65 research outputs found

    Penyuluhan Tentang Bahaya Penyalahgunaan Narkoba Bagi Siswa di SMA Negeri 1 Lembar Kabupaten Lombok Barat

    Get PDF
    Bahaya penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja sangat besar pengaruhnya terhadap negara, jika sampai terjadi pemakaian besar-besaran, maka bangsa Indonesia menjadi bangsa yang sakit, apabila terjadi demikian negara akan rapuh dari dalam karena ketahanan nasional merosot. Kegiatan pengabdian pada masyarakat ini dilakukan dengan tujuan agar khalayak sasaran, yaitu siswa SMAN 1 Lembar Kabupaten Lombok Barat dapat memahami faktor-faktor penyebab penyalahgunaan narkoba di kalangan siswa, memahami dampak atau bahaya penyalahgunaan narkoba di kalangan siswa dan upaya atau solusi untuk mencegah penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja atau siswa.  Solusinya adalah dengan mengikutsertakan keluarga, menekankan secara jelas kebijakan tidak pada narkoba dan meningkatkan kepercayaan antara orang dewasa dan anak-anak. Target luaran adalah terpolanya pengetahuan dan pemahaman siswa tentang faktor-faktor, dampak dan solusi dalam mencegah terjadi penyalahgunaan narkoba. Metode pelaksanaan kegiatan adalah penyluhan dan FGD. Metode penyuluhan digunakan untuk memberikan informasi atau pengetahuan dan pemahaman siswa tentang faktor-faktor dan bahaya penyalahgunaan narkoba   bagi siswa di SMA Negeri 1 Lembar Kabupaten Lombok Barat.  Focus Group Discussion (FGD) digunakan dalam rangka mencari solusi atau upaya untuk mencegah penyalahgunaan narkoba bagi siswa di SMA Negeri 1 Lembar Kabupaten Lombok Barat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat menunjukkan hasil sebagaimana yang diharapkan. Hal tersebut didukung oleh beberapa faktor: (1) urgensi materi yang disampaikan oleh tim pelaksana pengabdian dalam rangka mencegah penyalahgunaan narkoba bagi siswa SMA Negeri 1 Lembar (2) Adanya dukungan dari pihak Kepala SMA Negeri 1 Lembar dan para khalayak sasaran kegiatan. Sementara   faktor penghambat tidak menjadi penghalang namun bisa diatasi oleh tim pelaksana pengabdian, sehingga kegiatan pengabdian dapat terlaksana dan mencapai hasil sebagaimana diharapkan

    PELAYAN PUBLIK DALAM PEMBUATAN E-KTP DI KECAMATAN ASAKOTA KOTA BIMA

    Get PDF
    This study aims to determine the service of making electronic identity card (e-KTP), covering the simplicity of procedures, clarity in making e-KTP, certainty of service time, facilities and infrastructure that support e-KTP services, discipline, politeness and friendliness, disability services at the Asakota Kota Bima District Office, as well as factors that influence the service of making e-KTP, both internally and externally. This study was conducted in the District of Asakota which is located at jln. ULE Kedo RT 17 RW 07 Ule Village, Bima City. Data collection is done by research, observation, interviews and documentation. The speakers consisted of the Secretary of Asakota Kecapatan Sub-District, Head of population Section , Asakota Sub-District, and the informants were the public. The data were analyzed using miles and Huberman Interactive data Analysis. The findings of this study are in the implementation of public services in the manufacture of e-ID cards can be said to be quite clear, it is simple and not too confusing to the public as the applicant, the information is very clear, the certainty of ID card printing time is very long, the facilities and infrastructure available can be said to be sufficient to support service activities and the existence of disability services are quite good. Although in practice there are still some obstacles that must be faced

    PENANAMAN MORAL PADA ANAK DIDIK PEMASYARAKATAN MELALUI PEMBINAAN KEAGAMAAN (STUDI DESKRIPTIF DI LEMBAGA PEMBINAAN KHUSUS ANAK KELAS II LOMBOK TENGAH)

