10 research outputs found
Interpretasi Data Anomali Magnetik di Daerah Wakal, Maluku Tengah
Pengetahuan tentang litologi batuan penyusun bawah permukaan merupakan suatu kajian yang perlu dipahami dengan baik oleh pemerintah setempat. Hal ini penting untuk lakukan guna mengetahui potensi sumber daya mineral ekonomis maupun terkait penyusun lapisan batuan bawah permukaan di suatu area. Di daerah Wakal informasi tersebut belum diketahui. Umumnya metode yang digunakan untuk memperoleh gambaran material bawah permukaan adalah geomagnet. Tujuan penelitian ini adalah mampu menginterpretasi material yang tersebar di daerah penelitian berdasarkan nilai medan magnet. Metode ini memanfaatkan anomali medan magnet untuk mengidentifikasi mineral tersebut. Data yang digunakan berjumlah 31 titik dengan spasi pengukuran sejauh 5 meter. Interpretasi dilakukan secara kualitatif dan kuantitatif menggunakan software Surfer, Magpick, dan Mag2dc. Hasil penelitian diperoleh peta kontur anomali magnetik yang memiliki harga antara -1000 nT hingga 900 nT. Hasil sayatan lintasan A-A’ diperoleh nilai suseptibilitas yang bervariasi yaitu material bawah permukaan yang terdiri atas metamorphic (60 nT) dan av. sedimentary (10 nT) cenderung memiliki anomali residual magnetik rendah sedangkan basalt (129.54 – 131.07 nT) dan andesite (168.12 nT) memiliki anomali residual yang relatif tinggi yang terdistribusi dari Barat Laut hingga Tenggara dari area pengukuran
Genesa dan Karakteristik Endapan Pasir Besi
Secara Geografis Kepulauan Indonesia merupakan wilayah yang memiliki potensi sumber daya mineral sangat tinggi. Salah satunya adalah keterdapatan endapan pasir besi yang cukup melimpah di pesisir Kepulauan Indonesia seperti Pesisir Sumatera, Jawa, Lombok, Sumbawa, Sumba, Flores, Maluku dan Timor. Pembentukan endapan pasir besi dalam jumlah cukup besar dan sebaran yang luas di daerah pesisir tidak terlepas dari berbagai faktor. Faktor – faktor tersebut adalah kandungan unsur besi pada batuan sumber, media transportasi alam berupa aliran air sungai, gelombang laut, dan angin, serta proses geologi seperti pelapukan, erosi, transportasi, dan sedimentasi. Hasil sedimentasi pasir besi termasuk dalam kategori endapan alochton, dengan nilai ekonomi yang disebut oleh para ahli geologi sebagai endapan placer. Endapan pasir besi dapat terbentuk pada lingkungan-lingkungan seperti pada air tawar (daratan berlumpur dan danau), rawa-rawa, lagoon hingga air laut dalam, dimana kondisi pengendapannya akan menentukan susunan mineralogi, ukuran butir, kemurnian, dan luas penyebaran
Prediksi Suhu Udara Rata-Rata Harian dengan Metode Regresi Linier di Kota Ambon
Penelitian ini bertujuan untuk memprediksi suhu udara rata-rata harian di Kota Ambon menggunakan metode Regresi linier. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data suhu udara rata-rata harian di kota Ambon selama 365 hari pada tahun 2022. Data penelitian ini diperoleh dari National Centers for Environmental Information (NCEI) dari National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA). Dari data penelitian yang digunakan, suhu udara rata-rata harian di Kota Ambon tahun 2022 berkisar antara 23,90C – 30,60C. Suhu udara rata-rata terendah berada di tanggal 13 Juli 2022 (hari ke-194) dan tertinggi di tanggal 30 April 2022 (hari ke-120). Hasil pengolahan data diperoleh model regresi prediksi suhu udara rata-rata harian di Kota Ambon adalah Y = 27. 567 + 0.002* X dengan nilai RMSE sebesar 1.293 +/ - 0.0000. Nilai ini menunjukkan bahwa rata-rata kesalahan prediksi model adalah sekitar 1.293 satuan
IDENTIFIKASI AKUIFER AIR TANAH MENGGUNAKAN METODE GEOLISTRIK VERTICAL ELECTRICAL SOUNDING (VES) DI DAERAH SELAPARANG, NUSA TENGGARA BARAT
Telah dilakukan investigasi akuifer air tanah di daerah Selaparang, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat dengan menggunakan metode geolistrik resistivitas konfigurasi Schlumberger. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi akuifer air tanah di daerah tersebut. Pengukuran data dilakukan di tiga titik yaitu SLPRG-1, SLPRG-2, dan SLPRG-3. Panjang lintasan SLPRG-1 adalah 225 meter sedangkan SLPRG-2 dan SLPRG-3 mencapai 150 meter dengan spasi 1 meter. Pengolahan data dilakukan dengan IPI2WIN untuk memperoleh gambaran distribusi resistivitas batuan secara 1D. Hasil interpretasi menunjukkan bahwa struktur batuan yang menyusun bawah permukaan di daerah penelitian terdiri atas lempung, pasir, batu pasir, batu gamping, dan kerikil. Dari tiga titik pengukuran, potensi akuifer air tanah tersusun atas pasir dan batupasir yang terletak pada rentang kedalaman 1,04 hingga 90,78 meter. Litologi pasir dan batu pasir tersebut merupakan jenis sedimen yang diprediksi cukup baik di daerah penelitian karena bersifat permeabel untuk menyimpan dan meloloskan air.
