3 research outputs found

    Memudarnya Ethos Gotong-royong pada Bangsa Indonesia

    No full text
    Gotong-royong pada saat ini sudah mulai memudar karena zaman yang sudah berubah . Terlebih lagi banyak pengaruh dari budaya barat yang banyak mempengaruhi berbagai aspek . Semua sangat di rasakan benar memberikan banyak instan dan mempermudah itu dampak positifnya tapi dampak negatif juga tidak di pungkiri sangat banyak . Sampai-sampai ethos kerja gotong-royong mulai memudar . Banyak yang sudah individual di berbagai hal . Ethos yang terjabar oleh pancasila mulai tergerus dengan adanya kemudahan yang diberikan masyarakat kita sampai lupa dengan ethosnya yaitu gotong-royong . dari sila pertama tentang ketuhanan mereka sudah mulai tidak menuhankan tuhan , mereka mulai menyimpang dari ajaran yang di ajarkan pada agama mereka sendiri . Sila kedua , mereka mulai tidak bisa memanusiakan manusia lain cenderung memikirkan diri sendiri dan berprilaku seenaknya . Sila ketiga , Persatuan yang mulai di koyak oleh sesama masyarakat Indonesia , banyak oknum yang ingin memecah belah bangsa Indonesia lewat generasi muda atau dari perbedaan-perbedaan yang ada di Indonesia . Tak di sangkal juga media sosial sudah banyak berita hoax yang tidak dapat di pastikan kebenarannya mereka tidak bertanggung jawab menyebarkan kebencian lewat media sosial dan menulis banyak tulisan yang berusaha untuk memprovokasi . Sila keempat , banyak realitas yang kita temui kaum mayoritas memaksakan kehendak dan tidak mempedulikan kaum mayoritas mereka selalu ingin menang dan berusaha agar mereka yang diuntungkan , tidak melihat dari segi minoritas . Sila kelima , Keadilan sekarang sudah mulai dipertanyakan oleh banyak pihak . Semua warga negara Indonesia yang seharusnya memperoleh keadilan yang sama rata , justru berbanding terbalik mereka sama sekali tidak mendapatkan yang namanya keadilan . Banyak yang tidak sesuai keadilan hanya berlaku bbagi mereka yang memiliki kekuasaan dan uang yang banyak . Orang dari kalangan bawah sama sekali tidak akan merasakan keadilan karena mereka akan selalu kalah dengan orang yang berkuasa . Sekarang tidak heran orang yang memiliki kekuasaan menjadi salah menggunakan wewenang , mereka sibuk dengan urusan mereka sendiri sehingga lupa yang harusnya mereka di sana bekerja untuk siapa . Mereka sudah merasa kebal akan hukum dan mulai berprilaku seenaknya tanpa memikirkan dampak yang akan di timbulkan dan apa saja yang sudah mereka rugikan . Sehingga mereka tidak jera di hukum karena mereka berpikir banyak uang dan punya kekuasaan yang bisa membeli segalanya bahkan hukum , tidak heran juga mereka tidak merasakan efek jera dan tidak merasa bersalah sama sekali . Mereka malah semakin menjadi dan tidak memiliki rasa malu dengan semua yang sudah mereka perbuat . Dari sini dapat di lihat bahwa ethos kerja gotong-royong sudah mulai memudar . Sebagai generasi penerus perlu adanya sikap nasionalisme dan kritis terhadap permasalahan yang ada . Harus pandai pandai bersikap jika tidak ethos gotong-royong pun akan semakin memudar dan hilang . Sudah kewajiban kita sebagai generasi penerus tetap melestarikan ethos kerja yang sudah melekat dari dulu yaitu gotong-royong

    Penerimaan diri masa dewasa awal ditinjau dari body image di Paguyuban Keluarga Besar Borneo Madiun

    No full text
    Penerimaan diri merupakan suatu kondisi saat seorang individu mampu menerima segala apapun yang ada pada dirinya tanpa harus memenuhi patokan orang lain. Sementara body image ialah pandangan positif atau tidaknya bentuk tubuh yang dimiliki seorang individu. Oleh karena itu tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penerimaan diri masa dewasa awal ditinjau dari body image pada paguyuban keluarga besar Borneo Madiun. Subjek dalam penelitian ini ialah anggota komunitas paguyuban keluarga besar Borneo Madiun. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan skala Likert yakni skala penerimaan diri dan skala body image. Hasil dari penelitian ini menunjukkan hubungan yang negatif antara penerimaan diri dan body image dengan nilai koefisien korelasi sebesar -0,664 dengan sig. (2-tailed: 0,000 < 0,05). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara penerimaan diri pada masa dewasa awal ditinjau dari body image di Paguyuban Keluarga Besar Borneo Madiun
    corecore