36 research outputs found

    Antibacterial Activity of Some Herbs Water Extract Against Escherichia Coli

    Get PDF
    The research aims to select the highest diameter inhibition zone of several types of herb water extract against Escherichia coli and find the best herb water extract towards minimum inhibition concentration. It was divided into two parts, in the first stage was to evaluate antibacterial activity of herbs water extract and the second stage was to evaluate concentration of extract to effectively inhibit growth of E. coli. In the first experiment there were 6 treatments; P0 (aquadest 100%), P1 (antibiotic tetrachlor), P2 (Zingiber officinale extract), P3 (Z. officinale var. Rubrum extract), P4 (Kaempferia galanga extract) and P5 (Z. zerumbet L. extract) tested to find the best herbs on the basis of diameter inhibition zone. In the second experiment 6 treatments were used namely from 0%, 50%, 60%, 70%, 80%, 90% and 100% of Z. officinale var. Rubrum extract tested for Minimum Inhibition Concentration (MIC) against E. coli. The results showed that among the herbs, Z. officinale var. Rubrum extract had the strongest antibacterial activity based on diameter of inhibition zone against E. coli. While as low as 50% of Z. officinale var. Rubrum extract showed an MIC although the highest activity indicated when 100% of Z. officinale var. Rubrum extract used

    LAPORAN INDIVIDU PRAKTIK LAPANGAN TERBIMBING (PLT)

    Get PDF
    Mata kuliah Praktik Lapangan Terbimbing (PLT) bertujuan untuk membekali mahasiswa agar memiliki kemampuan berupa ketrampilan dalam bidang pembelajaran dan manajerial sekolah atau lembaga, dalam rangka melatih dan mengembangkan kompetensi keguruan atau kependidikan. Tujuan yang lain adalah memberi kesempatan pada mahasiswa untuk mempelajari, mengenal dan menghayati permasalahan yang dihadapi lembaga pendidikan, menerapkan ilmu pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki ke dalam kehidupan nyata. Mahasiswa juga dapat belajar dari lembaga sekolah sekaligus dapat menyumbangkan pemikiran dan tenaga guna pengembangan lembaga pendidikan yang bersangkutan. Pelaksanaan Praktik Lapangan Terbimbing (PLT) mahasiswa UNY telah dilaksanakan dari tanggal 15 September sampai dengan 15 November 2017. Pelaksanaan kegiatan PLT secara umum meliputi tiga tahapan yaitu, tahap persiapan, pelaksanaan, penyusunan laporan dan evaluasi. Tahap persiapan meliputi pembekalan PLT yang dilaksanakan di kampus UNY sebelum penerjunan ke lapangan. Tahapan pelaksanaan PLT meliputi tahap observasi potensi pengembangan sekolah yang meliputi observasi kegiatan pembelajaran dan observasi fisik sekolah, identifikasi dan inventarisasi permasalahan, penyusunan rancangan program, pengajuan proposal dan pelaksanaan program. Pelaksanaan PLT di SMP Negeri 7 Magelang meliputi program pembuatan administrasi guru, pemetaan SK dan KD, pembuatan RPP, pembuatan Soal evaluasi, analisis penilaian, administrasi dan pengelolan laboratorium IPA, dan konsultasi pembimbing. Setelah pelaksanaan peserta PLT wajib menyusun laporan yang kemudian akan dievaluasi oleh sekolah dan DPL PLT. Secara umum, program kerja PLT di sekolah tersebut dapat terlaksana dengan lancar. Kendala dalam melaksanakan suatu program merupakan suatu hal yang tidak dapat dihindari. Oleh karena itu, program yang masih memerlukan tindak lanjut dapat dilaksanakan oleh peserta PLT periode berikutnya

