193 research outputs found

    PENGARUH BUDAYA ORGANISASI DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KOMITMEN ORGANISASI PADA KARYAWAN PT TRANSPORTASI JAKARTA

    Get PDF
    ABSTRACT SITI NURLAELA. 8105123348. The Influence of Organizational Culture and Work Motivation on Organizational Commitment of Employee of PT Transportation Jakarta. Thesis, Jakarta: Economic Education Study Program, Faculty of Economics, State University of Jakarta. 2016. This study aims to determine whether there is influence between organizational culture and work motivation on organizational commitment of employees of PT Transportasi Jakarta. This study was conducted over three months, starting in March 2016 until May 2016. This research method using descriptive and survey methods. The population in this study were all employees of PT Transportasi Jakarta numbering 5690 people. While the affordability of the population are employees of PT Transportation Jakarta which are in the central office are numbered 273 people. The sampling technique used was proportional random technique, so that the sample in this study amounted to 152 respondents. The data collection technique using questionnaires. To collect data of organizational commitment (Y), organizational culture (X1) and work motivation (X2) obtained by giving questionnaires to respondents. The data analysis technique used is the test requirements analysis consisting of normality test and linearity test, classic assumption test, multiple linear regression, hypothesis testing consisting of F test and t test. Based on the results of data analysis can be seen that there is a partial effect between organizational culture and organizational commitment. Can be seen from the results of data analysis showed tcount amounted to 5.442> 1.976 ttable . Work motivation partial effect on organizational commitment, it is seen from the results of data analysis showed tcount 5.800> 1.976 t table . Organizational culture and work motivation simultaneously influence the organizational commitment, it is seen from the results of data analysis that shows the value of F (98.847)> F table (3.06). The regression equation obtained is Ý = 17.832 + 0.404 X1 + 0.418 X2. Based on the obtained coefficient determination R 2 value of 0.570, which means the organizational culture (X1) and work motivation (X2) effect on organizational commitment (Y) by 57%. Keywords : Organizational Commitment, Organizational Culture, Work Motivatio

    PENGARUH KOMPETENSI PEGAWAI TERHADAP EFEKTIVITAS KERJA DI DINAS KOMUNIKASI INFORMATIKA KEARSIPAN DAN PERPUSTAKAAN KOTA CIMAHI

    Get PDF
    Rendahnya efektivitas kerja pegawai yang terlihat dari angka capaian prestasi kerja dari tahun ke tahunnya yang masih belum mencapai standar yang telah ditetapkan menjadi permasalahan utama yang dikaji dalam penelitian ini. Permasalahan ini akan berdampak terhadap pencapaian tujuan organisasi menjadi tidak efektif. Salah satu pilihan yang paling tepat untuk mengatasi permasahan tersebut adalah dengan memperhatikan kualitas sumber daya manusia yang dilihat dari kompetensi pegawai. Penelitian ini ditujukan untuk memberikan tingkat gambaran kompetensi pegawai dan efektivitas kerja, serta untuk mengetahui pengaruh kompetensi pegawai dan efektivitas kerja di Dinas Komunikasi Informatika Kearsipan dan Perpustakaan Kota Cimahi. Metode penelitian yang digunakan adalah metode explanatory survey, dengan teknik pengumpulan data menggunakan penyebaran kuesioner. Penelitian ini merupakan penelitian populasi dengan jumlah responden sebanyak 47 orang pegawai seluruh bidang di Dinas Komunikasi Informatika Kearsipan dan Perpustakaan Kota Cimahi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis regresi linier sederhana. Grand Theory dalam penelitian ini menggunakan Model Perilaku Organisasi dari Robbins dan Judge. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) gambaran kompetensi pegawai berada pada kategori tinggi, (2) gambaran efektivitas kerja berada pada kategori tinggi, (3) kompetensi pegawai berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap efektivitas kerja. Kata Kunci : kompetensi pegawai, efektivitas kerja The low effectiveness of employee work seen from the achievement rate from year to year, which still has not reached the predefined standards to be the main problem studied in this study. This problem will affect the achievement of organizational objectives ineffective. One of the most appropriate choices to overcome the problem is to pay attention to the quality of human resources seen from employee competence. This research aims to provide an overview level of employee competence and work effectiveness, as well as to know the influence of employees ' competence and effectiveness of work in the department of informatics communication archival and library of Cimahi. The research method used was an explanatory survey method, with data collection techniques using questionnaires. This study is a population research with 47 respondents from all fields of informatics communication archival and library of Cimahi. The data analysis technique used is simple linear regression analysis. Grand Theory in this study uses the Organizational Behavior Model of Robbins and Judge. The results showed that: (1) the description of employee competencies was in the high category, (2) the description of work effectiveness was in the high category, (3) employee competence had a positive and significant effect on work effectiveness. Keywords: employee competence, work effectivenes

