28 research outputs found

    TOTAL FENOL, FLAVONOID DAN AKTIVITAS ANTIMIKROBA EKSTRAK LIMBAH KULIT LIDAH BUAYA (Aloe chinensis Baker)

    Get PDF
    Tanaman lidah buaya merupakan komoditas unggulan yang tumbuh dengan baik di lahan gambut. Jenis lidah buaya yang banyak dikembangkan di Indonesia adalah (Aloe chinensis Baker) yang banyak terdapat di daerah Pontianak. Seiring dengan meningkatnya industri lidah buaya menyebabkan adanya limbah padat berupa kulit yang belum banyak dimanfaatkan secara optimal. Lidah buaya mengandung senyawa metabolit sekunder yang dapat berfungsi sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan total fenol, flavonoid dan potensi antimikroba ekstrak limbah kulit lidah buaya yang diekstraksi secara maserasi dengan menggunakan pelarut polar (aquadest, etanol 70%), semi polar (etil asetat) dan non-polar (n-heksan). Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan menggunakan (RAK). Data dianalisis menggunakan ANOVA kemudian dilakukan uji lanjut Duncan dengan selang kepercayaan 5%. Hasil menunjukkan, ekstrak limbah kulit lidah buaya dengan menggunakan pelarut etil asetat memiliki kandungan total fenol tertinggi pada ketiga jenis pelarut yaitu sebesar 4,088 µg GAE/mg, dan total flavonoid sebesar 12,376 µg QE/mg. Perlakuan terbaik untuk aktivitas antimikroba terhadap bakteri Pseudomonas aeruginosa terdapat pada ekstrak limbah kulit lidah buaya dengan menggunakan pelarut etil asetat pada konsentrasi 50% dengan diameter zona hambat sebesar 11,667 mm

    Daya Terima Sari Kacang Hijau (Phaseolus Radiatus L) Sebagai Bahan Alternatif Pembuatan Keju

    Get PDF
    Keju merupakan makanan yang dihasilkan melalui proses koagulasi dengan bantuan bakteri ataupun enzim. Mahalnya bakteri dan enzim sebagai koagulan dapat digantikan dengan penggunaan sari jeruk lemon yang mengandung pektin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya terima keju terhadap warna, rasa, aroma, dan tekstur keju subtitusi sari kacang hijau dan sari jeruk lemon sebagai koagulasi dengan konsentrasi yang berbeda.Jenis penelitian ini adalah eksperimen yaitu pembuatan keju subtitusi sari kacang hijau  untuk mengetahui daya terima panelis dengan uji friedman. Hasil penelitian uji organoleptik keju dengan subtitusi sari kacang hijau menyatakan bahwa ada pengaruh terhadap warna, rasa, aroma. Dari hasil penelitian uji organoleptik diketahui bahwa produk terpilih adalah keju subtitusi sari kacang hijau formulasi 37,5 % : 45 %. Dalam pembuatan keju subtitusi kacang hijau perlu penurunan komposisi dari sari lemon agar rasa tidak terlalu asam, serta perlu adanya peningkatan subtitusi sari kacang hijau agar kadar protein dapat tercapai dan perlu adanya pengujian zat gizi melalui uji laboratorium

    Pengembangan Formulasi Bubur Instan Berbasis Pangan Lokal di Tinjau dari Daya Terima, Sifat Fisikokimia dan Kandungan Gizi

    Get PDF
    Bubur bayi instan merupakan makanan pendamping ASI (MP-ASI) yang berbentuk bubuk dan bersifat instan sehingga dalam penyajiannya tidak diperlukan proses pemasakan. Beranekaragam pangan lokal sumber karbohidrat seperti sagu, pisang dan umbi-umbian dapat dimanfaatkan sebagai pangan alternatif yang relatif lebih aman dalam penyediaan energi dalam pembuatan bubur instant. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan formulasi bubur instant berbasis pangan lokal ditinjau dari citarasa, sifat fisikokimia dan kandungan gizi. Metode penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan rancangan acak lengkap (RAL) dengan perlakuan 3 jenis formula. Cita rasa bubur instant dilakukan dengan uji organoleptiuk dan dianalisis dengan uji friedman. Penetapan kandungan gizi dilakukan dengan analisis proksimat dan kandungan antioksidan dengan metode DPPH. Hasil uji freidman menunjukkan bahwa tidak ada pengaruh yang nyata penambahan tepung ubi jalar ungu, tepung pisang dan tepung kacang kedelai terhadap daya terima warna, aroma dan rasa bubur instant. Namun penambahan tepung ubi jalar ungu, tepung pisang dan tepung kacang kedelai memberikan pengaruh yang nyata terhadap daya terima tekstur bubur instant

