166 research outputs found

    BUSANA PESTA MALAM DENGAN SUMBER IDE SAMPE DAN DITAMPILKAN DALAM PAGELARAN BUSANA NEW LIGHT HERITAGE

    Get PDF
    Proyek Akhir yang berjudul ā€œBusana Pesta Malam dengan Sumber Ide Sampe dan ditampilkan dalam Pagelaran Busana New Light Heritage ā€ ini mempunyai tujuan, yaitu dapat: 1) Mencipta disain busana pesta malam dengan sumber ide ā€œsampeā€ , 2) Membuat busana pesta malam dengan sumber ide ā€œsampeā€, 3) Menyelenggarakan pagelaran busana pesta malam dengan tema ā€˜New Light Haritageā€™ yang menampilkan busana pesta malam dengan sumber ide ā€œsampeā€. Proses awal penciptaan desain busana pesta malam adalah mengkaji tema Heritage Kalimantan Timur, ā€œsampeā€ alat music tradisional merupakan sumber ide yang penyusun gunakan dalam menciptakan busana pesta malam. Dalam menciptakan busana pesta malam ini, penyusun menerapkan unsur dan prinsip desain sehingga desain busana yang diciptakan berupa gaun panjang dengan siluet I yang menyerupai bentuk sampe dengan hiasan lukisan khas Dayak dan coute dengan siluet A. Kain yang digunakan adalah kain simmer warna putih tulang dan velvet warna hitam dengan Lining asahi. Proses pembuatan busana pesta malam meliputi tiga tahap yaitu: 1) Tahapan persiapan meliputi pembuatan desain kerja, pengambilan ukuran, pembuatan pola, dan rancangan bahan dan harga, 2) Tahapan pelaksanaan meliputi peletakan pola, pemotongan dan pemberian tanda jahitan, penjelujuran dan penyambungan, evaluasi proses I, penjahitan, dan evaluasi II, 3) Tahapan evaluasi hasil yang dilakukan selama dalam proses pembuatan desain. Dalam menampilkan busana pesta malam melalui tiga tahapan yaitu: 1) Persiapan meliputi pembentukan panitia, menentukan tema, menentukan tujuan, menentukan waktu dan tempat, menyiapkan sarana penunjang, dan menentukan anggaran, 2) Pelaksanaan yaitu penyelenggaraan pagelaran busana dengan tema New Light Heritage pada tanggal 25 Mei 2012 di Auditorium Negeri Yogyakarta yang diikuti oleh 85 mahasiswa, 3) Evaluasi akhir dari keseluruhan yang meliputi persiapan, pelaksanaan sampai pelaksanaan pagelaran busana. Hasil dari Proyek Akhir berupa busana pesta malam dengan sumber ide Sampe. Prose pembuatan busana pesta malam ada tiga tahapan yaitu persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi hasil. Busana yang diciptakan sesuai dengan sumber ide, desain, dan teknik penjahitan. Dalam menampilkan busana pesta malam mengalami tiga tahapan yaitu persiapan, pelaksanaan, evaluasi hasil. Busana Pesta Malam dengan Sumber Sampe dan ditampilkan dalam Pagelaran Busana New Light Heritage, diperagakan oleh peragawati dari YAM Yogyakarta pada sesi 1 dengan nomor urutan 13

    PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK DAUN SALAM (Syzygium polyanthum) DENGAN DOSIS 540 mg TERHADAP HITUNG JUMLAH KOLONI KUMAN Salmonella typhimurium PADA HEPAR MENCIT Balb/c YANG DIINFEKSI Salmonella typhimurium

    Get PDF
    Background: Salam leaves (Syzygium polyanthum) contain agents such as essensial oil (sitral and eugenol), flavonoid,tannin,and metachavicol.Green tea was reported that tea polyphenol could induce the immune system including phagocytosis. The aim of this study was to prove that flavonoid of Salam leaves could increase the killing bacteria activity of macrophages by counting bacterial in liver in Balb/c mice infected by Salmonella typhimurium. Method: This study was an experiment research with The post-test only control group design. A total of 20 Balb/c mice that divided into 4 groups which are two control groups and two treatment groups.The 1st group : mice were not infected Salmonella typhimurium as K(-). The 2nd group: mice were infected Salmonella typhimurium intraperitoneal 106 at 1st day as K(+). The 3rd group: mice were infected Salmonella typhimurium on the 1st day and were given Salam leaves 113.4 mg on the 2nd to 5th day . The 4thgroup:mice were infected Salmonella typhimurium on the 1st day and were given green tea 390 mg on the 2nd to 5th day.All of groups were given standard diet on the 1st to 5th day. In the 6th day, the liver tissues were taken for counting bacteria from the liver. Result: The average of the number of bacteria colony in the treatment group:Salam leaves are 4,765 104 and green tea 4,939 x 104, the control negative group are 0 and the control positive group are 15,793 104. Mann Whitney test shows p=0.117 (p>0.05). Conclusion: Salam leaves with doses 540 mg can not reduce the number of bacteria colony in the mice liver infected by Salmonella typhimurium. There was not significant difference in reducing the number of bacteria colony between control group and treatment group. Keywords: Salam leaves, bacteria colony, liver, Salmonella typhimuriu

