8 research outputs found
Dampak Pemanasan Global terhadap Pola Pembungaan Vigna unguiculata subsp. cylindrica (L.) Verdc. dan Hubungannya Dengan Serangga Pollinator
Pemanasan global merupakan fenomena terjadinya perbedaan suhu masa kini dengan masa lampau. Suhu masa kini relatif lebih tinggi disbanding masa lampau. Perubahan suhu tersebut mengarah pada terjadinya perubahan iklim. Perubahan iklim sebagai dampak dari adanya pemanasan global mengakibatkan terjadinya perubahan pada berbagai aspek kehidupan termasuk tanaman. Proses fisiologi tanaman yang terdampak salah satunya adalah fenologi pola pembungaan yang meliputi perubahan ukuran bunga, waktu pembungaan, dan waktu bunga mekar harian. Terjadinya perubahan fenologi pembungaan akan berdampak terhadap serangga pollinatornya, diantaranya adalah adanya ketidak sesuaian waktu berbunga dengan waktu kunuungan serangga pollinator.
Mempelajari dampak perubahan iklim sebagai dampak dari adanya pemanasan global terhadap suatu organisme dapat direpresentasikan melalui gradien ketinggian tempat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ketinggian tempat terhadap fenologi perkembangan bunga dan mengetahui keanekaragaman serangga pollinator pada tanaman kacang panjang. Penelitian dilakukan menggunakan metode survey. Variabel bebas pada penelitian ini adalah perbedaan gradient ketinggian tempat, sedangkan variabel terikatnya adalah fenologi perkembangan bunga tanaman kacang panjang dan serangga penyerbuk. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis variansi (ANOVA) dan analisis korelasi regresi. Hasil analisis menunjukan adanya pengaruh ketinggian tempat terhadap waktu bunga muncul pertama, jumlah bunga dan ukuran bunga serta terhadap keragaman serangga pollinato
ANALISIS KETERAMPILAN BERPIKIR BERDASARKAN GENDER, USIA, DAN TEMPAT TINGGAL
ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keterampilan berpikir mahasiswa PPG Prajabatan sekaligus untuk menentukan jenis tugas (workable assignments) yang tepat diberikan dosen kepada mahasiswa PPG Prajabatan sesuai dengan karakteristik keterampilan berpikir mahasiswa. Subjek penelitian adalah mahasiswa PPG prajabatan Prodi.Pendidikan Biologi FKIP Unigal tahun akademik 2022/2023 (N=27).Metoda penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan teknik analisis data: (1) uji mean dan (2) Uji One Sample Test. Hipotesis penelitian: (1) Ha: µ≠1,64; (2) Keterampilan berpikir perempuan dan laki-laki berbeda secara signifikan;(3) Keterampilan berpikir pada berbagai usia adalah berbeda secara signifikan;(4) Keterampilan berpikir antara mahasiswa asal kampung dan kota berbeda secara signifikan. Simpulan penelitian ini adalah: (1) Skor rata-rata keterampilan berpikir mahasiswa adalah berkategori A/superior berpikir kreatif; (2) terdapat perbedaan yang signifikan score ketarampilan berpikir antara perempuan dan laki, antara jenjang usia, dan asal tempat tinggal; (3) perempuan, usia 22-26 tahun, asal kampung lebih tinggi score keterampilan berpikirnya bila dibandingkan dengan laki-laki, usia 27-30 tahun, asal kota. Kata Kunci: Keterampilan berpikir, PPG Prajabata
Improving Students' Fluent and Flexible Thinking Skills through the Problem-Based Learning (PBL) Model Based on Technological Pedagogical and Content Knowledge (TPACK) in High School Biology Classes
Penelitian ini dilatar belakangi oleh keterampilan berpikir lancar dan keterampilan berpikir luwes siswa masih rendah. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh model PBL berbasis TPACK terhadap keterampilan berpikir lancar dan luwes siswa SMA pada mata pelajaran biologi. Subjek penelitian terdiri atas 25 siswa SMA. Desain penelitian yang digunakan adalan One Group Pretest-Postest Design. Teknik pengolahan data dengan menggunakan aplikasi IBM Statistic SPSS-24 (test of normality, Chi-Square & One Sample Test, Correlation) dan N-gain. Instrumen yang digunakan berupa test essay yang mengacu pada indikator keterampilan berpikir lancar dan keterampilan berpikir luwes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) data keterampilan berpikir lancar lancar berdistribusi tidak normal sedangkan data keterampilan berpikir luwes berdistribusi normal; (2) Asympt signifikansi kedua data <0,05; (3) N-gain kedua data <0,03; (4) koefisien korelasi kedua data (r)= 0,38; (5) Siswa laki-laki (rata-rata gain keterampilan berpikir lancar 12,6 & rata-rata gain keterampilan berpikir luwes 11); (6) Siswa perempuan (rata-rata gain keterampilan berpikir lancar 10,8 & rata-rata gain keterampilan berpikir luwes 12,5). Simpulan dalam penelitian ini adalah: (1) Penerapan model PBL berbasis TPACK berpengaruh secara signifikan terhadap peningkatan keterampilan berpikir lancar dan luwes dengan kategori