9 research outputs found

    ANALISIS STRUKTUR, PERILAKU, KINERJA, DAN FAKTOR - FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TINGKAT PENDAPATAN HOME INDUSTRI KONVEKSI PAKAIAN DI CITIRU KECAMATAN KUTAWARINGIN

    Get PDF
    ABSTRAK Konveksi merupakan salah satu usaha yang termasuk kedalam usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang sudah banyak dijalani oleh para pelaku usaha industri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor – faktor yang dapat mempengaruhi total pendapatan home industri konveksi pakaian yang berada di Citiru Kecamatan Kutawaringin, serta untuk mengetahui bagaimana struktur, perilaku, kinerja pada home industri konveksi pakaian di Citiru kecamatan kutawaringin. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif data primer dengan menggunakan metode analisis regresi linear berganda. Dengan menggunakan sampel sebanyak 50 pengusaha konveksi pakaian yang berada di Ciritu Kecamatan kutawaringin Kabupaten Bandung. Hasil pengujian statistik ini menunjukan bahwa variabel total unit barang yang diproduksi, harga rata – rata barang yang dijual, dan lama usaha berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap total pendapatan konveksi pakaian di Citiru Kecamatan Kutawaringin Kabupaten Bandung, sedangkan untuk variabel strategi pemasaran yang diwakili oleh dummy variabel tidak berpengaruh secara signifikan terhadap total pendapatan konveksi pakaian di Citiru Kecamatan Kutawaringin Kabupaten Bandung. Nilai R2 sebesar 0.854, ini menunjukan bahwa keeratan hubungan antara variabel bebas dan variabel terikat sebesar 85.4% sedangkan 14.6% lainnya dipengaruhi oleh faktor – faktor lain diluar model penelitian ini. Kata Kunci : Total Pendapatan, Total Unit, Harga Rata-rata Barang, Lama Usaha, Strategi Pemasaran

    FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENDAPATAN BERSIH SUPIR MITRA USAHA GO-CAR ( Studi Kasus Pada Taksi Berbasis Aplikasi Online Di Wilayah Bandung Tengah) Skripsi

    Get PDF
    Abstrak Penelitian ini berjudul “Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pendapatan Bersih Sopir Mitra Usaha GO-CAR di Wilayah Bandung Tengah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode statistik deskriptif kuantitatif yaitu untuk mengumpulkan data-data yang diperlukan yang berasal dari komunitas ADO (Asosiasi Driver Online) di wilayah Bandung Tengah kemudian menguraikannya secara keseluruhan yang akan memberikan gambaran mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi keuntungan sopir mitra Usaha GO-CAR Sumber data penelitian ini didapat dengan cara kuesioner dan wawancara di Komunitas Asosiasi Driver Online (ADO). Tujuannya adalah (1) kondisi sopir mitra usaha GO-CAR yang ada di wilayah Bandung Tengah dilihat dari usia, pendidikan, dan pengalaman bekerja terhadap pendapatan bersih mereka (2) Untuk mengetahui pengaruh ongkos per penumpang, jumlah trip, biaya operasional, dan kepemilikkan kendaraan terhadap pendapatan bersih sopir mitra usaha GO-CAR Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa (1) kondisi sopir mitra usaha GOCAR mayoritas memiliki kelompok usia 20-29 tahun dan 30-39 tahun dengan tingkat pendidikan SMA dan memiliki pengalaman sopir lebih dari 1 tahun. (2) bahwa variabel Ongkos Per Penumpang, Jumlah Trip, Biaya Operasional, dan Kepemilikan Kendaraan berpengaruh signifikan secara bersama dan hubungan variabel Ongkos Per Penumpang, Jumlah Trip, dan Kepemilikan Kendaraan memiliki hubungan positif sedangkan variabel Biaya Operasional memiliki hubungan negative, hanya variabel Ongkos Per Penumpang yang tidak signifikan secara parsial, sedangkan variabel JumlahTrip, Biaya Operasional, dan Kepemilikan Kendaraan secara parsial berpengaruh signifikan terhadap pendapatan bersih mitra usaha GO-CAR Kata Kunci : Pendapatan Bersih, Ongkos Per Penumpang, Jumlah Trip, Biaya Operasional, Kepemilikan Kendaraa