    LAPORAN INDIVIDU PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN (PPL) LOKASI SMK N 4 YOGYAKARTA

    Get PDF
    Praktek Pengalaman Lapangan (PPL) merupakan salah satu mata kuliah wajib yang bertujuan untuk melatih mahasiswa agar memiliki pengalaman factual mengenai proses pembelajaran dan kegiatan pendidikan lainnya. Kegiatan PPL bertujuan untuk 1) Memberikan pengalaman kepada mahasiswa dalam bidang pembelajaran disekolah, dalam rangka melatih dan mengembangkan kompetensi keguruan/kependidikan, 2) Memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengenal, mempelajari, dan menghayati permasalahan sekolah yang terkait dengan proses pembelajaran, 3) Meningkatkan kemampuan mahasiswa untuk menerapkan ilmu pengetahuan dan ketrampilan yang dikuasai secara interdisipliner kedalam pembelajaran disekolah atau lembaga kependidikan. Kegiatan yang dilakukan pada kegiatan Praktek Pengalaman Lapangan (PPL) ini memiliki Pra PPL dan PPL. Kegiatan Pra PPL meliputi : sosialisai dan koordinasi, observasi potensi pengembangan sekolah, observasi proses pembelajaran dan kegiatan menejerial, identifikasi dan infentarisasi permasalahan, penentuan program kerja dan penyusunan proposal kegiatan, diskusi dengan guru dan dosen pembimbing. Persiapan (PPL) yang dilaksanakan di SMK N 4 Yogyakarta dimulai dengan pembekalan PPL, micro teaching dan observasi langsung di SMK N 4 Yogyakarta. Sedangkan program PPL meliputi penyusunan RPP, pembuatan media pembelajaran sampai dengan Evaluasi Pembelajaran. Kegiatan yang dilakukan dalam PPL adalah Praktik Mengajar pada program keahlian Tata Busana ( XI Busana 1, dan XI Busana 4 ). Pembelajaran yang dilakukan menggunakan metode ceramah, tanya jawab, demonstrasi dan diskusi, dengan tambahan penggunaan media, serta evaluasi. Pelaksanaan Praktek Pengalaman Lapangan (PPL) mulai dari tanggal 1 Juli 2014 sampai dengan 17 September 2014. Pelaksanaan PPL yang dilaksanakan di SMK Negeri 4 Yogyakarta selama 2 bulan 17 hari dapat dipetik hasilnya yang berupa observasi petensi pengembangan sekolah yang sudah cukup memadai, observasi proses pembelajaran kelas X yang sudah menggunakan kurikulum 2013, dan praktik mengajar di kelas pada kesempatan ini mahasiswa berkesempatan untuk mengajar siswa kelas XI Busana 1, dan XI Busana 4. Sebelum praktek mengajar mahasiswa mempersiapkan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran ( RPP ) sesuai dengan silabus dan materi yang akan disampaikan, media pembelajaran yang berupa jobsheet atau handout, dan chart yang harus dikonsultasikan dengan guru pembimbing sebelum melaksanakan proses pembelajaran. Mahasiswa melaksanakan pengajaran selama enam minggu, dengan jadwal mengajar hari senin dan jumat mata pelajaran Pembuatan Pola 4 jam pelajaran @45 menit (@45 x 4 = 180 menit) dan hari selasa dan kamis mata pelajaran Busana Industri 7 jam namun mahasiswa mengambil 2 jam pelajaran 2 x pertemuan @45 menit (@45 x 2 = 90 menit)

    Potensi dan Strategi Pengembangan Wisata Berbasis Masyarakat (Community Based Tourism) di Desa Wisata Jembul Kecamatan Jatirejo Kabupaten Mojokerto

