13 research outputs found

    BLOG SEBAGAI BAGIAN DARI MEDIA RELATIONS Peran Blog untuk Menjembatani Tujuan Organisasi

    Get PDF
    Blog saat ini sudah menjadi bagian dalam organisasi untuk menjembati aspirasi publik terhadap organisasi dan sebaliknya. Blog juga menjadi cara yang digunakan oleh organisasi untuk berhubungan dengan media. Dengan mengakses blog, informasi yang tersedia dapat menjadi referensi media masa sebagai referensi tulisan atau berita. Namun pengelolaan blog organisasi membutuhkan perhatian lebih. Blog sebaiknya dikelola oleh orang yang memahami karakter dan tujuan organisasi. Ini penting mengingat di dalam blog, pengunjung dapat memberi komentar dan bertanya kepada pengelola. Jawaban atas pertanyaan itu merepresentasikan sikap, kebijakan dan respon dari organisasi yang bersangkutan. Blog juga memiliki sifat pembaruan informasi yang kontinyu, menghubungkan para pengunjung dan menjadi alat promosi yang cepat bagi perusahaan. Dengan pengelolaan blog yang serius, diharapkan tujuan organisasi akan terjcapai. Blog tidak hanya membantu komunikasi organisasi pada publik dan media, juga secara internal.Key word: Blog, Media Relations, Organisas

    MINYAK HABIS, JUALAN KERIS, Studi Kasus: Keberhasilan Drama TV Korea Selatan dalam Meningkatkan Pemasukan dalam Negeri dari Sektor Pariwisata

    Get PDF
    Di tahun 1960-an Korea Selatan adalah salah satu negara termiskin di dunia. Namun kini, Korsel menjadi negara terkaya nomor 4 jika dilihat dari pendapatan rata-rata per kapitanya yaitu $ 27.700 pada tahun 2009. Korea Selatan juga mengukuhkan citranya dengan mengekspor kebudayaannya melalui tarian, musik, dan drama melalui televisi. Hiburan gaya Korea Selatan ini dikenal dengan sebutan Hallyu. Hallyu mulai dikenal masyarakat dunia ketika drama Tv berjudul Winter Sonata diproduksi dan diedarkan di Asia pada tahun 2003, sejak itu pula sektor pariwisata Korsel semakin meningkat. Keberhasilan Korea Selatan dalam mempromosikan negaranya melalui drama TV memberikan kontribusi terhadap pemasukan negara yang tidak selalu harus bergantung pada sektormigas.Kata Kunci: Drama TV, Korea, Pariwisat

    ETIKA PERIKLANAN, ADA DAN TIADA: Studi Pustaka mengenai Etika Periklanan Indonesia dan Pelanggaran Periklanan Televisi di Indonesia pada tahun 2009-2010

    Get PDF
    Masyarakat seringkali mengeluhkan tayangan iklan televisi yang dianggap memberikan pengaruh buruk kepada anak-anak. Padahal Dewan Periklanan Indonesia melalui Etika Pariwara Indonesia (EPI) telah membuat petunjuk dalam membuat iklan yang ideal bagi pelaku periklanan. Melalui EPI dan bahan-bahan yang lain, masyarakat dapat mempelajari dunia periklanan dan ikut berpartisipasi dalam pengawasan tayangan iklan. Hal ini tidak hanya menyelamatkan generasi selanjutnya, namun juga meningkatkan kuliatas industri periklanan Indonesia.Kata kunci: Etika Periklanan, Pelanggaran Etika Periklanan Televisi, Pengawasan masyaraka

    Karakter K.H Agus Salim dalam Film “Moonrise Over Egypt”

    Get PDF
    Dalam kurun 10 tahun terakhir, film bertema biografi sejarah turut meramaikan Perfilman Indonesia. Bahkan film Habibie dan Ainun 3 (2019) berhasil ditonton oleh lebih dari 2 juta orang selama dua minggu penayangan di Bioskop. Hal ini menandakan adanya kemungkinan film bergenre ini mendapatkan perhatian dari masyarakat Indonesia. Film tidak hanya berfungsi sebagai media hiburan, tetapi juga sebagai sarana informasi dan pendidikan. Sayangnya, Film Moonrise Over Egypt (2018) yang bercerita tentang K.H Agus Salim, tokoh nasional yang sangat bersinar dalam hal diplomasi dan politik, tidak banyak diketahui orang. Dalam tulisan ini, analisis yang digunakan adalah Teori Mise-en Scene. Hasilnya, dari sisi naratif, cerita mengenai perjuangan K.H Agus Salim di Mesir kurang kuat sehingga karakter utama tidak seperti yang tergambar dalam buku-buku sejarah. Dalam film ini, K.H Agus Salim cenderung pasif, kurang cekatan, banyak merokok dan tidak menunjukkan kemampuan menguasai sejumlah bahasa asing.  Dalam hal teknis, elemen dekorasi, set dekorasi tentang tempat yang ditampilkan sangat sederhana dan berada di lokasi yang sama, padahal pengambilan gambar dilakukan di Mesir. Jika penggarapan film Moonrise Over Egypt dilakukan secara konsisten menitikberatkan pada elemen-elemen produksi film, maka pesan dalam film bisa menggambarkan karakter K.H Agus salim sebagai salah satu diplomat terbaik Indonesia sepanjang sejara