    ANALISIS PERAN IBU RUMAH TANGGA BEKERJA TERHADAP KESEJAHTERAAN KELUARGA (Studi Kasus : Ibu Rumah Tangga Keluarga Menengah Bawah di Kelurahan Suka Asih, Kecamatan Bojongloa Kaler, Kota Bandung)

    Get PDF
    Abstrak. Peran ibu rumah tangga saat ini tidak saja berperan tunggal, tetapi juga berperan ganda, selain menjadi ibu rumah tangga mengurus keperluan rumah adapun sebagian besar ibu rumah tangga memilih untuk bekerja dengan berbagai alasan diantarnya: karena mempunyai keahlian atau berpendidikan tinggi dan untuk membantu meningkatkan pendapatan keluarga agar terbentuk kesejahteraan keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jumlah anggota keluarga, pendapatan suami, pendapatan istri, tingkat pendidikan suami, tingkat pendidikan istri, peran ibu rumah tangga bekerja atau tidak bekerja dan jenis pekerjaan istri pada sektor formal atau informal terhadap kesejahteraan keluarga yang diukur oleh pengeluaran konsumsi yang dilakukan di Kelurahan Suka Asih dengan menggunakan data primer pada bulan Juli 2018 dengan jumlah responden 100 yang dibagi menjadi dua kelompok ibu rumah tangga yang bekerja sebanyak 50 responden dan ibu rumah tangga yang tidak bekerja sebanyak 50 responden. Ibu rumah tangga keluarga menengah bawah di Kelurahan Suka Asih dominan berusia pada 30-39 Tahun yaitu termasuk usia produktif. Tingkat pendidikan ibu rumah tangganya dominan hanya lulusan SD. Ibu rumah tangga yang bekerja dominan bekerja pada sektor informal seperti pedangang, mempunyai warung/toko, mempunyai salon, dan asisten rumah tangga dengan tingkat pendapatan yang dihasilkan masih rendah. Jumlah anggota keluarga termasuk jumlah anggota keluarga yang kecil. Dari hasil analisis perhitungan regresi disimpulkan bahwa variabel pendapatan istri dan tingkat pendidikan istri tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kesejahteraan keluarga. Variabel jumlah anggota keluarga, pendapatan suami, tingkat pendidikan suami dan peran ibu rumah tangga yang bekerja berpengaruh secara signifikan terhadap kesejahteraan keluarga yang diukur oleh pengeluaran konsumsi atau terdapat perbedaan pengeluaran konsumsi antara ibu rumah tangga yang bekerja dengan yang tidak bekerja. Hasil pengujian uji beda menunjukkan terdapat perbedaan signifikan tingkat kesejahteraan keluarga yang diukur oleh pengeluaran konsumsi rumah tangga antara keluarga yang istrinya bekerja pada sektor formal dengan keluarga yang istrinya bekerja pada sektor informal. Dimana pengeluaran konsumsi rumah tangga yang istrinya bekerja pada sektor formal lebih besar dari keluarga yang istrinya bekerja pada sektor informal. Kata Kunci : Kesejahteraan Keluarga, Jumlah Anggota Keluarga, Pendapatan Suami, Pendapatan Istri, Tingkat Pendidikan Suami, Tingkat Pendidikan Istri, Ibu Rumah Tangga Bekerja atau Tidak Bekerja dan Jenis Pekerjaan Istri Formal dan Informal

    FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERMINTAAN PERUMAHAN TIPE 36 DI WILAYAH BANDUNG TIMUR ( Studi Kasus 26 Pengembang di Wilayah Bandung Timur )

