262 research outputs found

    ANALISIS DAN USULAN PERBAIKAN VISUAL DISPLAY DAN ALAT KONTROL PADA MESIN ATM ( AUTOMATIC TELLER MACHINE )

    Get PDF
    ABSTRAKSI Bank merupakan tempat yang paling aman untuk menabung dan melakukan berbagai macam transaksi seperti transfer uang dan berbagai macam pembayaran lainnya. ATM merupakan salah satu fasilitas yang disediakan oleh bank untuk mempermudah nasabah untuk melakukan beberapa transaksi tertentu melalui ATM. Ada beberapa bank yang kurang memperhatikan fasilitas yang diberikan pada mesin ATM tersebut, seperti kombinasi warna background, kejelasan informasi, dan langkah-langkah operasi sehingga kurang mendukung kinerja mesin tersebut pada saat digunakan. Kurang jelasnya informasi merupakan faktor penyebab ketidaknyamanan bagi pengguna. Responden merasa kurang puas terhadap ATM yang digunakan saat ini sehingga perlu dirancang ulang ATM dari segi tampilan display dan alat kontrol yang digunakan. Dari hasil perancangan ulang responden menyukai touchscreen sebagai alat kontrol ATM. Dan terdapat ketidaksesuaian antara checklist dengan ATM yang ada misalnya mencakup display hanya menampilkan informasi penting bagi pengguna untuk melakukan pekerjaan, menampilkan alarm dengan warna merah, peringatan dengan warna kuning, dan kondisi normal dengan warna hijau, menggunakan kata yang mudah dimengerti, menggunakan singkatan yang familier dengan pengguna.Alternatif desain yang terpilih yaitu alternatif 3 karena lebih menarik dari aspek desain, kontras warna

    Kajian Konsep Arsitektur Perilaku pada Bangunan Rehabilitasi Narkoba (Rumah Palma RSJ, Bandung)

    Get PDF
    ABSTRAK: Para pecandu narkoba merupakan salah satu makhluk berfikir yang mempunyai keputusan sendiri dalam berinteraksi di lingkungannya, pola perilaku para pecandu narkoba dapat diamati dan dipahami sesuai kebutuhan yang mereka perlukan. Konsep arsitektur perilaku dapat dijadikan sebagai alat untuk mengetahui bahwa sebuah bangunan khususnya, bangunan rehabilitasi narkoba dapat mempengaruhi perilaku penggunanya. Salah satu bangunan yang menerapkan konsep arsitektur perilaku yaitu Rumah Palma RSJ yang berada di Bandung. Bangunan rehabilitasi ini dibuat dengan mempertimbangkan perilaku pengguna narkoba dapat dilihat melalui interaksi dari pengguna narkoba terhadap lingkungannya. Penelitian ini bermaksud untuk mendeskripsikan serta mengetahui penerapan konsep Arsitektur Perilaku pada bangunan Rumah Palma RSJ. Metode yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif. Pada ruang-ruang di Rumah Palma RSJ dalam penataan perabotan di dalam ruangan dapat mempengaruhi psikologi dari perilaku pengguna narkoba. Begitu pun dengan warna, suara, temperatur dan pencahayaan yang diterapkan pada bangunan Rumah Palma RSJ sangat berpengaruh bagi penggunanya karena tidak menimbulkan kesan menakutkan, sehingga dapat meningkatkan psikis dari pengguna narkoba.ABSTRACT: Drug addicts are one of the thinking creatures who have their own decisions in interacting in their environment, the behavior patterns of drug addicts can be observed and understood according to their needs. The concept of behavioral architecture can be used as a tool to find out that a building in particular, a drug rehabilitation building can influence the behavior of its users. One of the buildings that applies the concept of behavioral architecture is RSJ Palma Housing located in Bandung. This rehabilitation building is made by considering the behavior of drug users, which can be seen through the interaction of drug users with their environment. This study intends to describe and determine the application of the concept of Behavioral Architecture in the RSJ Palma Housing building. The method used is descriptive qualitative. In the spaces in the RSJ Palma Housing in the arrangement of furniture in the room can affect the psychology of drug user behavior. Likewise with the color, sound, temperature and lighting applied to the RSJ Palma House building is very influential for its users because it does not create a frightening impression, so that it can increase the psychology of drug users

