70 research outputs found

    PENGARUH INFRASTRUKTUR GURU, BISNIS DAN DUKUNGAN LINGKUNGAN INDUSTRI PADA KEMAMPUAN ADAPTASI KERJA PADA KEMAMPUAN BEKERJA SISWA SMK DI SURABAYA

    Get PDF
    Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menyelidiki peran dan fungsi guru, infrastruktur, serta lingkungan bisnis dan industri pada kemampuan adaptasi kerja yang dimediasi oleh keterampilan kerja. Sejak tahun 1990-an, proses pembelajaran sekolah menengah kejuruan berfokus pada sistem pendidikan ganda yang mengintegrasikan proses pembelajaran di sekolah dan kegiatan nyata dalam lingkungan bisnis dan industri. Prinsip-prinsip pembelajaran menggunakan pendekatan link and match yang berkaitan dengan bidang kerja dan cocok dengan tuntutan serta kebutuhan bisnis dan industri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan kerja memediasi peran dan fungsi guru, infrastruktur, lingkungan bisnis dan industri menuju kemampuan adaptasi kerja. Namun, keterampilan kerja hanya berperan sebagai mediasi murni untuk fungsi guru menuju kemampuan keterampilan kerja. Kesimpulannya, kemampuan adaptasi kerja diperoleh dari keterampilan kerja.Kata Kunci: dukungan guru, dukungan infrastruktur, dukungan lingkungan                     bisnis, kerampilan adaptasi kerja, keahlian kerja

    Integration of Public Service Information Systems for the Management of Non-Tax State Revenues at the Center for Radioactive Waste Technology

    Get PDF
    In today’s millennial era, technological developments have had a positive impact in terms of increasing convenience in all aspects of community life, business, economy and trade. Most government organizations are oriented to public services which must always be dynamic in keeping up with increasingly sophisticated technological advances, as well as increasingly complex work demands. Therefore, all ministries and institutions compete to create technological innovations that can provide convenience for partners in obtaining fast, efficient and effective public services. Public services in the central government are generally closely related to non-tax state revenue (PNBP). The Center for Radioactive Waste Technology (PTLR) is one of the institutions within BATAN that provides public services in the form of radioactive waste management services to BATAN’s stakeholders. To improve the quality of its public services, and PTLR performance as a PNBP management institution, PTLR created the E-LIRA webbased administration service application. Stakeholders can easily apply for radioactive waste management services without having to come in person so as to save costs and time. Since its launch in 2017, the E-LIRA application has been further developed by integrating several other government applications to address other problems and preferences of PTLR’s partners. The integration of E-LIRA and the SIMPONI application of the Ministry of Finance is expected to provide convenience for the revenue treasurer as an internal party in managing PNBP, as the treasurer will no longer need to issue billing to external partners who can easily print the bill and obtain valid proof of payment. Keywords: public service, E-LIRA, PNB

    Kajian Status Unsur Hara Makro Tanah (N, P, Dan K) di Profil Tanah Lahan Hutan, Wanatani, dan Tegalan

    Get PDF
    This study aims to determine the macronutrients status of Nitrogen (N), Phosphorus (P), and Potassium (K), and soil acidity (pH) in the use of forest land, agroforestry, and dryland agriculture. The study was conducted by taking soil samples at four soil horizons (Ao or Ap, A1 or A2, B1, and B2) in each land use. Soil analysis in the laboratory to determine the concentration of N, P, K, organic C, and soil pH. Data analysis was carried out descriptively. The results showed that the distribution of N, P, and K on forest land and agroforestry decreased based on the depth of the land horizon, while the dryland agriculture has fluctuated. On forest land the concentration of N = 0.20-1.11%, P = 5.81-6.62 ppm, and K = 0.19-1.52%. Agroforestry N = 0.06-0.22%, P = 3.66-4.70 ppm, and K = 0.11-0.78 ppm. Whereas in the dryland agriculture concentration, N = 0.18-0.51%, P = 5.61-6.68 ppm, and K = 0.11-0.37 ppm. Organic matter, the intensity of tillage plays an important role in the distribution pattern and concentration of N, P, and K in the soil. Agroforestry systems can be a solution to the stability of soil fertility.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui status unsur hara makro Nitrogen (N), Fosfor (P), dan Kalium (K), serta kemasaman tanah (pH) pada penggunaan lahan hutan, wanatani, dan tegalan. Penelitian dilakukan dengan mengambil sampel tanah pada empat horizon tanah (Ao atau Ap, A1 atau A2, B1, dan B2) di setiap penggunaan lahan. Analisis tanah di laboratorium untuk mengetahui konsentrasi N, P, K, dan pH tanah. Analisis data dilakukan secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa distribusi N, P, dan K pada lahan hutan dan wanatani menurun berdasarkan kedalaman horizon tanah, sedangkan tegalan berpola fluktuatif. Pada lahan hutan konsentrasi N= 0.20-1.11%, P= 5.81-6.62 ppm, dan K= 0.19-1.52%. Wanatani N= 0.06-0.22%, P= 3.66-4.70 ppm, dan K= 0.11-0.78 ppm. Sedangkan di tegalan konsentrasi N= 0.18-0.51%, P= 5.61-6.68 ppm, dan K= 0.11-0.37 ppm. Bahan organik, intensitas pengolahan tanah berperan penting dalam pola distribusi dan konsentrasi N, P, dan K dalam tanah. Sistem wanatani dapat menjadi solusi dalam stabilitas kesuburan tanah

