404 research outputs found

    THE EFFECT OF TAX AVOIDANCE ON FIRM VALUE: THE MEDIATING ROLE OF AGENCY COST AND MODERATING ROLE OF FAMILY OWNERSHIP

    Get PDF
    This study aims to investigate the effect of tax avoidance on firm value with the mediating role of agency cost and moderating role of family ownership. Firm value is measured with Tobinā€™s Q, tax avoidance was measured with effective tax rate and agency cost was measured with asset turnover or sales to total ssset ratio. This research adopted F-PEC index developed by Astrachan, Klein, & Smyrnios (2002) to measure family ownership. Population of this research were non financial firms listed on IDX. Samples were taken for the year 2012-2016 and was collected by purposive sampling method where researcher established some criteria to be the research data. Panel data analysis on Eviews 10 was used to test the research data. This research find that tax avoidance significantly have positive effect on firm value. The results of this research prove that investor in Indonesia react positively to tax avoidance or do not consider tax avoidance practice as long as their interests are met. Furthermore, tax avoidance significantly have negative effect on agency cost, and agency cost significantly have negative effect on firm value. Tax avoidance negatively affects the agency costs because in doing tax avoidance, the agent strives to fulfill the principal's interests by providing higher after-tax profits, so that the interests of both parties are met and the conflicts and agency costs are likely to decrease. The path analysis result do not proven that tax avoidance have indirect effect on firm value through agency cost. Another finding is family ownership does not moderate the effect of tax avoidance on firm value. There are no different effect related to tax avoidance and firm value between low family ownership and high family ownership

    Manajemen E-Government Dalam Meningkatkan Minat Wisata di Kota Ternate Provinsi Maluku Utara

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengelolaan E-government dalam meningkatkan minat wisata yang ada di Kota Ternate. Dengan adanya E-government dinilai mampu memudahkan masyarakat dalam mengakses segala macam informasi yang ada di suatu daerah termasuk pariwisatanya. Penerapan E-government bertujuan membangun hubungan baik antara perintah dengan masyarakat, pemerintah dengan pemerintah dan pemerintah dengan swasta. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif. Pengelolaan E-government dalam meningkatkan minat wisata di Kota Ternate masih belum baik, hal ini dilihat dengan hasil temuan yakni (1) Tidak ada bidang khusus yang menangani website; (2) Tidak ada sumberdaya manusia yang kompeten di bidang pengelolaan website; (3) Adanya Ego sektoral yang masih kuat antar lembaga; (4) Pengarahan yang kurang dari atasan atau pihak yang berwenang; (5) Tidak ada reward dan punishment; dan (6). Kurangnya pengawasan untuk pengelolaan website tersebut. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, peneliti menyarankan untuk menambah bidang khusus yang menangani masalah E-Government agar lebih terfokus pada website informasi Wisata, kemudian menempatkan SDM yang berkompeten dibidang E-government, serta mengurangi ego sektoral pada masing-masing instasi, dan memberikan pengawasan terhadap kinerja pegawai

    ANALISIS SEMIOTIKA ILUSTRASI COVER MAJALAH BOBO DARI MASA KE MASA

    Get PDF
    Majalah Bobo adalah salah satu majalah anak-anak yang hingga kini masih tetap eksis sejak tahun 1973. Sampul mukanya mempunyai daya tarik tersendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tampilan visual majalah Bobo menggunakan teori semiotika Charles S. Peirce. Penelitian ini menggunakan baik teori desain maupun teori lainnya yang berhubungan, dengan harapan hasil dari pembelajaran ini dapat berguna bagi desainer yang hendak melakukan penelitian yang serupa. Daya tarik visualnya mengandung kesan unik lain daripada yang lain karena ditunjang oleh penggunaan karakter keluarga Bobo kelinci sebagai ikonnya, penggunaan warna warni pastel yang ceria, penggunaan jenis huruf Sans Serif yang tepat dan tata letak objek yang dinamis

