133 research outputs found

    Communication-based on local wisdom as a fortress of family resilience in the era of globalization: Experiences from Javanese speech culture

    Get PDF
    This study discusses the urgency of communication in a family relationship. The author makes use of communication-based on Javanese local wisdom as an effort to build family resilience in the era of globalization. The method used is descriptive-analytic in explaining the communication based on Javanese local wisdom in the family is realized to build family resilience in the era of globalization. The results of this study show that the local wisdom of Java; 1) "ana catur mungkur," 2) "yen ana rembug dirembug, nanging olehe ngrembug kanthi ati sing sareh," and 3) "aja tumindak grusa-grusu, nanging tumindak kanthi landesan pikiran kang wening," is a local Wisdom of Java that has philosophical, cultural, and moral values that can be used for effective communication as an effort to build family resilience. The three local wisdom of Java can be realized openness, mutual care, and mutual protection. These attitudes make communication within a family better. If the communication pattern is well-realized, the family resilience will be better according to the function and purpose of the family itself.***Tulisan ini fokus membahas tentang urgensi komunikasi dalam sebuah hubungan keluarga. Penulis menggunakan komunikasi berbasis kearifan lokal Jawa sebagai upaya membentuk ketahanan keluarga di era globalisasi. Studi ini merupakan kajian kepustakaan (library research) dengan metode deskriptif-analitik dalam menjelaskan bagaimana komunikasi berbasis kearifal lokal Jawa dalam keluarga dapat digunakan sebagai upaya membentuk ketahanan keluarga di era globalisasi. Hasil studi menunjukkan bahwa kearifan lokal berupa tutur Jawa; 1) “ana catur mungkur,” 2) “yen ana rembug dirembug, nanging olehe ngrembug kanthi ati sing sareh,” dan 3) “aja tumindak grusa-grusu, nanging tumindak kanthi landesan pikiran kang wening,” merupakan kearifan lokal Jawa yang mempunyai nilai-nilai filosofis, budaya, dan moral yang dapat digunakan untuk komunikasi yang efektif sebagai benteng ketahanan keluarga. Ketiga kearifan lokal Jawa tersebut mewujudkan sikap keterbukaan, saling memahami, dan saling menjaga. Sikap-sikap tersebut menjadikan komunikasi dalam sebuah keluarga lebih baik. Jika pola komunikasi telah terwujud dengan baik, maka ketahanan keluarga pun akan semakin baik sesuai fungsi dan tujuan keluarga itu sendiri

    ​REFORMASI HUKUM KELUARGA ISLAM TUNISIA PASCA ARAB SPRING: Antara Liberalisme dan Konservatisme

    Get PDF
    After the Arab Spring, which was distinguished by the development of liberalism, Tunisia's personal status law became more progressive. This liberalism is exemplified by the enactment of a law permitting Muslim women to marry non-Muslim men. Tunisia's efforts to liberalize Islamic family law appear to be impeded, however, by the rejection of a proposal to change the law on inheritance equality between men and women. The purpose of this study is to examine the liberalism of Islamic family law in Tunisia. Using information media such as news, articles, and other sources, the research utilizes a descriptive-qualitative strategy with a theoretical and fact-based approach. This article argues that tere are at least three reasons for Tunisia's modest liberalization of Islamic family law 1) Avoiding confrontations with secularists as much as possible. 2) Learning from the failure of the 2014 parliamentary general election, which revealed that Tunisians prefer non-religious parties. 3) The idealistic and pragmatic reasons of Ennahdha members.Pasca terjadinya Arab Spring, sistem perpolitikan di Tunisia menjadi lebih demokratis menyebabkan liberalisme pemikiran semakin menguat. Liberalisme tersebut ditunjukan dengan disahkanya undang-undang pernikahan wanita muslimah dengan laki-laki non-muslim. Namun upaya liberalisme hukum keluarga Islam Tunisia tampaknya masih terbatas dengan ditolaknya penyeruan amandemen undang-undang persamaan hukum waris antara laki-laki dan perempuan. Penelitian artikel ini adalah penelitian pustaka (library research). Metode yang penulis gunakan adalah metode deskriptif-kualitatifdengan pendekatan teoritis dan fakta melalui media informasi baik berita, artikel, maupun sumber lainya. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa terjadinya liberalisme terbatas hukum keluarga Islam di Tunisia disebabkan tiga alasan. 1) Menghindari ketegangan dengan kaum sekuler 2) Belajar dari pengalaman kekalahan dalam pemilihan umum legislatif pada tahun 2014 yang menujukan masyarakat Tunisia cenderung memilih partai yang tidak berbasis agama, 3) Motif idealis dan pragmatis anggota partai Ennahdha]

