37 research outputs found
Implementing Critical Incident Technique to Enhance the Students Writing Ability in Recount Text
This thesis is entitled implementing critical incident technique to enhance the students' writing ability in recount text (a collaborative classroom action research to the first year students of MAN Gandapura). This research was done because many of the students in MAN Gandapura would unable to make a good paragraph of writing although for one paragraph because of that the researcher needed form this research to increase the students' ability in writing, especially in writing recount text. The researcher conducted the collaborative classroom action research as research methodology and referring to qualitative research. The object of this study was the students at the first year of MAN Gandapura; which consists of thirty students. The researcher found the analysis were the result of this research in MAN Gandapura sufficiently improving recount text through observation checklist, field notes, test and questionnaires as instrument to get the data from the research. The first data collected from observation checklist which the mean score of the observation sheet was increasing through each cycles. Second, the data collected by using field notes which record all the teaching and learning process in both of cycles; cycle 1 and cycle 2. Third, the average score of the students in doing pre-test in the first meeting in cycle 1 was 49, 06 and the average score of the post- test for the cycle 1 was 65,3 and cycle 2 was 72, 7 which more than 70 as criteria of success. The last was questionnaire analyzing of the students responded toward implementation of the critical incident (CI) technique. The result of students score to mark the item in the questionnaire was 80%. It meant the students motivate of using critical incident technique in writing recount text. After the researcher did all steps of the research (cycle 1 and cycle 2). The researcher concluded that the implementation of the critical incident (CI) technique in teaching and learning process could increase students' ability in writing recount text and got ‘agree' students' response when implementing the critical incident technique in the classroom.Key words: Writing, Recount Text and Critical Incident (CI) Technique INTRODUCTIONWriting is an activity to write the ideas and the feeling of the item which is displayed in mind. When talking about teaching writing commonly deal with kinds of writing and teaching strategies. There are control writing, guide writing and free writing. The teaching of control writing is usually for the beginner or for the students of senior high school. In this relation, writing is the attention of control composition is usually much right. The teachers' job is to prove relax control is having the students write what they have the teacher will prove whether the students cable to write and practice it.According to School Base Curriculum of MAN Gandapura, teaching writing to the first year students is hoped the students are able to express the meaning in short functional written text, simple essay like as Recount text, Narrative text, and Procedure text in real life context. The students are able to express the meaning and rhetoric procedures accurately, fluently, and acceptable by using several written languages in real life context like recount, narrative, and procedure
Analisa Perhitungan Erosi dan Arahan Penggunaan Lahan di Daerah Aliran Sungai Welang Kabupaten Pasuruan Menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG)