    UPAYA MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN EXAMPLES NON EXAMPLES PADA BIDANG STUDI IPS KELAS VII DI MTs KHAS KEMPEK KABUPATEN CIREBON

    Get PDF
    SITI NURLAELA : “Upaya Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Melalui Penerapan Model Pembelajaran Examples Non Examples Pada Bidang Studi IPS Kelas VII di MTs Khas Kempek Kabupaten Cirebon”. Motivasi belajar merupakan faktor psikis yang bersifat nonintelektual. Pentingnya motivasi belajar bagi siswa adalah untuk menyadarkan kedudukan pada awal belajar, proses dan hasil akhirnya. Berdasarkan permasalahan yang ada bahwa dalam proses pembelajaran IPS Ekonomi pada siswa kelas VII di MTs Khas Kempek Kabupaten Cirebon, peserta didik tidak bersemangat dalam pelajaran ekonomi, hal itu terlihat pada saat pembelajaran banyak siswa yang terlihat ngobrol, ngantuk, malas dan lain sebagainya. Hal- hal yang disebutkan di atas disebabkan pengemasan pembelajaran ekonomi yang masih konvensional, kurang menarik, kurang menantang serta hambar maka menjadikan pelajaran terkesan monoton, membosankan dan kurang menarik minat belajar peserta didik. Jadi strategi yang efektif dalam pembelajaran IPS Ekonomi sangat diperlukan dalam meningkatkan motivasi belajar siswa sehingga hasil belajar siswapun lebih optimal. Oleh karena itu, penulis tertarik untuk melakukan penelitian tindakan kelas dengan judul “Upaya Meningkatan Motivasi Belajar Siswa Melalui Penerapan Model Pembelajaran Examples non Examples Pada Bidang Studi IPS Kelas VII DI MTs Khas Kempek Kabupaten Cirebon”. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi belajar siswa dengan menerapkan Model Examples Non Examples pada bidang studi IPS-Ekonomi di MTs Khas Kempek kabupaten Cirebon. Model Examples Non Examples adalah model pembelajaran yang menggunakan contoh-contoh. Contoh-contoh dapat dari kasus atau gambar yang relevan. Penggunaan media gambar ini disusun dan dirancang agar anak dapat menganalisis gambar tersebut menjadi sebuah bentuk diskripsi singkat mengenai apa yang ada didalam gambar dan bekerja berpasangan untuk menggeneralisasikan konsep examples dan non-examples mereka dengan berdiskusi. Pendekatan dalam penelitian ini yaitu pendekatan empirik, atau study lapangan melalui penelitian tindakan kelas di MTs Khas Kempek Kabupaten Cirebon. Sedangkan metode dalam penelitian ini menggunakan metode kualitiatif, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, angket, tes dan dokumentasi. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII-G berjumlah 45 siswa. Berdasarkan hasil perhitungan dari pokok bahasan ini mengalami peningkatan, yaitu nilai rata-rata 68,9. Pada Siklus II nilai rata-rata 73,3. Pada Siklus III nilai rata-rata 77,7 dikatagorikan Baik (66% -79%). Sedangkan Ketuntasan belajar siswa dari siklus I mencapai 62,2%. Pada siklus II ketuntasan belajar siswa mencapai 73,3%. Pada siklus III ketuntasan belajar siswa mencapai 88,9% dikatagorikan Baik Sekali (80-100%). Kenaikan nilai rata-rata dari siklus IIII sebesar 8,8, sedangkan Ketuntasan belajar siswa dari siklus I-III sebesar 26,7%