    Communication-based on local wisdom as a fortress of family resilience in the era of globalization: Experiences from Javanese speech culture

    Get PDF
    This study discusses the urgency of communication in a family relationship. The author makes use of communication-based on Javanese local wisdom as an effort to build family resilience in the era of globalization. The method used is descriptive-analytic in explaining the communication based on Javanese local wisdom in the family is realized to build family resilience in the era of globalization. The results of this study show that the local wisdom of Java; 1) "ana catur mungkur," 2) "yen ana rembug dirembug, nanging olehe ngrembug kanthi ati sing sareh," and 3) "aja tumindak grusa-grusu, nanging tumindak kanthi landesan pikiran kang wening," is a local Wisdom of Java that has philosophical, cultural, and moral values that can be used for effective communication as an effort to build family resilience. The three local wisdom of Java can be realized openness, mutual care, and mutual protection. These attitudes make communication within a family better. If the communication pattern is well-realized, the family resilience will be better according to the function and purpose of the family itself.***Tulisan ini fokus membahas tentang urgensi komunikasi dalam sebuah hubungan keluarga. Penulis menggunakan komunikasi berbasis kearifan lokal Jawa sebagai upaya membentuk ketahanan keluarga di era globalisasi. Studi ini merupakan kajian kepustakaan (library research) dengan metode deskriptif-analitik dalam menjelaskan bagaimana komunikasi berbasis kearifal lokal Jawa dalam keluarga dapat digunakan sebagai upaya membentuk ketahanan keluarga di era globalisasi. Hasil studi menunjukkan bahwa kearifan lokal berupa tutur Jawa; 1) “ana catur mungkur,” 2) “yen ana rembug dirembug, nanging olehe ngrembug kanthi ati sing sareh,” dan 3) “aja tumindak grusa-grusu, nanging tumindak kanthi landesan pikiran kang wening,” merupakan kearifan lokal Jawa yang mempunyai nilai-nilai filosofis, budaya, dan moral yang dapat digunakan untuk komunikasi yang efektif sebagai benteng ketahanan keluarga. Ketiga kearifan lokal Jawa tersebut mewujudkan sikap keterbukaan, saling memahami, dan saling menjaga. Sikap-sikap tersebut menjadikan komunikasi dalam sebuah keluarga lebih baik. Jika pola komunikasi telah terwujud dengan baik, maka ketahanan keluarga pun akan semakin baik sesuai fungsi dan tujuan keluarga itu sendiri

    Metode Improved CHAID (Chi-squared Automatic Interaction Detection) Pada Analisis Kredit Macet BMT (Baitul Mal Wa Tamwil)