    REFLECTION OF DEMOCRATIC VALUE AND ATTITUDE OF STATESMAN IN RAJA NEGERI JAMBI AND MENTIKO BETUAH’S FOLKLORE FUNCTION AND STATEMAN

    Get PDF
    Folklore is a construction of local wisdom that grows and develops into the basis of the values of social functions. The social function of the political meaning in folklore can be used as the country’s resilience reflection, like democratic learning and strengthening the figure of the statesman. The social reality that was constructed in folklore can be a gap between the real and imaginary condition in the text. This study dug out the interrelatedness between the reflection of folklore as the forming of the resilience nation’s character and characteristic of Indonesian’s diversity. This study uses a qualitative description method and literature sociology and politic approach. The corpus data are “Mentiko Betuah” (Aceh) and “Raja Negeri Jambi” (Jambi) story. The results of the study indicated that the social reflection of both (stories) can be the basis of the building social resilience to counter radicalism, to grows up tolerances, mutual solidarity, democracy, and the integrity of anti-kleptocratic statesman. The method of the study is a qualitative description. The data of the study are sentences and written expressions in “Mentiko Betuah” (Aceh) and “Raja Negeri Jambi”’s story (Jambi). The results of the study indicated that tolerance and plural values were depicted in “Raja Negeri Jambi” and “Mentiko Betuah” were needed to be maintained. The threat of disintegration of the nation through the inculcation of narrow and shallow ideologies have poisoned people’s perspective, especially millennial society

    BENTUK DAN FUNGSI HUMOR DALAM SERIAL DRAMA KOMEDI EXTRA FRANCAIS KARYA WHITNEY BARROS

    Get PDF
    La recherche vise à décrire 1) les formes des humours dans une série le drame comédie Extra Français, Episode 1 “L’arrivée De Sam” Et Episode 2 “Sam Fait Du Shopping”, 2) les fonctions de chaque forme de l’humour dans une série le drame comédie Extra Français, Episode 1 “L’arrivée De Sam” Et Episode 2 “Sam Fait Du Shopping”. Tous les dialogues dans une série de drame comédie sont le sujet de recherche, tandis que l’objet de recherche est des mots, des expressions ou des phrases qui contiennent les humours. La collecte des données a été effectuée en utilisant les techniques de référer à la note en utilisant les outils sous la forme de tableaux de données. La méthode d’identité est utilisée pour les analyser. La méthode d’identité par la référence est utilisée pour relever les espects du context d’humour PARLANT. La validité des données de cette étude est la validité sémantique. Quant à la fiabilité appliqué est de lire à plusieurs reprises, les jugements d’experts, et le locuteur natif. Les résultats ont montré qu’une série le drame comédie Extra Français, Episode 1 “L’arrivée De Sam” Et Episode 2 “Sam Fait Du Shopping” ont 10 formes à savoir la forme d’un ligne, deux lignes, un dialogue, la phrase principale, la lettre, des faux paroles, un jeu de mots, l’interruption, des fauses intonations, la brisure. En plus, on peut aussi trouver 3 fonctions de l’humour comme la fonction de récréation, la fonction pour critiquer ou railler, la fonction pour apporter des informations intéressante. La forme la plus dominante de l’humour dans cette recherche est la forme de dialogue. En outre, la fonction de l’humour la plus dominante est la function de récréation

    ANALISIS PEMBAGIAN MANFAAT PADA REALISASI ANGGARAN BELANJA PEMERINTAH DAERAH SEKTOR PENDIDIKAN DI KABUPATEN KEBUMEN TAHUN 2012

