3 research outputs found

    Proses berpikir memecahkan masalah matematika dua siswa SMAK Santo Bonaventura Madiun berdasarkan tipe kepribadian ekstrovert dan introvert

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui proses pemecahan masalah dua siswa SMAK Santo Bonaventura Madiun berdasarkan tipe kepribadian ekstrovert dan introvert, (2) mengetahui proses berpikir dua siswa SMAK Santo Bonaventura Madiun dalam memecahkan masalah matematika ditinjau berdasarkan tipe kepribadian ekstrovert dan introvert, (3) mengetahui kelebihan dan kekurangan proses berpikir siswa dalam memecahkan masalah matematika berdasarkan tipe kepribadian ekstrovert dan introvert. Tipe kepribadian menurut Myress-Briggs type indicator (MBTI) dibedakan menjadi dua tipe yaitu ekstrovert dan introvert. Jenis penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Penelitian ini dilakukan pada siswa kelas 11 IPA SMAK Santo Bonaventura Madiun pada bulan April dan Mei 2023. Prosedur pengumpulan data yang digunakan adalah kuisioner, tes, dan wawancara. Instrumen penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah: (1) kuisioner tipe kepribadian siswa, (2) tes pemecahan masalah matematika materi baris dan deret, (3) wawancara. Dari hasil penelitian diperoleh: (1) proses pemecahan masalah siswa introvert adalah siswa introvert mampu memahami dan menggunakan rumus yang ada untuk memecahkan masalah yang dihadapi, siswa introvert memecahkan permasalahan dengan penulisan yang sistematis, siswa introvert memiliki ketelitian yang cukup baik untuk memecahkan masalah, siswa introvert memiliki kreativitas dan inovasi yang cukup baik untuk memecahkan masalah, siswa introvert memecahkan masalah dengan proses dan langkah-langkah yang runtut dan jelas. Proses pemecahan masalah siswa ekstrovert adalah siswa ekstrovert cukup memahami rumus yang ada untuk memecahkan masalah, siswa ekstrovert memecahkan masalah tanpa menggunakan penulisan yang sistematis, ketelitian siswa ekstrovert masih kurang dalam memecahkan masalah, siswa ekstrovert memiliki kreativitas dan inovasi yang cukup baik untuk memecahkan masalah, siswa ekstrovert memecahkan masalah dengan tidak menuliskan proses pengerjaan yang lengkap dan runtut. (2) Proses berpikir siswa introvert dalam memecahkan masalah yaitu siswa memiliki pemikiran yang sistematis, siswa mengerjakan soal dengan tidak urut berdasarkan nomor soal, strategi pemecahan masalah tanpa melakukan pengecekan kembali, pemecahan masalah menggunakan cara konseptual, siswa dapat memahami masalah dengan sekali membaca dan menuliskan pada lembar jawab, siswa introvert sedikit lamban dalam mengambil keputusan, dan siswa introvert harus menulis dan menemukan semua informasi terlebih dahulu baru kemudian mensubstitusi pada rumus. Sedangkan proses berpikir siswa ekstrovert adalah kurang sistematis, pengerjaan soal oleh siswa tidak urut sesuai nomor soal, strategi pemecahan masalah tanpa melakukan pengecekan kembali, pemecahan masalah menggunakan cara konseptual, siswa ekstrovert memerlukan beberapa kali membaca soal untuk memahami masalah, siswa ekstrovert dapat mengambil keputusan dengan cepat, dan siswa ekstrovert menemukan semua informasi sembari mengerjakan. (3) Kelebihan proses berpikir siswa introvert dalam memecahkan masalah matematika adalah: (1) pekerjaan sistematis dan runtut, (2) ketelitian yang baik, (3) penulisan proses pengerjaan lengkap dan tepat, (4), pantang menyerah. Kelebihan proses berpikir siswa ekstrovert dalam memecahkan masalah matematika adalah: (1) memiliki ingatan yang baik, (2) memiliki kepercayaan diri yang baik, (3) Berani mengambil keputusan, (4) Menyelesaikan masalah dengan durasi cepat. Kekurangan proses berpikir siswa introvert: (1) kepercayaan diri yang rendah, (2) harus beracuan pada rumus, (3) terlalu pemikir dan takut mengambil keputusan, (4) Tidak melakukan pengecekan kembali. Kekurangan proses berpikir siswa ekstrovert : (1) Kurang sistematis, (2)cepat bosan saat memecahkan masalah, (3) kurang teliti, (4) Mudah menyerah
    corecore