    LAPORAN INDIVIDU PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN

    Get PDF
    Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) merupakan salah satu bentuk pendidikan dengan cara memberikan pengalaman belajar di lapangan secara langsung kepada mahasiswa untuk mengaplikasikan kemampuan akademis maupun praktis dalam dunia pendidikan, memperluas wawasan, melatih dan mengembangkan kompetensi yang diperlukan dalam bidangnya, meningkatkan keterampilan, kemandirian dan bertanggung jawab dalam mengambil keputusan. Kompetensi mahasiswa sebagai calon pendidik yang meliputi kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi profesional, dan kompetensi sosial juga dikembangkan dalam kegiatan ini. Dengan adanya kegiatan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) ini diharapkan mahasiswa mempunyai bekal dan pengalaman sebagai calon pendidik yang berkualitas. Program PPL di SMA Negeri 1 Jatinom, dilaksanakan pada tanggal 18 Juli sampai dengan 15 September 2016 Sebelum merencanakan dan menyusun program PPL, dilakukan observasi, pembelajaran di kelas. Kegiatan PPL ini berupaya untuk meningkatkan kemampuan mengajar khususnya mencakup variabel dinamis, antara lain: pemahaman karakteristik peserta didik, kemampuan merancang pembelajaran, kemampuan mengelola kelas, kemampuan mengembangkan media, strategi pembelajaran, dan kemampuan evaluasi. PPL sebagai muara dari seluruh program pendidikan prajabatan guru. PPL dilaksanakan secara terjadwal setelah mahasiswa mendapatkan bekal yang memadai dalam berbagai bidang yang berkaitan dengan tugasnya sebagai guru yang telah dipelajari secara bertahap sejak semester awal khususnya melalui pembekalan dan kuliah micro teaching sebagai modal awal pengalaman mengajar. Melalui PPL, mahasiswa calon guru diterjunkan ke sekolah untuk mengamati, mengenal dan belajar mempraktikkan semua kompetensi mengajar yang telah dipelajari di bangku kuliah, sehingga mendapatkan pengalaman kependidikan secara faktual di lapangan dengan bimbingan dan arahan dari guru pembimbing, dosen pembimbing dan koordinator PPL di Sekolah. Dalam kegiatan PPL di SMA Negeri 1 Jatinom, penyusun mendapatkan kesempatan praktik mengajar di kelas XI IPA ( 1& 2 ), XI IPS (1&2 ), dan XII IPS ( 1 & 2 ).Materi yang diajarkan kepada peserta didik kelas XI yaitumateri la maison, les vêtements, &la famille. Sedangkan untuk kelas XII materi yang diajarkan yaitu les gouts ( les sports et les fruits ), les vacances ( passé composé )

    BUSINESS LOGIC PLAN PENGEMBANGAN PRODUKSI FORMULA GARUDA 16 DALAM AJANG KOMPETISI STUDENT FORMULA JAPAN TAHUN 2016

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses penyusunan Business Logic Plan dan hasil dari Business Logic Plan yang meliputi ringkasan eksekutif dan presentasi bisnis dengan acuan regulasi Formula SAE 2016. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang menggunakan metode observasi dalam pengumpulan data untuk memecahkan permasalahan. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian deskriptif murni atau survei. Subyek yang diteliti pada penelitian ini adalah penyusunan Business Logic Plan pengembangan produksi Formula Garuda 16 dalam ajang kompetisi Student Formula Japan. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif dengan menggunakan tiga langkah, yaitu reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pada proses penyusunan Business Logic Plan (BLP) dilakukan dalam beberapa tahap, yaitu analisis pasar, analisis daya beli konsumen, analisis penghasilan konsumen, analisis volume pasar, dan analisis persaingan. Setelah melakukan analisis tersebut kemudian menyusun strategi perusahaan yang berisi strategi pemasaran, strategi keuangan, strategi kendaraan, strategi bahan baku dan strategi manufaktur. Setelah dilakukan perhitungan, investor dapat berinvestasi sebesar $ 1.000.000 untuk perusahaan Garuda UNY Racing Team, investor akan mendapatkan payback period dalam waktu 2 tahun dan ownership sebesar 35 % dengan nilai ROI (Return of Investment) 51 % sedangkan BEP (Break Even Point) akan dicapai dalam waktu 2 tahun. Setelah dipresentasikan dalam kegiatan Student Formula Japan 2016, Garuda UNY Racing Team mendapatkan skor 48,75 poin sehingga mendapatkan posisi 18 dari total 92 tim yang telah lolos seleksi dokumen dari 106 World FSAE Team yang terdaftar

    Estimasi Ancaman Tsunami di Zona Subduksi Sulawesi Bagian Utara Sebagai Upaya Mitigasi Bencana Tsunami

