12 research outputs found

    IMPROVING STUDENTS’ LISTENING ABILITY THROUGH PICTURE DICTATION ON THE THEMES’ MY PET AND MY VILLAGE (Classroom Action Research at The Second Year of MAS Terpadu Tunas Cendekia Ciwaringin-Cirebon)

    Get PDF
    Euis Mulyati Improving Students’ Listening Ability Through Picture Dictation On The Themes’ My Pet And My village (Classroom Action Research at the Second Year of MAS Terpadu Tunas Cendekia Ciwaringin-Cirebon) The research is conducted in order to know about the implementation of Picture Dictation on the themes’ my pet And my village to improve students’ listening ability in learning English, and also to know about the improvement of the students’ listening ability by using Picture Dictation at the second year students of MAS Terpadu Tunas Cendikia Ciwaringin-Cirebon. A Classroom Action Research (CAR) used as the research method in this study in overcoming students’ problem of learning English especially in Listening. Kemmis and McTaggart design is used in this research, in which consists of four phases; planning, acting, observing, and reflecting per cycle. In sustaining the research result, two types of data are collected; qualitative data that derived from observation and interview toward the students and the teacher as well. On the other hand, the quantitative data that derived from test result. Then, those data analyzed by the researcher by using descriptive analysis and statistic analysis to know the final result of the implementation picture dictation toward students English language learning in the Classroom Action Research (CAR). The result of this research shows that using picture dictation activities in teaching listening at second year of MAS Terpadu Tunas Cendikia Ciwaringin-Cirebon can motivate the students to learn English and improve their listening ability. The students’ responses showed that they were interested to learn English listening because they thought that the activities were interesting. Moreover, the students’ achievement in test which is analyzed that showed a significant improvement. The students’ average score in Test of Cycle 1 was 62,84 and the average score in test of Cycle 2 was 76,38 while the improvement of students’ average score in test I and test II was 13,54. From this result, the researcher concluded that teaching listening using Picture Dictation activities at second year of MAS Terpadu Tunas Cendikia Ciwaringin-Cirebon can improve students’ listening ability. Key words: Improving, Listening Ability, Picture Dictation

    PENYUSUNAN INSTRUMEN ASESMEN ORDERING BAGI ANAK TUNAGRAHITA RINGAN KELAS II DI SLB YPDP BANDUNG

    Get PDF
    Penelitian ini didasari oleh masalah tidak adanya instrumen asesmen kognitif dasar tentang ordering bagi anak tunagrahita ringan, karena itu penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk memperoleh gambaran tentang penyusunan instrumen asesmen kognitif dasar ordering bagi anak tunagrahita ringan. Untuk mencapai tujuan tersebut digunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif melalui observasi,wawancara dan studi dokumentasi hasilnya peneliti olah dengan menggunakan analisis induktif. Penyusunan instrumen asesmen kognitif dasar tentang ordering yang telah disusun mencakup materi, metode, waktu dan media. Adapun yang perlu ditambahkan dalam penyusunan instrumen asesmen ini adalah penggunaan media yang lebih konkret serta pengurangan obyek menjadi 2 obyek berdasarkan pola ukuran bentuk dan warna. Direkomendasikan kepada guru untuk mengimplementasikan hasil instrumen asesmen kognitif dasar tentang ordering yang telah disusun dan divalidasikan

    PENGEMBANGAN INSTRUMEN ASESMEN KEMAMPUAN KINESTETIK BAGI ANAK TUNAGRAHITA RINGAN KELAS IV DI SLB YPDP KOTAMADYA BANDUNG

    Get PDF
    Anak tunagrahita memiliki kecerdasan intelektual di bawah rata rata secara signifikan yang berdampak pada kurangnya kemempuan dalam berfikir abstrak, sehingga anak mengalami kesulitan dalam belajar akademik. Dengan kondisi seperti ini, guru harus mengupayakan optimalisasi potensi dalam aspek kecerdasan yang lain sebagai kompensasi yang akan membantu anak tunagrahita mengatasi permasalahannya terutama dalam belajar, salah satunya adalah pengembangan aspek kinestetik. Dalam upaya pengembangan potensi yang dimiliki anak khususnya kemampuan kinestetik, guru membutuhkan data/informasi tentang kebutuhan dan masalah yang digadapi anak, yang akan menjadi dasar dalam merancang program pembelajaran. Hal ini dapat dilakukan melalui asesmen. Dalam penelitian inipeneliti dapat berkolaborasi dengan guru untuk mengembangakn instrumen asesmen kemampuan kinestetik bagi anak tunagrahita ringan . Pemilihan materi dilandasi hasil temuan awal bahwa instrumen asesmen di SLB YPDP kota Bandung belum tersusun secara terperinci dan para guru belum melaksanakan asesmen secara terprogram. Penelitian menggunakan deskriptif kualitatif, data diperoleh melalui observasi, wawancara, dokumentasi, semiloka dan validasi, yang akan menghasilkan instrumen asesmen kinestetik sebagai penyempurnaan dari instrumen yang ada di lembaga tersebut. Peneliti merekomendasikan kepada guru dan kepala sekolah untuk mengimplementasikan instrumen asesmen yang telah dikembangkan dalam penelitian in

