunyai kapabilitas secara luas dan berintegritas sepadan pada nilai-nilai Pancasila dengan 6 ciri utama : (1) beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak mulia, (2) berkebinekaan global, (3) bergotong royong, (4) mandiri, (5) bernalar kritis, (6) kreati
Vocational Students’ Perception towards Learning English through Social Media
This study investigates vocational students' perceptions of using social media as a tool for learning English. With the increasing prevalence of social media platforms in students' daily lives, their potential in supporting language acquisition has become a relevant subject of inquiry. This research employs a descriptive qualitative approach, using a structured questionnaire with a 4-point Likert scale to gather data from 114 vocational high school students. The results show that students view social media positively in terms of its contribution to improving their English learning. Respondents reported that social media platforms make learning more enjoyable, reduce anxiety, boost confidence, and foster independent learning. Students also perceived improvements in core language skills—listening, speaking, reading, and writing—as well as vocabulary, pronunciation, and grammar. However, the study also identified challenges, including exposure to inappropriate content, privacy concerns, and limited internet access. These findings emphasize the need for digital literacy and proper guidance to fully leverage the educational advantages of social media. The study concludes that, with suitable teaching approaches and awareness of possible drawbacks, social media serves as an effective supplementary resource for vocational students learning English
Analisis Statis Desain Chassis Kendaraan Listrik 2 Penumpang
Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan sebuah rancangan chassis kendaraan listrik yang aman dan nyaman. Metode penelitian yang digunakan adalah metode Research And Development (R&D) dengan bantuan perangkat lunak (software) yang mampu untuk pembuatan suatu model dalam bentuk gambar 3 dimensi, dalam hal ini software yang digunakan adalah Autodesk Inventor 2019. Autodesk Inventor 2019 dapat menguji kontruksi chassis yang dapat mengetahui nilai Von-Misses Stress, Displacement dan Safety Factor pada konstruksi frame kendaraan listrik. Dari hasil analisis perancangan chassis kendaraan listrik diperolehkan hasil pengujian yang dilakukan secara perhitungan komputer dimana angka dari tiap-tiap bagian yang diuji nilai safety factor sangat aman. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa desain chassis yang dibuat adalah jenis ladder frame yang dapat digunakan untuk kendaraan listrik 2 penumpang. Nilai Von-misses stresses pada material Steel AISI 1035, Besi Hollow ASTM A 500 dan Aluminium Alloy AA 6063-T6 berturut-turut adalah 5.53 x 107 Pa, 5.52 x 107 Pa dan 5.53 x 107 Pa. Nilai Displacement pada material Steel AISI 1035, Besi Hollow ASTM A 500 dan Aluminium Alloy AA 6063-T6 berturut-turut adalah 0.141 mm, 0.141 mm dan 0.250 mm. Nilai Safety factor pada material Steel AISI 1035, Besi Hollow ASTM A 500 dan Aluminium Alloy AA 6063-T6 berturut-turut adalah 6.689, 4.875 dan 3.067. Desain chassis ladder frame yang dibuat dengan material Steel Aisi 1035 memiliki safety factor yang lebih tinggi dibandingkan dengan material Besi Hollow ASTM A 500 dan Aluminium Alloy AA 6063-T6. Tetapi pada tahap fabrikasi di lapangan lebih memilih material Besi Hollow ASTM A 500, alasanya menggunakan material Besi Hollow ASTM A 500 karena material Besi Hollow ASTM A 500 memiliki nilai yield strength yang tidak jauh dengan material Steel Aisi 1035. Dan alasan lainya yaitu karena Besi Hollow ASTM A 500 memiliki nilai safety factor yang sudah di atas angka 4 dan pastinya harga Besi Hollow ASTM A 500 relative lebih terjangkau dibandingkan dengan material Steel Aisi 1035
Pelatihan pembuatan bodi kendaraan bagi SMK berbasis pesantren
Abstrak SMK Roudlotul Mubtadiin Balekambang merupakan SMK yang berbasis Pesantren yang sedang mengembangkan kendaraan listrik. Bodi yang saat ini dibuat hanya menggunakan campuran fiberglass dan resin kemudian di cat. Hasil dari pembuatan bodi masih terlalu tipis, terlihat belum rata, dan kurang memuaskan. Berdasarkan hasil penelitian sebelumnya, menunjukkan bahwa bodi kendaraan listrik yang dikembangkan belum diukur secara matematis terkait kekuatan dan tampilan bodi yang kurang baik. Pelaksanakan program pengabdian kepada masyarakat ini ditempuh dengan berbagai metode agar target luaran yang diharapkan dapat tercapai dengan efektif dan efisien. Beberapa metode yang ingin diterapkan antara lain dengan ceramah, demonstrasi, praktik langsung, dan