14 research outputs found
Respon Tanaman Kubis Bunga (Brassica Oleracea Var. Botrytis L.) Yang Ditanam Pada Lahan Setelah Tanaman Terong (Solanum Melongena L.) Yang Diperlakukan Dengan Aplikasi Berbagai Kombinasi Sumber N Dan Em4
Potensi produktivitas kubis bunga (Brassica oleracea var. botrytis L.) di Indonesia mengalami penurunan, hal tersebut dapat diupayakan dengan memperbaiki kesuburan tanah melalui pengurangan aplikasi pupuk anorganik dan penambahan pupuk organik. Penelitian bertujuan untuk mempelajari pengaruh residu berbagai kombinasi sumber N (anorganik-organik) dan EM4 terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kubis telah dilaksanakan pada bulan Maret 2014 hingga Juni 2014 di Desa Wonomulyo, Kecamatan Poncokusumo Kabupaten Malang, Jawa Timur. Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) faktorial yang diulang 3 kali. Faktor pertama ialah residu proporsi pupuk N yaitu : 100% urea, 75% urea + 25% kandang kambing, 50% urea + 50% kandang kambing, K3 = 25% urea + 75% kandang kambing. Faktor kedua ialah residu dosis EM4, yaitu : 10, 20 dan 30 liter ha-1. Hasil penelitian menunjukkan interaksi antar perlakuan dan residu dosis EM4 tidak berpengaruh nyata, sedangkan pada residu proporsi pupuk N anorganik-organik berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang dan bobot segar bunga. Residu proporsi pupuk N (anorganik-organik) menghasilkan bobot bunga lebih besar daripada perlakuan yang hanya dipupuk urea (kontrol). Bobot bunga yang paling besar didapatkan pada perlakuan 25% pupuk urea + 75% pupuk kandang kambing sebesar 32,4 ton ha-1
Pemberian Mulsa Jerami Padi Dan Pupuk Hijau Crotalaria Juncea L. Pada Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Jagung Varietas Kretek Tambin
Rendahnya produksi jagung disebabkan oleh faktor lingkungan misalnya curah hujan rendah, kandungan bahan organik rendah, tingkat kesuburan tanah rendah dan penggunaan benih bermutu rendah. Penggunaan mulsa dan pupuk hijau merupakan alternatif yang dapat digunakan dalam memperbaiki sifat biologi, kimia dan fisik tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh kombinasi tingkat ketebalan mulsa jerami padi dan tingkat pupuk hijau pada tanaman jagung var. Kretek Tambin serta untuk menentukan kombinasi tingkat ketebalan mulsa jerami padi dan tingkat pupuk hijau yang tepat pada tanaman jagung var. Kretek Tambin. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok sederhana. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Maret – Juni 2014 desa Karang kemasen, Bangkalan dengan ketinggian 100 m dpl. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian mulsa jerami serta penambahan pupuk hijau mampu meningkatkan N total tanah sebanyak 0,07 % serta meningkatkan pertumbuhan sehingga hasil meningkat menjadi 44,17 % pada tanaman jagung var. Kretek Tambin. Serta, pemberian mulsa jerami 9 cm dengan penambahan 20 ton ha-1 pupuk hijau meningkatkan bobot biji per hektar sebesar 0,88 ton ha-1 di bandingkan dengan potensi di Kabupaten Bangkalan
Pengaruh Aplikasi Pupuk Kalsium (Caco3) Dan Giberelin Terhadap Pertumbuhan, Hasil, Dan Kualitas Buah Pada Tanaman Tomat (Lycopersicon Esculentum Mill.)