    STRATEGI PENGEMBANGAN KOMPETENSI UNTUK MENINGKATKAN KINERJA TENAGA KEPENDIDIKAN PADA BAGIAN AKADEMIK DI UNIVERSITAS TRUNOJOYO MADURA

    Get PDF
    Penelitian ini dimaksudkan untuk merumuskan Pengembangan Kompetensi Untuk meningkatkan Tenaga Kependidikan pada Bagian Akademik di Universitas Trunojoyo Madura yang meliputi: kompetensi berkaitan dengan kinerja tenaga kependidikan dan stategi atau upaya meningkatkan kompetensi tenaga kependidikan untuk meningkatkan kinerja. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Data dikumpulkan menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Dari hasil penelitian didapat hasil bahwa kompetensi yang dimiliki dapat meningkatkan kinerja tenaga kependidikan pada bagian akademik di Universitas Trunojoyo Madura, meskipun ada beberapa hal yang perlu terus dikembangkan. Dan strategi pengembangan kompetensi tenaga  kependidikan  di  Universitas  Trunojoyo Madura dapat dilakukan melalui pendidikan dan pelatihan. Pelatihan dilakukan dengan dua pendekatan yakni pendekatan off the job training dan pendekatan on the job training

    Studi Komparasi Penggunaan Strategi Tebak Kata Dan Scramble Terhadap Hasil Belajar Ipa Siswa Kelas Iv Sd Muhammadiyah 3 Surakarta Tahun 2015/2016

    Get PDF
    This study aims to determine: (1) the difference between the use of strategies of guess the word with the strategy scramble for learning outcomes IPA fourth grade students of SD Muhammadiyah 3 Surakarta, (2) a better strategy between strategy guess the word with the strategy scramble in science teaching to the results students of class IV 3 SD Muhammadiyah Surakarta. This study was an experimental study. Subjects in this study were students IVA and IVB 3 SD Muhammadiyah Surakarta in 2015/2016. Data collection techniques used are observation, documentation and testing. The analysis technique used is preceded by the t-test analysis prerequisite test is a test of balance and normality test. Based on the results of data analysis with a significance level of 5% obtained t > t table, namely 2.182> 1.990 with an average value of learning outcomes thematic IVB class higher than the class IVA, namely 82.92> 78.47. The conclusion of this study are as follows: (1) there is a difference between using a strategy of guess the word with the strategy scramble for learning outcomes IPA fourth grade students of SD Muhammadiyah 3 Surakarta, (2) strategy scramble better the learning outcomes of science students in comparison with the strategy of guess the word. Keyword: learning outcomes, comparative studies, scramble, guess the wor

    GAMBARAN DUKUNGAN SUAMI PADA ISTRI TENTANG PEMILIHAN KB IUD PASKA PLASENTA DI PUSKESMAS DUPAK SURABAYA

    Get PDF
    Penggunaan KB tidak terlepas dari peran dan dukungan suami. Namun masih jarang suami yang mau untuk memberikan dukungan kepada ibu dan bahkan banyak yang menyerahkan seutuhnya kepada ibu dalam hal penggunaan kontrasepsi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran dukungan suami pada istri tentang pemilihan KB IUD paska plasenta di Puskesmas Dupak Surabaya. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif. Populasi adalah semua ibu bersalin yang memiliki suami di Puskesmas Dupak Surabaya dengan rata-rata perbulan 24 orang. Teknik pengambilan sampel secara non probability sampling tipe total sampling sebesar 28 responden. Variabel dukungan suami. Instrumen pengumpulan data menggunakan kuesioner. Pengolahan data dengan editing, scoring, coding, tabulating. Analisa data menggunakan distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar dari responden (60,7%) suaminya kurang mendukung dan hampir setengahnya (39,3%) suami ibu mendukung untuk menggunakan KB IUD. Kesimpulannya sebagian besar suami kurang mendukung, diharapkan petugas kesehatan dapat memberikan tambahan informasi terhadap pemilihan alat kontrasepsi sehingga dapat memotivasi suami untuk berperan dalam pemilihan alat kontrasepsi

