80 research outputs found

    Pengaruh Komitmen Organisasi Dan Ketidakpastian Lingkungan Terhadap Hubungan Antara Partisipasi Anggaran Dan Kinerja Manajerial

    Get PDF
    This study aims to examine the effect of organizational commitment and environmental uncertainty on the relationship between budgetary participation and managerial performance. The respondents in this study are the middle-level managers who are working on the main branch of private banking service company in Palembang listed in Bank Indonesia in the year of 2012. The samples are determined by using purposive sampling. The process of collecting the data is done by distributing questionnaires to 55 respondents as the number of samples subjected to the experiment. The hypotheses testing use Moderated Regression Analysis (MRA) with the help of SPSS (Statistical Package for the Social Sciences) software version 13.00 for windows. The test results indicate that the first hypothesis (H1), which states that budgetary participation affects managerial performance, is acceptable. The second hypothesis (H2), which states that organizational commitment affects the relationship between budgetary participation and managerial performance, is rejected. Finally, the third hypothesis (H3), which states that environmental uncertainty affects the relationship between budgetary participation and managerial performance, is acceptable

    HUBUNGAN ANTARA MASA MENETAP DENGAN PENYESUAIAN SOSIAL BUDAYA MAHASISWA ASING PERGURUAN TINGGI NEGERI BANDA ACEH.

    Get PDF
    Kemampuan melakukan penyesuaian sosial budaya dibutuhkan oleh individu yang tinggal diluar negara asalnya, termasuk mahasiswa asing yang melanjutkan pendidikan di Banda Aceh. Penyesuaian sosial budaya adalah kemampuan individu untuk menyesuaikan diri atau kemampuan untuk mengatur kehidupan sehari-harinya agar sesuai dengan konteks budaya yang berbeda di negara baru. Terdapat beberapa faktor yang memengaruhi penyesuaian sosial budaya salah satunya adalah lamanya masa menetap. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara masa menetap dengan penyesuaian sosial budaya mahasiswa asing perguruan tinggi negeri di Banda Aceh. Sampel dalam penelitian ini adalah 85 orang mahasiswa asing yang berkuliah di Universitas Syiah Kuala dan Universitas Islam Negeri Ar Ranniry yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan Socio Cultural Adaptation Scale (SCAS) dikembangkan oleh Ward dan Kennedy yang berisi sebanyak 29 pernyataan. Hasil analisis data menggunakan teknik korelasi Spearman menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif dan signifikan (r=0,549, p=0,000) antara masa menetap dengan penyesuaian sosial budaya. Hal ini menggambarkan bahwa semakin lama masa menetap maka akan semakin tinggi pula penyesuaian sosial budayanya. Kata kunci: Penyesuaian sosial budaya, masa menetap, mahasiswa asing, Banda Ace

    NILAI-NILAI DEMOKRASI SEBAGAI LANDASAN BERPIKIR KRITIS MAHASISWA

    Get PDF
    Perkembangan dan peningkatan pemahaman akan urgensi demokrasi, telah membawa demokrasi sebagai salah satu isu yang tak henti diperbincangkan. Hal tersebut merupakan implikasi dari pandangan bahwa demokrasi dianggap sebagai model pemerintahan yang paling baik dan dapat membawa negara menuju kesetaraan dan kesejahteraan. Tujuan penelitian ini mengkaji dan menganalisis aktivitas organisasi kemahasiswaan dalam memperkuat nilai-nilai demokrasi sebagai landasan berpikir kritis mahasiswa. Metode yang akan digunakan dalam penelitian ini yaitu metode grounded theory karena penilitian diharapkan dapat menemukan konsep, pendekatan atau teori baru yang berangkat dari temuan selama penelitian dilakukan. Berdasarkan hasil observasi, studi dokumentasi, dan wawancara yang dilakukan terhadap beberapa narasumber, peneliti menemukan informasi kaitannya dengan aktivitas organisasi kemahasiswaan dalam memperkuat nilai-nilai demokrasi. Sebelum dibahas mengenai aktivitas-aktivitas yang dilakukan dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis mahasiswa, perlu ditemukenali terlebih dahulu kompetensi apa saja yang harus dimiliki mahasisw

    MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MAHASISWA MELALUI PENGALAMAN BELAJAR DI ORGANISASI KEMAHASISWAAN

    Get PDF
    Kemampuan berpikir kritis merupakan salah satu aspek yang perlu dikembangkan dalam diri mahasiswa agar mampu menganalisa berbagai persoalan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kontribusi pengalaman belajar di organisasi dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis mahasiswa. Penelitian dilakukan melalui pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berbagai aktivitas di organisai kemahasiswaan memberikan pengalaman belajar berharga bagi mahasiswa serta turut meningkatkan kemampuan nalar-kritis dan kepekaan sosial

    KEMAMPUAN PENALARAN MATEMATIS SISWA DITINJAU DARI SELF-EFFICACY PADA MATERI RELASI DAN FUNGSI

    Get PDF
    This study aims to describe the mathematical reasoning ability of students in terms of their level of self-efficacy. The research sample in this study amounted to 6 students based on the categorization of the level of self-efficacy. The instrument used is a matter of mathematical reasoning ability, interview guidelines, and a self-efficacy questionnaire. This study uses a qualitative approach with a descriptive type of research. The researcher explained the data that had been collected during the research related to the mathematical reasoning ability in terms of the self-efficacy of each student. Based on the research data, the conclusions can be briefly summarized that: (1) students who have high self-efficacy have good mathematical reasoning abilities (2) students who have moderate self-efficacy have fairly good and high mathematical reasoning abilities, (3) students who have moderate self-efficacy Some who have low self-efficacy have a good level of mathematical reasoning ability and some have low mathematical reasoning abilities. So that the level of self-efficacy is not always a reference in the level of students' mathematical reasoning abilities

