42 research outputs found
PENERAPAN TEKNOLOGI PEMOTONGAN HEWAN PADA USAHA SATE KAMBING “PUTRO WIDODO” SEMARANG
ABSTRAKKegiatan pengabdian ini merupakan keberlanjutan dari pengabdian yang sudah dilaksanakan pada mitra, yaitu usaha sate kambing “Putro Widodo” di Semarang, yang mempunyai masalah terkait proses pemotongan/penyembelihan kambing. Sate Widodo Sampangan Semarang tiap hari menyembelih rata-rata 6 ekor kambing. Proses penyembelihan dan pengambilan daging tiap ekor kambing membutuhkan waktu 1 jam karena dikerjakan tanpa bantuan alat yang memadai. Sebagai solusinya, tim pelaksana bersama mitra pengabdian akan merancang dan membuat alat bantu pemotongan kambing berupa meja khusus yang ergonomis yang menyatu dengan tiang gantungan kambing sebagai sarana menarik kulit kambing dan proses pemisahan daging dengan tulangnya menjadi mudah. Proses penarikan kulit nantinya dengan bantuan katrol penarik (hoist) dengan sumber tenaga motor listrik sehingga meringankan pekerja. Sebagai tim pelaksana kegiatan ini melibatkan dosen dan mahasiswa dengan bidang keahlian yang sesuai dengan kebutuhan lapangan. Dalam pembuatan mesin/alat yang akan diterapkan di mitra akan dilaksanakan di workshop jurusan Teknik Mesin FT Unnes, dengan melibatkan teknisi dan mahasiswa. Metode pengabdian ini yaitu: 1) Penyuluhan, 2) Demontrasi, 3) Praktik Langsung, dan 4) Pendampingan. Pelaksanaan pengabdian dilakukan pada saat hari raya Idul Adha 1444 H di salah satu kompleks perumahan di Kota Semarang. Kelayakan desain alat mendapatkan skor presentase sebesar 83,1% yang dapat diartikan bahwa desain alat bantu penyembelihan dan pengulitan kambing sangat layak untuk digunakan. Efektivitas dan efisiensi alat bantu penyembelihan dan pengulitan kambing mendapat skor sebesar 82,5% yang dapat disimpulkan bahwa alat bantu penyembelihan dan pengulitan kambing sangat efektif dan efisien. Dan aspek ergonomi mendapat skor 85% yang dapat diartikan alat bantu penyembelihan dan pengulitan kambing ini sangat ergonomis. Kata kunci: kambing; pengulitan; penyembelihan; teknologi ABSTRACTThis service activity is a continuation of the service that has been carried out with partners, namely the goat satay business "Putro Widodo" in Semarang, which has problems related to the goat slaughtering and slaughtering process. Sate Widodo Sampangan Semarang slaughters an average of six goats every day. The process of slaughtering and taking the meat from each goat takes 1 hour because it is done without the help of adequate tools. As a solution, the implementing team, together with service partners, will design and make a goat slaughtering tool in the form of a special ergonomic table that is integrated with the goat gallows as a means of pulling the goat skin and making the process of separating the meat from the bones easy. The process of pulling the skin will be done with the help of a pulley (hoist) with an electric motor power source, thereby making it easier for workers. As a team implementing this activity, it involves lecturers and students with areas of expertise that suit the needs of the field. The manufacture of machines and tools that will be implemented by partners will be carried out in the Mechanical Engineering department workshop at FT Unnes, involving technicians and students. The methods of this service are: 1) counseling, 2) demonstration, 3) direct practice, and 4) mentoring. The dedication was carried out during the Idul Adha 1444 H holiday in one of the housing complexes in Semarang City. The feasibility of the tool design received a percentage score of 83.1%, which means that the design of the tool for slaughtering and skinning goats is very suitable for use. The effectiveness and efficiency of goat slaughtering and skinning aids received a score of 82.5%, indicating that goat slaughtering and skinning aids are very effective and efficient. And the ergonomics aspect received a score of 85%, which means that this goat slaughtering and skinning aid is very ergonomic. Keywords: goat; skinning; slaughter; technology
PEMBUATAN MESIN PENGADUK ADONAN UNTUK MENINGKATKAN PRODUKSI PADA USAHA KECIL PENJUAL MARTABAK