Pernyataan Kementerian Kehutanan yang mengindikasikan 60 kondisi DAS di Indonesia pada umumnya sudah mengalami kerusakan berat sampai sangat berat. Tidak terkecuali DAS Welang yang berada di WS Welang Rejoso, Kabupaten Pasuruan merupakan salah satu DAS kritis dan DAS prioritas yang harus segera ditangani. Studi dilakukan di DAS Welang Hulu, Kabupaten Pasuruan, Provinsi Jawa Timur. Penelitian ini dilakukan dengan cara melakukan perhitungan debit limpasan permukaan dan laju erosi lahan dengan menggunakan peta penggunaan lahan kondisi eksisting. Setelah itu dilakukan penentuan Tingkat Bahaya Erosi. Langkah selanjutnya dilakukan penentuan arahan penggunaan lahan (fungsi kawasan) dan kelas kemampuan lahan. Upaya konservasi lahan secara vegetatif dilakukan dengan mensimulasi penggunaan lahan. Simulasi dilakukan dengan melakukan penambahan hutan tiap 10 % dari luas keseluruhan DAS Welang. Simulasi ini bertujuan untuk mendapatkan luas hutan yang ideal dan dapat menurunkan laju erosi lahan yang terjadi di DAS Welang. Hasil studi menunjukkan bahwa erosi total yang terjadi di DAS Welang Hulu sebesar 107.173,974 mm/ha/tahun. Luas lahan yang mengalami TBE sangat ringan seluas 3399,11 ha (20,88 %), TBE ringan seluas 6269,15 ha (38,51 %), TBE sedang seluas 2880,73 ha (17,69 %), TBE berat seluas 2448,88 ha (15,04 %) dan TBE sangat berat seluas 1282,25 ha (7,88 %). Komposisi penggunaan lahan yang sesuai kondisi DAS Welang Hulu yaitu dengan mengusahakan luas hutan sebesar 50 % dari total luas DAS serta merencanakan penggunaan lahan sesuai dengan fungsinya. Adapun rekomendasi penggunaan lahan yang sesuai dengan kondisi DAS Welang hulu yaitu kawasan lindung 523,451 ha (3,22 %), kawasan penyangga 8870,576 ha (54,49 %), kawasan budidaya tanaman tahunan 3481,994 ha (21,39 %), kawasan budidaya tanaman semusim atau permukiman 616,237 ha (3,79 %), hutan 1218,549 ha (7,48 %), area permukiman 1558,491 ha (9,57 %), dan gedung 10,828 ha (0,07 %)
Trend of Extreme Precipitation Over Sumatera Island for 1981-2010
Extreme climate events have significant impacts on various sectors such as agriculture, ecosystem, health and energy. The issue would lead to economic losses as well as social problems. This study aims to investigate the trend of extreme precipitation in Sumatera Island based on observed data during 30-year period, 1981–2010. There are ten indices of climate extreme as defined by ETCCDMI, which were tested in this study, including PRCPTOT, SDII, CDD, CWD, R10, R50, R95p, R99p, Rx1day and Rx5day. Then, the trend was analyzed based on the Mann-Kendall statistic, performed on the time series of precipitation data. The result shows that there was positive trend of extreme precipitation found in most stations over Sumatera, either statistically significant or insignificant. In each extreme precipitation indices, the number of observed stations indicating the insignificant change is higher than the significant one. This research also found that some indices including SDII, Rx1day, R50, R95p and R99p, showed a significantly-positive trend followed by a higher intensity of wetter and heavier events of extreme precipitation over Sumatera. On the other hand, the wet spell (CWD) index shows a negative trend (α=0.05)
PENERAPAN STRATEGI MAKE A MATCH DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS VIII F PADA MATA PELAJARAN FIQIH DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI 1 BANDAR LAMPUNG
Permasalahan yang dihadapi siswa kelas VIII F MTs Negeri 1 Bandar
lampung dalam pembelajaran Fiqih adalah rendahnya hasil belajar siswa. Hal ini
disebabkan dalam proses belajar guru masih menggunakan metode ceramah, tanya
jawab dan pemberian tugas,metode yang digunakan oleh guru ini sifatnya
konvensional yakni berpusat kepada guru saja sehingga siswa kurang berperan aktif
dalam pebelajaran. Dilihat dari keadaan diatas maka dapat diketahui bahwa metode
yang digunakan masih kurang baik sehingga aktifitas guru lebih banyak dari
siswanya, rumusan masalah pada penelitian ini adalah: “Apakah terdapat peningkatan
hasil belajar siswa melalui penerapan strategi pembelajaran make a match pada
pembelajaran fiqih kelas VIII F MTs Negeri 1 Bandar Lampung?”.
Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang merupakan
jenis penelitian kualitatif, sumber data dari penelitian ini adalah subjek dan objek
penelitian, dimana subjek penelitian ini adalah guru bidang studi Fiqih di MTs Negeri
1 Bandar Lampung dan objek penelitian ini adalah siswa kelas VIII F MTs Negeri 1
Bandar Lampung, metode pengumpulan data dari penelitian ini adalah observasi,
wawancara, dokumentasi, dan tes.