    Daya Terima Selai Lembaran “Kunaya” Kulit Buah Naga Merah (Hylocereus Polyrhizus) dengan Substitusi Lidah Buaya (Aloe Chinensis Baker)

    Get PDF
    Latar belakang: Kulit buah naga merah belum dimanfaatkan menjadi bahan dasar dalam pembuatan produk pangan, kulit buah naga merah itu hanya dianggap sebagai limbah yang tidak dapat diolah. Kurangnya pengetahuan dan pemanfaatan buah naga merah ini juga berdampak pada nilai jual buah naga merah yang murah dipasaran. Oleh karena itu, kulit buah naga merah dapat dimanfaatkan dengan diolah menjadi produk pangan yaitu selai lembaran. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui daya terima selai lembaran kulit buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) dengan substitusi lidah buaya (Aloe chinensis Baker) pada konsentrasi (25gr:17gr), (30gr:12gr), dan (35gr:7gr). Metode: Penelitian ini menggunakan jenis penelitian eksperimen yaitu penelitian berupa uji coba untuk mengetahui daya terima selai lembaran kulit buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) dengan substitusi lidah buaya (Aloe chinensis Baker). Hasil: Hasil daya terima panelis terhadap warna, rasa, aroma dan tekstur selai lembaran kulit buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) dengan substitusi lidah buaya (Aloe chinensis Baker) pada perlakuan 2 (30gr : 12gr). Kesimpulan: Disarankan kepada konsumen agar dapat memanfaatkan kulit buah naga merah dan lidah buaya menjadi selai lembaran sebagai alternatif makanan tambahan sebagai isian roti. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai kandungan zat gizi mikro lainnya yang terdapat pada selai lembaran kulit buah naga merah dengan substitusi lidah buaya

    KARAKTERISTIK FISIKOKIMIA DAN ORGANOLEPTIK FORMULASI FLAKES TEPUNG UMBI KRIBANG, KACANG HIJAU DAN KULIT PISANG

    Get PDF
    Kekurangan gizi pada ibu hamil masih menjadi masalah utama di Indonesia, salah satunya adalah Kekurangan Energi Kronik. Upaya untuk mengatasi kekurangan energi kronik dapat dilakukan dengan Pemberian Makanan Tambahan. Salah satu upaya yang dapat dikembangkan adalah dengan menggali potensi pangan lokal sebagai upaya diversifikasi olahan pangan yaitu memanfaatkan umbi kribang yang di substitusi tepung kacang hijau dan tepung kulit pisang sebagai bahan baku untuk pembuatan flakes. Kribang merupakan jenis umbi-umbian yang dapat menjadi alternatif makanan pokok dengan nilai gizi yang tinggi namun rendah kadar gula yang dapat di substitusi dengan menggunakan kacang hijau dan memanfaatkan kulit pisang yang memiliki kandungan serat yang tinggi. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Formula produk terdiri atas tiga taraf (P) yaitu tepung umbi kribang dengan penambahan tepung kacang hijau dan tepung kulit pisang kepok (30%:70% ; 50%:50% ; 70%:30%). Perlakuan terbaik dalam pengujian organoleptik ada pada P2, dilanjutkan dengan analisis fisikokimia warna: L 34,38, a* 8,83 dan b* 16,94, waktu ketahanan kerenyahan dalam susu selama 4 menit 25 detik, daya serap air sebesar 161,57 % dan daya rehidrasi sebesar 17,04 %. Hasil analisis proksimat : kadar air 5,03%, kadar abu 4,11%, kadar lemak 9,07%, protein 7,72%, karbohidrat 64,90% dan serat kasar 9,16%

    Penggunaan Video Sebagai Media Penyuluhan Terhadap Pengetahuan Gizi Pada Ibu Menyusui