pendampingan. Pilihan metode disesuaikan dengan materi dan tujuan yang ingin dicapai. Berdasarkan hasil pelatihan hasil pre-test diperoleh rata-rata pengetahun siswa sebesar 47,9 dengan nilai terendah 25 dan tertinggi 25. Hasil post-test menunjukkan bahwa skor terendah pengetahuan pembuatan bodi kendaraan listrik yaitu sebesar 50 dan tertinggi sebesar 85, dengan rata-rata nilai sebesar 67,83. Berdasarkan hasil pre-test dan post-test maka terdapat peningkatan pengetahuan sebesar 41,60%. Selain peningkatan pengetahuan, juga terdapat peningkatan pembuatan bodi kendaran listrik dengan material komposit ramah lingkungan. Kata kunci: bodi; komposit; kendaraan listrik; pesantren. Abstract Roudlotul Mubtadiin Balekambang Vocational School is an Islamic boarding school-based vocational school that is developing electric vehicles. The body that is currently made using only a mixture of fiberglass and resin is then painted. The results of making the body are still too thin, look uneven, and unsatisfactory. Based on the results of previous studies, shows that the body an electric vehicle that has been developed has not been measured mathematically regarding the strength and appearance the body that is not good. The implementation of this community service program is carried out by various methods to achieve the expected output targets effectively and efficiently. Some of the methods to be applied include lectures, demonstrations, hands-on practice, and mentoring. The choice of method is adjusted to the material and objectives to be achieved. The pre-test training results obtained an average student knowledge of 47.9 with the lowest score of 25 and the highest score of 25. The post-test results showed that the lowest score for knowledge of electric vehicle body making was 50 and the highest was 85, with an average value of 67.83. Based on the pre-test and post-test results, there was an increase in knowledge of 41.60%. In addition to increasing knowledge, there is also an increase in the manufacture of electric vehicle bodies with environmentally friendly composite materials. Keywords: body; composite; electric vehicle; islamic boarding school
The effect of brand image, brand trust and reference group on the buying decision of sneakers
Purpose: The purpose of conducting this study was to test the effect of brand image, brand trust, and reference group on buying decision of sneakers.
Research methodology: This study took the primary data through questionnaires distribution. The analytical method used is multiple-linear regression.
Results: The finding from hypothesis testing results is that brand image, brand trust, and reference group have positive effect on buying decision of sneaker shoes.
Limitations: The testing involved only 3 factors, while generally, buying decision is often affected by some other factors for example, price, taste, and others.
Contribution: This study can be used to add insight and reference for the next study, especially in the marketing of sneakers.
Keywords: Brand image, Brand trust, Reference group, Sneaker
Pengaruh Modal Fisik dan Sumber Daya Manusia terhadap Indeks Inklusif di Indonesia
Economic growth figures are one indicator to assess economic success. During the period of 2011-2017, Indonesia's economic growth rate was quite good, with at an average of 5,4 percent per year. However, these conditions have not been matched by a significant reduction in the level of poverty and inequality, and the level of employment has not been optimized. This indicates that the growth that has occurred has not been inclusive. This study to find out how the level of inclusive growth in Indonesia, measured by the inclusiveness index and the factors of development of physical capital and human resources that influence. The method of this study use panel data regression approach. The findings show that in the period 2011-2017, the level of inclusiveness index value in Indonesia is in the middle category. The variable of physical capital development in the form of government capital expenditure is statistically significant influencing the inclusiveness index in Indonesia, while the value of private capital investment has no significant effect. Human resource development variables, in the form of LFPR, RLS, and health complaints were statistically significant for the inclusiveness index in Indonesia, while government spending on education and health not significantly affected the inclusiveness index in Indonesia
Ibu sebagai komponen penting dalam pemasyarakatan berkendara yang aman: penyuluhan safety riding for MOM (berkendara yang aman) pada Ibu-ibu PKK Kelurahan Ngijo, Gunungpati, Kota Semarang