Metode analisis data dalam penelitiaan ini adalah dengan menggunakan
presentase.dan hasilnya adalah sebagai berikut, sebelum menerapkan strategi
pembelajaran Make a Match pada hasil belajar siswa dalam pra penelitian
pendahuluan terbukti yang tidak mencapai KKM 54.30% dan yang mencapai KKM
yakni 45.70%, setelah menerapkan strategi pembelajaran Make a Match dapat
diketahui peningkatan dalam hasil belajar siswa pada siklus I mengalami
Peningkatan sebanyak 65.70% dan siswa yang belum tuntas sebanyak 34.30%
Selanjutnya di Siklus II hasil siswa mengalami peningkatan yang signifikan
yakni sebanyak 88.57% dan siswa yang belum tuntas sebanyak 11.43%, maka dalam
hal ini dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut,” Terdapat peningkatan hasil belajar
siswa melalui penerapan strategi pembelajaran make a match pada pembelajaran fiqih
kelas VIII F MTs Negeri 1 Bandar Lampung”
Kata kunci: Hasil belajar,strategi make a match, fiqi
Pengentasan Kemiskinan melalui Socialpreneur
Pada era pandemic Covid-19 ini, kehidupan ekonomi masyarakat semakin menurun, sehingga menimbulkan kesenjangan di masyarakat, terlebih lagi semakin menambah jumlah pengangguran akibat pemutusan hubungan kerja. Socialpreneur merupakan salah satu strategi atau kegiatan untuk memberdayakan masyarakat, dalam rangka mendukung upaya pengentasan kemiskinan pedesaan melalui pendekatan gender, yakni pemberdayaan perempuan melalui ibu-ibu penerima bantuan PKH dengan maksud terbentuknya semangat berwirausaha sebagai wujud memberdayakan ibu-ibu melalui pembuatan sabun cuci, jajanan tradisional, dan kegiatan konveksi. Pengabdian ini dilaksanakan di Kecamatan Cina Kabupaten Bone, dengan membina 8 ibu-ibu penerima bantuan PKH. Kegiatan ini dimulai dengan motivasi, pengenalan kewirausahaan, melihat kebutuhan pasar, desain produk, branding produk dan pemasaran produk berbasis teknologi informasi. Luaran dari kegiatan ini berupa terbentuknya socialpreneur di kalangan ibu-ibu yang mampu memberikan penghasilan tambahan kepada keluarga, dan terciptanya produk barang kebutuhan rumah tangga yang layak dipasarkan secara luring dan daring
HUBUNGAN ANTARA KOMPETENSI PROFESIONAL GURU DENGAN HASIL BELAJAR SISWA MATA PELAJARAN AQIDAH AKHLAK DI MADRASAH IBTIDAIYAH NEGERI 1 BANDAR LAMPUNG
Profesionalisme guru merupakan kondisi, arah, nilai, tujuan dan kualitas
suatu keahlian dan kewenangan dalam bidang pendidikan dan pengajaran yang
berkaitan dengan pekerjaan seseorang yang menjadi mata pencaharian.
Profesionalisme guru yang dimaksud dalam Tesis ini adalah guru Aqidah Akhlak
yang profesional. Adapun guru profesional itu sendiri adalah guru yang
berkualitas, berkompetensi, dan guru yang dikehendaki untuk mendatangkan
prestasi belajar serta mampu mempengaruhi proses belajar mengajar siswa, yang
nantinya akan menghasilkan prestasi belajar siswa yang lebih baik.
Kompetensi guru yang diteliti meliputi Sepuluh kategori. Pertama,
kemampuan guru dalam Menguasai Bahan Pelajaran. Kedua, kemampuan guru
dalam mengelola Program Pembelajaran. Ketiga, kemampuan guru dalam
Mengelola Kelas. keempat, kemampuan dalam Menggunakan Media dan Sumber
Pembelajaran. Kelima, Kemampuan guru Menguasai Landasan-landasan
Kependidikan. Keenam, Guru mampu Mengelola Interaksi Pembelajaran.
Ketujuh, Guru Mampu Menilai Prestasi Siswa. Kedelapan, Guru Mengenal Fungsi
Program BP disekolah. Kesembilan, Guru Mengenal dan Menyelenggarakan
Administrasi Sekolah. Dan Kesepuluh, Guru Memahami Prinsip-prinsip dan
Menafsirkan hasil Penelitian Pendidikan guna Keperluan Pengajaran.
Hasil atau prestasi belajar adalah hasil belajar yang dicapai setelah melalui
proses kegiatan belajar mengajar. Prestasi belajar siswa dapat ditunjukkan dalam
bentuk nilai yang diberikan guru berupa raport yang merupakan hasil dari
beberapa bidang studi yang telah dipelajari oleh peserta didik. Dalam penelitian
ini, penulis menggunakan penelitian field research, yaitu penelitian yang
dilakukan secara langsung ke MIN 1 Bandar Lampung. Teknik pengumpulan data
yang penulis lakukan yaitu melalui angket yang diberikan kepada peserta didik
kelas IV dan V yang dipilih secara acak, kemudian dengan observasi, wawancara
dan dengan studi dokumentasi. Setelah data-data tersebut diperoleh, penulis
menganalisis data dan melakukan uji hipotesis dengan menggunakan rumus
product momen dan menggunakan rumus Koefisien Determinasi untuk
mengetahui kontribusi kedua Variabel X dan Y.
Selanjutnya penulis menyimpulkan hasil penelitian dalam bentuk analisis
interpretasi data. Adapun hasilnya ada dua kemungkinan yaitu terdapat hubungan
yang signifikan antara kompetensi professional guru dengan hasil belajar siswa
atau sebaliknya.