    Visual Merchandising; Kedai “Warung Jadul“ Rancho - Jakarta

    Get PDF
    Menggunakan media visul untuk menjual suatu produk, menjadi hal yang sangat lumrah di Indonesia. Untuk mencetak banner bewarna, dengan ukuran 1 meter x 3 meter, uang yang harus dikeluarkan kurang dari Rp 55.000,-. Menjamurnya bisnis digital memberikan angin segar pula kepada penjual, untuk dapat mempromosikan produknya kepada masyarakat. Hampir semua warung kelontong maupun  usaha makanan gerobak di Jakarta dan di Indonesia, memanfaatkan digital printing sebagai media yang murah dan cepat dalam mempromosikan warung mereka maupun sebagai informasi toko. Salah satu toko yang juga menggunakan hal ini adalah gerobak yang menjual kudapan makaroni yang terletak di sekitar kampus Unibersitas Indraprasta PGRI, warung itu disebut ”Warung Jadul.” Pemilik toko/warung merangkap sekaligus sebagai juru masak, perhatiannya lebih besar untuk melanggengkan usahanya ketimbang memperbaiki Visual Merchandising. Satu-satunya materi promosi di toko ini adalah banner berukuran 2 meter x 90 cm dengan tulisan bewarna hitam dan dasar putih. Penelitian ini menggunakan metode wawancara dan observasi langsung. Hasil penelitian menunjukkan, penjual perlu memperbaiki materi promosinya, sehinga bisa menarik pembeli untuk melakukan percobaan pembelian

    KABANA, KANTUNG BELANJA RAMAH LINGKUNGAN SEBAGAI BAGIAN DARI GREEN MARKETING Studi Kasus: Penggunaan Kantung Belanja Ramah Lingkungan pada Perusahaan Ritel di Indonesia

    Get PDF
    Kabana, atau kain serba guna, adalah kantung belanja ramah lingkungan yang dihasilkan dari penelitian yang berjudul ”Perancangan Kantung Belanja Ramah Lingkungan Sebagai bagian dari Green Marketing.” Penelitian ini didasari pada hasil penelitian yang menyebutkan bahwa kantung belanja ramah lingkungan yang ada dipasaran masih memiliki kekurangan dari segi desain, kegunaan, dan bahan. Kabana dpat digunakan menjadi beberapa fungsi seperti tutup tas, jas hujan, taplak, celemek, dan lainnya. Dari 3 mahasiswa yang menjadi key informan mengatakan desain kabana sudah menarik, namun untuk penempatan atribut masih perlu diperbaiki. Dari 3 pengusaha yang diwawancara mengatakan kabana dianggap menarik dan dapat digunakan untuk keperluan ritel, namun masih harus disempurnakan lagi. Pakar kemasan juga menilai Kabana bisa menjadi alternatif kain ramah lingkungan yang dapat digunakan sebagai kantung belanja tetapi masih butuh perbaikan terutama dalam hal penempatan kancing velcrow.Kata kunci: kantung belanja, ramah lingkungan, green marketin

    MEMOPULERKAN PANTUN BETAWI MELALUI PRODUK DISTRO

    Get PDF
    Distribution Store atau Outlet (Distro) merupakan jenis usaha Industri sandang dengan merek independen dan dikembangkan oleh kalangan anak muda dalam produksi terbatas. Distro telah berkembang di Bandung, Yogyakarta dan Bali. Akan tetapi, sejumlah Distro yang ada di Jakarta belum banyak mengangkat seni budaya Betawi sebagai fokus desainnya. Studi ini merancang produk Distro yang menggunakan pantun Betawi sebagai seni visual. Pantun Betawi melalui produk Distro diharapkan dapat memopulerkan kebudayaan Betawi di kalangan remaja Jakarta dan menjadi ikon produk wisata. Secara diskriptif kualitatif, pembahasan meliputi penciptaan pantun, pemilihan produk Distro dan penerapannya dengan menggunakan elemen-elemen ilustrasi, tipografi dan warna.