    Eksplorasi Etnomatematika Pada Monumen Tugu Kebulatan Tekad

    Get PDF
    Matematika dengan budaya adalah dua hal yang saling berkaitan karena matematika selalu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Sedangkan budaya dapat dijadikan sebagai sumber edukasi bagi siswa terutama pada pembelajaran matematika di sekolah. Aplikasi matematika dengan budaya yang disekitarnya diharapkan pembelajaran menjadi inovatif serta membentuk pola pikir siswa untuk memahami suatu masalah. Istilah matematika yang dikaitkan dengan budaya disebut etnomatematika. Salah satu tempat yang terkenal di Karawang adalah bangunan bersejarah yaitu Monumen Tugu Kebulatan Tekad yang lokasinya berada di Kecamatan Rengasdengklok. Objek ini dapat dijadikan sebagai etnomatematika. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengeksplorasi etnomatematika pada Monumen Tugu Kebulatan Tekad. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan etnografi. Peneliti melakukan pengumpulan data secara langsung melalui observasi, studi pustaka, dan dokumentasi. Dari hasil pengamatan peneliti menemukan beberapa konsep matematika yang membentuk bangun datar di sekitar Monumen. Berdasarkan hasil eksplorasi pada Monumen Tugu Kebulatan menunjukkan bahwa terdapat konsep matematika yaitu bangun datar segi empat, seperti persegi panjang, persegi,  trapesium, dan bangun datar sisi lengkung berbentuk setengah lingkaran.

    PERSEPSI SISWA TERHADAP PENGGUNAAN GAME EDUKASI DIGITAL PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA

    Get PDF
    This paper examined the students’ view on advantages of using digital educational game in learning mathematics. The background of this paper is the appearance of people perception phenomenon about the negative effect of using games for learning. The method of this paper conducted descriptive qualitative design for the questionnaire and interview as the instruments. The data analysis technique used is the Miles and Huberman model (Analysis Interactive Model). This paper was conducted at Vocational High School for 21 students. The result of data analysis indicated that almost all of the students (86%) agree for using educational game can facilitate the students to learn mathematic. On the other hand, there were only 3 students claimed that the they were not sure or even do not know of using educational game can facilitate the students to learn mathematic. And there were no students who disagree if using educational games can not facilitate the students to learn mathematic

    ANALISIS KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIS SISWA KELAS VII SMP PADA MATERI BENTUK ALJABAR DI SMP IT NURUL HUDA BATUJAYA

    Get PDF
    Describing students' abilities in understanding mathematical concepts in class VII SMP IT Nurul Huda Batujaya in learning mathematics in algebraic forms is the aim of the study. Using a qualitative descriptive method and then data analysis, namely, data reduction, data presentation and drawing conclusions. The research instrument used tests and interviews. The type of test is a description test. Judging from the results of the student's ability test on algebraic form material in understanding concepts, it is classified as low. As well as the results of interviews with students who find difficulties including: difficulty in distinguishing elements that exist in algebraic form, difficulties in substituting equations, and difficulties in arithmetic operations in algebraic forms

    Analisis Kemampuan Penalaran Matematis Siswa Kelas VIII Dalam Menyelesaikan Soal Timss Pada Materi Aljabar

    Get PDF
    Penelitian ini membahas mengenai analisis kemampuan penalaran matematis siswa kelas VIII dalam menyelesaikan soal TIMSS pada materi aljabar dengan tujuan untuk menggambarkan sejauh mana kemampuan bernalar siswa dalam menyelesaikan soal penalaran matematika pada materi aljabar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif, dengan subjek siswa kelas VIII sebanyak 6 siswa yang berdomisili di Kabupaten Bekasi. Adapun instrumen penelitian yang digunakan berbentuk soal uraian sebanyak satu soal yang diadopsi dari soal TIMSS 2011 yang berasal dari framework TIMSS International yang telah diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia. Peneliti menggunakan teknik analisis data dengan menganalisis jawaban siswa untuk mengukur tingkat kemampuan penalaran matematis siswa berdasarkan lembar jawaban yang telah dikerjakan dan diberikan siswa, lalu dilakukan analisis sesuai dengan pedoman penskoran TIMSS. Dalam penelitian ini dibagi menjadi tiga tahap, yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Berdasarkan analisis data, hasil penelitian pada kemampuan penalaran matematis siswa dalam menyelesaikan soal TIMSS diperoleh pada kategori sangat baik terdapat 1 siswa yang mampu memenuhi semua indikator penalaran matematis dengan persentase sebesar 16,66%, pada kategori baik terdapat 1 siswa dengan persentase sebesar 16,66%, kategori cukup terdapat 2 siswa dengan persentase sebesar 33,36%, kategori buruk terdapat 1 siswa dengan persentase sebesar 16,66%, dan kategori sangat buruk terdapat 1 siswa dengan persentase sebesar 16,66%. Dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan penalaran matematis siswa dalam penelitian ini termasuk ke dalam kategori cukup
    corecore