490 research outputs found
Thermovisi Dalam Melihat Hot Point Pada Gardu Induk 150 kV Palur
Thermovision is an instrument for visualizing and detecting the temperature on an object in the catch and in the show to a display with infrared technology. to find out the temperature of the heat on the connection and the conductor, in order to get the value of the temperature difference between the temperature of the conductor against the connection, so it can detect the State of the switchyard on equipment under normal circumstances or not normal, as well as discussing methods the measurement value of emissivity emissivity value for gaining an accurate and well, that States that the value of the temperature measurement accuracy and has a good persision. The temperature is hot (hot point) at carrier substation equipment (switchyard), is a parameter on the monitor and in the analysis of changes at any time. It is closely related to the protection and the reliability of existing systems in the switchyard. The method in use i.e. searching for references to research, gather research data on the location, analysis and mathematical calculations. Temperature measurement results in the connection clamps take 20 sample temperature to emissivity value calculation to get the value of test method precision and accuracy using the method vaildasi. The results of the calculation of the temperature difference between the clamps towards the conductor in may 33 dial in good condition, 3 connection in condition when maintenance and inspection 1 connection in planning improvements to the condition of the test method emisitivy, get the value of precision 0.4% and 99.84% accuracy so that the method of calculation of the test in the test can be used
Aplikasi Campuran Serbuk Kayu Pinus Dan Fipronil Sebagai Umpan Rayap Tanah Macrotermes Gilvus (Hagen) (Isoptera: Termitidae) Di Bandung
In this study, termite bait comprising pinewood of sawdust and a slow action insecticide, fipronil, was made and applied to control subterranean termite Macrotermes gilvus (Hagen) (Isoptera: Termitidae) in Bandung. Colony size was measured using capture-mark-release-recapture prior to the bait application, along with the measurement of wood consumption at each station. Colony foraging populations at all stations were estimated to be 77,951 termites, with mean wood consumption rates ranging from 0.02 to 6.16 g/station/day. Observation at 18 stations installed with bait consisted of 40 ppm fipronil mixed with pinewood sawdust showed that number of foraging activity termites was effectively reduced in 40 days. It is concluded that fipronil-treated pinewood sawdust bait is effective in controlling the population of foraging M. gilvus workers in 40 days
KRATON YOGYAKARTA TAHUN 1755-1816
Kraton Yogyakarta merupakan komplek bangunan tempat tinggal Sri Sultan Hamengkubuwono dan bekas pusat pemerintahan kasultanan Yogyakarta. Berdirinya Kraton Yogyakarta berdasarkan perjanjian Giyanti atau Palihan Nagari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) sejarah berdirinya Kraton Yogyakarta, (2) kajian filosofis Kraton Yogyakarta, (3) kondisi Kraton Yogyakarta pada masa penjajahan Inggris (11812-1816). Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah Kuntowijoyo yang terdiri dari lima tahap. Pertama pemilihan topik. Kedua pengumpulan data (heuristik) dari sumber primer dan sekunder. Ketiga kritik sumber (verifikasi). Keempat penafsiran (interpretasi). Kelima penulisan sejarah (historiografi). Hasil penelitian ini adalah: (1) Kraton Yogyakarta dibangun di Desa Pacethokan, kawasan Hutan Beringan, di antara Sungai Code dan Sungai Winanga. Kraton Yogyakarta dibangun secara bertahap dimulai dari Kraton sebagai induk kemudian disusul dengan kompleks-kompleks lain. Tanggal 7 Oktober 1756, Sultan HB I bersama keluarga dan kerabatnya mulai menempati Kraton Yogyakarta ditandai dengan sengkalan Dwi Naga Rasa Tunggal yang diperingati sebagai hari jadi kota Yogyakarta; (2) Kraton Yogyakarta sebagai kosmologi merupakan sebuah unsur dari bagian hal dasar dan melekat pada keberadaan atau adanya alam semesta, manusia dan Tuhan. Hal tersebut dibuktikan dengan sumbu imajiner yang menghubungkan Laut Kidul, Panggung Krapyak, Kraton, Tugu Pal Putih dan Gunung Merapi. Kraton Yogyakarta diapit oleh dua alun-alun yaitu Alun-alun Utara dan Alun-alun Selatan; (3) Pasukan Inggris menjajah dan ingin mengambil alih Kraton Yogyakarta tahun 1811. Kraton Yogyakarta dihujani tembakan meriam sehingga hancur kemudian harta benda dan pusaka dijarah. Pangeran Notokusumo yang turut terlibat lalu diberi tanah oleh pemerintah Inggris kemudian diangkat menjadi Pakualaman I dan menjadi awal berdirinya Kadipaten Pakualaman. Kata Kunci: Kraton Yogyakarta, Tahun 1755-1816
PEMBUBARAN ORMAS RADIKAL DALAM PERSPEKTIF UNDANG-UNDANG NO.16 TAHUN 2017