This devotion activity carried out with the aim to help problems that were be- ing faced by small business sellerof martabak Bangka. Activity specific target of this de- votion is to generate the external aspects of production such as: making dough mixer machine of sweet martabak that is rotated with electric motor. The methods used for the imple- mentation of this activity was done in various ways that support each other, namely: coordina- tion, machine building, training of machine operating, accompanying partners during the ac- tivities in progress and evaluating activity results. The result of this devotion activity is dough stirring machine with PK that time of the stirring becomes five times faster, stirring dough results become smoother, production increases, as well as income and increasing its profit
PEMBERDAYAAN PERAJIN SAPU IJUK DI KOTA SEMARANG
The purpose of this activity is to solve the problems faced by Mitra IbM who strive in the creative industry, in this case the palm fiber broom. IbM partners location is located in the center of the broomstick industry in Kel. Wonolopo, Mijen Sub-district of Central Java. There are two aspects of the problem to be addressed, namely aspects of production and management aspects. As the implementation team this activity involves lecturers and students with areas of expertise in accordance with the needs of the field. In the implementation, several methods are used to support each other, such as lectures for theoretical and motivational materials, demon- strations / demonstrations to deliver practice materials / skills, hands-on practices by partners, and mentoring activities. The results of this activity among others are: 1) Produced one unit of circle sawing machine, 2) Produced one unit of dowel machine, 3) The quality and design of broom increased, 4) The application of business bookkeeping, 5) The existence of labels and product promotion, 6) Product marketing increased, 7) Income and business turnover increase
MESIN PENGOLAH MINUMAN KESEHATAN INSTAN UNTUK HOME INDUSTRY HEALTHY DESA LIMBANGAN KECAMATAN LIMBANGAN KABUPATEN KENDAL
Quality and production capacity of instant health beverages HEALTHY home industry needs to be im- proved by using instant beverage processing machines. Destination activities to the community ser- vice are: 1) to improve the quality and production capacity of the processing machine instant health drink. ; 2) determine the added value from the use of instant health beverage processing machines;3) designing product packaging instant health drink exciting HEALTHY home industry. Benefits of community service activities are: increasing the value-added plant rhizomes; generating appropri- ate technologies such as instant health machine processing machine; improve the performance of HEALTHY home industry to become more optimal; assist local governments in an effort to improve the quality of life through community service activities. The method of implementation of activities, among others: 1) extension of instant health beverage processing; 2) manufacture of packaging design by using graphic design; 3) making machines using the method of design; 4) training in production, use of tools and treatment methods and practices FAQ; 5) evaluation of the use of the machine using a test method and observation; 6) assistance and consultation methods of discussion. The results of these activities are there to improve the quality and production capacity by using a processing engine instant drinks, deficits improve the added value of the application of machinery to come from reduced labor costs of employees, and a reduction in fuel costs reached lebh of 50% where the process previ- ously done twice into one time. Health beverage product packaging design has been made with credit instant composition, manner of presentation, production, brand, net weight, and the P-IRT permit
Studi Modifikasi Geometri Sudu pada Turbin Air Propeller Menggunakan Metode Elemen Hingga
Desain kekuatan turbin air propeller berdasarkan ketahanan terhadap pembebanan gaya aksial dari air. Pembebanan gaya aksial pada turbin air propeller menyebabkan tegangan bending pada sudu dan berpotensi terjadi kegagalan sudu pada struktur turbin. Tujuan dari penelitian ini untuk membandingkan kekuatan modifikasi desain geometri turbin air propeller, yaitu penambahan fillet pada sisi hub sudu dan penambahan ketebalan sudu. Pengambilan data penelitian ini dengan Metode Elemen Hingga menggunakan Solid Works Simulation 2016 dan pembebanan pada sudu dengan tekanan statik. Hasil akhir penelitian ini menunjukkan bahwa modifikasi desain geometris dengan penambahan ketebalan sudu lebih meningkatkan faktor keamanan dibandingkan penambahan fillet pada sisi hub sudu
