12 research outputs found
Modeling Bill-of-material with Tree Data Structure: Case Study in Furniture Manufacturer
This paper presents a modeling of Bill-of-Material with tree data structure. The BOM represents wooden furniture products. The management of BOM is incorporated into an MRP software which is specially built for a furniture manufacturer. The tree data structure is approached with an object oriented programming to provide the creation and modification of the data. The tree object is designed so that a downstream programmer can create an application with high productivity, using the BOM object of course. Legality of the development is ensured by adapting open source resources, i.e. MySQL database engine, PHP server script, and client-side Javascript. The BOM object is used extensively in the MRP software that is being developed. A couple of screenshots are presented to demonstrate the ease of creation and manipulation of Bill-of-Material. The proper approach of modeling BOM with tree structure allows the programmer to reach high productivity during the development of the aforementioned MRP customized software
Perancangan Mekanisme Rolling Mesin Untuk Adonan Pizza
Perancangan adalah kegiatan awal dari suatu rangkaian kegiatan dalam proses pembuatan produk. Dalam tahap perancangan dibuat keputusan-keputusan penting, tujuan dari perancangan ini adalah (1) Melakukan analisa kinematik dan kinetik pada mekanisme gerak hook dan adonan. (2) Mengemukakan hasil rancangan mesin gulung untuk adonan pizza. Sebelum melakukan manufaktur dilakukanlah pemodelan alat dalam bentuk gambar CAD (Computer Aided Design). Hal ini dimaksudkan agar dalam proses manufaktur dan pihak bengkel dapat dengan mudah melakukan proses manufaktur. Hasil perancangan mekanisme pengerollan adonan pizza adalah menghitung kinetik pengait dan pizza merancang diameter gulungan merancang bevel gears, sabuk, poros, pengunci, bantalan, dan transmisi daya. Hasil perancangan menunjukkan bahwa mesin ini memliki fungsi yang tepat untuk proses pembuatan pizza dengan perancangan pada setiap komponen dan faktor – faktor yang dijadikan batasan dan panduan dalam memodelkan ulang produk ini adalah: Hukum dasar kejelasan desain, kesederhanaan, dan keamanan prinsip dasar desain, prinsip klarifikasi bagian dan prinsip pendistribusian gaya, dan panduan desain, desain produksi, desain perakitan, dan desain yang argonomis
Pemodelan Dan Analisa Uji Pendulum Pada Struktur Rangka Bus Menggunakan Metode Elemen Hingga
Bus merupakan salah satu kendaraan bermotor yang dapat membawa banyak penumpang. Oleh sebab itu, bus harus didesain agar dapat memberikan rasa aman bagi penumpang dan pengemudinya. Struktur rangka bus adalah salah satu bagian dari sebuah bus yang berfungsi sebagai rumah-rumah dari kendaraan tersebut. Dalam berbagai kasus kecelakaan, struktur rangka sangat mempengaruhi keselamatan dari pengguna bus. Salah satu diantaranya yaitu kecelakaan bus terguling (rollover), dimana kecelakaan tersebut mengakibatkan korban mengalami cedera bahkan menewaskan penumpang di dalam bus. Di Eropa, terdapat standar bus yang mengatur keamanan bus ketika terjadi kecelakaan rollover, yaitu ECE R 66. Tugas akhir ini membahas tegangan dan displacement pada struktur rangka bus ketika terjadi kecelakaan terguling untuk mengukur keamanan bus sesuai dengan standar ECE R 66. Penerapan dari ECE R 66 dilakukan dengan memberikan beban pendulum pada sisi samping bus dengan kecepatan dan sudut pendulum yang ditentukan berdasarkan dimensi bus. Penulis melakukan analisa dengan mengunakan metode elemen hingga dan dengan software bantu ANSYS / LS - Dyna. Hasil analisa berupa konsentrasi tegangan dan displacement pada bagian sisi samping struktur rangka bus. Besarnya displacement pada bagian tersebut tidak melebihi ruang batas selamat (residual space). Oleh karena itu, struktur rangka bus ini aman jika terkena beban pendulum atau kecelakaan terguling (rollover)