    Pemodelan Text Mining dalam Pengkodean Penyakit Pasien Berdasar Kode ICD 10

    Get PDF
    Pengkodean penyakit yang lazim dilakukan oleh Rumah Sakit adalah menggunakan 2 metode, yang pertama adalah klinisi/ dokter menuliskan numenklatur penyakit berdasarkan kode ICD-10 dengan panduan kamus ICD-10 yang dapat berupa elektronik maupun buku. Metode kedua adalah klinisi/ dokter menulis secara free-text kemudian petugas koding dari rekam medis yang memberikan kode penyakit berdasar kode ICD-10 dan apabila ada hal yang sekiranya diragukan, petugas koding akan mengkonfirmasi ke dokter yang merawat pasien. Dari kebanyakan diagnosis medis yang berupa deskripsi free-text, kemiripan makna serta istilah medis yang memiliki kekhususan daripada istilah umum akan menjadi tantangan tersendiri dalam mengekstrak informasi yang berada di dalamnya. Hal ini yang mendorong penulis untuk membuat pendekatan koding penyakit dengan pememodelkan Text Mining dalam membantu pengkodean penyakit tersebut melalui data diagnosis dokter sehingga diharapkan proses pengkodean penyakit menjadi lebih cepat dan mengurangi aspek human error khususnya untuk penyakit di Indonesia. Metode pendekatan yang diterapkan adalah Clinical Text Mining dengan Natural Language Processing dimana metode ini dirasa paling tepat untuk mengekstraksi informasi dari diagnosis dokter yang tidak terstruktur. Data diambil dari Rumah Sakit bagian poliklinik penyakit dalam sejumlah 3787 data dengan 5 kategori kode ICD 10 yakni E11.9 Type 2 diabetes mellitus without complications, I10 Essential (primary) hypertension, I11.9 Hypertensive heart disease without (congestive) heart failure, K21.9 Gastro-oesophageal reflux disease without oesophagitis, K30 Functional dyspepsia  dengan pembagian komposisi data untuk training dan testing adalah 70:30 proses ekstraksi melalui tahapan case folding, contraction untuk pencocokan dengan kamus singkatan, tokenization, stop word removal dan menggunakan word2vec untuk proses konversi kata yang berupa karakter alphanumeric kedalam bentuk vector dari hasil pemodelan menggunakan Neural Network didapatkan nilai performa model cukup baik yakni memiliki akurasi 86.8%

    PEMBUATAN MODUL PRAKTIKUM RELAY DIFERENSIAL TIPE LONGITUDINAL UNTUK PROTEKSI TRANSFORMATOR TIGA FASA BERBASIS MIKROKONTROLER AVR ATMEGA8535

    Get PDF
    Transformator tiga fasa merupakan salah satu alat penting dalam sistem ketenagalistrikan karena untuk pengkonversian tegangan, baik menaikkan atau nenurunkan tegangan sebelum masuk atau keluar dari jaringan untuk menyesuaikan tegangan yang dipakai. Jika transformator mengalami gangguan, maka penyaluran tenaga listrik dapat terganggu, sehingga transformator memerlukan peralatan proteksi baik proteksi utama (main protection) maupun proteksi cadangan. Pada transformator sering mengalami gangguan internal sehingga diperlukan pengaman utama untuk transformator yaitu relay diferensial, sehingga dapat mengisolasi gangguan internal secepat mungkin tanpa mengakibatkan kerusakan yang lebih lanjut. Tujuan tugas akhir ini adalah merancang relay diferensial tipe longitudinal untuk proteksi transformator tiga fasa berbasis mikrokontroler AVR ATMega8535. Mikrokontroler digunakan sebagai unit untuk mengontrol sistem dari relay diferensial yang dapat melakukan aksi saat transformator dalam keadaan normal maupun saat sedang mengalami gangguan. Aksi relay diferensial ini saat keadaan normal adalah memantau secara realtime nilai arus saluran masing-masing fasa pada transformator, sedangkan pada saat gangguan maka relay akan secara seketika mengisolasi transformator dengan cara memutus circuit breaker atau kontaktor sehingga tidak akan terjadi kerusakan lebih lanjut. Selain itu relay ini juga disertai indikator yang menyatakan apakah relay dalam kondisi power on, relay normal atau relay sedang trip. Relay diferensial dapat digunakan untuk untuk proteksi transformator tiga fasa sampai dengan arus maksimum masingmasing fasa sebesar 8,5 A. Waktu operasi relay adalah antara 200-228 milisekon. Kata kunci : Proteksi, Transformator tiga fasa, Relay diferensial, ATMega853
    corecore