130 research outputs found
Komparasi Penggunaan Model Pembelajaran 5e Dengan Model Pengajaran Langsung Terhadap Hasil Belajar Biologi Dan Kinerja Ilmiah Siswa SMA
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada perbedaan pengaruh penggunaan model pembelajaran 5E dengan Model pengajaran langsung terhadap (1) hasil belajar biologi dan kinerja ilmiah siswa, (2) hasil belajar biologi, dan (3) kinerja ilmiah siswa. Penelitian ini dilaksanakan di SMA N 1 Kuta Utara pada siswa kelas XI IPA semester II tahun ajaran 2011/2012. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu (quasi eksperiment), dengan rancangan non equivalent pretest-posttest control group design. Pengambilan sampel (n=134) pada populasi (N=271) dilakukan dengan metode group random sampling. Data berupa gain skor ternormalisasi hasil belajar dan kinerja ilmiah yang dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif dan uji MANOVA. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh hasil (1) terdapat perbedaan hasil belajar dan kinerja ilmiah antara siswa yang belajar melalui Model Pembelajaran 5E dengan siswa yang belajar melalui model pengajaran langsung (F=6,845 dengan taraf signifikansi 0,001, P<0,05), (2) terdapat perbedaan hasil belajar biologi antara siswa yang belajar melalui Model Pembelajaran 5E dengan siswa yang belajar melalui model pengajaran langsung (F=6,819 dengan taraf signifikansi 0,010, p<0,05), dan (3) terdapat perbedaan kinerja ilmiah antara siswa yang belajar melalui Model Pembelajaran 5E dengan siswa yang belajar melalui model pengajaran langsung (F=9,001 dengan taraf signifikansi 0,003, p<0,05). Kelompok siswa yang belajar dengan menggunakan Model Pembelajaran 5E menunjukan hasil hasil belajar (LSD=0,04< µij=0,054) dan kinerja ilmiah (LSD=0,063< µij=0,097) yang lebih baik dibandingkan dengan kelompok siswa yang menggunakan model pengajaran langsung
Implementasi Kartu Semarang Sehat (Jamkesmaskot) di Kota Semarang
Health is a fundamental right for citizen in this nation. Every body has a right of the health care and are guaranteed by the nation. The State is obligated to meet the needs and health services for all citizens including for the poor and couldn't afford it. The policy of granting health coverage for the poor and can't afford is one of the policies that can guarantee the granting of free health services to the poor and can't afford that generally have difficulties to be able to finance any treatment and health services for himself. The purpose of this policy is to provide services in the field of health care to the poor and cannot afford, especially in the Semarang city. This purpose of this research to describe how the implementation of the Semarang Healthty Card as the program is implemented to be able to achieve the purpose of the Mayor Regulation number 28 in 2009. In addition, also to find out the factors that encourage and impede the provision of the Semarang Healthty Card in Semarang city by using the implementation model of Edward III that has 4 variables that affect in the implementation of a policy, include: communication, resources, disposition/implementing attitude and bureaucratic structure. The results show that the implementation of the Semarang Healthty Card / Jamkesmaskot in Semarang city was implemented correctly, but still has a constraint in some thing like still the presence of the target user is not appropriate, a health security card ownership is more than two, lack of socialization of health services and the lack of public knowledge about the Semarang Healthty Card. Recommendations from the results of this research are to make the correct data collection for more appropriate to the community poor and cannot afford, socialization from The Health Departmen of Semarang city for the right target of all the poor and could not afford, as well as to the hospital so that it can continue to serve the public with a maximum. In addition, the Health Departmen of Semarang city expends the Semarang Healthty Card to facilitate the acces of people in helath services. The implementation actors has to improve the coordination of their respective as the implementation actors of Semarang Healthty Card / Jamkesmaskot
Kualias Pelayanan Pembuatan Akta Kelahiran Di Dinas Kependudukan Dan Pencatatan Sipil Kabupaten Cirebon
Penyelenggaraan pelayanan publik merupakan salah satu fungsi negara dalam rangka menciptakan kesejahterahan rakyat. Salah satu bentuk pelayanan yang diberikan oleh aparatur pemerintahan kepada masyarakat adalah pelayanan dalam bidang kependudukan. Akta kelahiran merupakan salah satu dokumen yang harus dimiliki oleh setiap orang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mengetahui dan mendeskripsikan kualitas pelayanan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Cirebon dalam pelayanan akta kelahira.Penelitian ini menggunakan pendekatan analisis data kuantitatif. sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebesar 44 responden yang merupakan masyarakat yang melakukan pemohon pembuatan Akta Kelahiran di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Cirebon tahun 2011. Analisis data digunakan adalah Uji Korelasi dan Konkordasi Kendall.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas pelayanan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Cirebon Tinggi yaitu sebesar 34,1%. Besarnya pengaruh prosedur pelayanan (X1) terhadap Kualitas pelayanan (Y) sebesar 10,69%, besarnya pengaruh kemampuan pegawai (X2) terhadap Kualitas pelayanan (Y) sebesar 37,45%, dan Kualitas pelayanan (Y) yang dipegaruhi Prosedur Pelayanan (X1) dan Kemampuan Pegawai (X2) secara bersamaan sebesar 42,64%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara Prosedur Pelayanan dan Kemampuan Pegawai Terhadap Kualitas Pelayanan
Analisis Kinerja Penanganan Anak Jalanan Di Dinas Sosial, Pemuda, Dan Olahraga Kota Semarang”