    PENGEMBANGAN INSTRUMEN ASESMEN MENGENAI KLASIFIKASI BENTUK GEOMETRI BAGI ANAK TUNAGRAHITA RINGAN KELAS V DI SLB B-C YPDP KOTA BANDUNG

    Get PDF
    Asesmen klasifikasi bentuk geometri perlu dilakukan sebelum merancang program pembelajaran mengenai klasifikasi bentuk geometri yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan anak tunagrahita ringan yang memiliki keterbatasan kecerdasan. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh data tentang pengembangan instrumen asesmen mengenai klasifikasi bentuk geometribagi anak tunagrahita ringan kelas V. Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan penedekatan kualitatif, teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dokumentasi dan semiloka.Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak tunagrahita mampu mengklasifikasikan bentuk geometri dengan baik akan tetapi instrumen yanga ada masih belum memadai sehingga peneliti dan guru mengembangkan instrumen asesmen mengenai klasifikasi bentuk geometri dan divalidasikan kepada guru di dua sekolah yang berbeda. Direkomendasikan kepada para pelaksana pendidikan guna merumuskan instrumen asesmen berdasarkan kurikulum

    PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS APLIKASI PADLET PADA KOMPETENSI DASAR MENERAPKAN PENGUJIAN MUTU UJI KIMIA DAN MIKROBIOLOGI PRODUK SEGAR DAN PEMBEKUAN STANDAR EKSPOR DI SMKN 1 MUNDU CIREBON

    Get PDF
    ABSTRAK Pembelajaran jarak jauh merupakan suatu proses upaya agar proses pembelajaran tetap terlaksana, dalam upaya sistem pembelajaran jarak jauh memerlukan media pembelajaran agar tujuan pembelajaran tercapai. Tujuan penelitian ini adalah (1) Mengetahui pengembangan media pembelajaran berbasis aplikasi padlet (2) Mengetahui kelayakan pengembangan media pembelajaran berbasis aplikasi padlet pada proses pembelajaran secara daring/online. (3) Mengetahui implementasi kegiatan pembelajaran online menggunakan media pembelajaran berbasis aplikasi padlet yang dikembangkan dilihat dari hasil belajar dan ditinjau dari aspek kognitif. Penelitian ini dilakukan pada peserta didik yang sedang mempelajari mata pelajaran Produksi Olahan Ekspor Hasil Perikanan di SMK Negeri 1 Mundu Cirebon. Pengembangan media menggunakan model ADDIE. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa media pembelajaran berbasis aplikasi padlet yang, dinyatakan “layak” oleh ahli bahasa dan materi, dinyatakan “sangat layak” oleh ahli media, dan peserta didik. Selanjutnya, media pembelajaran berbasis aplikasi padlet ini diimplementasikan dalam pembelajaran untuk melihat hasil siswa dapat dilihat dari aspek kognitif dengan desain Quasi Eksperimen – nonquivalent control group design. Berdasarkan hasil yang didapat, nilai n-gain terdapat perbedaan hasil belajar kognitif siswa kelas eksperimen termasuk dalam kriteria “tinggi”, dan kelas kontrol termasuk dalam kriteria “sedang”. Kata Kunci: Hasil belajar kognitif, Media Pembelajaran, Padlet, Pembelajaran jarak jauh, ABSTRACT Distance learning is an effort process so that the learning process is carried out, in an effort to distance learning systems requires learning media so that learning objectives are achieved. The objectives of this study were (1) Knowing the development of learning media based on the Padlet application (2) Knowing the feasibility of developing learning media based on the Padlet application in the online learning process. (3) Knowing the implementation of online learning activities using learning media based on the padlet application developed in terms of learning outcomes and in terms of cognitive aspects. This research was conducted on students who were studying the subject of Processed Export Production of Fishery Products at SMK Negeri 1 Mundu Cirebon. Media development uses the ADDIE model. The results of this study indicate that the learning media based on the padlet application which is declared "feasible" by language and material experts, is declared "very feasible" by media experts, and students. Furthermore, learning media based on this padlet application is implemented in learning to see student outcomes which can be seen from the cognitive aspect with a Quasi Experiment design - nonquivalent control group design. Based on the results obtained, the n-gain value there is a difference in the cognitive learning outcomes of the experimental class students included in the "high" criteria, and the control class is included in the "medium" criteria. Keywords: Cognitive learning outcomes, Learning Media, Padlet, Distance learning