Abstrak :Peneliitian ini bertujuan untuk mengetahui perspektif Undang-Undang No.16 Tahun 2017 Tentang Organisasi Kemasyarakatan terhadap keberadaan Ormas Radikal di Indonesia Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan metode penelitian yuridis normatif dengan jenis dan sumber bahan hukum primer Bahan hukum primer berupa peraturan perundang-undangan yang mengatur tentang Organisasi Kemasyarakatan di Indonesia.Fakultas Hukum Universitas Gajah Mada Yogyakarta. Permasalahan yang dikaji dalam penilitian ini adalah bagaimana Undang-Undang No.16 Tahun 2017 mengatur keberadaan Organisasi Kemasyarakatan yang ada agar tidak bertentangan dengan nilai-nilai kehidupan Bangsa Indonesia yang ada di Pancasila . Hasil yang diperoleh dari penelitian adalah : (1) Bahwsannya setiap ormas yang ada di Indonesia harus menaati kriteria yang tercantum di UU No.16 Tahun 2017 (2) Apabila tidak sesuai dengan kriteria yang ada di UU No.16 Tahun 2017 maka akan mendapatkan sanksi berupa teguran tertulis, penghentian kegiatan organisasi bahkan hingga pembubaran organisasi oleh pemerintah (3) Bahwasannya UU No.16 Tahun 2017 diperuntukkan untuk menjaga kedaulatan NKRI beserta keberagaman yang ada di dalamnya.Kata Kunci : Organisasi Kemasyarakatan, Radikal, Konstitus
Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kebijakan Hutang pada Perusahaan Jasa yang Listing di BEI Tahun 2013-2015
The objective of this study was to empirically examine the Factors Affecting Debt Policy in The Services Company in the Indonesian Stock Exchange in the period of 2013 - 2015. The sample was collected using purposive sampling method, acquired 18 service companies listed in the Indonesian Stock Exchange. The data analysis method used linear regression analysis with 95% confidence level. The result indicated that the managerial ownership, the institutional ownership and the foreign ownership had a significant negative effect on the debt policy. The company's growth and the dividend policy did not have a significant positive effect on debt policy. The public ownership and the profitability had a significant negative effect on the debt policy, and the asset structure a significant positive effect on the debt policy
LAPORAN INDIVIDU PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN (PPL)
Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) sebagai salah satu Perguruan Tinggi
yang mempunyai misi menyelenggarakan pendidikan akademik, profesi, dan vokasi
dalam bidang kependidikan yang didukung bidang nonkependidikan untuk
menghasilkan manusia unggul yang mengutamakan ketaqwaan, kemandirian, dan
kecendikian. Misi tersebut kemudian diimplementasikan pada program
pemberdayaan sekolah melalui jalur Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) di sekolah.
Pada kegiatan PPL ini, mahasiswa dapat memberikan bantuan pemikiran, tenaga serta
ilmu pengetahuan dalam merencanakan dan melaksanakan program pengembangan
sekolah.
Kegiatan atau program PPL dilaksankan mulai tanggal 15 Juli sampai
dengan 15 Sptember 2016. Sebelum kegiatan dilaksanakan terlebih dahulu diawali
dengan berbagai persiapam. Persiapan tersebut menyangkut kegiatan yang
diprogramkan dari UNY maupun yang diprogramkan secara individu oleh praktikan,
yang meliputi pengajaran microteaching, pembekalan, observasi, dan pembuatan
perangkat pembelajaran, pengadaan silabus, membuat program tahunan, program
semester, dan RPP, praktik mengajar, menyusun administrasi mengaja, dan
penyusunan evaluasi pembelajaran. Pelaksanaan PPL meliputi pembuatan perangkat
pembelajaran serta praktik mengajar yang pelaksanaannya berjalan dengan lancar.
Melalui kegiatan Praktik Pengalaman Lapangan ini, praktikan mendapatkan
banyak bekal seperti pengalaman serta gambaran nyata tentang kegiatan
pembelajaran, serta nilai-nilai seperti kerja keras, kerjasama, tanggung jawab, dan
disiplin. Selain itu, dapat membantu mahasiswa dalam mempersiapkan diri untuk
menjadi tenaga pendidik yang profesional dan memiliki keterampilan mengajar.
Untuk pelaksanaan PPL periode yang akan datang ada baiknya jika antara pihak
sekolah dan mahasiswa lebih meningkatkan kerjasama agar dapat lebih bermanfaat
bagi semua pihak
Study on Sex Determination and Impact of Sex Ratio to Reproduction Success in Black Soldier Fly
Black soldier fly (BSF) (Hermetia illucens) is an insect spe-cies utilized as the converter of organic wastes into biomass applicable as a potential replacement of protein and lipid sources of animal feed and other industrial use. The limiting factor for the sus-tainability of this activity is the number of eggs produced as all processes started from the egg. Variable of quality of the substrate eaten during the larval stage and the proportion of males and fe-males are among the decisive factors for egg production. The pur-poses of this study were to understand the impact of the substrate to the production of a particular sex, to developed a simple method by comparing the weight and size of the pupae to distinguished between male and female, and to find the best sex ratio to produce the highest number of eggs. In this study, two types of substrates (balance proportion of macronutrient and high in protein and lipid were applied as feeding material for larvae. The weight and length of each pupa produced were measured and the pupae kept inside separated containers to find the morphological differences between male and female pupae. Adult insects produced from pupae then used for study on the effect of sex ratio on reproduction success. The adults kept inside 1 x 1 x 1 m screen cages with 3 groups of sex ratio (male : female) which were 50%:50% (P1), 60%:40% (P2), and 40%:60% (P3). The probability of sex was analyzed by logistic regression while the number of eggs estimated by the weight of the egg batch. The result showed substrate used in this study is not affect the sex ratio of adult flies, weight of pupae as the best predictor for sex of the adult flies, and the best ratio of male and female for egg production was 40:60.Â
- …