    IMPLEMENTASI MODEL SAINS TEKNOLOGI MASYARAKAT UNTUK MENINGKATKAN ECOLITERACY SISWA DALAM PEMBELAJARAN IPS (Penelitian Tindakan Kelas di Kelas V SDN Mekarsari)

    Get PDF
    Ecoliteracy (kecerdasan ekologis) merupakan sebuah gerakan yang harus ditanamkan sedini mungkin kepada siswa termasuk pada jenjang sekolah dasar, hal ini bertujuan untuk menumbuhkan pemahaman dan kepekaan siswa terhadap pelestarian lingkungan di sekitar siswa. Latar belakang dilakukannya penelitian ini dikarenakan rendahnya kepedulian siswa untuk menjaga dan melestarikan lingkungan sekitarnya. Untuk mengatasi latar belakang masalah tersebut, peneliti menerapkan model sains teknologi masyarakat dalam pembelajaran IPS. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji peningkatan ecoliteracy siswa dengan menerapkan model sains teknologi masyarakat. Model pembelajaran sains teknologi masyarakat dipilih oleh peneliti karena model ini memanfaatkan isu lingkungan dalam proses pembelajarannya, sehingga dapat meningkatkan kompetensi ecoliteracy siswa. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan menggunakan desain penelitian Kemmis & Mc. Taggart. Adapun subjek pada penelitian ini adalah siswa kelas V SDN Mekarsari Tahun Ajaran 2019/2020. Teknik pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini adalah tes tertulis, angket sikap, penilaian kinerja, catatan lapangan, observasi, serta dokumentasi. Penelitian ini menggunakan kompetensi inti dari Capra (2007) dan Stone (2010) yaitu kompetensi pada ranah head/pengetahuan, heart/sikap, dan hand/keterampilan. Hasil pnelitian ini menunjukkan adanya peningkatan kompetensi ecoliteracy pada ranah head/pengetahuan dan heart/sikap dari pra siklus ke siklus I dengan menerapkan model pembelajaran sains teknologi masyarakat. Dengan demikian penelitian dengan menerapkan model pembelajaran sains teknologi masyarakat dapat meningkatkan kompetensi ecoliteracy siswa, sehingga model pembelajaran sains teknologi masyarakat ini dapat dijadikan sebagai alternatif model pembelajaran yang baik untuk digunakan dalam pembelajaran IPS terutama dalam meningkatlkan kompetensi ecoliteracy siswa. Ecoliteracy (ecological intelligence) is a movement that must be instilled as early as possible to students, including at the elementary school level, it aims to foster understanding and sensitivity of students towards environmental preservation around students. The background of this research is due to the low awareness of students to maintain and preserve the surrounding environment. This can be seen from the large number of students who throw rubbish out of place, in addition to class conditions that look dirty and rubbish found under each student's desk and learning that still does not arouse students' awareness of their concern for the environment. To overcome the background of the problem, researchers applied the community technology science model in social studies learning. The technology science learning model of the community was chosen by researchers because this model utilizes environmental issues in the learning process, so as to improve students' ecoliteracy competencies. This research uses the Classroom Action Research (CAR) method using Kemmis & Mc. Taggart. The subjects in this study were fifth grade students at Mekarsari Elementary School in 2019/2020 Academic Year. Data collection techniques used in this study were written tests, attitude questionnaires, performance evaluations, field notes, observations, and documentation. This study uses core competencies from Capra (2007) and Stone (2010), namely competencies in the realm of knowledge, attitude, and skills. The results of this study indicate an increase in ecoliteracy competence in the realm of knowledge and attitude from pre-cycle to cycle I by applying the community technology learning model. Thus research by applying community technology science learning models can improve students 'ecoliteracy competencies, so this community technology science learning model can be used as a good alternative learning model to be used in social studies learning, especially in increasing students' ecoliteracy competencies