Desain Dan Permodelan Ulang Hand Dryer Jenis Double Slimming Nozzle
Penelitian ini membahas cara dan prosedur proses desain dan permodelan ulang hand dryer double slimming nozzle berdasarkan hukum dasar desain, prinsip desain, dan panduan desain menurut Pahl & Beitz dan Narayana dkk. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui proses desain dan permodelan dan menguji hasil desain dengan representasi detail engineering drawing yang mendiskripsikan karakteristik produk hand dryer. Produk ini dirancang ergonomis dan efisien berdasarkan susunan geometri. Proses pengkonsepan produk dan pembentukan produk dengan bantuan software CAD dilakukan untuk membentuk model hand dryer double slimming nozzle. Hal yang menarik dari hand dryer jenis ini yaitu easy use, ergonomis, less energy. Hasil desain berupa susunan 30 jenis komponen, 4 jenis subassembly, dan 1 full assembly hand dryer. Hasil desain juga diuji secara virtual dengan penyederhanaan beban gaya dan penyederhanaan aliran fluida pada komponen – komponen utama produk untuk mendiskripsikan karakteristik produk dan cara kerja produk in
Analisis Kerusakan Bantalan Gelinding Dengan Variasi Kecepatan Putar Berdasarkan Pola Getaran Menggunakan Metoda Envelope Analysis
Bantalan gelinding merupakan salah satu elemen mesin yang memiliki peran penting pada mesin di mana memiliki fungsi untuk mengurangi besarnya gaya gesek yang ditimbulkan oleh poros saat berputar. Sehingga kegagalannya menjadi alasan yang paling umum untuk mesin mengalami kerusakan. Jenis kerusakan yang terjadi pada bantalan gelinding meliputi, kerusakan lintasan luar, kerusakan lintasan dalam, kerusakan elemen gelinding, dan kerusakan kombinasi. Pada makalah ini, deteksi kerusakan bantalan gelinding bagian lintasan luar, lintasan dalam, elemen gelinding, atau juga kerusakan kombinasi akan dikaji berdasarkan sinyal getaran. Namun sinyal getaran yang dihasilkan merupakan sinyal modulasi, oleh karena itu diperlukan metoda Analisis envelope untuk mengekstrak informasi dari sinyal modulasi. Analisis sinyal getaran domain frekuensi setelah dilakukannya Analisis envelope menjadi dasar utama. Pola-pola sinyal hasil getaran dianalisis melalui plot fitur sinyal getaran, kemudian dibandingkan antara kondisi bantalan gelinding normal dan bantalan gelinding yang mengalami kerusakan sebagaimana disebutkan di atas. Dengan cara perbandingan fitur sinyal getaran tersebut, maka deteksi kerusakan bantalan gelinding dapat dilakukan
Desain Dan Analisis Tegangan Sistem Perpipaan Main Steam (Low Pressure) Pada Combined Cycle Power Plant
Dalam industri Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) sangat diperlukan sistem perpipaan untuk menyalurkan fluida dari peralatan satu ke peralatan lainnya. Untuk perancangan power plant mengacu pada code ASME B31.1 power piping. Desain dari sistem main steam (low pressure) berfungsi menyalurkan uap dari Heat Recovery Steam Generator (HRSG) menuju turbin uap dan bypass ke kondensor. Uap ini mempunyai tekanan operasi sebesar 600 KPa, temperatur 220oC, dan laju aliran massa 49.000 kg/jam. Sistem perpipaan ini didesain pada tekanan 900 KPa dan temperatur 330oC. Untuk desain dari jalur sistem perpipaan main steam (low pressure) menggunakan sofware PDMS. Dari PDMS dihasilkan gambar isometri dengan spesifikasi komponen sistem perpipaan. Selanjutnya desain sistem perpipaan dilakukan analisis menggunakan software CAESAR II. Didapatkan hasil untuk pembebanan sustain tegangan maksimumnya 48.575 KPa dengan tegangan izin 117.900 KPa. Untuk pembebanan expansion tegangan