    Get PDF
    ABSTRAK Nama : Dikdik Eka Rahmayadi Program Studi : Ekonomi Pembangunan Judul : Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Permintaan Perumahan Tipe 36 Di Wilayah Bandung Timur ( Studi Kasus 26 Pengembang di Wilayah Bandung Timur). Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh harga rumah tipe 36, rata-rata pendapatan pembeli rumah tipe 36 dan luas tanah tipe 36 terhadap jumlah permintaan rumah tipe 36 di Wilayah Bandung Timur. Model analisis data digunakan untuk mengetahui hubungan antara variabel digunakan analisis data panel. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis desktriptif kuantitatif melalui data primer dengan data 26 pengembang di Wilayah Bandung Timur serta runtun waktu dari tahun 2012 sampai 2016. Hasil analisis penelitian ini menunjukan bahwa secara parsial variabel harga rumah tipe 36 (HR) memiliki hubungan negatif dan siginifikan terhadap jumlah permintaan rumah tipe 36 (JPR) diwilayah Bandung timur, variabel rata-rata pendapatan pembeli rumah tipe 36 (RPP) berpengaruh positif dan siginifikan terhadap jumlah permintaan rumah tipe 36 (JPR) diwilayah Bandung timur, dan variabel luas tanah tipe 36 (LT) berpengaruh positif dan siginifikan terhadap jumlah permintaan rumah tipe 36 (JPR) di wilayah Bandung timur selama periode penelitian. Sementara secara simultan varibel harga rumah tipe 36 (HR), rata-rata pendapatan pembeli rumah tipe 36 (RPP) dan luas tanah rumah tipe 36 (LT) berpengaruh terhadap jumlah permintaan rumah tipe 36 (JPR) diwilayah Bandung timur. Kata Kunci: Jumlah Permintaan Rumah tipe 36 (JPR), Harga Rumah tipe 36 (HR), rata-rata Pendapatan Pembeli Rumah tipe 36 (RPP), dan Luas Tanah tipe 36 (LT)

    ANALISIS DAMPAK LAYANAN GO-FOOD TERHADAP OMZET PENJUALAN RUMAH MAKAN DI KOTA BANDUNG

    Get PDF
    ABSTRAK Layanan Go-Food merupakan sebuah fitur layanan food delivery pesan antar makanan yang dikembangkan oleh aplikasi Go-Jek pada Maret 2015. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak Layanan Go-Food terhadap jumlah pelanggan, omzet penjualan, dan biaya operasional rumah makan di Kota Bandung. Penelitian ini dilakukan pada rumah makan yang sudah bergabung dengan Layanan Go-Food yang tersebar di kecamatan-kecamatan di Kota Bandung dengan menggunakan data primer pada bulan Desember 2017 dengan jumlah responden 79 rumah makan. Penelitian ini menggunkan metode penelitian kuantitatif primer dengan menggunakan teknik analisis data statistik deskriptif dan statistik parametris yaitu uji validitas, uji reliabilitas dan uji beda Independent-test. Dari survey para pelaku usaha rumah makan sebanyak 79 orang rata-rata mengatakan bahwa jumlah pelanggan, omzet penjualan, dan biaya operasional rumah makan mereka meningkat jadi lebih banyak setelah bergabung dengan Layanan Go-Food dibandingkan dengan sebelum bergabung dengan Layanan Go-Food, hal ini dikarenakan bahwa salah satu estimasi Go-Food adalah mempromosikan makanan hasil karya industri UKM. Dari hasil pengujian statistik dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan positif terhadap jumlah pelanggan, omzet penjualan, dan biaya operasional rumah makan setelah bergabung dengan layanan Go-Food dibandingkan sebelum bergabung dengan layanan Go-Food, rata-rata jumlah pelanggan dari 125 orang per hari menjadi 173 orang per hari, rata-rata omzet penjualan dari Rp 6.070.886 per hari menjadi Rp. 8.132.911 per hari, dan rata-rata biaya operasional dari Rp 2.758.227 per hari menjadi Rp. 3.608.227 per hari, kenaikan biaya operasional yaitu kenaikan biaya produksi dan penambahan biaya administrasi. Kenaikan biaya operasional tersebut tidak merugikan usaha rumah makan karena diiringi dengan kenaikan jumlah pelanggan dan omzet penjualan maka para pelaku usaha rumah makan tetap untung. Alpha yang digunakan dalam perhitungan ini adalah α = 0,05 atau (5%). Kata kunci: Dampak Go-Food, Jumlah Pelanggan, Omzet Penjualan, dan Biaya Operasional Usaha Rumah Makan

