8 research outputs found

    PENGEMBANGAN MEDIA VIDEO MATA PELAJARAN PEWARNAAN RAMBUT MATERI PEMUDAAN DAN PENGHILANGAN WARNA RAMBUT PADA SISWA KELAS XI DI SMKN 1 BUDURAN

    Get PDF
    ABSTRAK Tujuan pengembangan media ini adalah menghasilkan sebuah produk berupa Media Video sebagai media pembelajaran pada Mata Pelajaran Pewarnaan Rambut Materi Pemudaan dan Penghilangan Warna Rambut untuk meningkatkan hasil belajar Siswa.Model pengembangan yang digunakan adalah model pengembangan Research and Development (R&D). Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah perhitungan PSA (Perhitungan Setiap Aspek) dan teknik uji-t untuk tes. Metode penumpulan data yang digunakan adalah, wawancara untuk memvalidasi ahli desain pembelajaran, materi dan media kepada para ahli, dokumentasi berupa data-data kurikulum dan data kegiatan pelaksanaan penelitian dan tes untuk mengetahui hasil belajar siswa setelah belajar menggunakan media video. Sedangkan untuk mengetahui dari kelayakan media dilakukan uji coba perorangan, uji coba kelompok kecil dan uji coba kelompok besar. Dari semua aspek reviewer ahli media mendapatkan prosentase sebanyak 95,45% termasuk dalam kategori sangat baik. Aspek reviewer ahli materi mendapatkan prosentase nilai sebanyak 95,83%. Prosentase tersebut termasuk dalam kategori sangat baik. Data yang didapat pada uji coba perorangan sebanyak 3 siswa, bahwa dari semua aspek angket untuk siswa mendapatkan prosentase nilai sebanyak 90%. Sedangkan data yang didapat pada uji coba kelompok kecil sebanyak 6 siswa, bahwa dari semua aspek angket untuk siswa mendapatkan prosentase nilai sebanyak 82,68%. Selanjutnya untuk mengetahui keefektifan media pembelajaran video pengembang menggunakan uji-t dengan d.b = N-1 = 30-1=29 dengan taraf kesalahan 5% (0,05), kemudian diperoleh ttabel: 0,361 dan t-hitung 10,066. Jadi thitung lebih besar dari t-tabel yaitu 10,066 > 0,361. Sehingga dapat disimpulkan bahwa dalam menggunakan media pembelajaran video pada siswa kelas XI SMKN 1 Buduran siswa mengalami peningkatan hasil belajar secara signifikan pada materi pemudaan dan penghilangan warna rambut. Kata Kunci : Pengembangan, Video Pembelajaran, Pewarnaan rambut. ABSTRACT Purpose the of this study / research is to produce a product in the form of Media Video as a medium of learning on the Subject of Hair Coloring of Youth Material and Hair Color Elimination to improve Students learning outcomes. The development model used is the Research and Development (R & D) development model. Data collection techniques used are the calculation of PSA (Calculation of Each Aspect) and t-test techniques for the test. Data collection methods used are interviews to validate the designers of learning, materials and media to experts, documentation in the form of curriculum data and data of research and test activities to find out student learning outcomes after learning to use video media. Meanwhile, to know the feasibility of media conducted individual trials, small group trials and large group trials. From all aspects of media expert reviewers get a percentage of 95.45% included in the category very well. Expert reviewers aspects of the material get a percentage value of 95.83%. These percentages fall into very good categories. Data obtained on individual trials of 3 students, that of all aspects of the questionnaire for students get a percentage of value as much as 90%. While the data obtained in small group trials as many as 6 students, that of all aspects of the questionnaire for students get the percentage of value as much as 82.68%. Furthermore, to know effectiveness of developer video learning media use t-test with d.b = N-1 = 30-1 = 29 with error level 5% (0,05), then obtained ttabel: 0,361 and titung 10,066. So thitung is bigger than ttable that is 10,066> 0,361. So it can be concluded that in using video learning media in students of class XI SMKN 1 Buduran students experience significantly increased learning outcomes in youth and hair removal material. Keywords :Development, Learning Video, Hair Coloring Material

    PENGARUH ONLINE CUSTOMER REVIEW, ONLINE CUSTOMER RATING, DAN KEPERCAYAAN KONSUMEN TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN DI TIKTOK SHOP PADA MASYARAKAT KOTA BANDAR LAMPUNG

