9 research outputs found
HUBUNGAN PENGETAHUAN, SIKAP, ASUPAN ENERGI DAN PROTEIN TERHADAP RISIKO KURANG ENERGI KRONIK (KEK) PADA WANITA USIA SUBUR DI DESA HIBUN KABUPATEN SANGGAU
The importance of knowing the nutritional status of mothers before pregnancy can improve nutrition problems that will be sustainable in infants will be born. The risk of SEZ in women of childbearing age (WUS) has an impact on infants with LBW so that it will increase the number of malnutrition in Indonesia. This study aims to determine the relationship of knowledge, attitudes, energy and protein intake to the risk of chronic lack of energy (SEZ) in women of childbearing age (WUS) in Hibun Village, Sanggau District. This type of research is an observational study with a cross-sectional study design with a purposive sampling technique, the number of research samples is 70 respondents with criteria aged 18-35 years both those who have given birth and have not and are not pregnant. Data analysis included univariate and bivariate analysis using the chi-square test with a confidence level of 90% (α = 0.10). The results showed that there was a relationship between energy intake (p = 0.009) and SEZ risk in women of childbearing age and there was no relationship between knowledge (p = 0.196), attitudes (p = 0.226) and protein intake (p = 0.483) with SEZ risk in women of childbearing age in Hibun Village, Sanggau District. There is a relationship between energy intake and the risk of SEZ in women after fertility. There is no relationship between knowledge, attitudes and protein intake against the risk of SEZ in women after fertility. The need for counseling on SEZs for WUS to increase knowledge carried out at posyandu is carried out by health workers and cadres carried out periodically and continuousl
FORMULASI MUFFIN SUBSTITUSI TEPUNG PISANG KEPOK (Musa Paradisiaca Linn) DAN SUSU KEDELAI (Glycine Max) SEBAGAI ALTERNATIF PEMBERIAN MAKANAN TAMBAHAN ANAK SEKOLAH (PMT – AS)
Muffin as the kind of cake which was made in personal size, solid texture, clumped inside, and looks like a cupcake shape. In generally, muffin which was made by flour. However for utilizing the local food then can be replaced with banana flours. Soy milk was added in muffin making process. It aimed for increasing of nutritional value and as supplementary feeding alternative for student of elementary school. The aim of study was knowing the acceptability of color, aroma, flavor, texture and protein nutrition value from banana flour muffin with addition the differences of soy milk. The research was an experimental design with using the analysis of friedman test. There are three treatments of banana flour with soy milk F1 (90% : 0%), F2 (95% : 25%), F3 (100% : 50%). The result of organoleptic test showed that the best product was muffin with formula 100% : 50 % which was protein contains 6, 96 gram. This muffin has qualify of PMT-AS as 274,47 kkal, protein 6,96 gram per serving size. Based on the result showed that there was a significant by adding soy milk to protein level, aroma, texture and flavor of banana flour muffin. Researcher suggest or futher research is necessary to study for adding some of aroma varians from nature indrigient others for making banana flour subtitution muffin with adding soy milk is more preffered to student and society
Pemberian Susu Kambing Prebiotik terhadap Kadar Hb pada Anak Stunting
Kalimantan Barat adalah provinsi di Indonesia yang memiliki masalah prevalensi stunting yang tinggi dibandingkan dengan prevalensi stunting nasional yaitu sebesar 29,8%. Kabupaten di Kalimantan Barat yang memiliki prevalensi kasus stunting yang tinggi pada tahun 2021 yaitu terdapat di Kabupaten Melawi sebesar 37,2% dan di Kabupaten Sintang sebesar 38,2%. Asupan protein menjadi faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting. Asupan protein dapat diperoleh dari konsumsi susu setiap hari sebagai alternatif. Konsumsi jenis susu yang berasal dari hewani dapat diperoleh dari susu sapi dan susu kambing. Susu kambing lebih tidak menyebabkan alergi dan mudah dicerna dibandingkan dengan susu sapi. Susu kambing dengan penambahan probiotik pada kasus stunting dapat meningkatkan sintesis dan penyerapan mikronutrien, memediasi inflamasi, dan menyebabkan kenaikan atau penurunan berat badan, meningkatkan sensitivitas insulin, memengaruhi nafsu makan, dan meningkatkan penyerapan mineral. Jenis penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cohort study dimana penelitian akan dilakukan dengan membandingkan antara dua kelompok yaitu kelompok perlakuan dan kelompok control dengan rasio 1:1. Tujuan untuk memantau perbedaan pertumbuhan anak stunting dengan asupan susu kambing dan susu kambing fortivikasi (susu kambing probiotik) di Kabupaten Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat, yang akan dilaksanakan selama 90 hari dengan melakukan pemeriksaan darah lengkap, pemeriksaan kadar tiroid, dan kadar seng serta standar antropometri