maksimumnya 82.805 KPa dengan tegangan izin 273.015 KPa. Untuk pembebanan occasional tegangan maksimumnya 53.932 KPa dengan tegangan izin 135.585 KPa. Dari hasil analisis tegangan didapat komponen perpipaan yang mengalami tegangan maksimum yaitu pada percabangan pipa (tee). Komponen tee dengan tegangan kritis pada pembebanan sustain dan occasional selanjutnya dianalisis menggunakan software ANSYS. Didapat tegangan intensity maksimum pada pembebanan sustain sebesar 167.000 KPa dan pada pembebanan occasional sebesar 175.990 KPa. Untuk analisis getaran diperoleh rasio frekuensi dari 5 modus terendah nilainya lebih besar dari , maka getaran dapat teredam dan modus getar masih aman. Dari analisis tegangan expansion dapat memprediksi siklus kegagalan fatigue akibat naik turunnya temperatur. Dari nilai tegangan maksimum expansion dapat mencapai 671.176 siklus sebelum akhirnya lelah
Desain Dan Analisis Tegangan Pada Sistem Offshore Pipeline Akibat Pengaruh Beban Arus Dan Gelombang Laut Di PT. Pertamina (Persero) Unit Pengolahan VI Balongan Menggunakan Metode Elemen Hingga
Perancangan sistem perpipaan bawah laut ini mengacu pada code ASME B31.4 Chapter IX. Sistem perpipaan ini dibagi menjadi 3 jalur, yaitu jalur pipa SPM (Single Point Mooring) ke tangki ballast water, jalur pipa tangki black oil menuju SPM, dan jalur pipa SPM menuju tangki flushing oil. Jalur pipa tangki ballast water menuju SPM memiliki tekanan operasi 980.665 KPa, temperatur 40oC, dan laju aliran 500 m3/hr. Jalur pipa tangki black oil menuju SPM memiliki tekanan operasi 196.133 KPa, temperatur 80oC, dan laju aliran 1000 m3/hr. Jalur pipa SPM menuju tangki flushing oil memiliki tekanan operasi 196.133 KPa, temperatur 60oC, dan laju aliran 500 m3/hr. Ketiga jalur perpipaan tersebut dimodelkan dengan gambar isometri menggunakan software PDMS dan dianalisa tegangannya menggunakan software Caesar II. Hasil analisa tegangan pada Caesar II didapatkan nilai tegangan tertinggi terdapat pada jalur black oil dengan besar 338995.2 KPa dan intensitas tegangan tertingginya 326198.5 KPa dengan tegangan ijinnya 358527.4 KPa. Ini terjadi pada pembebanan operation akibat berat, tekanan, temperatur pipa dan gelombang dan aru
Optimasi Gripper Dua Lengan Dengan Menggunakan Metode Genetic Algorithm Pada Simulator Arm Robot 5 DOF (Degree of Freedom)
An arm robot simulator 5dof (degree of freedom) which is equipped with a two-finger gripper is designed to determine the movement of the robot manipulator. To make an arm robot simulator, we used acrylic as a base material, servomotor as a driver and an Arduino Uno SMD as microcontroller. Acrylic was chosen because it is light, strong and durable. Arduino Uno SMD was chosen because it can interact with LabVIEW that will be able to control the movement angle of servomotor manually. The purpose of this final project is to make an arm robot simulator 5 dof which equipped a gripper and optimization of two finger gripper configuration use one of optimization techniques, the genetic algorithm optimization. For making the link of simulator, we use the acrylic laser cutting machine to be more precision cutting. Servomotor\u27s movement is controlled by using a program that was created using LabVIEW. Servomotor\u27s angle position error was corrected by using program functions of numerical multiply and numerical divided on LabVIEW. Optimization of gripper configuration using MATLAB software as a tool for the calculation. A genetic algorithm optimization used the default parameters, then the calculation result are always different. All the results of these calculations are correct and it affects the shape of the gripper configuration at zmax. Then the torque of gripper before optimized and after optimized can be obtained