Permasalahan sosial yang terjadi di sebagian besar daerah perkotaan, salah satu di antaranya yaitu masalah kemiskinan. Kemiskinan merupakan salah satu faktor penyebab anak-anak beresiko turun di jalan. Keberadaan anak jalanan di kota-kota besar, termasuk kota Semarang menjadi persoalan yang cukup serius untuk ditangani oleh pemerintah kota Semarang.Angka keberadaan anak jalanan di Kota Semarang yang cukup tinggi menjadi salah satu permasalahan sosial di dalam masyarakat. Pemerintah Kota Semarang bukannya tanpa USAha dalam mengentaskan anak jalanan di kota Semarang. Salah satu upaya pemerintah kota Semarang yaitu pemberian modal USAha. Sampai saat ini belum ada Peraturan Pemerintah (PP) dan Peraturan Daerah (Perda) di kota Semarang yang mengatur pengentasan anak jalanan.Kedudukan Dinas Sosial, Pemuda, dan Olahraga di Kota Semarang adalah sebagai instansi atau organisasi publik yang melaksanakan tugas urusan pemerintah daerah di bidang sosial, pemuda, dan olahraga berdasarkan asas otonomi dan tugas pembantuan. Bidang Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) merupakan bidang yang menangani masalah anak jalanan di kota Semarang.Kinerja Dinsospora khususnya bidang Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) dideskripsikan melalui indikator produktivitas, kualitas layanan, responsivitas, responsibilitas, dan akuntabilitas. Kurangnya SDM di Bidang PMKS menyebabkan belum maksimalnya penanganan anak jalanan
Evaluasi Kebijakan Peraturan Daerah Kota Semarang Nomor 11 Tahun 2000 Tentang Pengaturan Dan Pembinaan Pedagang Kaki Lima Di Pedagang Kaki Lima Simpang Lima Semarang
High unemployment and the increasing urbanization made bigger informal activity by the community Semarang city. The activity of informal done to look as income is vendors. Number of street vendors Semarang city from year to year continue to rise. So it appeared problems environment and town planning makes government Semarang city issued a policy regulation in Semarang number 11 years 2000 on the regulation and development street vendors. The purpose of this research is to evaluate the achievement of a goal policy by law regulations and development on the street vendors simpang lima semarang and to know the implementation of a policy of the regulation. This research using type descriptive with a qualitative approach. Technique data collection used the observation, interview, study documentation and the literature study. This research result indicates that the implementation of a policy on setting and development street vendors Simpang Lima Semarang operated quite well. There are still some transgression committed street vendors in their activities and had brought a permit or identity card street vendors Simpang Lima of government officials. Need to an increase in socialization regarding the regulations and training street vendors to the street vendors Simpang Lima policy that the purpose of this regulation can be achieved
Hubungan Kemampuan Kerja Dan Disiplin Kerja Dengan Kinerja Pegawai Di Badan Pelayanan Perijinan Terpadu Kota Semarang
This study aims to assess the employee\u27s performance Integrated Licensing Service Agency of Semarang with the ability to work and work discipline. The problems that exist in this study is still less than optimal employee performance seen from the lack of ability to work and work discipline. This study was conducted to determine how much the relationship between work ability variables (X1) and work discipline (X2) with employee performance (Y). In this study the method used is explanatory, that is the type of research that is used to examine the relationship between the variables studied. The data obtained by questionnaires given to 41 employees as respondents in the Integrated Licensing Service Agency of Semarang.The results of this study indicate that the hypothesis that there is a positive relationship between the variables work ability and work discipline to employee performance Integrated Licensing Service Agency of Semarang acceptable significantly by 82.44% coefficient of determination means the employee\u27s performance changes by 82.44% as a result influence of ability to work and work discipline. While the remaining 17.56% is influenced by other factors such as motivation, leadership and work environment.The results showed a positive and significant relationship between the variables work ability and work discipline on employee performance. This means that in order to improve employee performance Integrated Licensing Service Agency of Semarang can be done by increasing the employability and self-discipline by giving an understanding of the work presented, provide training to employees, adherence to clock in and leave work and sincerity in completing work responsibilty
Upaya Mengembangkan Kemampuan Berbahasa Anak Melalui Metode Bercerita Kembali Dengan Menggunakan Media Gambar Seri Pada Anak Kelompok A TK Pertiwi I Malangjiwan Kebonarum Klaten Tahun Pelajaran 2013 / 2014
Penelitian ini dilakukan untuk mengembangkan kemampuan berbahasa anak melalui metode bercerita dengan gambar seri pada anak kelompok A TK Pertiwi I Malangjiwan Kebonarum Klaten Tahun Pelajaran 2013/2014. Penyebab kemampuan berbahasa belum berkembang dengan baik karena anak masih tidak mau menjawab pertanyaan yang diajukan guru dan metode yang digunakan masih monoton dengan media yang kurang bervariasi menjadikan kemampuan berbahasa anak kurang dapat berkembang dengan baik.Jenis Penelitian adalah Peneliti an Tindakan Kelas yang dilaksanakan di TK Pertiwi I Malangjiwan dengan subjek penelitian anak kelompok A berjumlah 12 anak. Data mengenai kemampuan berbahasa anak diperoleh melalui lembar tabulasi skor perkembangan kemampuan berbahasa sedangkan data penerapan metode bercerita diperoleh melalui lembar hasil observasi penerapan metode bercerita. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan analisis data komparatif yaitu dengan membandingkan hasil pencapaian anak dengan indikator yang ditargetkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode bercerita dapat mengembangkan kemampuan berbahasa anak. Pada prasiklus diperoleh data kemampuan berbahasa rata-rata anak baru mencapai 40.63%, kemudian dilakukan tindakan siklus I dan meningkat menjadi 73.96%. pada siklus II kemampuan anak meningkat secara signifikan mencapai 92.02%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa metode bercerita dengan gambar seri mampu mengembangkan kemampuan berbahasa pada anak kelompok A TK Pertiwi I Malangjiwan Kebonarum Klaten Tahun Pelajaran 2013/2014
- …
