506 research outputs found

    Penyelenggaraan Sistem Jaminan Sosial (SJS) di Indonesia dalam Perspektif Internasional

    Full text link
    : The implementation of social security in an International perspective has been directed at the social protection systems need to have the coordination of various things, among others: (1) the availability of employment, (2) health care facilities and (3) the role of labor market in the reemployment of employees having layoff to new employment in order to ensure the sustainability of their social security system. The purpose of this research was to compare social security in the us, Korea and China so that it can be taken as an example implementation in Indonesia. The method used is the study of librarianship with a descriptive exploratory approach. The method used is the study of library research with a descriptive exploratory approach. It can be concluded that: (1) conducting of social security in the US., South Korea and China have been well protected with the availability of work and the existence of permanent employment market presence. (2) Conducting SJSN by BPJS in Indonesia is still exclusive, has yet to reach the protection of workers as a whole, because membership of the workers against the labor force is still less than 25%, due to the stakeholders' intervention.

    Penggunaan Spermin dalam Regenerasi Tanaman pada Kultur Antera Beberapa Aksesi Padi Gogo

    Full text link
    The objective of the research was to determine anther culture ability of 7 rice accessions in an improved media supplemented with spermine. The seven accessions were Hawara Bunar, Grogol, Sigundil. Krowal. CT-650-24-J-3. Lembayau, dan Mendali. Media N6 was used for callus induction and MS was used for regeneration. Both media was supplemented with spermine at J0 -4M . Result of the experiment showed that Grogol. Sigundil. and Lembayau gave green plantlet. Sigundil and Mendali possessed highest anther culture ability and therefore best suited for parent in rice breeding involving anther culture technique

    THE CNC VIRTUAL AS TEACHING AND TRAINING AID OF CNC PROGRAMMING

    Get PDF
    CNC machine tools is the most important practical means of teaching and training of CNC Programming in Vocational High School. Its relatively-high price causes the incapabibilty of the school for getting it, so the teaching of CNC programming in Vocational High School mostly doesn’t use CNC machine. The effect is many students can’t reach the standard competence of applied CNC programming. The unavailability of CNC machine tools in teaching of CNC programming in Vocational High School is treated by using CNC Simulator. The CNC Simulator consist Virtual CNC, and CNC Machine Simulator. It’is a media to simulate of NC Part Program execution..The simulation of NC Part Program execution are displayed tool path a machining process at monitor. NC Part Program has been simulated can be sent to unit control of CNC Machine Simulator. Implementation of CNC Simulator in teaching and training of CNC programming begins from building CNC Virtual. The CNC Virtual is a software which provides a visual effect of environment of CNC machine in the monitor. The building uses Research and Development (R&D) method. Implementation of CNC Simulator in teaching of CNC programming shows; (1) the students are very interested and excited to use the virtual CNC which provides a visual effect of environment of CNC machine in the monitor, actively trying the simulation of numpad virtual in the monitor, inputting data on the panel virtual, and making simulation or execution of the CNC program at CNC Machine Simulator, (2) the students practice to make and execute the CNC programming individually in the classroom or outdoor class. (3) CNC Virtual can be used as teaching and training media classically (in classroom), individually learning, even e-learning

    Pertumbuhan Bibit Tanaman Jarak Pagar (Jatropha Curcas L.) pada Berbagai Kedalaman dan Posisi Tanam Benih

    Full text link
    Germination and growth at seedling stage are critical phases in plant life cycle, especially for physic nut (Jatropha curcas L.) usually grown in a dry land. Therefore seedling preparation plays an important role in nursery stock production. Position and depth of seed sowing affected the germination process and further seedling growth and development. A Completely Randomized Design with two factors was used in the experiment, i.e., depth of seed sowing (1, 2, 3, 4, and 5 cm) and seed position (seed with micropyle at the bottom, face-down, and layback). The result showed that position and depth of seed sowing affected the germination and early growth and development of seedling. The effect of seed position on growth and development of seedling persisted until the end of the experiment when the seedlings were two months old. Face-down position with 2 - 3 cm depth represented the best position and depth for seedling growth

    PENGEMBANGAN MODEL PENGAJARAN BERDIFERENSIASI BERBASIS MATERI PEMBELAJARAN INDIVIDUAL DALAM RANGKA MENINGKATKAN EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN CNC (COMPUTER NUMERICALLY CONTROL) BERBASIS KOMPETENSI