    Get PDF
    AbstrakDesa Jembul memiliki pemandangan alam yang indah dan berhawa sejuk. Lokasi Desa Jembul berada di lereng Pegunungan Anjasmoro dengan keindahan alamnya yang masih terjaga. Terdapat beberapa obyek wisata di Desa Jembul antara lain Bumi Perkemahan Pegunungan Semar, Bukit Pelangi, Kolam Renang dan Air Terjun Kabejan. Desa Jembul menawarkan keindahan alamnya yang menawan tetapi obyek wisata ini belum dikenal secara luas oleh masyarakat karena pengunjung masih didominasi dari Kecamatan Jatirejo dan daerah sekitarnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat potensi wisata serta menganalisis faktor internal dan eksternal yang berpengaruh terhadap pengembangan obyek wisata Desa Jembul guna mengetahui strategi pengembangan yang sesuai untuk diterapkan pada obyek wisata Desa Jembul.Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Penelitian dilakukan di Desa Jembul, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto. 100 responden dipilih menggunakan teknik Accidental Sampling. Pengumpulan data menggunakan observasi, kuisioner, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data tingkat potensi wisata menggunakan skala likert dan analisis strategi pengembangan menggunakan pemasukan data melalui matrik Internal Factor Evaluation (IFE) dan Eksternal Factor Evaluation (EFE) dengan analisis SWOT.Hasil penelitian menunjukkan tingkat potensi wisata Desa Jembul adalah besar dengan nilai total sebesar 20 dari nilai maksimal sebesar 28. Perhitungan dengan analisis SWOT menunjukkan bahwa obyek wisata Desa Jembul berada pada posisi kuadran II, yaitu strategi diversifikasi yang artinya Desa Wisata Jembul disarankan untuk segera memperbanyak ragam strategi taktisnya. Strategi taktis yang tepat untuk dilakukan di Desa Wisata Jembul adalah dengan penambahan atraksi dan wahana wisata baru, contohnya jembatan gantung diantara dua bukit dengan area spot foto yang menarik, berkebun buah seperti rambutan, durian, alpukat ayunan dari atas bukit dan lain sebagainya.Kata kunci: Potensi, Wisata Desa Jembul, Pengembangan, SWO

    KAJIAN TENTANG KEBERLANGSUNGAN INDUSTRI PENGOLAHAN BATU KAPUR BUKIT JADDIH DI DESA JADDIH KECAMATAN SOCAH KABUPATEN BANGKALAN

    Get PDF
    AbstrakPertambangan bahan galian C yang mulai marak dieksploitasi berada di Bukit Jaddih Desa Parseh Kecamatan Socah Kabupaten Bangkalan Pulau Madura adalah bahan mineral berbasis karbonat yaitu batu kapur (limestone). Kegiatan pertambangan dengan luas lahan areal pertambangan sebesar 94,8 Ha, luas lahan tereksploitasi sebesar 28 Ha. Keberlangsungan pertambangan yang terus menerus akan berakibat pada kekurangan lahan di Bukit Jaddih, sedangkan industri pengolahan batu kapur bahan baku utama berasal dari pertambangan Bukit Jaddih. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keberlangsungan industri pengolahan batu kapur di Desa Jaddih Kecamatan Socah Kabupaten Bangkalan.Penelitian ini menggunakan pendekatan keruangan. Jenis data yang digunakan data primer dan sekunder. Jenis penelitian ini adalah penelitian survey, yaitu jenis penelitian dengan sampel dari populasi melalui observasi dengan menggunakan daftar pertanyaan sebagai alat bantu. Sampel dalam penelitian ini menggunakan sampel populasi yaitu cara pengambilan data dari seluruh populasi yang ada secara menyeluruh. Sampel penelitian adalah pengusaha yang mengelola industri pengolahan batu kapur berjumlah 80 responden.Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor yang mempengaruhi keberlangsungan industri pengolahan batu kapur Bukit Jaddih di Desa Jaddih Kecamatan Socah Kabupaten Bangkalan yaitu modal industri pengolahan yang berpengaruh 50%, bahan baku berpengaruh sebesar 75%, tenaga kerja yang bekerja di industri pengolahan batu kapur 50%, produksi sebesar 57%, dan pemasaran industri pengolahan batu kapur sebesar 85%. Faktor pemasaran paling berpengaruh terhadap keberlangsungan industri pengolahan batu kapur. Saran untuk Pengusaha menghindari kesulitan dalam hal pemasaran yaitu para pengusaha membuat sistem pemasaran model terbaru dan lebih efektif salah satunya dengan cara pemasaran melalui online agar lebih mudah laku secara luas. Serta membuat koperasi yang dikelola oleh pengepul.Kata Kunci: Industri, Modal, Bahan Baku, Sarana Transportasi, Produksi, Pemasara