    Pengaruh Pelatihan Regulasi Emosi untuk Meningkatkan Subjective Well-Being pada Orangtua dengan Anak Berkebutuhan Khusus (ABK)

    Get PDF
    This study aimed to improve the subjective well-being on Parents of children with special needs through emotion regulation training. This was a quantitative study with pre-test post-test one group design. The subjects of this study were 12 Parents whose children participated in the early childhood education activities on the RW of Umbulharjo subdistrict. The data collection instruments for this study were well-being scale, observation sheet, and interview guideline. The data analysis technique of this study was Wilcoxon formula to compare the score of pre-test, post-test, and follow-up. The result of this study showed that emotion regulation training could improve subjective well-being on parents of children with special needs. This study can be a reference for the guidance and counseling implementation unit on the university, lecturers, and the counselor to improve emotion regulation for improving subjective well-being on parents of children with special needs

    ANALISIS SUFIKS -SA DAN -MI DALAM BAHASA JEPANG

    Get PDF
    Penelitian ini menganalisis fungsi dan makna sufiks -sa dan sufiks -mi dalam bahasa Jepang yang ditinjau dari segi morfologi sintaksis. Sufiks -sa dan -mi termasuk kedalam sufiks derivasional, dan sufiks derivasional sangat berpengaruh dalam Bahasa Jepang. Sufiks -sa dan sufiks -mi biasanya ditambahkan pada kata sifat Bahasa Jepang. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tipikal adjektiva Bahasa Jepang apa saja yang bisa dibubuhi sufiks -sa dan -mi, makna kata yang telah dibubuhi sufiks -sa dan -mi dalam konteks kalimat bahasa Jepang, serta persamaan dan perbedaan sufiks -sa dan -mi dalam konteks kalimat bahasa Jepang. Kata sifat yang bisa ditambahkan sufiks -sa lebih banyak jumlahnya jika dibandingkan kata sifat yang bisa ditambahkan sufiks -mi. Namun, makna yang terkandung dalam kata sifat yang telah ditambahkan sufiks -mi, lebih banyak jumlahnya daripada makna yang terkandung dalam kata sifat yang telah ditambahkan sufiks -sa. Selain itu, persamaan fungsi sufiks -sa dan -mi adalah membendakan kata sifat (nominalisasi). ---------- This research analyzed the functional and meaning of suffix ‘sa’ and ‘mi’ in Japanese from the morphology and syntax point of view. Suffix ‘sa’ and ‘mi’ included in the derivational suffix and suffix devirasional very influential in Japanese. Suffix ‘sa’ and ‘mi’ is usually added to the adjective in Japanese. The purpose of this study is to determine the function of adjectives typical Japanese language what can be added the suffix ‘sa’ and ‘mi’, the meaning of words that have been added the suffix ‘sa’ and ‘mi’ in the context of Japanese language sentence, and difference suffix ‘sa’ and ‘mi’ in the context of Japanese language sentence. Typical adjective which can be added the suffix ‘sa’ more than the adjective which can be added the suffix ‘mi’. However, the meaning contained in the added adjective suffix ‘mi’ more numerous than the meaning contained in the written adjective suffix ‘sa’. Moreover, the function equation suffix ‘sa’ and ‘mi’ is make adjective into noun

    The Construction of Hybrid Identity in Julia Alvarez’s How the Garcia Girls Lost Their Accents