PEMBERDAYAAN PERAJIN JAMU TRADISIONAL UNTUK MENDUKUNG PROGRAM DESA WISATA WONOLOPO KECAMATAN MIJEN KOTA SEMARANG
Program Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran dan Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) ini bertujuan untuk memberdayakan perajin jamu tradisional yang berlokasi di Wonolopo, Kecamatan Mijen, Kota Semarang yang ditetapkan sebagai Desa Wisata dan Kampung Tematik Jamu oleh pemerintah Kota Semarang. Secara garis besar pelaksanaan KKN-PPM ini melalaui tahapan persiapan, pelaksanaan, monitoring dan evaluasi. Jumlah mahasiswa peserta KKNPPM dipilih sebanyak 30 orang, berasal dari berbagai program studi yang sesuai dengan bidang keahlian yang dibutuhkan di lapangan. Demikian pula dosen pembimbing lapangan (DPL) dipilih dari dosen yang sesuai dengan bidang keahlian yang relevan. Waktu pelaksanaan KKN-PPM di lapangan selama tiga bulan, yang dalam teknis pelaksanaannya berkoordinasi dengan Pusat Pengembangan KKN LP2M unnes. Kegiatan KKN-PPM ini diterjunkan dua tahap. Tahap pertama sebanyak 15 mahasiswa telah diterjunkan mulai 3 Agustus dan sampai tanggal 20 September 2017, dan tahap kedua telah diterjunkan pada tanggal 21 Oktober 2017. Beberapa luaran atau kegiatan yang telah dilaksanakan adalah: 1) Peningkatan aspek produksi, dengan memberikan bantuan mesin penggiling empon-empon, 2) Pengembangan desain kemasan (ada 9 jenis jamu) sehingga lebih menarik, 3) Peningkatan higienitas dan kesehatan, dengan mendatangkan nara sumber dari Dinas Kesehatan sekaligus untuk mendapatkan PIRT, 4) Perluasan pemasaran produk dengan memperkenalkan ke berbagai kalangan masyarakat, 5) Pendaftaran merek jamu “Sumber Husodo” ke Ditjen KI Kemenkumhan RI, 6) Pembuatan buku Buku Tamu dan Profil Perajin Jamu di Wonolopo, 7) Permintaan lahan kepada Pemkot Semarang seluas 3.000 m2 untuk wisata edukasi kampong jamu Wonolopo, 8) Melakukan inisiasi kerjasama dan studi banding ke industri jamu modern PT. Sido Muncul di Bergas, yang dilaksanakan pada 28 September 2017
Pemberdayaan masyarakat guna mewujudkan sustainable village development di Desa Cekel, Kabupaten Grobogan berbasis sektor pertanian
AbstrakTujuan kegiatan pengabdian adalah untuk meningkatkan kompetensi, keterampilan dan wawasan masyarakat Desa Cekel beserta mitra sasaran dalam optimalisasi sektor pertanian, sebagai bentuk pemberdayaan masyarakat berbasis teknologi inovasi yang tepat. Pertanian mempunyai peran vital dalam pembangunan ekonomi dan ketahanan pangan Indonesia. Hampir 30% penduduk Indonesia menggantungkan hidup pada sektor pertanian. Upaya yang dilakukan pemerintah adalah mewujudkan swasembada pangan berbasis kearifan lokal khususnya pada sektor pertanian. Langkah tersebut sejalan dengan Asta Cita ke-2, ke-3, ke-4 dan ke-6 yang menjadi prioritas program dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2025-2029. Termasuk halnya di Desa Cekel, Kecamatan Karangrayung, Kabupaten Grobogan, mayoritas penduduknya bermatapencaharian di sektor pertanian seperti jagung dan pisang. Selama ini, masyarakat Cekel melakukan transaksi jual beli jagung dan pisang dalam bentuk buah segar yang sudah matang. Disamping itu, masih minimnya pengetahuan, wawasan dan keterampilan pasca panen menjadi kendala yang masih dihadapi termasuk halnya terbatasnya alat produksi pasca panen. Metode pelaksanaan adalah sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan dan evaluasi serta keberlanjutan program. Teknologi dan inovasi yang diimplementasikan pada mitra sasaran Kelompok Wanita Tani Srikandi ini diantaranya adalah seperti mesin penepung, mesin perajang, oven, tungku penggorengan, spinner dan sebagainya. Disamping itu, bantuan Teknologi Tepat Guna seperti mesin pencacah bonggol juga diserahkan, sebagai solusi untuk memanfaatkan limbah bonggol yang tidak bermanfaat menjadi suatu produk bahan briket maupun lainnya. Pelatihan diversifikasi olahan produk juga dilakukan dengan mengolah pisang dan jagung menjadi keripik pisang, sale pisang, egg rolls, bolen pisang dan pudding