    PIRANTI KOHESI KANGGO NDHAPUK KOHERENSI SAJRONE WACANA DHESKRIPTIFTEKS PAWARTA MAWA BASA JAWA ING RADHIO REPUBLIK INDONESIA (RRI) MADIUN

    Get PDF
    Punjere panliten iki yaiku apa wae jinise wacana dheskriptif teks pawarta mawa basa Jawa ing RRI Madiun adhedhasar pandhapuke koherensi dening kohesi. Adhedhasar punjere panliten kasebut, underane panliten yaiku kohesi leksikal lan kohesi gramatikal sajrone wacana dheskriptif teks pawarta mawa basa Jawa ing RRI Madiun ndhapuk koherensi a pa wae. Tujuwan panliten umume ngandharake lan njelntrehake jinise wacana dheskriptif teks pawarta mawa basa Jawa ing RRI Madiun adhedhasar pandhapuke koherensi dening kohesi, dene mligine ngandharake lan njlentrehake kohesi leksikal lan kohesi gramatikal sajrone wacana dheskriptif teks pawarta mawa basa Jawa ing RRI Madiun ndhapuk koherensi apa wae. Panliten iki kalebu panliten linguistik dheskriptif kang asipat sinkronik. Dhata arupa ukara, paragraf, lan wacana kang ngandhut piranti kohesi gramatikal utaw a leksikal kang bisa ndhapuk koherensi. Sumber dhata panliten iki yaiku teks pawarta mawa basa Jawa kang ana ing RRI Madiun. Tata cara kanggo nglumpukake dhata nggunakake teknik semak lan cathet. Tata cara njlentrehake dhata nggunakake metodhe agih, metodh e dheskripsi, lan teknik baca markah. Sabanjure tata cara kanggo nyuguhake asil panliten nggunakake cara informal. Asil panliten iki yaiku kohesi gramatikal bisa ndhapuk sangang koherensi, dene kohesi leksikal bisa ndhapuk limang koherensi. Kohesi gramati kal referensi bisa ndhapuk koherensi panyulihan lan koherensi sajajar ( paralel ), kohesi gramatikal pangganti bisa ndhapuk koherensi nandhesake, kohesi gramatikal elipsis bisa ndhapuk koherensi urut - urutan, lan kohesi gramatikal panggandheng bisa ndhapuk ko herensi urut - urutan, tetambahan, tetandhingan, sajajar, dudutan, wektu, papan panggonan, lan nandhesake. Kohesi leksikal ambalan bisa ndhapuk koherensi ambalan, kohesi leksikal dasanama lan kolokasi bisa ndhapuk koherensi pepadhan, kohesi leksikal kosok ba len bisa ndhapuk koherensi lelawanan, kohesi leksikal meronimi bisa ndhapuk koherensi saperangan (sakabehe), lan kohesi leksikal hiponimi bisa ndhapuk koherensi klas golongan. Asil saka panliten kasebut bisa nuduhake yen jinis wacana dheskriptif pawarta ma wa basa jawa ing Radhio Republik Indonesia (RRI) Madiun adhedhasar pandhapuke koherensi dening kohesi ana 14. Tembung wigati: Wacana dheskriptif, kohesi, koherensi, teks pawarta mawa basa Jawa

    OPTIMIZING THE USE OF YOUTUBE VIDEOS TO IMPROVE STUDENTSā€™ WRITING SKILL (A Classroom Action Research at the Second Grade of SMP Negeri 1 Juwiring, Klaten in the Academic Year of 2009/2010)