    Get PDF
    This research investigates the issue of hybrid identity in Julia Alvarez’s novel How the Garcia Girls Lost their Accents (1991). The aim of the research is to identify the ways of hybrid identities of main characters are constructed in the novel and to observe how the main characters manifest their hybrid identities. The research employs the descriptive qualitative method in which the writer describes, interprets and analyzes the text to answer the research question. The concept of hybridity proposed by Homi Bhabha (1994) is used as the theoretical framework to analyze the data. Based on the data analysis, this research finds that hybrid identities of the main characters, the Garcia sisters, are constructed in an-in between space which is categorized into in-between past and present, and in-between Dominican and American cultures. Moreover, the research also finds that the Garcia sisters manifest their hybrid identity in three ways: adopting the American life, embracing American values and preserving Dominican cultures. Keywords: culture, immigrants, hybridity, hybrid identity, postcolonial criticism Penelitian ini meneliti tentang isu identitas hibrid dalam sebuah novel karya Julia Alvarez yang berjudul How the Garcia Girls Lost their Accents (1991). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana identitas hybrid yang dimiliki oleh karakter utama dalam novel tersebut dikonstruksi, dan bagaimana karakter utama menunjukkan identitas hybrid mereka. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dimana penulis menjelaskan, menginterpretasikan dan menganalisa teks untuk menjawab pertanyaan penelitian. Konsep hibriditas oleh Homi Bhabha (1994) digunakan sebagai kerangka teori untuk menganalisa data. Berdasarkan analisis data, penelitian ini menemukan bahwa identitas hibrid para karakter utama, Garcia bersaudara, dikonstruksi dalam sebuah ruang in-between atau in-between space, yang kemudian dibagi menjadi in-between masa lalu dan masa sekarang (past and present), dan in-between budaya Amerika dan Dominika. Penelitian ini juga menemukan bahwa para karakter utama menunjukkan identitas hibrid mereka dengan tiga cara yaitu dengan mengadopsi kehidupan Amerika, memeluk nilai-nilai Amerika dan mempertahankan budaya Dominika. Kata kunci: budaya, imigran, hibriditas, identitas hibrid, postcolonial criticism

    Kemampuan Menyusun Laporan Keuangan USAha Kecil Menengah Pengaruhnya Terhadap Kinerja UKM Kerajinan Gitar Di Kabupten Sukoharjo

    Full text link
    Pembangunan pusat keunggulan industri yang menjadi kompetensi inti industri daerah untuk meningkatkan keterampilan dan keahlian sumber daya manusia yang berhubungan dengan kinerja keuangan. Usaha Kecil Menengah (UKM) di Indonesia merupakan salah satu penggerak perekonomian rakyat yang tangguh, mampu menunjukkan eksistensinya dengan tetap survive dalam menghadapi Perubahan dalam dunia USAha sejak krisis moneter yang terjadi di Indonesia tahun 1998 dan dilanjutkan dengan krisis global. Permasalahan yang terjadi adalah banyak pelaku Usaha Kecil Menengah hanya mencatatat jumlah uang yang diterima/dikeluarkan, jumlah barang yang dibeli/ dijual, dan jumlah piutang atau utang tidak mengikuti pedoman dalam penyusunan Laporan Keuangan yang sesungguhnya. Hasil penelitian ini sangat berguna untuk menilai kinerja USAha dan dapat membantu dalam menghadapi permasalahan dalam menjalankan USAha khususnya Usaha Kecil Menengah. Sehingga untuk mencapai kinerja USAha secara berhasil salah satu cara adalah dengan melakukan penyimpanan catatan bisnis, pengelolaan keuangan, pengelolaan kredit baik pembayaran maupun penagihan dari Laporan Keuangan Adapun bentuk pengaruh yang terjadi adalah pengaruh positif, artinya jika kemampuan menyusun laporan keuangan yang dimiliki pelaku UKM mempengaruhi kinerja. Meskipun UKM dalam menyusun laporan keuangan yang masih minim tetapi kinerja UKM masih tergolong cukup baik

    Analisis Pengaruh Peningkatan Tarif Parkir terhadap Pergeseran Moda di Kawasan Pakuwon Trade Center dan Royal Plaza