Setelah penelitian ini dilakukan, penulis memperoleh hasil penelitian
bahwa Terdapat hubungan yang signifikan antara Kompetensi Profesional Guru
Aqidah Akhlak dengan hasil belajar siswa Madrasah Ibtidaiyah Negeri I Bandar
Lampung, karena berdasarkan hasil uji statistik korelasi sederhana ternyata nilai
rhitung lebih besar daripada nilai rtabel harga kritik dari r product moment atau r hitung
> r tabel = 0,845 > 0, 304 ( hasil intervolasi α = 0,05 dan N = 40, pada deretan ke
38 tidak ada maka diambil pada deretan ke 40 ). Dengan demikian dapat
dikatakan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima
The Influence of Teaching Experience and Education Level of Teacher Performance Through Work Loads at Formal Education Unit (SPF) of Senior High School (SMAN)
The purpose of this study aims to analyze the effect of teaching experience and education level on teacher workload and performance, to analyze the impact of workload and teaching experience on teacher performance, to analyze the effect of education level on performance through workload at the Formal Education Unit (SPF) of Senior High School (SMAN) at the Makassar Regional Office 1 Branch. This research is a quantitative study using statistical data analysis with a path analysis model. The sample in this study population was 118 people, namely 56 people from the UPT Formal Education Unit SMAN (State Senior High School), 7 Makassar, and 62 people from SMAN (Public Senior High School) 22 Makassar. Data collection techniques through interviews, questionnaires, and documentation. The results of the study prove that: (1) Teaching experience and education level are significant and positive on teacher performance, (2) Teaching experience and education level have no significant or insignificant effect on teacher performance, (3) Workload and teaching experience have a positive and significant impact on teacher performance, and (4) Education level is substantial and positive on teacher performance through workload.
Keywords:
Teaching Experience, Education Level, Teacher Performance, Work Load
Potensi Khamir sebagai Agens Pengendalian Hayati Colletotrichum capsici, Cendawan Penyebab Antraknosa pada Buah Cabai
ABSTRACTAntrachnose on chilli fruit caused by Colletotrichum capsici can reduce yield and quality of chilli fruit. Biological control agent can be used as an alternative to control C. capsici. Yeast is one of biological control agent which is potential to control the pathogen. This study was aimed at testing antagonistic potential of yeast on fruits and vegetables against C. capsici. Twenty two yeast isolates were isolated from banana, rambutan, red chilli, tomato, and eggplant fruits. Screening for antagonistic yeast using well test showed that 5 isolates of yeast (CMM-1, CMM-3, CMM-4, TMM-1, and EMM-11) completely inhibited the growth of C. capsici. Based on the result of biocontrol assay of the pathogen in vivo, four yeast isolates (CMM-3, CMM-4, TMM-1, and EMM-11) completely inhibited C. capsici in vivo. Identification using morphological and molecular characteristics showed that these four yeast isolates were Issatchenkia orientalis.Keywords: antagonistic yeast, antrachnose, biocontrol, Issatchenkia orientalis ABSTRAK Antraknosa pada buah cabai yang disebabkan oleh Colletotrichum capsici dapat menyebabkan penurunan produksi dan kualitas buah cabai. Penggunaan agens pengendalian hayati dapat menjadi salah satu alternatif untuk mengendalikan C. capsici. Khamir merupakan salah satu agens pengendalian hayati yang berpotensi mengendalikan C. capsici. Penelitian ini bertujuan menguji potensi antagonistik khamir pada buah-buahan dan sayuran terhadap C. capsici. Sebanyak 22 isolat khamir diisolasi dari buah rambutan, pisang, cabai merah besar, tomat, dan terung ungu. Seleksi khamir antagonis menggunakan uji sumur diperoleh sebanyak 5 isolat khamir, yaitu isolat CMM-1, CMM-3, CMM-4, TMM-1, dan EMM-11 menghambat total pertumbuhan C. capsici. Isolat CMM-3, CMM-4, TMM-1, dan EMM-11 menghambat total pertumbuhan C. capsici in vivo. Berdasarkan hasil identifikasi secara morfologi dan molekuler, isolat CMM-3, CMM-4, TMM-1, dan EMM-11 adalah Issatchenkia orientalis.Kata kunci: antraknosa, Issatchenkia orientalis, khamir antagonis, pengendalian hayat