    FAKTOR- FAKTOR PENYEBAB KEMACETAN LALU- LINTAS DI KEJAPANAN- GEMPOL

    Get PDF
    AbstrakKemacetan banyak terjadi di kota-kota besar. Salah satu lokasi yang sering terjadi kemacetanyaitu wilayah Kejapananā€“ Gempol. Lokasi tersebut merupakan persimpangan batas wilayah antaraPasuruan ā€“ Pandaan, baik dari arah Surabaya maupun arah Pandaan. Tujuan penelitian ini untukmengetahui faktor yang menjadi penyebab kemacetan lalu lintas di Kejapananā€“ Gempol dan untukmengetahui dampak operasi tol Pandaan terhadap kemacetan lalu- lintas di Kejapanan-Gempol.Jenis penelitian adalah survey menggunakan metode deskriptif kuantitaif dengan persentase..Waktu penelitian dilakukan 1 Minggu 24 jam, lokasi penelitian di jalan raya Kejapanan- Gempol. Subyekpenelitian adalah segmen ā€“ segmen jalan raya Kejapananā€“ Gempol dan objek yang digunakan panjangjalan, lebar jalan, banyaknya persimpangan, daerah pembangkit, jumlah dan jenis kendaraan yangmelintas, kecepatan kendaraan yang melintas.Hasil penelitian ini faktor penyebab kemacetan di Kejapananā€“ Gempol sebelum dan dampakberoperasi tol Pandaan. Panjang jalan dan lebar jalan tidak mengalami perubahan sepanjang 3,8 Km danlebar jalan 15m. Persimpangan besar 29 % dan persimpangan kecil 71%. Jenis kendaraan yang melintasmobil pick-up, engkel, bis mini dan elf sebanyak 7.61 %, fuso dan truck tangki sebanyak 10.52 %, trontondan tangki trailer sebanyak 6.16 % dan colt diesel besar sebanyak 3.43 %. Kecepatan kendaraan motorkecepatan 52,2 km/jam, pick-up kecepatan kendaraan 39,5 km/jam, colt diesel besar kecepatan kendaraan36 km/jam, fuso/ truk tangki kecepatan kendaraan 21,6 km/jam, tronton dan tangki trailer kecepatankendaraan 10,8 Km/jam. Faktor kemacetan jalan raya di Kejapananā€“Gempol sesudah beroperasi jalan tolPandaan menimbulkan dampak mengurangi volume kendaraan di jalan raya Kejapanan-Gempol, sebagaialternatif bagi kendaraan roda 4 atau lebih dalam berkendara, mempersingkat waktu dan biaya dalamberkendaan.Kata Kunci : Kemacetan, faktor penyebab kemacetan,.dampa

    ANALISIS DAYA DUKUNG AIR METEORIK UNTUK PEMENUHAN AIR DOMESTIK MASYARAKAT DESA NGEPUNG, KECAMATAN LEGKONG, KABUPATEN NGANJUK

    Get PDF
    AbstrakKabupaten Nganjuk memiliki potensi rawan kekeringan pada musim kemarau. Pernyataan tersebut merujuk pada peta rawan bencana kekeringan Kabupaten Nganjuk. Kecamatan Lengkong merupakan salah satu wilayah di Kabupaten Nganjuk yang rawan bencana kekeringan. Empat desa yang rawan berdampak kekeringan yaitu Desa Pinggir, Desa Prayungan, Desa Sumberono, dan Desa Ngepung. Satu desa yang selalu langganan kekeringan di setiap tahunnya yaitu Desa Ngepung. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kebutuhan air, daya dukung air meteorik, dan strategi adaptasi yang dilakukan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan air pada musim kemarau.Penelitian ini menggunakan metode penelitian survei. Pengambilan sampel menggunakan metode simple random sampling. Perhitungan yang digunakan dalam penelitian ini adalah perhitungan neraca air. Tahapan penelitian ini ini dimulai dengan mengidentifikasi sebaran waktu hujan, identifikasi sebaran tempat dan tebal hujan, penghitungan ketersediaan air, menghitung kebutuhan air domestik, dan menyusun daya dukung air.Hasil perhitungan daya dukung air menunjukkan potensi air meteorik masih mampu mencukupi kebutuhan air domestik penduduknya sampai 657 kali lipat dari jumlah penduduk yang ada sekarang, sedangkan strategi adaptasi yang diakukan dari berbagai segi yaitu pemerintahan, lembaga desa, kelompok masyarakat desa, dan strategi individu sudah sedikit membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan air meskipun tidak maksimal. Distribusi besaran curah hujan dipengaruhi musim dengan total kebutuhan air domestik yang cenderung tetap bahkan meningkat menjadikan perbandingan keduanya sering tidak tepat sehingga perlu diwaspadai pada bulan Mei sampai dengan November dimana pada bulan-bulan tersebut curah hujan sangat kecil sehingga sangat dimungkinkan terjadi kekeringan.Kata kunci: kekeringan, kebutuhan air domestik, neraca air, daya dukung air meteorik