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besaran pengaruh online customer review, online customer rating, dan kepercayaan konsumen terhadap keputusan pembelian di TikTok Shop pada masyarakat Kota Bandar Lampung. Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat pengguna TikTok Shop di Kota Bandar Lampung, dan sampel mengambil keseluruhan dari populasi dengan menggunakan metode pengambilan sampel nonprobability sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel Online Customer Review, Online Customer Rating, dan Kepercayaan Konsumen secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian di TikTok Shop pada Masyarakat Kota Bandar Lampung. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa Online Customer Review, Online Customer Rating, dan Kepercayaan Konsumen secara simultan berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian di TikTok Shop pada Masyarakat Kota Bandar Lampung. Sedangkan berdasarkan pada koefisen determinasi (R2) sebesar 0,346 atau 34,6 %. Hal ini menunjukkan bahwa sebesar 34,6% variabel keputusan pembelian dapat dipengaruhi oleh Online Customer Review (X1), Online Customer Rating (X2), dan Kepercayaan Konsumen (X3). Sedangkan sisanya 65,4% terdapat pada variabel lain yang tidak berada atau tidak diteliti pada penelitian ini

    PENGEMBANGAN MEDIA VIDEO MATA PELAJARAN PEWARNAAN RAMBUT MATERI PEMUDAAN DAN PENGHILANGAN WARNA RAMBUT PADA SISWA KELAS XI DI SMKN 1 BUDURAN

    Get PDF
    ABSTRAK Tujuan pengembangan media ini adalah menghasilkan sebuah produk berupa Media Video sebagai media pembelajaran pada Mata Pelajaran Pewarnaan Rambut Materi Pemudaan dan Penghilangan Warna Rambut untuk meningkatkan hasil belajar Siswa.Model pengembangan yang digunakan adalah model pengembangan Research and Development (R&D). Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah perhitungan PSA (Perhitungan Setiap Aspek) dan teknik uji-t untuk tes. Metode penumpulan data yang digunakan adalah, wawancara untuk memvalidasi ahli desain pembelajaran, materi dan media kepada para ahli, dokumentasi berupa data-data kurikulum dan data kegiatan pelaksanaan penelitian dan tes untuk mengetahui hasil belajar siswa setelah belajar menggunakan media video. Sedangkan untuk mengetahui dari kelayakan media dilakukan uji coba perorangan, uji coba kelompok kecil dan uji coba kelompok besar. Dari semua aspek reviewer ahli media mendapatkan prosentase sebanyak 95,45% termasuk dalam kategori sangat baik. Aspek reviewer ahli materi mendapatkan prosentase nilai sebanyak 95,83%. Prosentase tersebut termasuk dalam kategori sangat baik. Data yang didapat pada uji coba perorangan sebanyak 3 siswa, bahwa dari semua aspek angket untuk siswa mendapatkan prosentase nilai sebanyak 90%. Sedangkan data yang didapat pada uji coba kelompok kecil sebanyak 6 siswa, bahwa dari semua aspek angket untuk siswa mendapatkan prosentase nilai sebanyak 82,68%. Selanjutnya untuk mengetahui keefektifan media pembelajaran video pengembang menggunakan uji-t dengan d.b = N-1 = 30-1=29 dengan taraf kesalahan 5% (0,05), kemudian diperoleh ttabel: 0,361 dan t-hitung 10,066. Jadi thitung lebih besar dari t-tabel yaitu 10,066 > 0,361. Sehingga dapat disimpulkan bahwa dalam menggunakan media pembelajaran video pada siswa kelas XI SMKN 1 Buduran siswa mengalami peningkatan hasil belajar secara signifikan pada materi pemudaan dan penghilangan warna rambut. Kata Kunci : Pengembangan, Video Pembelajaran, Pewarnaan rambut. ABSTRACT Purpose the of this study / research is to produce a product in the form of Media Video as a medium of learning on the Subject of Hair Coloring of Youth Material and Hair Color Elimination to improve Students learning outcomes. The development model used is the Research and Development (R & D) development model. Data collection techniques used are the calculation of PSA (Calculation of Each Aspect) and t-test techniques for the test. Data collection methods used are interviews to validate the designers of learning, materials and media to experts, documentation in the form of curriculum data and data of research and test activities to find out student learning outcomes after learning to use video media. Meanwhile, to know the feasibility of media conducted individual trials, small group trials and large group trials. From all aspects of media expert reviewers get a percentage of 95.45% included in the category very well. Expert reviewers aspects of the material get a percentage value of 95.83%. These percentages fall into very good categories. Data obtained on individual trials of 3 students, that of all aspects of the questionnaire for students get a percentage of value as much as 90%. While the data obtained in small group trials as many as 6 students, that of all aspects of the questionnaire for students get the percentage of value as much as 82.68%. Furthermore, to know effectiveness of developer video learning media use t-test with d.b = N-1 = 30-1 = 29 with error level 5% (0,05), then obtained ttabel: 0,361 and titung 10,066. So thitung is bigger than ttable that is 10,066> 0,361. So it can be concluded that in using video learning media in students of class XI SMKN 1 Buduran students experience significantly increased learning outcomes in youth and hair removal material. Keywords :Development, Learning Video, Hair Coloring Material