    Get PDF
    Abstrak: penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi penanaman moral pada anak didik pemasyarakatan melalui pembinaan keagamaan dan faktor pendorong dan penghambat dalam penanaman moral pada anak didik pemasyarakatan di LPKA Kelas II Lombok Tengah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Penentuan subjek dan informan dalam penelitian ini berdasarkan kriteria-kriteria. Data yang telah terkumpul dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Data yang telah dianalisis diuji kembali melalui triangulasi sumber dan waktu. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa strategi penanaman moral pada anak didik pemasyarakatan melalui pembinaan keagamaan di LPKA Kelas II Lombok Tengah meliputi kegiatan solat berjamaah, mengaji, dan tausiyah. Faktor pendorong dalam penanaman moral pada anak didik pemasyarakatan meliputi petugas, sarana dan prasarana, lingkungan keluarga, lingkungan sekolah, dan lingkungan pemerintah. Faktor penghambat meliputi perilaku anak didik pemasyarakatan, kurangnya pengetahuan agama, dan lingkungan keluarga.Abstract:  This study aims to describe the strategy of moral cultivation in fostered students through religious guidance and to describe the supporting and inhibiting factors in cultivating moral of fostered students at LPKA Class II Central Lombok. This research is a qualitative descriptive study. The subject and the informer of the study were selected according to some criteria. The data that has been collected is analyzed through data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The analyzed data was retested through triangulation of source and time. The results of this study showed that the strategy of moral cultivation of fostered students in LPKA Class II Central Lombok using religious guidance includes congregational prayer, reciting Qur’an, and tausiyah. The supporting factors in moral cultivation of fostered students include officers, facilities and infrastructure, family environment, school environment, and government environment. Meanwhile, the Inhibiting factors include the behavior of fostered students, lack of religious knowledge, and family environment

    The Effect of Information Technology on Learning (A Study on Civic and Pancasila Education Students at Mataram University)

    Get PDF
    Abstract: The aim of this research was to know how students completed their academic assignments, the reason why they completed the assignment the way they did, the effects from their choice of approach, and how to solve them. Data collection was done by using documentation, think aloud technique, and focus group discussion. The data analysis was done by using Glaser and Strauss model. The results showed that 91.1% of Civic and Pancasila Education students completed their academic assignments by copying from the Internet. Internal factors consisted of laziness, hedonistic attitude, the tendency to get everything instantly, and lack of awareness about the importance of developing positive mentality and noble character. Meanwhile, external factors consisted of the availability of information on the Internet and the type of task assigned. The effect of such tendency could be categorized into two kinds: short-term and long-term effect. The short-term effect was that the mastery of students’ knowledge was only on the level of “knowing” (C1) and slightly shifted to the level of “understanding” (C2), incomplete and undetailed information about the materials, the materials were not stored in the long term memory, and the students’ way of thinking was not systematic and linear. The long-term effect included the students’ cognitive structure as well as their character which would not be well developed. There were two solutions to address the issue, namely instrumental and mental solution. Instrumental solution included the provision of textbooks, reference books, and the courses’ list of reference books, while mental solution included developing students’ awareness about the importance of scientific way of thinking, building a good attitude and character in everyday’s life, including in the learning process.Keywords: character, cognitive structure, information technology, teaching and learningAbstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana mahasiswa menyelesaikan tugas akademiknya, alasan mengapa mereka menyelesaikan tugas akademiknya dengan cara-cara tersebut, dampak yang ditimbulkan, dan bagaimana cara mengatasinya. Pengumpulan data dilakukan dengan dokumentasi, think aloud, dan focus group discussion (FGD). Analisis dilakukan dengan model analisis Glaser dan Strauss. Berdasarkan analisis yang dilakukan ditemukan 91,1% mahasiswa Civic Education menyelesaikan tugas akademiknya dengan menyalin-rekat dari internet. Faktor yang menyebabkannya adalah: (1) faktor dari dalam berupa malas, hedonis, instan, dan kurangnya kesadaran tentang pentingnya membangun struktur mental dan karakter yang mulia. (2) faktor dari luar berupa tersedianya semua jenis informasi di internet dan jenis tugas yang diberikan. Dampak yang ditimbulkan adalah (1) dampak jangka pendek, yaitu penguasaan ilmu mahasiswa hanya pada level mengetahui (C1) dan sedikit bergerak ke level memahami (C2), pemahamannya tidak lengkap dan detail, materi tidak terdorong masuk dalam long terms memory, cara berpikir tidak linear dan sistematis dan (2) dampak jangka panjang, yaitu struktur mental mahasiswa tidak berkembang secara lengkap dan sikap mental berkembang kurang baik. Ada dua solusi yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut, yaitu (1) solusi yang bersifat instrumental, yaitu; penyediaan buku ajar, buku-buku referensi, dan daftar referensi mata kuliah; dan (2) solusi yang bersifat psikis/mental, yaitu membangun kesadaran mahasiswa tentang pentingnya membangun cara berpikir ilmiah, sikap, dan karakter yang mulya dalam kehidupan sehari-hari termasuk dalam proses pembelajaran.Kata kunci: karakter, pembelajaran, struktur mental, teknologi informas