    Get PDF
    Pulau Sulawesi sangat rawan akan terjadinya gempabumi. Hal ini disebabkan oleh bertemunya tiga lempeng tektonik, yakni Lempeng Eurasia, Lempeng Filipina, dan Lempeng Indo-Australia. Di Sulawesi bagian utara juga terdapat lempeng mikro yakni Lempeng Laut Sulawesi, akibat dari pergerakan Lempeng Laut Sulawesi tersebut maka terbentuklah zona subduksi atau zona penunjaman. Zona subduksi pada Lempeng Laut Sulawesi tersebut yang dikenal dengan nama Megathrust Sulawesi Utara. Jika terjadi gempabumi dengan magnitudo yang sangat besar terjadi di Zona Megathrust Sulawesi Utara yang berpotensi terjadinya tsunami, maka perlu dibuat estimasi ancaman tsunami dengan menggunakan TOAST untuk mengetahui permodelan simulasi tsunami yang menghasilkan informasi-informasi penting seperti waktu tiba tsunami, lokasi-lokasi yang berpotensi tsunami dan ketinggian maksimum tsunami akan terjadi sebagai upaya mitigasi bencana. Kemampuan seluruh komponen masyarakat dan pemerintah daerah sangat diperlukan untuk membentuk resiliensi masyarakat yang berpotensi terdampak, khususnya dalam menghadapi ancaman bencana tsunami di Zona Megathrust Sulawesi Utara. Dengan demikian, risiko bencana tersebut dapat dikurangi atau ditekan

    Kepuasan Layanan Online E-Government di Kementerian Agama Indonesia

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan pengguna pada layanan online e-government khususnya dari perspektif pegawai pemerintahan. Obyek penelitian pada salah satu layanan online e-government di Kementerian Agama Indonesia yang disebut dengan SIMPATIKA (Sistem Informasi Manajemen Pendidik dan Tenaga Kependidikan). Model penelitian yang dikembangkan berdasarkan 2 (dua) model penelitian, yaitu: Model IS-Success (Information Systen Success) dari bidang studi Sistem Informasi (SI), dan Model UX (User Experience) dari bidang studi Interaksi Manusia Komputer (IMK). Penelitian ini mengidentifikasi 8 (delapan) dimensi dari 3 (tiga) konstruk faktor kepuasan, yakni: dimensi kualitas sistem, kualitas informasi, kualitas layanan pada faktor kepuasan kualitas kinerja sistem. Kemudian dimensi dampak individu dan dampak organisasi pada faktor kepuasan dampak dan dimensi atraktif, pragmatis dan hedonis pada faktor kepuasan pengalaman pengguna. Ketiga faktor kepuasan tersebut membangun tingkat kepuasan pengguna terhadap layanan online e-government SIMPATIKA di Kementerian Agama Indoensia secara menyeluruh. Dari hasil pengujian dan analisa menggunakan Structural Equation Modelling (SEM) dengan Partial Least Square (PLS) menunjukkan bahwa factor kepuasan kualitas kinerja, dampak dan pengalaman pengguna mempengaruhi kepuasan pengguna pada layanan online e-government. Dimensi kualitas sistem, kualitas informasi dan kualitas pelayanan, dampak individu, dampak organisasi, daya tarik dan pragmatis berpengaruh positip terhadap kepuasan pengguna. Adapun dimensi hedonis pada factor kepuasan pengalaman pengguna tidak banyak memberi pengaruh terhadap kepuasan pengguna. Hal ini terjadi karena layanan online e-government yang bersifat wajib (mandatory). Pada situasi layanan yang bersifat wajib, pengguna lebih mementingkan aspek kinerja dan dampak dari suatu layanan daripada aspek hedonis pada layanan online e-government. Hasil dari penelitian ini memberikan kontribusi pada penelitian dibidang Sistem Informasi dalam konteks layanan online e-government dengan mempelajari kepuasan layanan online e-government berdasarkan 3 (tiga) faktor kepuasan. Secara praktek, para praktisi, pemangku kebijakan dan para peneliti lainnya dapat memanfaatkan penelitian ini untuk mengevaluasi keberhasilan layanan online e-government berdasarkan kepuasan pengguna dari beragam perspektif pemangku kepentingan. ========================================================= This study aims to study the factors that affect user satisfaction on online e-government services especially from the perspective of government employees. Object of research on one of the online e-government services in the Ministry of Religious Affairs of Indonesia called SIMPATIKA (Information Systems Management Educators and Education Personnel). The research model was developed based on 2 (two) research models, namely: IS-Success Model (Information Systen Success) from Information System (IS) study field, and UX Model (User Experience) from Human Computer Interaction (HCI). This research identifies 8 (eight) dimensions of 3 (three) constructs of satisfaction factors, namely: dimensions of system quality, information quality, service quality on the satisfaction factor of system quality performance. Then the dimensions of individual impact and organizational impact on impact satisfaction factors and attractive, pragmatic and hedonic dimensions on user experience satisfaction factors. These three factors of satisfaction build the level of user satisfaction of SIMPATIKA online e-government services in the Ministry of Religious Indonesia. The result of testing and analysis using Structural Equation Modeling (SEM) with Partial Least Square (PLS) shows that satisfaction factor of performance quality, impact and user experience influence user satisfaction on e-government online service. The dimensions of system quality, information quality and service quality, individual impact, organizational impact, attractiveness and pragmatic influence positively on user satisfaction. The hedonic dimension of the user experience satisfaction factor has little effect on user satisfaction. This happens because the mandatory online e-government service. In mandatory service situations, users are more concerned with the performance aspects and impacts of a service than the hedonic aspects of e-government online services. The results of this study contribute to research in the field of Information Systems in the context of online e-government services by studying the user satisfaction based on 3 (three) satisfaction factors. Practically, practitioners, stakeholders and other researchers can use this research to evaluate the success of online e-government services based on user satisfaction from multiple stakeholder perspectives