    ANALISIS PENYERAPAN TENAGA KERJA PADA USAHA MENENGAH KECIL MIKRO (UMKM) KONVEKSI DI KELURAHAN SOREANG KABUPATEN BANDUNG

    Get PDF
    ABSTRAK Usaha menengah kecil mikro (UMKM) diharapkan dapat membantu penyerapan tenaga kerja. Sebagian besar UMKM sifatnya padat karya, sehingga pertumbuhan UMKM mempunyai dampak terhadap penyerapan tenaga kerja, terutama didaerah padat penduduk. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh modal (jumlah unit mesin), jumlah produksi, tingkat upah serta lama usaha terhadap penyerapan tenaga kerja pada UMKM di Kelurahan Soreang Kabupaten Bandung. Analisis dalam penyerapan tenaga kerja pada UMKM di Kelurahan Soreang Kabupaten Bandung ini menggunakan metode analisis regresi berganda. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer yang didapat dengan menyebarkan kuesioner pada responden pengusaha UMKM konveksi di Kelurahan Soreang. Hasil penelitian menunjukan bahwa variabel modal (MJM) memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja (PTK) di sentra UMKM konveksi Kelurahan Soreang, variabel jumlah produksi atau jumlah output (JP) memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja (PTK) di sentra UMKM konveksi Kelurahan Soreang, variabel tingkat upah (TU) menunjukan bahwa tingkat upah berpengaruh signifikan dan berhubungan negatif terhadap penyerapan tenaga kerja (PTK) di sentra UMKM konveksi Kelurahan Soreang, dan variabel lama usaha (LU) memiliki pengaruh yang positif dan tidak signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja (PTK) di sentra UMKM konveksi Kelurahan Soreang. Secara bersama – sama, variabel bebas yaitu modal (jumlah unit mesin), tingkat upah, jumlah produksi dan lama usaha berpengaruh secara signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja. Variabel dengan nilai elastisitas tertinggi pada penelitian ini adalah variabel jumlah produksi. Kata Kunci; Usaha menengah kecil mikro (UMKM), penyerapan tenaga kerja, modal (jumlah unit mesin), jumlah produksi, tingkat upah, lama usah

    ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKSI BATA MERAH (Studi Kasus Desa Salam Jaya Kecamatan Pabuaran Kabupaten Subang)

    Get PDF
    Abstrak Industri bata merah Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh modal, bahan baku dan tenaga kerja terhadap hasil produksi bata merah di Desa Salam Jaya Kecamatan Pabuaran Kabupaten Subang baik secara parsial maupun secara simultan serta untuk mengetahui skala ekonomi (Increasing, Constant atau Decreasing). Variabel dalam penelitian ini adalah modal (lahan), bahan baku ( tanah, sekam, kayu bakar) dan tenaga kerja sebagai variabel bebasbdan hasil produksi bata merah sebagai variabel terikat. Pengujian hipotesis dilakukan dengan analisis regresi linear berganda menggunakan aplikasi Eviews 9 dan sebelum dilakukan hipotesis terlebih dahulu dilakukan uji asumsi klasik. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh hasil bahwa modal (lahan), Bahan baku (tanah dan kayu bakar), tenaga kerja secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap hasil produksi bata merah di Desa Salam Jaya Kecamatan Pabuaran Kabupaten Subang. Kemudian diperoleh hasil bahwa modal (lahan), Bahan baku (tanah dan kayu bakar), tenaga kerja secara simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap hasil produksi bata merah di Desa Salam Jaya Kecamatan Pabuaran Kabupaten Subang. Produksi bata merah di Desa Salam Jaya Kecamatan Pabuaran Kabupaten Subang mengalami kondisi Decreasing Return of Scale. Dengan demikian hasil penelitian ini dapat dijadikan acuan atau landasan bahwa produksi bata merah di Desa Salam Jaya Kecamatan Pabuaran Kabupaten Subang harus ditingkatkan secara efektif dan efisien melalui kebijakan-kebijakan pemerintah setempat dan pengetahuan-pengetahuan ilmiah pemilik usaha yang dapat mendorong kemajuan industri bata merah di Desa Salam Jaya Kecamatan Pabuaran Kabupaten Subang demi kesejahteraan masyarakat di Desa Salam Jaya Kecamatan Pabuaran Kabupaten Subang . KATA KUNCI : Modal, Bahan Baku, Tenaga Kerja, Hasil Produksi Bata Merah, Scale of Retur

    FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI INVESTASI PADA SEKTOR INDUSTRI MANUFAKTUR DI INDONESIA PERIODE 2000-2017

    Get PDF
    ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi investasi pada sektor industri manufaktur di Indonesia periode 2000-2017. Metode analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif dan analisis kuantitatif. Data yang digunakan adalah data periode tahunan 2000-2017 (Time Series) dengan estimasi model menggunakan Ordinari least square (OLS). Variabel terikat yaitu investasi pada industri manufaktur dan variabel bebasnya nilai tukar, jumlah uang beredar, upah dan inflasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai tukar, jumlah uang beredar, upah dan inflasi secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap investasi pada industri manufaktur di Indonesia. Secara parsial nilai tukar dan jumlah uang beredar signifikan berpengaruh positif terhadap investasi pada industri manufaktur. Sementara itu tingkat upah dan inflasi berpengaruh negatif dan signifikan terhadap investasi pada industri manufaktur. Kata kunci : nilai tukar, jumlah uang beredar, upah , inflas

    ANALISIS FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI HASIL PRODUKSI BONEKA ( STUDI KASUS : DI SENTRA INDUSTRI BONEKA KELURAHAN WARUNG MUNCANG KECAMATAN BANDUNG KULON KOTA BANDUNG )

    No full text
    ABSTRAK Kota Bandung memilikibanyakusahamikro, kecildanmenengah (UMKM), salahsatunyayaitu Sentra IndustriBonekaKelurahanWarungMuncang.Penelitianinibertujuan: (1) untukmengetahuikondisiindustriboneka di KelurahanWarungMuncangsaatini, dilihatdarihasilproduksi, modal, nilaibahanbakudantenagakerja, (2) untukmengetahuipengaruh modal, nilaibahanbaku, dantenagakerjaterhadaphasilproduksiboneka di KelurahanWarungMuncangserta(3) untukmengetahuikondisiSkalaPengembalianHasil (Return to Scale)padasentraindustritersebut. Penelitianinimenggunakanmetodekuantitatifdengananalisisregresi linear bergandamenggunakan data primer.Populasidalampenelitianinidijadikansebagaisampelatausensusyang berjumlah 35 pengusahaboneka di KelurahanWarungMuncang. Hasilpenelitianinimenunjukkanbahwasecaraparsialvariabelnilaibahanbakudanjumlahtenagakerjaberpengaruhpositifdansignifikanterhadaphasilproduksiboneka. Sedangkansecaraparsial,variabelnilai modalberpengaruhpositifnamuntidaksignifikanterhadaphasilproduksiboneka di KelurahanWarungMuncang.Secarasimultan,variabelnilai modal, nilaibahanbakudanjumlahtenagakerjasecarabersama – samamempunyaipengaruh yang signifikanterhadaphasilproduksiboneka di KelurahanWarungMuncang. BerdasarkanhasilperhitunganReturn to Scale, industribonekatersebutmemilikisifatIncreasing Return to Scale. Kata Kunci :HasilProduksiBoneka, Modal, Bahan Baku, TenagaKerja
    corecore