    PERNIKAHAN PADA ANAK USIA SEKOLAH DI DESA PAOK PAMPANG KECAMATAN SUKAMULIA KABUPATEN LOMBOK TIMUR

    Get PDF
    Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Pernikahan pada anak usia sekolah di Desa Paok Pampang Kecamatan Sukamulia Kabupaten Lombok Timur; (2) Faktor penyebab terjadinya pernikahan pada anak usia sekolah di Desa Paok Pampang Kecamatan Sukamulia Kabupaten Lombok Timur; (3) Upaya pemerintah desa dalam menangani pernikahan pada anak usia sekolah di Desa Paok Pampang Kecamatan Sukamulia Kabupaten Lombok Timur. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis Miles and Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pernikahan anak usia sekolah di Desa Paok Pampang Kecamatan Sukamulia Kabupaten Lombok Timur masih tergolong cukup tinggi. Faktor penyebab pernikahan anak di Desa Paok Pampang adalah faktor lingkungan, faktor budaya dan faktor pendidikan. Upaya yang dilakukan oleh Pemerintah Desa Paok Pampang Kecamatan Sukamulia Kabupaten Lombok Timur untuk menekan laju dari pernikahan anak usia sekolah adalah dengan membuat suatu Peraturan Desa (Perdes), sosialisasi, diskusi, dan ceramah-ceramah tentang pencegahan pernikahan pada usia sekolah.Abstract:  This study aims to determine: (1) Marriage of school-age children in the village of Paok Pampang Sukamulia District East Lombok Regency; (2) Factors that cause marriage in school-age children in Paok Pampang Village, Sukamulia District, East Lombok Regency; (3) The village government’s efforts in dealing with marriage for school-age children in Paok Pampang Village, Sukamulia District, East Lombok Regency. The approach used in this research is a qualitative approach with the type of case study research. Data collection techniques used are observation, interviews, and documentation. The data analysis technique used the Miles and Huberman analysis technique. The results showed that the marriage of school-age children in Paok Pampang Village, Sukamulia District, East Lombok Regency was still quite high. Factors causing child marriage in Paok Pampang Village are environmental factors, cultural factors and educational factors. Efforts made by the Paok Pampang Village Government, Sukamulia District, East Lombok Regency to reduce the rate of marriage of school-age children are to make a Village Regulation (Perdes), socialization, discussions, and lectures on prevention marriage at school age

    STRATEGI PEMERINTAH DAERAH DALAM MENANGGULANGI ANGKA PUTUS SEKOLAH DI DESA KUTA LOMBOK TENGAH

    Get PDF
    The local government's strategy in tackling dropout rates in Kuta Village, Central Lombok, is carried out to improve the quality of education in the area, especially in basic education so that it can create quality and quality human resources. This study aims to describe the strategy of the local government in tackling dropout rates and the factors that influence the implementation of dropout rate management strategies. The approach used in this research is qualitative with a case study type. The collected data were analyzed descriptively through data reduction, data presentation, drawing conclusions, and data triangulation. The results of this study indicate that there are 5 strategies formulated by the local government, namely socialization, school operational assistance funds, scholarships, interest and talent development, literacy and numeracy, community learning activity centers. The factors that can influence the implementation of local government strategies in tackling dropout rates are divided into 2 factors, namely inhibiting and supporting