rendah; (2) Keterampilan berpikir lancar memiliki hubungan positif dan signifikan dengan keterampilan berpikir luwes dengan tingkat hubungan rendah; (3) Laki-laki lebih unggul dalam keterampilan berpikir lancar, sedangkan perempuan lebih unggul dalam keterampilan berpikir luwes. Implikasi dalam penelitian ini adalah: (1) perlunya penelitian lebih lanjut untuk memahami faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan implementasi model pembelajaran PBL berbasis TPACK dalam meningkatkan keterampilan berpikir lancar dan luwes; (2) Perlunya penyesuaian dalam desain model pembelajaran PBL berbasis TPACK dalam mengembangkan keterampilan berpikir lancar dan luwes; (3) perlunya pelatihan bagi guru dalam mengimplementasikan model pembelajaran PBL berbasis TPACK yang dapat meningkatkan keterampilan berpikir lancar dan luwes bagi siswa; (4) Guru dan peneliti perlu berkolaborasi secara berkelanjutan untuk memfasilitasi pertukaran ide dan pengalaman dalam mengembangkan strategi pembelajaran yang lebih efektif; (5) guru harus menyadari adanya keanekaragamn keterampilan berpikir peserta didik; (6) perlunya pemberdayaan pendidikan melalui berbagai pola; (7) perluya pendekatan individualisasi dalam proses pembelajaran
Pelatihan Pengembangan Modul Ajar dengan Pembelajaran Berbasis Proyek dan STEAM-H di Sekolah Adiwiyata MIS Handapherang
Sekolah Adiwiyata memiliki peluang yang baik untuk melaksanakan pembelajaran berbasis proyek dengan memanfaatkan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar. Perencanaan pembelajaran dengan pembuatan modul ajar kurikulum Merdeka merupakan langkah awal untuk mengimplementasikannya. Pelatihan pengembangan modul ajar pada pembelajaran berbasis proyek dengan STEAM-H (science, technology, engineering, agriculture, mathematics, and health) di MIS Handapherang merupakan kegiatan awal untuk mendukung implementasi pembelajaran berbasis proyek dengan integrasi lintas mata pelajaran. Alat dan bahan yang digunakan dalam pelatihan terutama alat dan bahan menanam sayuran sebagai sumber belajar bagi peserta didik. Metode pelatihan adalah ceramah, diskusi, dan demonstrasi. Ceramah dan diskusi dilakukan dalam penyampaian materi tentang rencana pembelajaran pada kurikulum merdeka berdasarkan regulasi pendididikan, langkah-langkah pembelajaran berbasis proyek, dan pendekatan pembelajaran STEAM-H. Demonstrasi dilakuakn untuk memperkenalkan teknik membuat koneksi capaian pembelajaran dengan proyek menanam sayuran untuk mendukung PRLH. Diskusi grup dibagi sesuai dengan capaian pembelajaran setiap fase capaian pembelajaranyang terdiri dari A, B, dan C. Hasil pelatihan menunjukkan bahwa pengetahuan guru meningkat dengan persentase kategori peningkatan 43% tinggi, 48% sedang, dan 9% rendah.. Modul ajar mengintegrasikan mata pelajaran matematika dan IPAS (Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial) dengan proyek menanam sayuran yang melibatkan lima disiplin ilmu yaitu sains tentang pertumbuhan tanaman, teknologi dan teknik tentang sistem hidroponik, pertanian tentang teknik menanam, matematika tentang perhitungan alat, bahan, dan proses menanam, serta Kesehatan tentang asupan sayuran sebagai makanan sehat. Hasil pengembangan modul ajar mendukung penerapan PRLH (Perilaku Ramah Lingkungan Hidup) di sekolah Adiwiyata
Optimalisasi Peran Masyarakat Desa Saguling dalam Program Biokonversi Sampah Organik Menggunakan Black Soldier Fly (BSF)
Perlu adanya inovasi berupa teknologi yang dapat diterapkan dalam pengelolaan sampah organik yang lebih praktis dibanding pembuatan kompos tapi tidak mengurangi nilai dari produk dan tetap memperhatikan aspek lingkungan. Salah satu inovasinya adalah biokonversi sampah organik menggunakan black soldier fly. Program biokonversi ini di Bank Sampah Tumras Desa Saguling belum berjalan dengan optimal mengingat kapasitas sampah organic dapur dan produk maggot yang masih terbatas, masyarakat perlu mendapat edukasi dan pemahaman lebih mengenai biokonversi sampah organic menggunakan Black Soldier Fly sehingga partisipasi meningkat. Metode yang dilakukan adalah dalam bentuk penyuluhan, pelatihan dan pendampingan kepada pengurus dan nasabah bank sampah tumras terkait biokonversi dan budidaya Black Soldier Fly yang efektif. Dampak dari programi ini adalah terjadinya optimalisasi partisipasi masyarakat yang ditandai dengan peningkatan kapasitas Sampah organic dapur dan jumlah maggot yang dapat diproduksi pada periode setelah dilaksanakan program dibanding sebelum program pengabdian ini dilaksanakan
PENGARUH EKSTRAK BUNGA KRISAN (Chrysanthemum cinerariaefolium Trev.), BUNGA SALIARA (Lantana camara Linn.) DAN BUNGA LAVENDER (Lavandula angustifolia Mill.) TERHADAP REPELLENCY KUTU KEBUL (Bemisia tabaci Genn.)