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk menetukan segmentasi nasabah berdasarkan karakteristik status kreditnya pada BMT El Bummi 372. Segmentasi ini bertujuan untuk mengidentifikasi segmen nasabah potensial dengan harapan resiko kredit macet yang dapat diminimumkan. Penelitian ini menggunakan data sekunder, yang terdiri dari 945 nasabah yang terdiri dari 94 macet dan 851 tidak macet. Salah satu metode riset segmentasi yaitu Improved CHAID (Chi-Squared Automatic Interaction Detection analysis) yang merupakan perbaikan dari metode CHAID dengan mengelaborasi tabel kontingensinya dengan Tschuprow's T. Improved CHAID akan menghasilkan diagram yang mirip dengan diagram pohon keputusan yang menyediakan informasi tentang derajat hubungan antara variabel dependen terhadap variabel independen serta informasi mengenasi karakteristik segmen. Pada kasus BMT El Bummi 372,didapatkan enam segmen. Segmen nasabah dengan karakteristik pendidikan (Diploma/S1/Profesi, S2/S3), usia ≤ 50 tahun, ukuran keluarga ≤ 3 orang dan penghasilan >Rp. 1.500.000,00 adalah segmen yang memiliki rasio kredit macet yang paling rendah

    30-year bibliometric analysis of digital library studies

    Get PDF
    The purpose of this study is to analyse and map the metadata and keywords associated with existing research publications in digital library studies during the last 30 years. This is a quantitative descriptive study that employs bibliometric analysis approaches namely co-authorship analysis, citation analysis, and text data mapping with a help of VOSviewer computer application. The dimensions.ai, an international article indexing service, was used as the source to collect samples in this study. A total of 1,185 documents discussing digital library studies were analysed during 1991 – 2021. The analysis discovered that Edward A. Fox is the most prolific author in the field of digital library studies, the University of Strathclyde is the most productive university, and the United States is the most prolific country. This study also found that an article entitled “Automatic recognition of multi-word terms: the c-value/ nc-value method” is the most cited article within the dataset with 390 citations, and the most productive journal publishing cited articles is d-lib magazine with 201 published documents. In addition, several interesting terms like “academic library”, “university library”, “challenge”, “problem”, “india”, “digital resources”, and “evaluation” appeared to be the most discussed keywords within all publications. Academics and librarians from many countries have spent years researching digital libraries. This work demonstrated the importance of digital libraries for all countries, particularly when it comes to providing students and ordinary readers with access to e-books and other digital materials

    Pengaruh Pemberian Bokashi Terhadap Efisiensi Dosis Pupuk Npk Dan Produktivitas Jeruk Siam ( Citrus Nobilis)

    Get PDF
    Abstrak Siamese citrus productivity is largely determined by the application of fertilizers, both organic and inorganic fertilizers. In mature plants that have passed the phase of maximum vegetative growth velocity (age > 5 years), the fertilizer dose can be approximated by calculating the fruit yield. According to Sutopo (2009). This research is an experimental study on Jeruk Siam Jember land owned by farmers in Rowo Tengah Village, Sumberbaru District, Jember Regency, East Java with an area of ​​​​approximately 2000 M2. The research was conducted from November 2, 2018 to March 20, 2019. The experimental design used a Randomized Block Design with three replications. The treatments studied were:• P0 = plants without fertilizer• P1 = plants fertilized with 30 kg of compost (2 buckets with a volume of 15 liters) (1 sack with a volume of 50 kg of urea);• P2 = plants fertilized with compost as much as 30 kg + 20% dose;• P3 = plants fertilized with compost as much as 30 kg + 40% dose;• P4 = plants fertilized with compost as much as 30 kg + 60% dose.• P5 = plants fertilized with compost as much as 30 kg + 80% dose.• P6 = plants fertilized with compost as much as 30 kg + 100% dose.• P7 = plants only fertilized with 100 % chemical dose.The dosage of chemical fertilizers used refers to the recommendations of Balitjestro (2009). Based on the results of the study, observing the research parameters and calculating the data from the F analysis test and BNT follow-up test, it was shown that the results of treatment 5, namely the administration of bokashi and 80% of the dose of synthetic chemical NPK fertilization, were efficient.  Keywords: chemical fertilizer, organic fertilizer, Siamese citrus productivit