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan: (1) meningkatkan kualitas pembelajaran, yang meliputi intensitas interaksi mahasiswa dalam pembelajaran, dan kemandirian belajar mahasiswa, (2) meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam membuat program NC, yang sekaligus juga meningkatkan prestasi belajar mahasiswa dalam mata kuliah Proses Pemesinan NC. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas, yang dilakukan dalam dua putaran. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium CNC Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNY. Subyek penelitian adalah mahasiswa angkatan 2003 yang sedang menempuh mata kuliah Pemesinan NC dengan dosen pengampu Drs, Faham, MPd., yang seluruhnya berjumlah 13 orang mahasiswa. Data penelitian dikumpulkan dengan observasi menggunakan pedoman observasi yang dikembangkan peneliti, dan masukan dari teman sejawat pengampu mata kuliah Proses Pemesinan NC. Analisis data dilakukan dan disajikan dalam bentuk deskriptif. Hasil analisis deskriptif terhadap data penelitian menunjukkan: (1) metode pembelajaran berdiferensiasi dengan tugas latihan individual disesuaikan dengan perkembangan belajar mahasiswa, yang diikuti dengan tes pembuatan program NC secara mandiri, menunjukkan adanya peningkatan keterlibatan mahasiswa dalam latihan membuat program NC secara terbimbing. Dari semula 8 orang (61,52%) yang tidak aktif menjadi hanya 4 orang (30,76%), selebihnya adalah aktif dan sangat aktif dalam pembelajaran, (2) dalam skor tes pembuatan program NC diketahui terjadi peningkatan meskipun belum optimal. Dari semula 15,38% meningkat menjadi 30,69% mahasiswa yang mampu membuat program dengan baik, selebihnya (69,31%) adalah belum mampu membuat program NC dengan baik. Kata kunci: pembelajaran berdiferensiasi, program NC FT, 2006 (PEND. TEK. MESIN

    PENGEMBANGAN MODEL PENGAJARAN BERDIFERENSIASI BERBASIS MATERI PEMBELAJARAN INDIVIDUAL DALAM RANGKA MENINGKATKAN EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN CNC (COMPUTER NUMERICALLY CONTROL) BERBASIS KOMPETENSI

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan: (1) meningkatkan kualitas pembelajaran, yang meliputi intensitas interaksi mahasiswa dalam pembelajaran, dan kemandirian belajar mahasiswa, (2) meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam membuat program NC, yang sekaligus juga meningkatkan prestasi belajar mahasiswa dalam mata kuliah Proses Pemesinan NC. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas, yang dilakukan dalam dua putaran. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium CNC Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNY. Subyek penelitian adalah mahasiswa angkatan 2003 yang sedang menempuh mata kuliah Pemesinan NC dengan dosen pengampu Drs, Faham, MPd., yang seluruhnya berjumlah 13 orang mahasiswa. Data penelitian dikumpulkan dengan observasi menggunakan pedoman observasi yang dikembangkan peneliti, dan masukan dari teman sejawat pengampu mata kuliah Proses Pemesinan NC. Analisis data dilakukan dan disajikan dalam bentuk deskriptif. Hasil analisis deskriptif terhadap data penelitian menunjukkan: (1) metode pembelajaran berdiferensiasi dengan tugas latihan individual disesuaikan dengan perkembangan belajar mahasiswa, yang diikuti dengan tes pembuatan program NC secara mandiri, menunjukkan adanya peningkatan keterlibatan mahasiswa dalam latihan membuat program NC secara terbimbing. Dari semula 8 orang (61,52%) yang tidak aktif menjadi hanya 4 orang (30,76%), selebihnya adalah aktif dan sangat aktif dalam pembelajaran, (2) dalam skor tes pembuatan program NC diketahui terjadi peningkatan meskipun belum optimal. Dari semula 15,38% meningkat menjadi 30,69% mahasiswa yang mampu membuat program dengan baik, selebihnya (69,31%) adalah belum mampu membuat program NC dengan baik. Kata kunci: pembelajaran berdiferensiasi, program NC FT, 2006 (PEND. TEK. MESIN
    corecore