jagung. Sementara pendampingan pemasaran digital dan web bisnis. Kata kunci: diversifikasi produk; pelatihan; pemasaran digital; pertanian; teknologi tepat guna. AbstractThe aim of the community service activities is to improve the competence, skills and insight of the Cekel Village community and target partners in optimizing the agricultural sector, as a form of community empowerment based on appropriate innovative technology. Agriculture plays a vital role in Indonesia's economic development and food security. Nearly 30% of Indonesia's population relies on the agricultural sector for its livelihood. The government's efforts are to achieve food self-sufficiency based on local wisdom, particularly in the agricultural sector. This step aligns with Asta Cita 2, 3, 4, and 6, which are priority programs in the 2025-2029 National Medium-Term Development Plan (RPJMN). In Cekel Village, Karangrayung District, Grobogan Regency, the majority of the population earns a living in the agricultural sector, particularly in corn and bananas. The Cekel community has traditionally traded corn and bananas in the form of fresh, ripe fruit. Furthermore, a lack of post-harvest knowledge, insight, and skills remains a persistent obstacle, including limited post-harvest production equipment. Implementation methods include outreach, training, technology application, mentoring, evaluation, and program sustainability. The technologies and innovations implemented for the target partners of the Srikandi Women's Farmers Group (KWT) include flouring machines, shredding machines, ovens, frying pans, spinners, and so on. In addition, Appropriate Technology assistance, such as a corn cob shredding machine, was also provided as a solution to utilize useless corn cob waste into briquettes and other products. Training on product diversification was also conducted by processing bananas and corn into banana chips, banana sale, egg rolls, banana bolen, and corn pudding. Meanwhile, digital marketing and business web assistance were provided. Keywords: product diversification; training; digital marketing; agriculture; appropriate technology
Penerapan teknologi pengolahan ikan berbasis energi listrik pada POKLAKSAR Putri Tirang Semarang
AbstrakBandeng duri lunak atau bandeng presto merupakan salah satu produk unggulan Kota Semarang. Para pengusaha kecil (tradisional) sebagai produsen bandeng duri lunak selama ini masih menemui beberapa permasalahan menyangkut aspek produksi, kualitas, dan manajemen usaha serta pemasaran. Tujuan kegiatan ini adalah untuk memecahkan permasalahan yang dihadapi mitra, yaitu kelompok pengolah dan pemasar (Poklaksar) “Putri Tirang”, yang bergerak dalam usaha pengolahan dan pemasaran hasil perikanan, khusunya bandeng. Poklaksar “Putri Tirang” beranggotakan 10 orang, dengan ketua Ibu Mukhayanah, beralamat di Jl. Tapak RT 06 RW 04 Kelurahan Tugurejo, Kec. Tugu, Kota Semarang. Bidang usaha utama adalah pengolahan ikan, khusunya bandeng untuk dibuat bandeng duri lunak atau bandeng presto. Permasalahan utama mtra adalah pada aspek produksi, yaitu dalam memasak bandeng masih menggunakan panci presto konvensional sehingga berdampak pada produktivitas, kualitas, dan pemasaran bandeng presto. Sebagai solusinya, dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini akan diterapkan teknologi pengolahan ikan berupa panci presto dengan pemanas listrik, yang terbukti lebih hemat daripada panci presto dengan bahan bakar LPG. Selain aspek produksi, dalam kegiatan ini juga akan ditangani permasalahan terkait aspek kualitas dan pemasaran produk. harus jelas, ringkas, dan deskriptif. Kata kunci: bandeng presto; produksi; panci presto; pemasaran AbstractSoft-boned milkfish, also known as "bandeng presto," is a flagship product of Semarang City. Small-scale (traditional) entrepreneurs producing soft-boned milkfish continue to face challenges related to production, quality, business management, and marketing. This activity aims to address the issues faced by the partner group, the "Putri Tirang" Fish Processing and Marketing Group (Poklaksar), which specializes in processing and marketing fishery products, particularly milkfish. The "Putri Tirang" group consists of 10 members, led by Mrs. Mukhayanah, and is located at Jl. Tapak RT 06 RW 04, Tugurejo Village, Tugu