    Get PDF
    ASI Eksklusif adalah ASI yang diberikan kepada bayi sejak dilahirkan selama enam bulan tanpa menambahkan dan/atau mengganti dengan makanan atau minuman lain. Pengetahuan merupakan faktor yang penting untuk terbentuknya tindakan seseorang. Terdapat berbagai macam media pendidikan yang dapat dilakukan salah satunya adalah media video animasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemberian media video terhadap peningkatan pengetahuan gizi ibu menyusui. Metode : Penelitian ini adalah pre-experiment dengan rancangan pretest-posttest one group design subjek penelitian adalah ibu menyusui di Desa Seponti Jaya. Sebanyak 25 Sample dipilih dengan menggunakan metode purposive sampling. Teknik pengumpulan data dengan wawancara langsung. Data analisis dengan menggunakan Wilcoxon untuk melihat perbedaan pengaruh pemberian media sebelum dan setelah diberikan intervensi. Hasil Penelitian : Rata-rata pengetahuan antara sebelum dan setelah diberikan edukasi terjadi peningkatan dengan p-value < 0,01. Kesimpulan penelitian : Ada pengaruh edukasi gizi melalui Media Video sebelum dan sesudah diberikan intervensi terhadap pengetahuan gizi ibu menyusu

    PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PENGEMBANGAN YOGHURT BUAH LAKUM SEBAGAI ALTERNATIF MINUMAN FUNGSIONAL

    Get PDF
    Buah lakum (Cayratia trifolia (L.) Domin) adalah   tumbuhan   yang   telah   dikenal   di Kalimantan Barat yang memiliki banyak potensi khususnya di bidang kesehatan maupun industri. Potensi ini ditunjang dari sisi kandungan buah- buahan yang merupakan sumber zat gizi seperti karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral (Antarlina, 2009) Masyarakat etnis Melayu di Kecamatan Sungai Kunyit Kabupaten Mempawah telah melakukan pemanfaatan buah lakum sebagai pewarna alami dengan nilai indeks pemanfaatan khusus sebesar 0,030 yang berarti 3% pemanfaatan bagian buah adalah sebagai pewarna alami (Prasetyo, 2016).Saat ini Etnis Melayu di Kecamatan Sungai Kunyit telah mengkomersialkan produk olahan dari tumbuhan lakum seperti sirup, dodol dan selai. Aktivitas komersialisasi produk-produk olahan dari tumbuhan lakum biasanya dilakukan oleh ibu-ibu rumah tangga. Mereka melakukan aktivitas tersebut bertujuan untuk menambah dan menunjang pendapatan keluarga (Prasetyo, Linda, Mukarlina, 2015).Soyghurt merupakan produk fermentasi susu kedelai dengan menggunakan bakteri Streptococcus thermophilus dan Lactobacillus bulgaricus yang merupakan spesies mikroba yang esensial dan aktif dalam hubungan simbiotik serta telah umum dipakai dalam proses pembuatan yoghurt. Apabila dilihat dari segi gizinya, soygurt mengandung kadar protein yang lebih tinggi dari yogurt (Hanifah, 2016).Pemanfaatan buah lakum sebagai tambahan produk soyghurt menunjukkan bahwasanya produk tersebut dapat diterima baik secara organoleptik dan memiliki kandungan antioksidan yang tinggi. Sehingga soyghurt buah lakum dapat dimanfaatkan  sebagai salah satu minuman fungsional   yang   berfungsi   untuk   kesehatan.   Selain   itu   juga   dapat   mengembangkan pemanfaatan buah lakum lebih luas lagi selain produk sirup, dodol atau selai yang telah ada di wilayah Sungai Kunyit

    Daya Terima Dan Kandungan Gizi Snack Bar Tepung Tempe Dan Tepung Pisang Ambon

    Get PDF
    Atlet merupakan individu atau seseorang terlatih dan mahir dalam suatu olahraga tertentu, yang memiliki tingkat kebutuhan energi yang lebih dibandingkan orang biasa. Penggunaan produk snack bar terutama ditujukan untuk meningkatkan performa atlet, serta meningkatkan stamina dan kesehatan. Pembuatan produk dengan pemanfaatan sumber pangan lokal pada pembuatan snack bar ini yaitu berbasis tepung tempe dan pisang ambon. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya terima dan nilai kandungan gizi snack bar berbasis tepung tempe dan tepung pisang ambon sebagai alternatif makanan selingan bagi atlet. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen. Adapun perlakuan yang digunakan tepung tempe dan tepung pisang ambon adalah F1 = 90%:10%, F2 = 80%:20%, F3 = 70%:30%. Uji yang dilakukan melalui 2 tahap yaitu uji organoleptik untuk melihat tingkat kesukaan panelis terhadap snack bar dan uji proksimat. Berdasarkan hasil uji organoleptik meliputi warna, aroma, rasa dan tekstur menunjukkan pada perlakuan F3 70% tepung tempe dan 30% tepung tepung pisang ambon, dengan jumlah 184. Untuk hasil uji proksimat, dari 100 gram snack bar mengandung karbohidrat sebesar 52,93%, protein sebesar 12,10%, lemak sebesar 9,66%, serat sebesar 2,55 %