Penerapan Teknologi Penginderaan Jauh untuk Kajian Indeks Kerapatan Vegetasi (NDVI) Tahun 2020 di Kecamatan Sirimau
This study aims to examine the distribution of vegetation density in Sirimau District using the NDVI method calculated from Landsat 8 satellite imagery. Landsat 8 imagery is processed to obtain NDVI values that describe the level of vegetation density and health in the study area. The results of the analysis show that most of the Sirimau District area is dominated by dense vegetation with NDVI values between 0.63 and 0.80 covering around 57.8% of the total area. In addition, vegetation is quite dense with NDVI values between 0.42 and 0.63 and vegetation is not dense with NDVI values between 0.21 and 0.42 occupying around 20.4% and 14.7% of the area, respectively. While non-vegetation and clouds and air only occupy a small part of the area with percentages of 7.1% and 0.003% of the total area, respectively. This study proves that the use of remote sensing technology, especially Landsat 8 imagery, is effective in mapping and integrating vegetation conditions quickly and accurately. The results of this study are expected to support natural resource management and spatial planning in Sirimau District
Peningkatan Pengetahuan Tentang Mitigasi Bencana Alam Di SMA Negeri 13 Ambon
Kota Ambon adalah ibuktota provinsi Maluku yang sangat aktif secara tektonik karena terletak pada pertemuan lempeng tektonik. Posisi ini menjadikannya daerah yang sangat rentan terhadap berbagai jenis bencana alam. Untuk menghadapi risiko ini, maka diperlukan Pengetahuan tentang mitigasi dan dampak bencana, terutama bagi pelajar yang merupakan generasi penerus dan bagian penting dalam upaya kesiapsiagaan bencana. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa di SMA Negeri 13 Ambon mengenai mitigasi bencana alam. Tujuan spesifiknya meliputi peningkatan pemahaman siswa tentang jenis-jenis bencana yang mungkin terjadi, teknik mitigasi yang efektif, dan tindakan darurat yang perlu diambil dalam menghadapi bencana. Kegiatan ini dilakukan dengan metode ceramah/penyuluhan oleh tim dosen kepada para siswa di depan kelas. Hasil dari kegiatan ini terlihat dari antusiasme para siswa dalam mengajukan berbagai pertanyaan terkait materi yang disampaikan. Melalui kegiatan ini, diharapkan siswa di Sekolah memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang mitigasi bencana. Tidak hanya meningkatkan kesiapsiagaan individu tetapi juga menyebarluaskan informasi ke komunitas. Upaya ini merupakan langkah penting dalam mempersiapkan generasi muda menghadapi tantangan bencana di masa depan
IDENTIFIKASI POTENSI BIDANG GELINCIR MENGGUNAKAN METODE GEOLISTRIK DI DAERAH AMBON MALUKU
Identifikasi bidang gelincir telah dilakukan di Batu Koneng, Kota Ambon dengan menggunakan metode geolistrik konfigurasi dipole-dipole. Tujuan dilakukan penelitian ini yaitu untuk menginterpretasi lapisan batuan bawah permukaan di area penelitian melalui nilai resistivitas guna mengetahui adanya potensi bidang gelincir yang menyebabkan longsor. Data pengukuran dilakukan sebanyak 4 lintasan dengan panjang 110 m yang pengolahan datanya menggunakan software Res2Dinv. Hasil interpretasi menunjukkan bahwa di lokasi penelitian terdeteksi litologi lempung dengan variasi nilai resistivitas 8,77-24,9 Ωm. Sedangkan lapisan lain diduga sebagai batu gamping dengan variasi nilai resistivitas 23,0-70,1 Ωm. Bidang gelincir diduga berupa lapisan lempung yang terdeteksi pada semua penampang lintasan, untuk penampang 1 ditemukan pada kedalaman 1,25 m hingga 6,76 m, untuk penampang 2 ditemukan pada kedalaman 1,25 m hingga 8 m. Sedangkan pada penampang 3 pada kedalaman 1,25 m hingga 11 m dan penampang 4 menjadi lapisan yang paling dalam yaitu 1,25 m hingga 24 m
IDENTIFIKASI KEBERADAAN SESAR MENGGUNAKAN METODE GRAVITASI DAN ANALISIS SECOND VERTICAL DERIVATIVE (SVD) DI BAGIAN SELATAN KABUPATEN SUMBAWA