    Preservative Equipment Based on Nitrogen Doping Titanium Dioxide Photocatalyst White Oyster Mushroom In Banyumeneng

    Get PDF
    Oyster mushrooms easily wilt and turn brown because of bacteria and enzymatic reactions. Preservation of oyster mushrooms has been done in the freezer, which can only last 3-4 days. In addition, preservation using chemicals can cause side effects such as diarrhea to long-term cancer. The purpose of this study was to determine the shelf life of white oyster mushroom products using the innovation of making preservatives with titanium dioxide doped nitrogen (N-TiO2). The method used is the sol-gel method with TiCl4 as the precursor of TiO2 and diethylamine as the nitrogen-doped precursor. N-Doped TiO2 was characterized using FTIR, XRD, and antibacterial activity tests. The results of the FTIR spectrometer showed peaks at 518 and 678 cm-1, which indicated the presence of vibrations from TiO2. Analysis of the crystalline phase of TiO2 using XRD obtained a mixed phase in the form of anatase with peaks at 55.10 (2Ø) and rutile at 27.40 (2Ø). Anti-bacterial activity test showed that N-TiO2 was able to inhibit the growth of E. coli bacteria by 6.48±0.42 mm. The results of the organoleptic test showed that preservation using photocatalyst can extend the preservation time of oyster mushrooms, which is about 6-9 days, longer than the ideal preservation time of oyster mushrooms. This technological innovation can answer the problems of oyster mushroom farmers in Banyumeneng Village related to oyster mushroom harvests that are wasted because they are rotten and cannot be sold

    EVALUASI PENYELENGGARAAN ASPEK KESEHATAN LINGKUNGAN PASAR RAKYAT KACANGAN KECAMATAN ANDONG KABUPATEN BOYOLALI

    Get PDF
    Pasar Rakyat Kacangan merupakan pasar yang belum melakukan penilaian pasar sehat. Observasi awal menemukan bahwa penyelenggaraan aspek kesehatan lingkungan di pasar kacangan belum sepenuhnya dilakukan sesuai dengan persyaratan pada Permenkes RI No. 17 Tahun 2020. Hal ini didukung dengan belum adanya standar operasional dalam melaksanakan aktivitas di Pasar Kacangan. Pasar dengan sanitasi lingkungan yang buruk dapat memperbesar resiko penularan penyakit antar individu dan menjadi tempat berkembang biaknya vektor penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi sanitasi lingkungan dan perilaku masyarakat pasar (pengelola, pedagang, dan pengunjung pasar) agar terwujudnya pasar yang bersih, aman dan nyaman di Pasar Rakyat Kacangan Andong Boyolali. Metode penelitian ini adalah observasional deskriptif dengan pendekatan yang bersifat evaluasi. Subjek atau Informan dalam penelitian ini adalah pengelola pasar, pedagang pasar dan pengunjung pasar. Objek dalam penelitian ini adalah aspek-aspek dalam kesehatan lingkungan di Pasar sehat sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan No. 17 Tahun 2020. Hasil penelitian ini didapatkan bahwa kondisi bangunan pasar tidak memenuhi syarat penyelenggaraan aspek kesehatan lingkungan dengan presentase sebesar 48%. Kondisi sanitasi lingkungan pasar tidak memenuhi syarat dengan presentase sebesar 30%. Kondisi perilaku hidup bersih dan sehat pedagang/pengelola dan pengunjung pasar tidak memenuhi syarat dengan presentase sebesar 54,5% dan kondisi keamanan pasar juga tidak memenuhi syarat dengan presentase sebesar 50%. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah aspek penyelenggaraan kesehatan lingkungan di Pasar Rakyat Kacangan dalam kategori tidak memenuhi syarat dengan presentase 48,5% sehingga perlu dilakukan identifikasi komponen/bagian-bagian yang belum memenuhi syarat untuk ditindaklanjuti secara langsung melalui pengelola pasar dan pemerintah setempat untuk meningkatkan kondisi kesehatan lingkungan pasar. Kata Kunci: Pasar Sehat, Sanitasi Pasar, Kesehatan lingkunga

    PEMBERDAYAAN PKK DUSUN NGENTAKSARI KABUPATEN SEMARANG DALAM PEMANFAATAN DAUN ECENG GONDOK SEBAGAI PRODUK HAND SANITIZER DAN TISU BASAH ANTISEPTIK

