5 research outputs found
Evaluasi Sarana dan Prasarana Penjasorkes pada Sdlb Sekabupaten Bener Meriah Tahun Ajaran 2012/2013
Penelitian ini berjudul “Evaluasi Sarana dan Prasarana Penjasorkes pada SDLB se-Kabupaten Bener Meriah tahun ajaran 2012/2013”. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang mana bertujuan untuk melihat keadaan sarana dan prasarana penjasorkes pada SDLB se-Kabupaten Bener Meriah. Populasi didalam penelitian ini adalah Seluruh SDLB yang ada di Kabupaten Bener Meriah. Adapun dalam menentukan jumlah sampel, dengan menggunakan teknik (total sampling), dengan mengambil semua anggota populasi untuk dijadikan sampel yang berjumlah sebanyak 3 sekolah. Jadi yang menjadi sampel didalam penelitian ini adalah SDLB Pondok Gajah, SDLB Pante Raya dan SDLB Lampahan. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah Field Research, dengan melakukan observasi, dokumentasi dan wawancara. Data dianalisis dengan menggunakan teknik statistik sederhana dengan standar deviasi indeks (SDI). Hasil observasi dan perhitungan data dari sarana dan prasarana penjasorkes menunjukan bahwa nilai aktual (NA) untuk keadaan prasarana di SDLB se-Kabupaten Bener Meriah sebesar 10,48, dan nilai indeks dimensinya adalah 2,99, kemudian telah dihitung nilai indeks SDI sebesar 0,99. hasil tersebut masih dirasakan kurang untuk ruang gerak perorangan yakni 3,5 (m2) per orang. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa keadaan sarana dan prasarana penjasorkes pada SDLB se-Kabupaten Bener Meriah tahun ajaran 2012/2013 belum memenuhi standar untuk kebutuhan pebelajaran penjasorkes
Buku Ajar Pengantar Hukum Tata Negara
Dinamisasi peristiwa yang terjadi disebuah negara, tak pelak menuntut penyesuaian dalam sistem tatanan bernegara. Terjadinya perubahan UUD 1945 merupakan wujud konkrit, betapa persoalan hukum bernegara perlu disikapi dengan cepat dan tepat. Terjadinya perubahan dalam UUD 1945 berdampak pada sistem dan perkembangan ketatanegaraan Indonesia, juga berimpilkasi terhadap pengajaran hukum tata negara, karena tidak dapat dinafikan hukum tata negara merupakan salah satu cabang ilmu hukum yang bersumber pada Undang-Undang Dasar atau Konstitusi. UUD merupakan norma dasar tertinggi dalm suatu negara yang merupakan gambaran sistem ketatanegarannya di suatu negara. Sebagaimana halnya sistem hukum, politik, ekonomi dan sosial suatu negara, di dalam konstitusi juga mengatur hubungan antara lembaga negara, struktur pemerintahan dan hubungan antara negara dan warga negara.
Demikian pula dengan buku yang ada dihadapan pembaca saat ini dengan judul Pengantar Hukum Tata Negara Panduan kuliah di Perguruan Tinggi yang didalamnya terdiri dari 9 Bab, Pada Bab 1 Pendahuluan; Bab 2 Pengantar Hukum Tata Negara; Bab 3 Sumber-Sumber Hukum Tata Negara; Bab 4 Konstitusi; Bab 5 Asas-asas Yang Dianut Dalam UUD 1945; Bab 6 Bentuk Negara dan Sistem Pemerintahan; Bab 7 Hubungan Agama dan Negara Dalam Islam; Bab 8 Asas Kewarganegaraan; Bab 9 Sistem Pemilihan Umum. Penulis memasukkan pembahasan Hubungan Agama dan Negara Dalam Islam untuk menegaskan bahwa agama tidak hanya mengatur persoalan atau hubungan dengan spiritual saja, tetapi mengatur pula mengenai negara.
Akhirnya, semoga buku yang hadir dihadapan pembaca memberi khasanah keilmuan khususnya mengenai Hukum Tata Negara
Sosialisasi Zero Waste di Desa Kediri Kabupaten Lombok Barat
Sampah menjadi persoalan tersendiri di desa Kediri Kecamatan Kediri, kabupaten Lombok Barat. Hal ini dikarenakan tiap harinya di Lomboka Barat mencapai 175, 4 ton produksi sampah, namun kemampuan pengelolaan hanya ada 60.83%, Sebanyak 101,76 ton atau 58,01% diangkut diangkut ke tempat pembuangn akhir. Kemudain 2,82% diolah dengan pola 3R. Dari sekian banyak di antaranya merupakan sampah Organik, Sampah Anorganik dan sampah 9,95% sampah yang sulit terurai berupa sampah plastic dan sampah B3. Adanya peran serta seluruh lapisan masyarakat dalam pengelolaan sampah maka pembekalan pengetahuan mengenai pengelolaan sampah perlu digalakkan. Berdasarkan analisis situasi, permasalahan yang dihadapi diwilayah tersebut belum sepenuhnya memiliki pengetahuan mengenai konsep Zero Waste serta minimnya ketrampilan dalam pengelolaan sampah Organik, sampah Anorganik, dan Sampah B3, sehingga pengelolaan sampah tidak maksimal. Adapun tujuan dari pelaksanaan program pengabdian ini adalah (1) Membekali pengetahuan masyarakat umumnya mengenai konsep Zero Waste dengan penerapan prinsip 5R (Refuse, Reduse, Reuse, Recycle, Rot). (2) Memberikan pengetahuan kepada masyarakat mengenai bahaya dari sampah, (3) Meningkatkan keterampilan masyarakat dalam memanfaatan sampah. Penyuluhan dilakukan oleh tim pengabdian kepada masyarakat dengan materi berupa; (1)Pengenalan tentang zerowaste (2) Pengenalan Produk Hasil dengan 5R (3) Pengenalan peralatan untuk pengolahan sampah dengan Prinsip 5R.Hasil kegitan menunjukkan bahwa masyarakat yang hadir telah mendapat pengetahuan dan wawasan tentang Zero Watse, Pengolahan sampah dengan prinsip 5R yang dapat mengatasi masalah limbah rumah tangga dan mengubah limbahh tersebut menjadi berbagai produk yang mempunyai nilai ekonomi. Sehinga secara luas dapat mengatasi masalah sampah di Desa Kediri, Kecamatan Kediri Kabupaten Lombok Barat