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui distribusi manfaat pada belanja pemerintah daerah sektor pendidikan diantara kelompok rumah tangga berdasarkan tingkat pendapatan di Kabupaten Kebumen pada tahun 2012 dengan meggunakan metode Benefit Incidence Analysis. Benefit Incidence Analysis merupakan metode untuk menganalisis manfaat dari anggaran yang diberikan oleh pemerintah sehingga dapat diketahui ketepatan sasaran manfaat dari anggaran yang diterima oleh masyarakat. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Data yang digunakan adalah data sekunder di Kabupaten Kebumen tahun 2012. Teknik analisis dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan teknik Analisis Pembagian Manfaat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manfaat belanja pendidikan untuk SD Negeri menunjukkan ditribusi yang merata pada setiap kelompok pendapatan. Sebagian besar manfaat belanja pendidikan untuk SMP Negeri dan SMA/K Negeri diterima oleh kelompok pedapatan menengah ke atas

    PENGARUH ADVERSITY QUOTIONT DAN PENDIDIKAN KEWIRAUSAHAAN TERHADAP MINAT BERWIRAUSAHA MAHASISWA

    Get PDF
    Entrepreneurial intention among students college still low, this is a challenge for all people including academics. Entrepreneurial education is expected to give positive stimulus to encourage entepreneurial intention among students. The aim of this study is to examine whether Adversity Quotient (AQ), attitude toward entrepreneurship, entrepreneurial education affects entrepreneurial intention. Sample for this research is to students from Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia (STIESIA) Surabaya. The linier regression analysis was used to examine the hypothesis and it was in condition supported. The result shows that attitude toward entrepreneurship influences entrepreneurial intention positively (β:0.342, p kurang dari 0.05), while entrepreneurial education has no significant effect on the entrepreneurial intention. One of the dimensions of Adversity Quotient, controls gave significant effect on entrepreneurial intention (β: 0476, p kurang dari 0.05). This indication shows that attitude toward entrepreneurship is appropriate indicators in order to encourage entepreneurial intention among students, positive attitude in entrepreneurship will increasing entrepreneurial behavior

    DI ANTARA TIGA BAHASA: SIKAP BAHASA MASYARAKAT PERBATASAN INDONESIA--MALAYSIA

    Get PDF
                                                                AbstrakWilayah perbatasan yang dikepung oleh tiga bahasa, yaitu bahasa daerah, nasional, dan negara tetangga menggambarkan kemultibahasaan masyarakat di wilayah tersebut. Pemilihan suatu bahasa oleh masyarakat perbatasan dapat mencerminkan sikap atau pandangan masyarakat terhadap bahasa tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemilihan bahasa dan sikap masyarakat perbatasan Long Apari terhadap tiga bahasa yang ada di wilayah tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif yang bersifat deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan masyarakat Long Apari memiliki sikap positif terhadap bahasa daerah dan Indonesia. Sikap positif tersebut ditunjukkan dengan dominasi penggunaan bahasa daerah pada ranah-ranah keluarga dan masyarakat. Sementara itu, penggunaan bahasa Indonesia tercermin dalam ranah-ranah pekerjaan, pendidikan, pemerintahan, dan keagamaan. Hal berbeda ditunjukkan pada bahasa negara tetangga yang disikapi oleh masyarakat Long Apari dengan sangat tidak positif. Penggunaan bahasa negara tetangga didominasi pada ranah-ranah tertentu, seperti ranah perdagangan, jual beli, dan transaksi.Kata Kunci: sikap bahasa, wilayah perbatasan, Long Apari                                                          AbstractA border area portrays multilingual people surrounded by three languages (local, national, and foreign languages). The language selection of multilingual border residents can reflect the language attitude. The aim of this study is to determine the language attitude and the language selection of Long Apari people on those three languages. The study uses quantitative descriptive approach. The result shows that Long Apari people have a positive language attitude on a local language (Aoheng) and the national language (Bahasa Indonesia). The local language is dominant in family and community domains. Bahasa Indonesia is used in work, education, government, and religion domains. On the contrary, Long Apari people have a negative language attitude on the foreign language (Melayu Malaysia). They use it for trading and transaction domains.Keywords: language attitude, border area, Long Apar

    The Importance of Pro-Environmental Behavior in Adolescent

    Get PDF
    Abstract. Studies regarding pro-environmental behavior in adolescents are lacking. This study aimed to examine the importance of pro-environmental behavior in adolescents (high school and university students) by conducting literature review from previous studies on pro environmental behavior. Pro-environmental behavior is the behavior of individuals that contributes towards environmental preservation. Based on previous studies, measurement of pro-environmental behavior were investigated on several theories, namely theory of planned behavior (TPB) and value, belief, norms (VBN) by using aspects of pro environmental behavior. Young people with critical thinking, and good environmental education, are expected to behave more environmentally friendly for creating a sustainable future

    The Effects of Vaccination Against COVID-19 Incidence: Is the current age-priorities appropriate?