Penelitian mengenai identifikasi sesar di Kabupaten Sumbawa bagian selatan ini dilakukan dengan menggunakan metode gravitasi. Penelitian Data yang digunakan berupa data Free Air Anomaly (FAA) dan Topografi yang merupakan data citra saletit TOPEX. Data tersebut dilakukan koreksi Bouguer dan Terrain untuk diperoleh data anomali bouguer lengkap. Nilai Anomali bouguer lengkap dilakukan pemisahan anomali regional dan anomali residual dengan menggunakan filter Gaussian. Anomali regional memiliki rentang nilai 115.0 mGal sampai 164.2 mGal sedangkan anomali residual memiliki rentang nilai -8.8 mGal sampai dengan 6.8 mGal. Pada Anomali residual menunjukkan zona anomali rendah pada zona selatan bagian tengah yang dipengaruhi oleh densitas batuan di zona tersebut yang berupa alluvial dan endapan pantai. Anomali residual yang dihasilkan dilakukan analisis second vertical derivative (SVD) untuk mengidentifikasi jenis sesar/patahan di wilayah tersebut. Berdasarkan interpretasi, zona sesar/patahan berada pada nilai anomali rendah yang diapit oleh nilai anomali tinggi sehingga patahan yang berada di bagian selatan daerah penelitian relatif berarah Timurlaut-Baratdaya. Grafik hasil slicing menunjukkan nilai maksimum lebih kecil dibandingkan mutlak nilai minimum sehingga disimpulkan bahwa sesar di kawasan tersebut merupakan sesar naik.Penelitian mengenai identifikasi sesar di Kabupaten Sumbawa bagian selatan ini dilakukan dengan menggunakan metode gravitasi. Penelitian Data yang digunakan berupa data Free Air Anomaly (FAA) dan Topografi yang merupakan data citra saletit TOPEX. Data tersebut dilakukan koreksi Bouguer dan Terrain untuk diperoleh data anomali bouguer lengkap. Nilai Anomali bouguer lengkap dilakukan pemisahan anomali regional dan anomali residual dengan menggunakan filter Gaussian. Anomali regional memiliki rentang nilai 115.0 mGal sampai 164.2 mGal sedangkan anomali residual memiliki rentang nilai -8.8 mGal sampai dengan 6.8 mGal. Pada Anomali residual menunjukkan zona anomali rendah pada zona selatan bagian tengah yang dipengaruhi oleh densitas batuan di zona tersebut yang berupa alluvial dan endapan pantai. Anomali residual yang dihasilkan dilakukan analisis second vertical derivative (SVD) untuk mengidentifikasi jenis sesar/patahan di wilayah tersebut. Berdasarkan interpretasi, zona sesar/patahan berada pada nilai anomali rendah yang diapit oleh nilai anomali tinggi sehingga patahan yang berada di bagian selatan daerah penelitian relatif berarah Timurlaut-Baratdaya. Grafik hasil slicing menunjukkan nilai maksimum lebih kecil dibandingkan mutlak nilai minimum sehingga disimpulkan bahwa sesar di kawasan tersebut merupakan sesar naik
INVERSI SEISMIK MODEL BASED (AI) UNTUK KARAKTERISASI RESERVOAR SUB-FORMASI SAND4 LAPANGAN PENOBSCOT KANADA
Prospek Lapangan Penobscot berlokasi di Sub-basin Sable di Utara Pulau Sable. Pada lapangan ini didukung oleh sumur L-30. Meskipun pada Lapangan Penobscot ini telah diketahui perkiraaan kedalaman lapisan sandstone pada Formasi Mississauga, data ini masih terlalu lemah untuk dijadikan acuan perkiraan persebaran lapisan reservoir sandstone yang ada. Maka dari itu perlu dilakukan seismik inversi (Model based) untuk menghasilkan volume acoustic impedance, volume porositas dan volume densitas sebagai landasan dalam mengambil tindakan terhadap reservoar. Zona target berada di Formasi Mississauga pada sub-formasi Sand4. Pada proses inversi acoustic impedance didapat nilai korelasi sebesar 0.951745 dan error 0.312563. Berdasarkan hasil inversi seismik menunjukkan zona sandstone memiliki nilai acoustic impedance rendah (7874 - 8923 (m/s)*(g/cc)) dan pada penampang volume porositas yang dihasilkan terlihat bahwa zona sandstone memiliki porositas relatif tinggi yaitu 22 – 26.3 %, serta pada penampang volume densitas menggambarkan zona sandstone memiliki densitas yang rendah berkisar 2.23 – 2.37 g/cc