    Get PDF
    Tingginya pergerakan menuju ke Daerah Pusat Kegiatan (DPK) dengan kendaraan pribadi menjadi penyebab utama kemacetan di Kota Surabaya. Beberapa pusat perdagangan seperti Pakuwon Trade Center (PTC) dan Royal Plaza berpotensi menjadi tarikan yang menimbulkan kemacetan dengan dampak negatif. Diperlukan strategi untuk mengurangi penggunaan kendaraan pribadi melalui konsep Manajemen Kebutuhan Transportasi (MKT) yang bersifat Push melalui manajemen parkir dengan metode parking pricing berupa peningkatan tarif parkir. Pada penelitian ini akan berfokus pada bagaimana pengaruh peningkatan tarif parkir terhadap keputusan pergeseran moda menuju ke transportasi umum pada kawasan PTC dan Royal Plaza. Penelitian akan dilakukan dengan mengidentifikasi karak-teristik pengguna kendaraan pribadi. Kemudian akan diiden-tifikasi pengaruh karakteristik parkir terhadap kesediaan pengunjung untuk membayar peningkatan tarif parkir dengan analisis regresi logistik biner. Terakhir, untuk mengetahui ba-gaimana pengaruh peningkatan tarif parkir terhadap kepu-tusan pergeseran moda juga dimodelkan melalui analisis regresi logistik biner. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa ketika keamanan parkir ditingkatkan maka peluang pening-katan tarif parkir (sebesar 300%) yang bersedia dibayarkan pengunjung PTC naik menjadi 35,93%, sedangkan untuk Royal Plaza peluang ini naik menjadi 20,66% ketika kemu-dahan mencari parkir meningkat. Kemudian untuk peluang peralihan moda pada Mall PTC ketika akses angkutan umum ditingkatkan maka peluang naik menjadi 90,09%, dan untuk Mall Royal Plaza peluang naik menjadi 64,11% ketika lama perjalanan angkutan umum berkurang. Sedangkan ketika tarif parkir mengalami peningkatan 300% dan pengunjung dianggap tidak bersedia membayar peningkatan tarif parkir, maka peluang peralihan moda naik menjadi 85,20% untuk PTC dan 54,94% untuk Royal Plaza. Sehingga konsep MKT yang bersifat push ini mampu untuk mendorong pergeseran moda

    Identifikasi Rute Shuttle Lyn dengan Suroboyo Bus di Wilayah Surabaya Timur

    Get PDF
    Tingginya pertumbuhan dan perkembangan Kota Surabaya berdampak pada penyelenggaraan dan pelayanan transportasi kota. Hambatan atau permasalahan transportasi yang terjadi saat ini di Kota Surabaya adalah tingginya angka kemacetan. Selain itu dalam kurun waktu 10 tahun terakhir, pelayanan operasional angkutan kota (lyn) mengalami penurunan. Beberapa trayek sudah tidak sesuai dengan rute dan jadwal yang telah ditetapkan. Pada tahun 2018 Pemerintah Kota Surabaya menyediakan sarana transportasi baru yaitu Suroboyo Bus. Adanya Suroboyo Bus semakin memperburuk kondisi angkutan kota (lyn), dikarenakan masyarakat lebih memilih menggunakan Suroboyo Bus daripada angkutan kota (lyn). Seharusnya, dengan adanya Suroboyo Bus kedudukan angkutan kota (lyn) dapat dijadikan sebagai jaringan feeder (pengumpan). Namun dengan adanya Suroboyo Bus pelayanan transportasi di Wilayah Surabaya Timur juga belum efektif dan efisien. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi rute shuttle lyn yang terintegrasi dengan jaringan BRT (Suroboyo Bus) di Wilayah Surabaya Timur. Dalam melakukan penelitian terdapat tiga sasaran untuk mencapai tujuan. sasaran pertama mengidentifikasi karakteristik pergerakan masyarakat di wilayah Surabaya Timur dengan menggunakan metode analisis statistic deskriptif dan matriks asal-tujuan. Selanjutnya sasaran kedua mengidentifikasi kondisi jaringan jalan eksisting di wilayah Surabaya Ttimur dengan menggunakan analisis statistic deskriptif dan spasial deskriptif. Dan yang terakhir sasaran ketoga yaitu merumuskan rute shuttle lyn di wilayah Surabaya Timur yang dianalisis dengan menggunakan spasial deskriptif. Dalam penelitian ini wilayah penelitian dibagi menjadi tujuh zona berdasarkan batas administrasi kecamatan. Hasil analisis matriks asal-tujuan menunjukkan terdapat empat zona yang memiliki potensi sebagai zona tujuan (bangkitan) yaitu zona 1, 2, 4, dan 7. Untuk zona asal, seluruh zona dalam penelitian merupakan zona asal. Sedangkan, berdasarkan hasil analisis jaringan jalan di Wilayah Surabaya Timur, terdapat 115 ruas jalan yang berpotensi sebagai jaringan jalan angkutan kota (lyn). Sehingga, dalam hasil perumusan rute angkutan kota (lyn) dihasilkan 19 rute yang dapat terintegrasi dengan Suroboyo Bus yang melayani Wilayah Surabaya Timur
    corecore