HUBUNGAN PENGETAHUAN, SIKAP, ASUPAN ENERGI DAN PROTEIN TERHADAP RISIKO KURANG ENERGI KRONIK (KEK) PADA WANITA USIA SUBUR DI DESA HIBUN KABUPATEN SANGGAU
The importance of knowing the nutritional status of mothers before pregnancy can improve nutrition problems that will be sustainable in infants will be born. The risk of SEZ in women of childbearing age (WUS) has an impact on infants with LBW so that it will increase the number of malnutrition in Indonesia. This study aims to determine the relationship of knowledge, attitudes, energy and protein intake to the risk of chronic lack of energy (SEZ) in women of childbearing age (WUS) in Hibun Village, Sanggau District. This type of research is an observational study with a cross-sectional study design with a purposive sampling technique, the number of research samples is 70 respondents with criteria aged 18-35 years both those who have given birth and have not and are not pregnant. Data analysis included univariate and bivariate analysis using the chi-square test with a confidence level of 90% (α = 0.10). The results showed that there was a relationship between energy intake (p = 0.009) and SEZ risk in women of childbearing age and there was no relationship between knowledge (p = 0.196), attitudes (p = 0.226) and protein intake (p = 0.483) with SEZ risk in women of childbearing age in Hibun Village, Sanggau District. There is a relationship between energy intake and the risk of SEZ in women after fertility. There is no relationship between knowledge, attitudes and protein intake against the risk of SEZ in women after fertility. The need for counseling on SEZs for WUS to increase knowledge carried out at posyandu is carried out by health workers and cadres carried out periodically and continuously</jats:p
FORMULASI MUFFIN SUBSTITUSI TEPUNG PISANG KEPOK (Musa Paradisiaca Linn) DAN SUSU KEDELAI (Glycine Max) SEBAGAI ALTERNATIF PEMBERIAN MAKANAN TAMBAHAN ANAK SEKOLAH (PMT – AS)
Muffin as the kind of cake which was made in personal size, solid texture, clumped inside, and looks like a cupcake shape. In generally, muffin which was made by flour. However for utilizing the local food then can be replaced with banana flours. Soy milk was added in muffin making process. It aimed for increasing of nutritional value and as supplementary feeding alternative for student of elementary school. The aim of study was knowing the acceptability of color, aroma, flavor, texture and protein nutrition value from banana flour muffin with addition the differences of soy milk. The research was an experimental design with using the analysis of friedman test. There are three treatments of banana flour with soy milk F1 (90% : 0%), F2 (95% : 25%), F3 (100% : 50%). The result of organoleptic test showed that the best product was muffin with formula 100% : 50 % which was protein contains 6, 96 gram. This muffin has qualify of PMT-AS as 274,47 kkal, protein 6,96 gram per serving size. Based on the result showed that there was a significant by adding soy milk to protein level, aroma, texture and flavor of banana flour muffin. Researcher suggest or futher research is necessary to study for adding some of aroma varians from nature indrigient others for making banana flour subtitution muffin with adding soy milk is more preffered to student and society.</jats:p
Pengaruh Edukasi Gizi Melalui Media Aplikasi Tik Tok Terhadap Pengetahuan Gizi Seimbang Pada Remaja Putri SMAN 1 Dedai Kabupaten Sintang
Remaja putri mengalami percepatan pertumbuhan lebih cepat karena tubuhnya memerlukan persiapan menjelang usia reproduksi, seperti menstruasi dan kehamilan. Remaja putri rela melakukan diet ketat tanpa disertai pengetahuan gizi yang cukup, sehingga muncullah perilaku makan yang tidak sesuai dengan prinsip gizi seimbang. Jika hal ini diteruskan, akan berpengaruh pada kualitas kesehatan dan gizi remaja yang seharusnya disiapkan dengan matang sebagai seorang calon ibu. Salah satu cara untuk meningkatkan pengetahuan gizi seimbang remaja putri dalam penelitian ini adalah menggunakan media aplikasi Tik Tok. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh edukasi gizi melalui media aplikasi Tik Tok terhadap pengetahuan gizi seimbang pada remaja putri SMAN 1 Dedai. Penelitian ini adalah penelitian Pre-Experiment dengan desain one group pre-test and post-test. Sampel penelitian adalah remaja putri kelas X sampai XII sebanyak 35 orang di SMAN 1 Dedai. Data di analisis menggunakan uji Paired Sample T-Test untuk melihat perbedaan pengetahuan sebelum dan sesudah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan menggunakan media aplikasi Tik Tok terhadap pengetahuan tentang gizi seimbang (p=0,001). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh edukasi gizi menggunakan Media Aplikasi Tik Tok terhadap pengetahuan gizi seimbang pada remaja putri SMAN 1 Dedai Kabupaten Sintang. Edukasi Gizi dengan menggunakan vidio tiktok dapat memberikan pengaruh dalam meningkatkan pengetahuan tentang gizi seimbang pada remaja putr