    Get PDF
    Eceng gondok sangat mudah ditemui di Danau Rawa Pening yang berada di wilayah Dusun Ngentaksari, Kabupaten Semarang karena pertumbuhannya yang pesat. Potensi yang melimpah tersebut tidak dimanfaatkan secara optimal sehingga dapat menimbulkan dampak negatif bagi estetika maupun keseimbangan ekosistem. Kandungan senyawa metabolit sekunder yang terdapat dalam eceng gondok berpengaruh terhadap aktivitas antioksidan dan antibakteri sehingga terdapat peluang untuk mengolahnya sebagai produk hand sanitizer dan tisu basah antiseptik. Hal ini dapat terwujud dengan dilakukannya pemberdayaan anggota PKK Dusun Ngentaksari. Tujuan diadakannya pemberdayaan yaitu memberikan pemahaman kepada anggota PKK agar dapat mengoptimalkan eceng gondok yang melimpah di Dusun Ngentaksari menjadi produk yang bermanfaat dan bernilai jual. Kegiatan pemberdayaan dilakukan dengan metode blended (daring dan luring), berupa penyuluhan, pelatihan, serta pendampingan dalam proses pembuatan. Hasil kegiatan yang diperoleh yaitu sebanyak 13 anggota PKK Dusun Ngentaksari dapat mengoptimalkan pemanfataan eceng gondok sebagai produk hand sanitizer dalam bentuk gel dan semprot, serta tisu basah antiseptik; memahami cara pengolahan dan pembuatan produk; mampu memberdayakan 10 peserta dari masyarakat untuk membuat produk tersebut secara mandiri; dan menjualnya ke masyarakat sekitar maupun ke lokasi wisata. Kegiatan pemberdayaan ini dapat mengatasi permasalahan warga di Dusun Ngentaksari, yaitu sirkulasi air dan hambatan penangkapan ikan akibat eceng gondok. Kata kunci : PKK Dusun Ngentaksari, eceng gondok, hand sanitizer; tisu basah antisepti

    Quantitative Analysis of Histidine Amino Acid as a Predictor of Ergothioneine in the Drying and Frying Process of White Oyster Mushrooms (Pleurotus ostreatus)

    No full text
    ABSTRACTBackgrounds: White oyster mushroom (Pleurotus ostreatus) is widely cultivated by Indonesian people due to its delicious and nutritious taste. Pleurotus ostreatus contains 18 amino acids that make up the body and antioxidants, including phenolic compounds and ergothioneine. Ergothioneine as a strong antioxidant is an amino acid derived from histidine which has sulfur groups such as cysteine and methionine. The increase in histidine indicates the activity of ergothioneine.Objectives: This study aims to determine the amino acid content of histidine as a predictor of ergothioneine amino acid in the drying and frying process of white oyster mushrooms.Methods: The extraction method used in this study was maceration with 90% ethanol for drying samples and 70% ethanol for frying samples analyzed using High Performance Liquid Chromatography (HPLC).Results: The results showed that the histidine content increased with the longer drying time, and decreased with the longer frying time. Drying with a variation of 2 days, 3 days, and 5 days were 674788,802 mg/L; 615302.747 mg/L; and 1946113,494 g / L respectively. Frying with a variation of 2 minutes, 3 minutes, and 5 minutes were 500435,148 mg / L; 232428,391 mg/L; and 0.000 mg / L. On the other hand, the methionine content decreased with the longer drying time, and increased with the longer frying time. Drying with a variation of 2 days, 3 days, and 5 days in a row were 6673,283mg/L; 6671,920 mg/L; and 1876,358 mg / L. Frying with a variation of 2 minutes, 3 minutes, and 5 minutes were 2296,698 mg / L; 1243,911 mg/L; and 34764.534 mg/L.Conclusions: the study concludes that the content of histidine as the highest ergothioneine predictor is at drying for 5 days and frying for 2 days.</jats:p

    Optimalisasi Pengelolaan Sampah Plastik dalam Upaya Menunjang Kebersihan dan Ekonomi Wisata Pantai Nirwana Kota Baubau

    No full text
    The increasing number of waste is becoming a serious case that must be quickly resolved and resolved. In the coastal area of the Nirwana seaside, BauBau City, there is a lot of plastic waste that has accumulated and is not managed properly, causing zone pollution. Plastic waste has a good and a bad side. One of the positive sides is that plastic waste can be exchanged into creative and innovative products that can improve the economy of coastal coastal communities. Regarding this, we tried to conduct surveys, socialization, and training for people in coastal areas by the sea. Based on the results of the study, this activity generates a fairly large income that matter able in order to make the community prosperous
    corecore