Sub-district, Semarang City. Their main business is fish processing, focusing on producing soft-boned milkfish or bandeng presto. The primary problem faced by the group lies in production, as they still use conventional pressure cookers, which affect the productivity, quality, and marketing of their products. As a solution, this community service activity introduces fish processing technology using electric pressure cookers, which are proven to be more cost-efficient than LPG-powered pressure cookers. In addition to addressing production issues, this activity also tackles problems related to product quality and marketing. Keywords: soft-boned milkfish; production; pressure cooker; marketin
Analisis Tegangan pada Cangkang Helm Keamanan dengan Variasi Jenis Bahan
Cangkang helm adalah bagian dari safety helmet yang berfungsi sebagai pelindung utama. Banyak model safety helmet yang terjual dilapangan masih menggunakan bahan polimer sebagai bahan utama, dan masih jarang menggunakan material komposit sebagai bahan pembuatnya. Sehingga pada penelitian ini akan dilakukan kajian jenis material apakah yang sesuai untuk digunakan pada safety helmet selain polimer. Material yang digunakan pada penelitian ini adalah komposit epoksi/rami, komposit epoksi/goni, komposit e-glass fibre/epoksi, dan polimer polypropylene. Pemodelan safety helmet dilakukan menggunakan perangkat lunak Solidworks 2022, sedangkan untuk analisis tegangan dilakukan pada model menggunakan perangkat lunak Ansys 18.1. Tujuan pada penelitian ini adalah menemukan bahan pembuat safety helmet yang terbaik dengan dasar pada margin of safety (MS). Tujuan tersebut merupakan salah satu kebaharuan pada penelitian ini selain desain cangkang safety helmet baru yang beda dari yang di pasaran. Kondisi batas yang menjadi beban muatan model adalah gaya vertikal dari atas permukaan benda searah sumbu –y sebesar 7500 N yang dilakukan pada kondisi diam atau statis. Hasil analisis menunjukkan bahwa model cangkang safety helmet yang memiliki MS tertinggi adalah model yang menggunakan material komposit e-glass fibre/epoksi yaitu sebesar 7, 104. Sedangkan model dengan material epoxy/goni menempati urutan yang ke-2 dengan nilai MS 6,457 kemudian model dengan material polypropylene dengan MS 4,98 dan epoxy /rami dengan MS 3,02. Hasil analisis besarnya massa menunjukkan model helm dengan material dari polypropylene memiliki massa yang paling ringan dengan massa sebesar 0,294 kg, kemudian Epoxy/rami dengan massa sebesar 0,405 kg, Epoxy/goni dengan massa sebesar 0,521dan e-glass fiber/epoxy dengan massa sebear 0,586 kg. Meskipun material e-glass fiber/epoxy memiliki massa yang paling besar, namun nilai MS yang dihasilkan merupakan yang paling tinggi, sehingga dapat direkomendasikan sebagai bahan alternatif untuk membuat safety helmet
Bioethanol Synthesis from Durian Seeds Using Saccharomyces cerevisiae in Aerobic Fermenter and Bioethanol Enrichment by Batch Vacuum Distillation
Bioethanol is an alternative energy of environmentally friendly as a substitute for petroleum. Sucrose, starch, and fibrous cellulose (lignocellulose) are the main ingredients for bioethanol production. The material is very easy and abundant to get from the waste of agricultural crops. One of these agricultural wastes in Indonesia that have not been used optimally is durian seeds. Durian seeds only become waste and are not commercially useful, even though they contain high carbohydrates, which is possible as a potential new source for bioethanol production. In this work, an experimental study was conducted on bioethanol synthesis from durian seeds through fermentation by Saccharomyces cerevisiae yeast in aerobic fermenter. The process for the production of starch-based bioethanol includes milling, hydrolysis, detoxification, fermentation, and distillation. At the stage of fermentation, variations in the duration of fermentation were applied for 1-11 days. Carbohydrates contained in durian seed flour are 11.541%, which is the largest content. The highest result of ethanol content is 14.72 % (v/v) in 9 day fermentation periods by using Saccharomyces cerevisiae in aerobic conditions. Distillation to enrich bioethanol was carried out by batch vacuum distillation at 68C for ± 180 minutes and produced bioethanol with a purity of 95%