    MODEL PENGAWASAN YANG EFEKTIF TERHADAP KINERJA KEJAKSAAN DALAM PROSES PENEGAKAN HUKUM TINDAK PIDANA KORUPSI DI INDONESIA

    Get PDF
    Kejaksaan sebagai lembaga pemerintahan di bidang penuntutan sangat penting di dalam mewujudkan sistem peradilan yang bersih dan proses penegakan hukum yang mampu memberikan rasa keadilan bagi masyarakat. Kejaksaan dalam melaksanakan tugasnya diawasi oleh Komisi Kejaksaan. Rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu : (1) Mengapa kinerja Kejaksaan belum maksimal dalam penegakan hukum tindak pidana korupsi di Indonesia?; (2) Bagaimana pengawasan terhadap kinerja Kejaksaan dalam proses penegakan hukum tindak pidana korupsi di Indonesia?; dan (3) Bagaimana model pengawasan yang efektif terhadap kinerja Kejaksaan dalam proses penegakkan hukum tindak pidana korupsi di Indonesia?. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan doctrinal terhadap hukum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja kejaksaan dalam penegakan hukum tindak pidana korupsi di Indonesia belum maksimal, hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu adanya kekuatan politik, perilaku suap-menyuap, dan belum tegasnya sikap kejaksaan dalam penegakan hukum. Pengawasan terhadap kinerja kejaksaan dalam proses penegakan hukum tindak pidana korupsi di Indonesia dilaksanan oleh  Komisi Kejaksaan. Model pengawasan yang efektif terhadap kinerja Kejaksaan dalam proses penegakkan hukum tindak pidana korupsi di Indonesia yaitu dengan cara memperabaiki memperkuat struktural Kejaksaan maupun Komisi Kejaksaan, selain itu substansi peraturan dan perilaku penegak hukum juga harus baik

    TATA KOTA PAREPARE PERIODE KOLONIAL BELANDA

    Get PDF
    The focus of this research is the port city of Parepare in the Dutch Colonial period. The problem posed is how the form of urban planning and the factors that influence the form of the city of Parepare in the Dutch Colonial period. The method used is the determination of the dimensions of Colonial buildings based on inscriptions, texts and interviews. Mapping of building layout and road network as well as analysis of building functions, urban space organizations, and analysis of the factors forming city spatial planning are also carried out. The results of the study indicate that the city planning of Parepare consists of three zones. The first zone is the core of the city occupied by the Dutch government as the center of government. The second zone is the Chinatown area, intended for economic activities. The third zone is for indigenous settlements. The shape of the city extends from north to south following the coastline. The road network in the city center has a grid pattern. The dominant factor affecting the shape of the city of Parepare is geopolitical and security factors, to maintain the conduciveness of the western coastal region of South Sulawesi.Fokus penelitian ini adalah Kota pelabuhan Parepare pada periode Kolonial Belanda. Permasalahan yang diajukan adalah bagaimana bentuk tata kota dan faktor-faktor yang mempengaruhi bentuk tata kota Parepare pada periode Kolonial Belanda. Metode yang digunakan adalah penentuan dimensi bangunan Kolonial berdasarkan prasasti, naskah dan hasil wawancara. Pemetaan tata letak bangunan dan jaringan jalan serta analisis fungsi bangunan, organisasi ruang kota, dan analisis faktor pembentuk tata ruang kota juga dilakukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tata kota Parepare terdiri dari tiga zona. Zona pertama merupakan inti kota ditempati oleh pemerintah Belanda sebagai pusat pemerintahan. Zona kedua adalah kawasan pecinan, diperuntukkan untuk kegiatan perekonomian. Zona ketiga diperuntukkan untuk pemukiman pribumi. Bentuk kota memanjang dari utara ke selatan mengikuti garis pantai. Jaringan jalan pada pusat kota berpola grid. Faktor yang dominan mempengaruhi bentuk kota Parepare adalah faktor geo-politik dan keamanan, untuk menjaga kondusifnya wilayah pesisir barat Sulawesi Selatan
    • …
    corecore