    DAMPAK INDUSTRI MIE INSTAN TERHADAP KONDISI SOSIAL DAN EKONOMI MASYARAKAT DESA SUKOMULYO KECAMATAN MANYAR KABUPATEN GRESIK (STUDI KASUS INDUSTRI MIE SEDAP PT. KARUNIA ALAM SEGAR DI DESA SUKOMULYO KECAMATAN MANYAR KABUPATEN GRESIK)

    Get PDF
    AbstrakGresik merupakan salah satu pusat kawasan industri terbesar di Jawa Timur. Industri mie instan PT. KaruniaAlam Segar yang terletak di Desa Sukomulyo Kecamatan Manyar Kabupaten Gresik merupakan salah satu industribesar dan sangat berpengaruh terhadap kehidupan masyarakat. Industri tersebut diharapkan dapat memberikan dampakpositif seperti memberikan lapangan pekerjaan, menumbuhkan perekonomian, mengurangi pengangguran, sertameningkatkan taraf hidup masyarakat. Namun di samping dampak positif , industri tersebut juga menimbulkan dampaknegatif seperti kebisingan, kemacetan, kekhawatiran, dan ketidaknyamanan. Dampak tersebut merupakan sebuahmasalah yang sangat menarik untuk diteliti. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak industri tersebutterhadap kondisi sosial dan kondisi ekonomi masyarakat Desa Sukomulyo Kecamatan Manyar Kabupaten Gresik.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Subjek penelitian adalahmasyarakat di sekitar industri. Teknik pengumpulan data menggunakan dokumentasi, observasi, dan wawancara.Analisis data yakni reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan untuk keabsahan datamenggunakan triangulasi.Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kondisi sosial masyarakat terkait dengan persepsi masyarakat terhadapindustri yakni berbeda-beda sesuai dengan pengetahuan masyarakat yang akan mempengaruhi sikap. Masyarakat yangmemiliki persepsi bahwa industri tersebut dapat memberikan pekerjaan, meningkatan pendapatan, serta meningkatkankesejahteraan tentu akan menerima keberadaan industri ini. Sebaliknya warga yang memiliki persepsi bahwa industritersebut dapat menyebabkan bau yang sangat menyengat, kemacetan, kebisingan, dan kekhawatiran warga akanmenolak keberadaan industri tersebut. Kenyamanan dengan pertambahan penduduk akibat urbanisasi menyebabkankeramaian, kemacetan, dan terjadi kasus pencurian sehingga warga merasa tidak nyaman. Kondisi ekonomi terkaitdengan mata pencaharian masyarakat yang sebelumnya adalah nelayan dan petani tambak sekarang beralih menjadipegawai industri. Tingkat pendapatan juga semakin meningkat karena gaji yang diberikan oleh industri tersebuttermasuk tinggi dan lebih menjanjikan. Pendapatan juga diperoleh dari hasil usaha baru seperti warung kopi, warungmakan, laundry, tempat kos, dan sebagainya.Kata kunci: Industri, Masyarakat, Sosial, Ekonom