    Desainer Grafis, Netizen dan Etika; Tinjauan Pesan Visual dalam Media Sosial

    No full text
    Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bagaimana desain grafis dan warganet bisa menggunakan Teori Etika Visual untuk menciptakan pesan verbal-visual. Dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan Teori Etika Visual sebagai pisau analisis. Data-data dalam penelitian ini diperoleh melalui observasi di media sosial maupun digital dan studi literatur. Komunikasi teknologi mendorong pesan dapat disampaikan dengan cepat, mudah dan menjangkau khalayak yang lebih luas. Namun jika tidak digunakan secara ideal dan sesuai kebutuhannya, pesan-pesan tersebut dapat membawa perpecahan, tindak kriminal, perundungan, penyebaran hoak, dan lain sebagainya. Teori Etika Visual diperkenalkan pertama kali oleh Julianne .H Newton. Di dalamnya terdapat dua  kegiatan utama, yaitu proses dan pemaknaan yang dilihat secara etis dan tidak etis.  Seorang desainer grafis dituntut memiliki standar yang lebih tinggi dalam hal kualitas penciptaan pesan melalui perilaku, keahlian dan nilai-nilai yang profesional. Jika desainer grafis mengaplikasikan Teori Etika Visual di dalam karyanya, maka ini akan mengedukasi masyarakat (netizen) untuk berhati-hati  dan selektif dalam memproduksi dan berbagi pesan visual

    Analisis Elemen Visual Kemasan Indomie Goreng Edisi Ramadhan dalam Tinjauan Komunikasi Pemasaran

    No full text
    Pada Maret 2021, Indomie mengeluarkan tampilan kemasan yang berbeda dari biasanya. Ilustrasi utama dalam kemasan itu adalah piring kosong bewarna hitam dengan teks “Selamat Menunaikan Ibadah Puasa,” di tengah piring. Informasi ini pertama kali diumumkan di media sosial resmi Indomie dan menjadi viral. Beberapa situ daring nasional dan lokal juga memberitakan hal tersebut. Keputusan Indomie untuk merubah tampilan kemasan tidak terlepas dari strategi komunikasi pemasaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis elemen visual kemasan indomie goreng edisi Ramadhan dalam tinjauan komunikasi pemasara. Ada tiga fungsi utama kemasan, pertama adalah sebagai pelindung produk di dalamnya, kedua adalah sebagai identitas merek dan produk, ketiga sebagai bagian strategi komunikasi perusahan menyampaikan pesan-pesan yang dapat mempengaruhi keputusan pembelian. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus terhadap perubahan kemasan Indomie menjelang Ramadhan. Data yang diperoleh didapat dari studi kepustakaan dan observasi di media sosial serta toko waralaba di sekitar Jakarta dan Bogor.  Melalui elemen visual kemasan yang terbagi menjadi dua, elemen primer dan sekunder, mi instan ini berusaha menjadi berbeda namun tetap tidak meninggalkan identitasnya. Elemen visual kemasan primr terdiri dari informasi merek (nama dan tanda perusahaan), bentuk dan bahan kemasan, informasi terkait produk di dalamnya seperti label halal, nomor  registrasi BPOM, komposisi, nilai gizi, waktu kedaluwarsa dan sebagainya. Sementara elemen sekunder terdiri dari warna, grafis, ilustrasi foto maupun gambar, teks dan tata letak. Jika elemen desain kemasan diintergrasikan secara maksimal bersama strategi pemasaran maka besar kemungkinannya untuk meningkatkan reputasi  merek dan penjualan produk.Keywords: Marketing Communication, Indomie packaging, Ramadha

    Problematika Sosial Di Balik Citra Drama Korea; Sebuah Tinjauan Budaya Visual

    No full text
    Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan problematika sosial di balik citra drama Korea Selatan dengan menggunakan  pendekatan tinjauan budaya visual. Citra diartikan sebagai kesan yang ditangkap oleh orang lain setelah mengalami proses penerimaan pesan dan persepsi. Budaya visual timbul disebabkan oleh interaksi, persepsi, proses pemikiran terhadap suatu karya maupun buah pikir yang kemudian dituangkan dalam karya visual, seperti busana, artefak, poster, buku dan media lain. Indonesia menjadi negara ke-2 setelah Korea Selatan yang banyak menyaksikan drama  Korea. Sejak tahun 90an Hallyu Wave menjadi strategi kebijakan politik Korea Selatan dan berhasil membuat citra positifi negara ini serta meningkatkan perekonomian dari sektor wisata dan industri kreatif. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan Teori Citra Budaya serta Budaya Visual. Keberhasilan Korea Selatan, membawa kebiasaan baru terhadap masyarakat Indonesia, seperti makanan, gaya busana, konsumsi dan lain sebagainya. Seperti negara lainnya, Korea juga memiliki problematika sosial beberapa di antaranya; tingginya angka bunuh diri, rendahnya fertilitas, tingginya angka lansia dan kebiasaan minum alkohol yang menyebabkan tindakan kriminal. Dalam pandangan Teori Kultivasi, media memiliki kekuatan untuk memengaruhi khalayak. Indonesia memiliki potensi besar untuk mengikuti kesuksesan Korea Selatan daripada sekedar menjadi target pasar.  Jika, budaya visual Indonesia dapat ditampilkan dengan berkualitas maka citra positif akan terbentuk, dan membantu meningkatkan kerjasama dengan negara lain, pariwisata semakin tumbuh serta mengembangkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat
    corecore