    Get PDF
    Age is an independent risk factor for COVID-19. Thus, the government of Indonesia prioritizes the elderly and adults with significant comorbidities for COVID-19 vaccination. To discover whether this policy is still appropriate, we evaluated the effects of vaccination against the COVID-19 incidence and infection risk.It was a retrospective cohort study of the NAR COVID-19 and Dashboard KPCPEN COVID-19 of the Depok City Health Department. The tests used to analyze the data were the chi-square and logistic regression tests. We discovered that there was a 92.7% total reduction in the COVID-19 infection rate with vaccination. The infection risk for COVID-19 in vaccinated people aged ≥ 60 years was far lower than those who were unvaccinated (RR = 0.10 vs. 1.72). In conclusion, vaccination reduces the transmission of COVID-19 significantly, especially in the ≥ 60 years age group. It affirms that the age priority policy in the vaccination policy is still applicable and does not require any amendments

    Efektivitas Pertumbuhan dan Hasil Tanam Beberapa Kultivar Kedelai (Glycine max (L) Merr.) dengan Pemberian Polietilena Glikol (PEG) Untuk Simulasi Cekaman Kekeringan

    Get PDF
     AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh interaksi varietas kedelai dengan konsentrasi Polietilen glikol (PEG) yang diberikan terhadap pertumbuhan serta hasil tanam dan menentukan varietas kedelai yang toleran terhadap cekaman kekeringan. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial yang terdiri dari 2 faktor. Faktor pertama adalah varietas kedelai, yaitu Gepak Kuning, Argomulyo, dan Anjasmoro, sedangkan faktor kedua adalah konsentrasi PEG yang diberikan, yaitu 0% (kontrol), 5%, 10%, dan 15%. Pengamatan dilakukan secara destruktif pada hari ke-20, 40, 60 setelah tanam dan saat panen dengan ulangan dilakukan sebanyak tiga kali, sehingga terdapat 36 unit percobaan. Parameter yang diamati meliputi bobot basah, bobot kering, luas daun, laju asimilasi bersih, dan bobot biji pertanaman. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan ANOVA pada taraf 5% dan dilakukan uji Honestly Significance Different. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada interaksi antara varietas kedelai dan konsentrasi PEG yang diberikan. Pada variabel yang diamati varietas Argomulyo memiliki respon fisiologi lebih baik dengan nilai rata-rata bobot basah, bobot kering, luas daun, laju asimilasi bersih, dan bobot biji pertanaman tertinggi dibandingkan Anjasmoro dan Gepak Kuning pada seluruh konsentrasi PEG.  AbstractThe first aim of this research was to determine the effect of the interaction of soybean varieties with the concentration of Polyethylene glycol (PEG) given on plant growth and yield, and secondly to determine soybean varieties that are tolerant to drought stress. The research was conducted using the factorial Completely Randomized Design (RAK) method consisting of 2 factors. The first factor is the soybean variety, namely Gepak yellow, Argomulyo, and Anjasmoro, while the second factor is the PEG concentration given, namely 0% (control), 5%, 10%, and 15%. Observations were carried out destructively on days 20, 40, 60 after planting and at harvest with repetitions carried out three times, so there were 36 experimental units. The parameters observed included wet weight, dry weight, leaf area, net assimilation rate, and seed weight planted. The data obtained were analyzed using ANOVA at the 5% level and an Honestly Significance Different test was carried out. The results showed that there was no interaction between soybean varieties and the PEG concentration provided. In the variables observed, the Argomulyo variety had a better physiological response with the highest average value of wet weight, dry weight, leaf area, net assimilation rate, and seed weight compared to Anjasmoro and Gepak Kuning at all PEG concentrations.
    • …
    corecore