PENGARUH AIR SULING DAUN KEMANGI (Ocimum americanum) DAN SELASIH (Ocimum basilicum) TERHADAP KETERTARIKAN LALAT BUAH BACTROCERA SP (TEPHRITIDAE) DI PERKEBUNAN BUAH MANGGA DESA SIDAMUKTI KABUPATEN MAJALENGKA
Salah satu kendala dalam pengembangan pertanaman mangga adalah serangan lalat buah. Upaya pengendalian serangan lalat buah dengan teknik sederhana seperti pembungkusan buah dan pengasapan dirasakan kurang berhasil sehingga petani menggunakan insektisida sintetik. Penggunaan insektisida sintetik yang tidak sesuai aturan dapat memunculkan masalah lain berupa pencemaran pangan dan lingkungan. Upaya pengendalian lalat buah yang berwawasan lingkungan, salah satunya dengan menggunakan atraktan nabati berupa senyawa metil eugenol yang terdapat pada daun Ocimum americanum, dan Ocimum basilicum. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak daun selasih dan daun kemangi terhadap ketertarikan hama lalat buah di pertanaman mangga. Penelitian dilakukan di perkebunan mangga desa Sidamukti Kecamatan Majalengka Kabupaten Majalengka, Jawa Barat menggunakan metode eksperimen yang disusun dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Bahan yang digunakan adalah air suling daun kemangi dan selasih yang diteteskan pada kapas dan diletakkan pada perangkap model vertikal Parameter yang diamati adalah jumlah lalat buah yang masuk kedalam perangkap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa air suling daun kemangi dan selasih memberikan pengaruh yang berbeda terhadap ketertarikan hama lalat buah. Jumlah lalat buah yang tertarik pada air suling daun selasih lebih tinggi dibanding dengan air suling daun kemangi. Kata Kunci: Atraktan, Bactrocera sp, Ocimum americanum, Ocimum basilicu
PENGARUH AIR SULING DAUN KEMANGI (Ocimum americanum) DAN SELASIH (Ocimum basilicum) TERHADAP KETERTARIKAN LALAT BUAH BACTROCERA SP (TEPHRITIDAE) DI PERKEBUNAN BUAH MANGGA DESA SIDAMUKTI KABUPATEN MAJALENGKA
Salah satu kendala dalam pengembangan pertanaman mangga adalah serangan lalat buah. Upaya pengendalian serangan lalat buah dengan teknik sederhana seperti pembungkusan buah dan pengasapan dirasakan kurang berhasil sehingga petani menggunakan insektisida sintetik. Penggunaan insektisida sintetik yang tidak sesuai aturan dapat memunculkan masalah lain berupa pencemaran pangan dan lingkungan. Upaya pengendalian lalat buah yang berwawasan lingkungan, salah satunya dengan menggunakan atraktan nabati berupa senyawa metil eugenol yang terdapat pada daun Ocimum americanum, dan Ocimum basilicum. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak daun selasih dan daun kemangi terhadap ketertarikan hama lalat buah di pertanaman mangga. Penelitian dilakukan di perkebunan mangga desa Sidamukti Kecamatan Majalengka Kabupaten Majalengka, Jawa Barat menggunakan metode eksperimen yang disusun dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Bahan yang digunakan adalah air suling daun kemangi dan selasih yang diteteskan pada kapas dan diletakkan pada perangkap model vertikal Parameter yang diamati adalah jumlah lalat buah yang masuk kedalam perangkap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa air suling daun kemangi dan selasih memberikan pengaruh yang berbeda terhadap ketertarikan hama lalat buah. Jumlah lalat buah yang tertarik pada air suling daun selasih lebih tinggi dibanding dengan air suling daun kemangi. Kata Kunci: Atraktan, Bactrocera sp, Ocimum americanum, Ocimum basilicum</jats:p