UJI DAYA TERIMA SEDUHAN TEH DAUN ASAM JAWA (TAMARINDUS INDICA LINN) UNTUK PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE 2
Latar Belakang : Daun asam jawa (tamarindus indica. l) merupakan salah satu tanaman obat tradisional Hampir semua bagian asam jawa dapat dimanfaatkan, adanya penghambatan α-amilase dapat digunakan sebagai alternatif pengobatan DMT2. Adanya inhibitor α- glukosidase dapat menghambat enzim α- glukosidase di usus dan menurunkan kadar glukosa darah dengan memperlambat pencernaan dan absorpsi pati dan disakarida. Adanya penghambatan pada enzim α- glukosidase akan menunda penyerapan karbohidrat di saluran pencernaan sehingga dapat mencegah peningkatan konsentrasi glukosa. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk meganalisis daya terima seduhan teh daun asam jawa. Metode : PenelitianP ini menggunakan RancanganAAcakLLengkap (RAL) dengan 3Pperlakuan.Hasil Uji daya terima dianalisis menggunakan Friedman test. Subjek penelitian sebanyak 25 panelis terlatih untuk uji daya terima. Penialaian daya terima meliputi warna, aroma, dan rasa. Hasil : Pada aspek warna, aroma, dan rasa, formula 2 ( 2 gram daun asam jawa , 100 ml air) memiliki skor daya terima lebih baik dan berbeda signifikan dibandingkan dengan formula linnya dengan p=0.000. Kesimpulan : Formula yang paling disukai panelis adalah formula
Analisis Daya Terima Dan Proksimat Mie Instan Tepung Tulang Ikan Tenggiri (Scomberomorus Lineeolatus) Dengan Penambahan Labu Kuning (Cucurbita Moschata
Mie merupakan salah satu jenis makanan yang berbahan dasar tepung terigu dan telah dikenal berbagai kalangan masyarakat. Mie instan sangat diminati oleh masyarakat, Untuk meningkatkan nilai gizi pada mie instan maka diperlukannya bahan alternatif dalam pengolahan mie seperti tepung tulang ikan tenggiri dan labu kuning. Tujuan penelitian: mengetahui daya terima mie terhadap warna, rasa, aroma, dan tekstur mie instan tepung tulang ikan tenggiri dengan penambahan labu kuning dengan konsentrasi yang berbeda. Metode penelitian: penelitian ini mengunakan desain penelitian eksperimen yaitu pembuatan mie instan tepun tulang ikan untuk mengetahui daya terima panelis menggunakan uji Friedman. Hasil penelitian: dari hasil uji organoleptik menyatakan ada pengaruh penambahan formulasi tepung tulang ikan tenggiri dan labu kuning terhadap aroma,rasa,tekstur mie instan. produk mie instan yang paling diterima baik dari warna, aroma, rasa dan tekstur terdapat pada perlakuan F1 (5 : 15) dengan hasil uji proksimat kadar protein (9,65%), kadar lemak (21,13%), karbohidrat (57,05%), kadar air (6,71%), kadar abu (3,38%), kalsium (6,45%). Kesimpulan: formulasi mie yang paling diterima adalah F1, ada pengaruh penambahan formulasi tepung tulang ikan tenggiri dan labu kuning terhadap aroma,rasa,tekstur pada mie instan
DAYA TERIMA DAN ANALISIS PROTEIN SERTA ANTIOKSIDAN PADA NUGGET IKAN TOMAN DAN DAUN KEDADAI
Latar Belakang : Stunting pada anak mengakibatkan penurunan sistem imunitas tubuh dan meningkatkan risiko terkena penyakit infeksi. Suplementasi gizi dalam bentuk makanan tambahan dengan formulasi khusus dan difortifikasi dengan vitamin dan mineral yang diberikan kepada balita 6-59 bulan dengan kategori kurus. Nugget ikan toman dengan penambahan daun kedadai merupakan sumber protein yang baik untuk mendukung pertumbuhan tulang, membangun serta mengganti se-sel jaringan yang rusak dan sebagai antioksidan yang dapat menjadi penahan radikal bebas bagi anak stunting.Tujuan penelitan : Mengetahui daya terima dan analisis kandungan protein serta antioksidan pada nugget ikan toman (channa micropeltes) dengan penambahan daun kedadai (ficus variegata (blume)) sebagai makanan tambahan untuk anak stunting.Metode Penelitian : eksperimen dengan rancangan acak lengkap (RAL) dengan perlakuan yaitu jenis formula. Formula produk terdiri atas tiga taraf dengan masing-masing tiga kali pengulangan. Penelitian akan dilakukan di Laboratorium Teknologi Pangan Poltekkes Kemenkes Pontianak dan Laboratorium Kimia TPHP Poloteknik Negeri Pontianak. Penentuan daya terima diperoleh dari formulir yang diisi oleh panelis agak terlatih sebanyak 25 orang dan penilaian ini menggunakan skala hedonik. Data dianalisis dengan menggunakan uji friedman. Penetapan kadar protein dilakukan dengan mikrokjeldahl. Pengujian aktivitas antioksidan dilakukan dengan metode 1,1-difenil-2-pikrilhidrazil (DPPH).Hasil Penelitian : Penilaian secara keseluruhan menunjukan hasil uji daya terima berdasarkan jumlah pangkat menurut warna, aroma, tekstur dan rasa nugget ikan toman dengan penambahan tepung kededai yang secara keseluruhan diproleh hasil tertinggi pada perlakuan 2 dengan jumlah sebesar 222 yang berarti perlakuan ini lebih diterima secara warna, aroma, tekstur dan rasa oleh panelis