    EKSISTENSI INDUSTRI GERABAH DI DESA NGADIREJO KECAMATAN RENGEL KABUPATEN TUBAN

    Get PDF
    AbstrakDesa Ngadirejo merupakan salah satu sentra industri kerajinan gerabah yang ada di Kabupaten Tuban, namun di zaman sekarang kegunaan gerabah sudah mulai ditinggalkan dan digantikan dengan peralatan yang modern, hal ini mengakibatkan pengrajin gerabah mengalami penurunan jumlah pemasaran setiap tahun. Kesulitan yang dialami pengrajin membuat jumlah pengrajin yang bertahan di tahun 2018 sebanyak 50 pengrajin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil pengrajin gerabah, faktor-faktor yang mempengaruhi eksistensi industri gerabah serta strategi bertahan industri gerabah di Desa Ngadirejo Kecamatan Rengel Kabupaten Tuban.Jenis penelitian ini adalah survei, populasi dari penelitian ini adalah seluruh industri gerabah di Desa Ngadirejo Kecamatan Rengel Kabupaten Tuban yaitu sebanyak 50 pengrajin gerabah. Jumlah populasi yaitu 50 pengrajin maka keseluruhan populasi dijadikan sampel penelitian. Teknik pengumpulan data dengan cara wawancara, observasi, kuisioner, dokumentasi dengan teknik analisis data yang digunakan yaitu deskriptif kuantitatif prosentase.Hasil penelitian menunjukkan 1) profil pengrajin industri gerabah adalah perempuan rentang usia 51-61 tahun dengan tingkat pendidikan lulusan sekolah dasar, jenis pekerjaan tetap yang dilakukan secara turun temurun, menggunakan cara tradisional, 2) faktor-faktor eksistensi industri gerabah adalah: a) bahan baku mudah didapat b) tenaga kerja anggota keluarga c) modal lebih banyak dari modal sendiri d) pemasaran dijual melalui pengepul, 3) strategi bertahan indutri gerabah dengan cara memasarkan melalui pengepul sebesar 92%, meminjam modal kepada pengepul 42% dan memanfaatkan jaringan sosial dalam tenaga kerja yaitu memakai anggota keluarga dengan sistem gotong royong antar pengrajin dan tetangga.Kata Kunci : Eksistensi, Industri Gerabah, Strategi Bertaha

    KAJIAN TENTANG EKSISTENSI PETANI GARAM DI KECAMATAN PAKAL DAN KECAMATAN BENOWO KOTA SURABAYA

    Get PDF
    Abstrak Kecamatan Pakal dengan luas areal tambak garam 267,28 Ha memperoleh hasil produksi garam 20.847 ton per musim (78 ton/Ha/th) dan Kecamatan Benowo dengan luas areal tambak garam 330,87 Ha memperoleh hasil produksi garam 30.440 ton permusim (92 ton/Ha/th). Saat ini usaha meningkatkan produksi garam belum diminati. Kebutuhan garam di dalam negeri masih belum tercukupi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik dan faktorā€“faktor yang mempengaruhi eksistensi petani garam di Kecamatan Pakal dan Kecamatan Benowo Kota Surabaya. Jenis penelitian ini yaitu deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Lokasi penelitian ini di Kecamatan Pakal dan Kecamatan Benowo dan subjek penelitian ini adalah petani garam di kedua Kecamatan tersebut. Kecamatan Pakal dengan sampel berjumlah 32 orang dan Kecamatan Benowo dengan sampel berjumlah 60 orang. Faktor-faktor yang mempengaruhi meliputi modal, tenaga kerja, dan hasil produksi. Teknik pengumpulan data menggunakan cara wawancara dengan pedoman kuesioner kepada petani garam dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan berupa kesimpulan dengan analisa deskriptif dan prosentase (%). Hasil penelitian ini adalah petani garam mendapat modal Rp 200.000,00/minggu dari pemilik tambak. Jumlah tenaga yang dibutuhkan untuk luas 1 Ha di Kecamatan Pakal berjumlah 1-4 orang yaitu 26 orang atau 81% dan tenaga kerja yang berjumlah >5 yaitu 6 orang atau 19%. Di Kecamatan Benowo tenaga kerja yang berjumlah 1-4 orang yaitu 48 orang atau 80% dan tenaga kerja yang berjumlah >5 yaitu 12 orang atau 20%. Hasil produksi garam sekali panen di Kecamatan Pakal 1-5 ton berjumlah 10 orang (31%), 6-10 ton berjumlah 18 orang (56%), >4 ton berjumlah 19 orang (13%) untuk Kecamatan Benowo 1-5 ton berjumlah 15 orang (25%), 6-10 ton berjumlah 26 orang (43%), >10 ton berjumlah 19 orang (32%). Petani garam hanya mendapatkan 1/3 bagian dari total panen garam yang dihasilkan selama semusim. Kata Kunci : Eksistensi, Petani Gara
    • ā€¦
    corecore