Abstrak Beberapa penelitian menyebutkan bahwa ketertiban dalam berkendara berkaitan dengan tingkat pendidikan, ketrampilan dalam mengendarai kendaraan, dan kesadaran dalam berlalu lintas. Stigma di masyarakat menuduh pengendara yang tidak tertib umumnya adalah wanita terkhusus kaum ibu. Sementara ibu adalah guru pertama dan utama bagi anak-anaknya maka asumsinya orang tua (ibu) yang baik dalam berkendara maka akan didapatkan pula anak-anak yang baik dalam berkendara. Berdasar latar belakang di atas, maka sebagai wujud tri dharma perguruan tinggi diadakan kegiatan pengabdian masyarakat dalam bentuk penyuluhan Safety Riding for MOM (berkendara yang aman) yang dilakukan oleh beberapa dosen Teknik Mesin UNNES kepada ibu-ibu PKK Kelurahan Ngijo, Gunungpati, Kota Semarang. Kegiatan ini dilakukan dengan metode ceramah dan praktek. Sebagai simpulan, para peserta sangat antusias dan memahami materi yang disampaikan, ditandakan dengan terjawabnya 73% secara benar posttest dalam game dan dikategorikan serapan materi cukup baik. Kata kunci: penyuluhan; safety riding; PKK; Kelurahan Ngijo Abstract Several studies have stated that orderliness in driving is related to the level of education, skills in driving vehicles, and awareness in traffic. Stigma in society accuses unruly drivers are generally women, especially mothers. While mothers are the first and foremost teachers for their children, the assumption is that parents (mothers) who are good at driving will also produce children who are good at driving. Based on the background above, as a manifestation of the tri dharma of higher education, a community service activity was held in the form of counseling on Safety Riding for MOM (safe driving) which was carried out by several UNNES Mechanical Engineering lecturers to PKK mothers in Ngijo Village, Gunungpati, Semarang City. This activity was carried out using lecture and practice methods. In conclusion, the participants were very enthusiastic and understood the material presented, indicated by 73% of the posttest answers being answered correctly in the game and categorized as quite good material understanding. Keywords: counseling; safety riding; PKK; Ngijo Villag
ANALISIS EFEKTIFITAS PROMOSI MELALUI INSTAGRAM DALAM MENINGKATKAN MINAT MASYARAKAT MENONTON ANTV
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana efektifitas komunikasi promosi yang dilakukan oleh ANTV , berkaitan dengan berbagai pedoman dan budaya organisasi dalam perusahaan , instagram menjadi salah satu media sosial yang paling banyak digunakan masyarakat saat ini, dan dimanfaatkan ANTV sebagai media promosi untuk tayangan – tayangannya saat ini. Bagaimana efektifitas dari promosi yang dilakukan oleh tim sosial media untuk menarik minat masyarakat untuk menonton tayangan di ANTV melalui instagram. Promosi melalui instagram diharapkan semakin banyak masyarakat yang menonton tayangan di ANTV, dan memberikan hasil positif yaitu rating program yang baik dan bisa bersaing dengan program televisi lainnya serta tayangan tayangan digital di platform seperti Youtube. Dengan adanya rating program yang tinggi, akan menjadi bahan pertimbangan bagi pemasang iklan. Metode kualitatif digunakan untuk memberikan penjelasan yang maksimal tentang strategi yang dilakukan tim sosial media untuk mempromosikan dan memancing penonton menyaksikan tayangan tersebut. Terbukti bahwasanya instagram menjadi alat yang tepat sebagai media promosi
ANALISIS EFEKTIFITAS PROMOSI MELALUI INSTAGRAM DALAM MENINGKATKAN MINAT MASYARAKAT MENONTON ANTV
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana efektifitas komunikasi promosi yang dilakukan oleh ANTV , berkaitan dengan berbagai pedoman dan budaya organisasi dalam perusahaan , instagram menjadi salah satu media sosial yang paling banyak digunakan masyarakat saat ini, dan dimanfaatkan ANTV sebagai media promosi untuk tayangan – tayangannya saat ini. Bagaimana efektifitas dari promosi yang dilakukan oleh tim sosial media untuk menarik minat masyarakat untuk menonton tayangan di ANTV melalui instagram. Promosi melalui instagram diharapkan semakin banyak masyarakat yang menonton tayangan di ANTV, dan memberikan hasil positif yaitu rating program yang baik dan bisa bersaing dengan program televisi lainnya serta tayangan tayangan digital di platform seperti Youtube. Dengan adanya rating program yang tinggi, akan menjadi bahan pertimbangan bagi pemasang iklan. Metode kualitatif digunakan untuk memberikan penjelasan yang maksimal tentang strategi yang dilakukan tim sosial media untuk mempromosikan dan memancing penonton menyaksikan tayangan tersebut. Terbukti bahwasanya instagram menjadi alat yang tepat sebagai media promosi
- …