    Pembangunan Sistem Informasi Manajemen Tenaga Pendidik Berbasis Web di PUSDIKBINMAS LEMDIKLAT POLRI

    Get PDF
    Sistem Informasi Manajemen Tenaga Pendidik berbasis web di PUSDIKBINMAS LEMDIKLAT POLRI bertujuan untuk mempermudah administrasi dan pengolahan data guna mendukung penjadwalan. Web ini memberikan kemudahan bagi admin dalam menginput dan mengelola data yang nantinya akan diolah oleh tata usaha untuk proses penjadwalan. Selain itu, guru juga dapat mengakses jadwal dan melakukan absensi siswa melalui web tersebut. Dengan demikian, sistem ini membantu dalam meningkatkan efisiensi dan akurasi proses administrasi serta memudahkan pengaturan jadwal tenaga pendidik dan kehadiran

    ANALISIS TOKOH LE LION DALAM KUMPULAN LES FABLES KARYA JEAN DE LA FONTAINE MELALUI PENDEKATAN SEMIOTIK

    Get PDF
    Cette recherche a pour but de décrire : 1) l’aspect structural se compose l’aspect de son, l’aspect métrique, l’aspect syntaxique, et l’aspect sémantique, 2) l’aspect sémiotique sous forme de l’icône, de l’indice, et du symbole, 3) la figure du Lion dans la poésie de Jean de La Fontaine intitulée “Le Lion et Le Moucheron”, Le Lion et Le Rat”, et “Le Lion et L’Âne Chassant”. Les sujets de cette recherche sont “Le Lion et Le Moucheron”, Le Lion et Le Rat”, et “Le Lion et L’Âne Chassant”. Ce sont les poésies de Jean de La Fontaine intitulées qui sont écrits en 1688. Ces trois poésies sont le recueil des fables au Livre II. Les objet de cette recherche montrent l’aspect structural, l’aspect sémiotiques, et la figure du Lion dans la poésie “Le Lion et Le Moucheron”, Le Lion et Le Rat”, et “Le Lion et L’Âne Chassant”. La méthode utilisée dans cette recherche est la méthode descriptive-qualitative en collaborant la technique de l’analyse du contenu. La validité se fond et s’examine par la validité sémantique. La fiabilité est examinée par la lecture et l’interprétation du texte de ces trois fables et fondée sur la fidélité du jugement d’expertise. Les résultats de cette recherche montrent que : 1) ces poésies sont dominées par l’orchestration de l’assonance de son [a], [e], [ә], [ε], [i] et de l’allitération de son [l], [k], [ʀ], [t], [s] qui décrivent les caractères du Lion. L’aspect métrique des poésies démontre la charge du Lion. L’interprétation des vers dans l’analyse syntactique contienent les structures de la phrase qui forme l’unité du récit. Dans l’aspect sémantique, la signification qui se relie parmi les aspects structuraux est formé, afin d’exprimer la signification du contenu du récit. L’histoire de ces trois poésies décrit la représentation de la vie sociale dans le XVIIème siècle, 2) l’analyse sémiotiques indique la représentation de la figure du Lion comme le symbole du Roi, 3) dans l’analyse du personnage du Lion, on trouve les qualités, les défauts et la manifestation du Roi du XVIIème siècle qui deviennent la morale didactique du récit dans “Le Lion et Le Moucheron”, Le Lion et Le Rat”, et “Le Lion et L’Âne Chassant”
    corecore