    STRATEGI PEMERINTAH DAERAH DALAM MENANGGULANGI ANGKA PUTUS SEKOLAH DI DESA KUTA LOMBOK TENGAH

    Get PDF
    The local government's strategy in tackling dropout rates in Kuta Village, Central Lombok, is carried out to improve the quality of education in the area, especially in basic education so that it can create quality and quality human resources. This study aims to describe the strategy of the local government in tackling dropout rates and the factors that influence the implementation of dropout rate management strategies. The approach used in this research is qualitative with a case study type. The collected data were analyzed descriptively through data reduction, data presentation, drawing conclusions, and data triangulation. The results of this study indicate that there are 5 strategies formulated by the local government, namely socialization, school operational assistance funds, scholarships, interest and talent development, literacy and numeracy, community learning activity centers. The factors that can influence the implementation of local government strategies in tackling dropout rates are divided into 2 factors, namely inhibiting and supporting

    Pelatihan Pengembangan Metode Pembelajaran Inovatif Pada Guru-Guru Ma/M.Ts Pondok Pesantren Al Raisyiah Sekarbela Mataram

    Get PDF
    Kegiatan pengabdian pada masyarakat ini dilaksanakan berangkat dari fakta masih banyak kelemahan guru-guru Pondok Pesantren Al Raisyiah Sekarbela. belum mampu merancang dan menerapkan Metode Pembelajaran Inovatif secara optimal, padahal kegiatan ini merupakan salah satu ttugas guru yang professional. Tujuan pengabdian ini adalah untuk memberikan bekal kompetensi para guru MA/M.Ts Pondok Pesantrenà Al Raisyiah Sekarbela. mengembangkan Metode Pembelajaran Inovatif sesuai dengan kurikulum 2013. Solusi yang ditawarkan dalam pengabdian ini adalah melakukan serangkaian kegiatan In Service Training (IST) dan On Service Training (OST) dalam mengembangkan Metode Pembelajaran Inovatif sesuai dengan kurikulum 2013. Kegiatan In Service Training (IST) dan On Service Training (OST) ini diikuti oleh 25 guru MA/M.Ts Pondok Pesantren Al Raisyiah Sekarbela sebagai peserta. Hasil pengabdian menunjukan (1) Secara umum Guru-Guru MA/M.Ts Pondok Pesantrenà Al Raisyiah Sekarbela telah memahami konsep pengembangan Metode Pembelajaran Inovatif sesuai dengan kurikulum 2013. Selain itu, rata-rata guru memahami secara komprehensif tentang bagaimana merancang metode pembelajaran Inovatif sesuai dengan kurikulum 2013. à(2) Adanya komitmen guru untukà melakukan perubahan kerangka pikir dalam masalah pendidikan khususnya peningkatan mutu dan relevansi pendidikan melalui pengembangan Metode Pembelajaran Inovatif sesuai dengan kurikulum 2013, (3) Diperolehnya skenario pengabdian dalam bentuk IST dan OST yang cukup efektif dalam membantu guru meningkatkan kompetensi para guru tentang cara mengembangkan Metode Pembelajaran Inovatif sesuai kurikulum 2013

    ANALISIS PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN INQUIRY DALAM MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS PADA MATA PEMBELAJARAN PPKN KELAS VII DI SMPN 2 LABUAPI

    Get PDF
    Students' lack of ability to analyze and solve problems is one of the problems that occurs at SMPN 2 Labuapi, especially in the Civics Learning subject where the inquiry learning model is the teacher's attempt to overcome this problem. The researcher aims to determine how to use the inquiry learning model in developing critical thinking skills in Civics learning subjects in class VII SMPN 2 Labuapi. In this research, the type of research used is qualitative with a phenomenological approach which aims to obtain real information by looking and listening more closely and in detail. from the individual's explanation and understanding of his or her experience. In data collection, the data collection techniques used by researchers are interview data, observation data and document study data. The research results show that the use of the inquiry learning model in class VII PPKN learning at SMPN 2 Labuapi includes the planning, implementation and evaluation stages and has several challenging and supporting factors in its use
    • 

    corecore