    Get PDF
    This research has two objectives, namely; 1) to identify whether or not and to what extent the implementation of YouTube videos improve the studentsā€Ÿ writing skill and 2) to describe the situation when YouTube Videos are implemented in the writing class. The research was conducted at SMP Negeri 1 Juwiring, Klaten. It was done on February 2010 until June 2010. This study is a classroom action research which was done in two cycles, and each cycle consists of four stages: planning, acting, observing, and reflecting. The subject of the research is 36 students of class VIII-D SMP Negeri 1 Juwiring. The data were gained from several techniques including observation, interview, and document analysis. To analyze the quantitative data, the researcher applied descriptive analysis, while to analyze the qualitative data, the researcher applied constant comparative method. The findings through the implementation of YouTube videos show improvement both in studentsā€Ÿ writing skill and classroom situation. Regarding the students writing skill, the improvements include: 1) the students are able to explore the main idea correctly. 2) They are able to arrange words into sentences, sentences into paragraphs. 3) They are able to select appropriate words and expressions. 4) They are able to compose cohesiveness and coherence in writing. 5) They are able to use grammatically correct sentences. In addition, the improvements in the class situation comprise: 1) students give more attention to the lesson; 2) students become more confident to present in front of the class; 3) students have more courage to ask about the lesson; 4) students are braver in giving opinion; 5) students are able to finish the writing on time. The research findings of this study imply that YouTube videos are very useful and important to improve studentsā€Ÿ writing skill. Therefore, it is recommended that (1) The English teachers apply YouTube videos in teaching and learning activity; (2) the students are easier to practice writing using videos; (3) the school should provide media such as YouTube videos; (4) other researchers can make use of YouTube videos in conducting research in other skills

    PENENTUAN KONDISI OPTIMUM PADA PEMBENTUKAN SENYAWAN-ASETIL-D-GLUKOSAMIN HASIL HIDROLISIS KITIN NON ENZIMATIS

    Get PDF
    Abstrak. Kitin dapat dihidrolisis dengan menggunakan asam klorida (HCl) menghasilkan N-asetil-D-glukosamin (GlcNAc). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui konsentrasi HCl dan waktu inkubasi optimum pada pembentukan N-Asetil-D-Glukosamin (GlcNAc) hasil hidrolisis kitin. Identifikasi dan Jumlah GlcNAc ditentukan dengan menggunakan High Performance Liquid Chromatography (HPLC). Waktu retensi senyawa GlcNAc pada HPLC ditentukan dengan menggunakan GlcNAc standar. Penentuan konsentrasi HCl optimum dilakukan dengan menghidrolisis kitin dengan variasi konsentrasi HCl  1N – 5N selama 24 jam. Dari hasil penelitian diperoleh konsentrasi HCl optimum adalah 4N. Penentuan waktu inkubasi optimum dilakukan dengan menghidrolisis kitin menggunakan konsentrasi HCl optimum dengan variasi waktu inkubasi (0, 12, 24, 36, 48) jam. Waktu inkubasi optimum yang diperlukan untuk menghasilkan senyawa GlcNAc adalah 36 jam.   Kata kunci: Kitin, N-Asetil-D-Glukosamin, hidrolisis Asam, HPLC   Abstract. Chitin can be hydrolized by hydrochloric acid produced N-Acetyl-D-Glukosamine (GlcNAc). The aim of this experiment were to know the concentration of hydrochloric acid and optimum incubation time on formation of N-Acetyl-D-Glukosamin (GlcNAc) from hydrolysis of chitin. The identification and amount of GlcNAc was determined using High Performance Liquid Chromatography (HPLC) analysis. The HPLC retention time of GlcNAc was determined using GlcNAc standard. Determination of concentration of hydrochloric acid to hydrolize chitin was done at variation of concentration HCl (1N- 5N) during 24 hours. The result showed that the optimum concentration of hydrochloric acid to hyrolized chitin is 4N. Determination of incubation time to hydrolize chitin was done at variation of incubation time (0, 12, 24, 36, 48) hours. The optimum incubation time is 36 hours.   Keyword: Chitin, N-Asetyl-D-Glucosamine, hydrolysis Acid, HPL
    • ā€¦
    corecore