    PERANCANGAN MEDIA PEMBELAJARAN TEMATIK UNTUK PELAJAR SD KELAS I

    Get PDF
    ABSTRAK Perancangan ini bertujuan untuk membentuk sebuah media yang dapat membantu proses belajar pada kelas I sekolah dasar. Pengumpulan data dan observasi dilakukan dengan melihat kekurangan proses belajar mengajar pada kelas. Perancangan media ini ditujukan untuk pendidik dan peserta didik kelas I. Media ini berupa miniatur lingkungan rumah dan lingkungan sekolah. Media ini disesuaikan dengan materi pelajaan tematik kelas1 kurikulum 2013 revisi 2017. Media ini diharapkan dapat membantu pendidik dan peserta didik dalam proses belajar mengajar. Media ini memiliki media pendukung berupa cover media yang terbuat dari akrilik serta alas media yang terbuat dari triplek. Serta dilengkapi dengan media promosi yaitu x banner, sticker, baju kaos dan gantungan kunci. Kata Kunci : Perancangan, Media Pembelajaran, Tematik, Pelajar SD Kelas 1

    konsep imamah dalam tafsir Al-mizan karya Allamah Muhammad Hussein Thabathaba'i

    Get PDF
    Al-Mīzan Fī Tafsīr Alqur’ān merupakan kitab tafsir dari Allamah Muhammad Husein Thabāthabā’i. Ulama tersebut muncul pada abad modern kontemporer, dimana pada saat itu ilmu pengetahuan sudah banyak berkembang begitupula pada ilmu tafsir. Pada saat itu produk tafsir sudah ramai ditulis oleh ulama-ulama yang ada dengan berbagai macam pendekatan dalam menafsirkannya. Thabāthabā’i termasuk kedalam jajaran ulama terkenal akan kekayaan keilmuannya, hal ini dapat tercermin dalam karya kitab tafsirnya dimana beliau bukan hanya merujuk pada ulama Syi’ah dalam menuliskan tafsirnya akan tetapi beliau juga banyak merujuk pada ulama Ahlu sunnah Sehingga Thabāthabā’i tidak saja terkenal dikalangan Syi’ah saja akan tetapi pada kalangan Ahlu sunnah pula. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui makna imāmah dalam tafsir al-Mīzan karya Thabāthabā’i. Tafsir ini dipilih karena sumber aslinya menggunakan bi al-ma’tsūr, sehingga akan diketahui bagaimana makna imāmah tersebut dalam tafsir yang bersumber riwayat. Adapun Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah metode deskriptif. Sedangkan sumber yang digunakan dalam penelitian ini bersifat sekunder yakni menggunakan sumber yang sudah ada yaitu dengan mengunakan tafsir al-Mīzan Fī Tafsīr Alqur’ān karya Allamah Muhammad Husein Thabāthabā’i. Untuk memahami konsep imāmah Thabāthabā’i, paling tidak ada 4 ayat yang penulis jadikan bahan penelitian. Adapun ayat-ayat tersebut adalah: Qs. al-Baqarah [2]: 124, Qs. an-Nisa [4]: 59, Qs. al-Maidah [5]: 55-56 dan Qs. al-Maidah [5]: 67. Berdasarkan penelitian yang telah penulis lakukan dalam memaknai ayat imāmah Thabāthabā’i menjelaskan bahwasannya imāmah ini merupakan suatu kepemimpinan. Dimana ia bukan hanya seseorang yang mengatur urusan agama saja, melainkan juga mengurus urusan negara. Kemudian imāmah ini adalah sebuah anugrah Ilahi yang dikaruniakan kepada seseorang yang telah lulus dari menempuh ujian yang diberikan oleh Allah. Berbeda dengan Sunni yang mencukupkan kriteria imam dengan adil dan dipilih secara musawarah, Syi’ah memberikan kriteria bahwa imāmah harus seseorang yang ma’sum, dan dari kalangan Ahlul Bait Nabi. Maka dengan demikian, Menurut madzhab Syi’ah imāmah ini dianugrahkan kepada Ali bin Abi Thalib dan 11 keturunannya
    corecore