Tomat ialah komoditas hortikultura dengan prospek pasar yang menjanjikan. Namun produksi tomat tidak sesuai dengan peningkatan jumlah penduduk di Indonesia. Permasalahan yang lainnya adalah kelainan blossom-end rot, ialah kelainan fisiologis pada buah tomat akibat kekurangan kalsium saat pembentukan buah. Aplikasi giberelin dapat meningkatkan hasil tanaman tomat. Namun aplikasi giberelin juga meningkatkan jumlah buah dengan kelainan blossom-end rot. Penambahan pupuk kalsium diharapkan dapat mengurangi jumlah buah dengan blossom-end rot. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh dosis pupuk kalsium dan konsentrasi giberelin yang tepat untuk pertumbuhan, hasil, dan kualitas buah pada tanaman tomat. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni sampai bulan November 2014 di dalam rumah plastik, Tegalweru, Dau, Malang. Penelitian ini menggunakan percobaan faktorial dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan 9 perlakuan yang diulang 3 kali. Perlakuan tersebut terdiri dari aplikasi pupuk kalsium dengan 3 taraf (0, 5, dan 10 kg ha-1) dan giberelin dengan 3 taraf (0, 70, dan 140 ppm). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi interaksi nyata pada jumlah daun dengan perlakuan pupuk kalsium 5 kg ha-1 dan giberelin 70 ppm. Namun dari semua perlakuan tidak mempengaruhi hasil dan kualitas buah yang dipanen
Respon Dua Varietas Cabai Merah (Capsicum Annuum L.) Terhadap Pemberian Iaa (Indole Acetic Acid)
Kendala utama yang dihadapi tanaman cabai merah ialah terdapat curah hujan yang tinggi dapat menyebabkan terjadinya kerontokan bunga dan buah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon dua varietas cabai merah varietas Gada F1 dan cabai merah varietas Lado F1 terhadap pemberian IAA (Indole Acetic Acid) pada konsentrasi yang berbeda. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Ngijo, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang pada bulan Juli–Desember 2013. Percobaan ini menggunakan Rancangan Petak Terbagi (RPT) dengan 3 ulangan. Petak utama adalah taraf varietas, terdiri atas 2 perlakuan yaitu varietas Gada F1 (V1) dan varietas Lado F1 (V2). Anak petak adalah konsentrasi IAA, terdiri atas 5 konsentrasi yaitu 0, 50, 100, 150 dan 200 ppm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap varietas mempunyai respon yang bebeda terhadap pemberian IAA. Pada varietas Gada F1 pemberian IAA 100 ppm dapat meningkatkan jumlah buah panen per tanaman sebesar 43,20 % dan bobot segar buah panen per tanaman sebesar 57,64 % dibandingkan dengan perlakuan kontrol. Varietas Lado F1 dengan konsentrasi 150 dan 200 ppm menunjukkan jumlah buah panen per tanaman lebih rendah dibandingkan dengan perlakuan kontrol. Varietas Gada F1 menunjukkan bobot per buah, diameter buah dan jumlah biji lebih tinggi dibandingkan varietas Lado F1. Pemberian IAA 100 , 150 dan 200 ppm dapat meningkatkan panjang buah dan jumlah biji. Akan tetapi, peningkatan diameter buah dan bobot per buah diperoleh pada pemberian IAA 150 dan 200 ppm
Teknik Aplikasi Trichoderma SP. Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Kentang (Solanum Tuberosum L.)
Tujuan dari Penelitian ini ialah untuk mengetahui interaksi konsentrasi dan waktu aplikasi Trichoderma sp. terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kentang (Solanum tuberosum L.). Penelitian ini dilaksanakan di Kebun Percobaan Cangar, Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya berada di Desa Sumberbrantas, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu pada ketinggian tempat 1650 mdpl. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei sampai Agustus 2012. Penelitian ini menggunakan Rancangan Petak Terbagi (RPT) Faktorial yakni dengan dua faktor. Faktor pertama sebagai petak utama ialah konsentrasi Trichoderma sp. cair terdiri atas T1: konsentrasi 5 ml.l-1, T2: konsentrasi 10 ml.l-1. Faktor kedua sebagai anak petak ialah waktu aplikasi Trichoderma sp. cair terdiri atas W0: aplikasi sekali, W1: aplikasi 2 hari sekali, W2: aplikasi 4 hari sekali, W3: aplikasi 6 hari sekali, W4: aplikasi 8 hari sekali. Terdapat 10 perlakuan kombinasi dengan setiap perlakuan diulang sebanyak tiga kali dan diperoleh 30 petak percobaan. Berdasarkan hasil percobaan terdapat interaksi nyata antara konsentrasi Trichoderma sp. dan waktu aplikasi terhadap saat muncul serangan penyakit hawar daun, namun tidak berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan hasil umbi kentang. Hasil bobot umbi kentang tertinggi pada konsentrasi Trichoderma sp. 10 ml l-1 dengan waktu aplikasi delapan hari sekali (T2W4) ialah 2,34 ton ha-1