    SPECIAL NEED EDUCATION TEACHER’S COMPETENCY MASTERY THROUGH TEACHER INTERNSHIP PROGRAM I

    Get PDF
    A teacher and prospective teacher of Special Need Education are required to master, understand, and practice 4 (four) teachers’ basic competences covering pedagogy, personality, social and professional competence with various peculiarities of learners, whether with permanent and temporary barriers. In fact, high score for final test does not reflect the four basic competencies. So it needs crucial study. Through R & D method, it is obtained the result that is; the developed instruments in teacher internship program I need to be adjusted to the specialization of the learners; Obstacles that occur that the school’s paradigm still consider the program is identic with PPLK (field practice), whereas teacher internship program is in semester 2, PPLK is in semester 6, the campus parties have not provided yet the theory of the internship program I before the practicing comprehensively. The internships program needs to be adjusted to the schedule of lectures; Designs are expected to be tailored to the specialty of learners (A, B, C), specialized in UNINUS, specialization A and C. To build teacher’s attitude in pedagogic competence; Students experience and gain information about teachers' competencies, teaching and learning process and teacher’s administration; In personality competencies, they acquire a good and flexible personality; for social competence, they gain experience of good relationships with children, parents, and colleagues, and in professional development, they follow the activities and the addition of teacher’s documents

    EFEKTIVITAS TEKNIK THE THREE PERIOD LESSON DALAM METODA MONTESSORI TERHADAP KEMAMPUAN MENGENAL WARNA DASAR BAGI ANAK TUNAGRAHITA SEDANG KELAS IV DI SLB PUSPPA SURYAKANTI BANDUNG

    Get PDF
    Kemampuan mengenal warna merupakan salah satu aspek dalam kemampuan kognitif. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh hasil observasi adanya anak tunagrahita sedang kelas IV belum mengenal warna dasar dengan konsisten. Kondisi tersebut disebabkan oleh keterbatasan kemampuan berpikir anak, sehingga kesulitan untuk memahami hal-hal yang berkaitan dengan akademik. Tujuan penelitian ini adalah memperoleh data seberapa efektif teknik the three period lesson dalam metoda Montessori terhadap kemampuan mengenal warna dasar bagi anak tunagrahita sedang kelas IV di SLB PUSPPA SURYAKANTI Bandung. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kuantitatif dengan metode eksperimen Single Subject Research (SSR) dengan desain A-B-A’. Subjek penelitian merupakan dua anak tunagrahita sedang kelas IV. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode tes perbuatan dan observasi. Instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah tes kemampuan mengenal warna dasar dan observasi. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif yang ditampilkan dalam bentuk tabel dan grafik. Dalam penelitian ini diketahui bahwa panjang fase baseline-1 (A) = 3, intervensi (B) = 8 dan baseline-2 (A’) = 3. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan kemampuan mengenal warna dasar pada kedua subjek penelitian yaitu dengan ditandai oleh berkurangnya frekuensi kesalahan pada tes kemampuan awal (baseline-1) dengan hasil tes kemampuan akhir (baseline-2) atau setelah diberikan intervensi menggunakan teknik the three period lesson dalam metoda Montessori. Simpulan dari penelitian ini adalah teknik the three period lesson dalam metoda Montessori efektif digunakan untuk meningkatkan kemampuan mengenal warna dasar pada anak tunagrahita sedang Kelas IV di SLB PUSPPA SURYAKANTI Bandung. Hasil penelitian ini direkomendasikan bagi guru bahwa teknik the three period lesson ini sebaiknya dijadikan sebagai alternatif dan menjadi referensi yang dapat dilakukan dalam pembelajaran bagi anak tunagrahita sedang
    corecore